
Di mansion, keempat spirit, sedang duduk berjaga di dalam ruangan redup. Hanya ditemani cahaya bulan, yang menembus masuk melalui jendela kamar. karena kelelahan, lannox telah menjemput mimpi lebih dulu. Ia tidur menyamping, menghadap kearah putrinya, sambil menggenggam tangan mungil sang putri. Di antara semua spirit, Hanya Jura sendiri, yang tidak terlihat di situ. Suasana di malam hari, sangat tenang dan begitu hening tidak seperti biasanya.
Sementara itu.. Di luar mansion. Seorang pria berpakaian serba hitam, sedang duduk sendirian di atas atap mansion, sambil menatap kelangit malam. Ia melihat bulan yang tampak sangat kesepian, tanpa keberadaan bintang-bintang di sisinya.
"tidakkah menurutmu malam ini, agak aneh kek!!"
seorang pemuda tampan berusia dua puluhan, muncul di belakang Jura. Ia mengenakan pakaian serba putih, anak berambut putih pendek, sedikit ikal dengan belah pinggir. membuatnya tampak menawan. Namun, tidak menghilangkan kesan sangar di wajahnya yang tampan. Ia menghampri Jura, dan duduk di sampingnya. Melihat sosoknya, yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya.. Membuat Jura tersenyum simpul.
"ya.. Untuk itu, kita harus selalu siaga. Kau sendiri, Apa yang kau lakukan dengan wujud manusiamu?"
"hmm.. Hanya sedang ingin saja.. Ternyata menyenangkan memakai wujud ini." zion diam sejenak, lalu melanjutkan lagi. "Kek, kau pasti sudah tau bukan! Tentang seseorang yang bersembunyi di dalam hutan larangan?"
"hem.." jawabnya singkat.
"kapan kau mulai menyadari keberadaannya? Dan kenapa, kau tidak memberitahuku?"
"apa itu penting! Dan lagi.. Aku tidak peduli, selama dia tidak mengganggu, dia bebas tinggal sesukanya."
"paling tidak, kau beritahu aku kek, jadi.."
"apa kau tertarik padanya?" potong Jura cepat.
"emm.. tidak perlu di tanya, kakek juga sudah tau jawabannya!"
"hahahaha... ternyata kau sudah dewasa nak..." tawa Jura meledak memecah keheningan malam.
"jangan tertawa, itu tidak lucu." jawabnya agak malu.
"hmm.." Jura, kembali kemode diam.
"kek, apa kau tidak merasa, ada yang aneh malam ini??"!
"maksudmu?"
"tidak biasanya,, malam sehening ini bukan! Bahkan, aku tak mendengar suara hewan apapun malam ini. Dan, entah kenapa! aku merasa seluruh tubuhku seperti bergemuruh tidak jelas. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku kek!" Zion, memegang kedua lengannya, yang tidak dingin. "tidak biasanya aku seperti ini. Apakah ada yang salah denganku?" tanya zion, khawatir.
"hmm.. Tenanglah, itu hanya perasaanmu saja.. Jadi jangan terlalu kau pikirkan, kembalilah kedalam." ujar Jura, mengusap kepala Zion lembut. Untuk menenangkannya, yang tampak khawatir.
__ADS_1
"haah.. Ya, semoga memang cuma perasaanku saja. Kalau begitu, aku masuk dulu kek, Apa kakek tidak ikut masuk? Yang lain, pasti sedang mengkhawatirkanmu bukan!"
"hem, kau duluan saja."
"baiklah, jangan terlalu lama melamun, Ekspresi itu tidak cocok untukmu." tak lama.. Zionpun menghilang.
"hmm.." Jura hanya membalas dengan senyum, setelah melihat Zion pergi.. Jura kembali memandang bulan, lalu merenungkan kembali perkataan Zion. 'apa yang dirasakan anak itu, tidaklah salah. Karena aku juga merasakan hal yang sama, hanya saja.. Aku malas membahasnya. karena aku tidak ingin membuat yang lain khawatir.'
...----------------...
Di dalam ruang tahanan.. Rey, sedang duduk di ruang paling pojok sambil memeluk kedua lututnya. Sedangkan Argus, hanya diam berdiri memperhatikan tingkah Rey dengan tenang.
"percuma kau kemari, karena aku tidak akan mengatakan apapun yang kau inginkan."
"hem.. Jika kau masih berkeras dengan pendirianmu! Tidak masalah bagiku, Aku masih mempunyai cara lain, untuk membuatmu bicara.''
''heh, Benarkah..?" ujarnya meremahkan.
''ternyata aku terlalu baik padamu, cukup sudah aku menahannya.''
Argus maju mendekat kearah Rey, melihat Argus mendekatinya.. Rey hanya menyeringai menatap Argus dengan satu alis terangkat tinggi, seolah sedang menantang. Menyembunyikan emosi, Argus masih berusaha tetap terlihat tenang, lalu ia mengulurkan kedua jarinya, pada kekening Rey. Beberapa menit setelahnya.. Arguspun keluar dari ruangan tahanan, dengan raut muka yang sedikit masam. Dan, di luar kurungan.. ia di sapa kembali oleh sang penjaga.
''belum.'' jawabnya tegas, sambil membuang pandangan kearah lain.
''baiklah, jika ada yang ingin anda tanyakan lagi..! silakan datang kembali.''
''hmm.. aku pergi dulu.'' tak lama Arguspun berlalu.. meninggalkan tempat itu.
Saat dalam perjalanan kembali kemansion, Argus merasa sangat kesal sekali.. Karena ia terlambat bertindak. Ia tidak pernah gagal dalam misi apapun, yang diberikan oleh masternya, kecuali saat ini. Dan itu mengganggu pikirannya, Argus merasa kecewa dengan dirinya sendiri.
'sial sekali.. Ini di luar perkiraanku, aku terlalu meremehkan bocah itu. Yang Mulia, pasti sedang istirahat sekarang, sebaiknya aku menemui beliau besok saja. Ah! Sial, Kalau begini.. Beliau pasti akan meragukan kinerjaku.' ia mengusap keras wajahnya.. Karena merasa gagal.
...----------------...
Di dimensi lain.. Saat Tama, di serang oleh kekuatan besar.. Tama sedang berada dalam kondisi yang sangat lemah. sementara pihak musuh, lebih di untungkan, sebab dalam kondisi prima. Dan pada saat bola energi hitam, dengan ukuran besar menyerang Tama, pada saat bola hitam itu.. sudah hampir mengenainya. Tiba-tiba saja, sesuatu yang tak terdugapun terjadi. Dan,
''booomm... Swuuunnngggg..''
__ADS_1
ledakan besar terjadi.. bola energi yang telah di lemparkan oleh pria bertopeng, malah memantul jauh! sehingga mengeluarkan ledakan sangat besar. membuat lawannya tak percaya, dengan yang ia saksikan, Pria bertopeng itupun merasa heran!
Dari jauh tampak sekelebat cahaya terang kemerahan keluar, langsung membentuk sebuah pusaran besar. Cahaya itu.. membuat barrier pelindung sendiri, dan.. melindungi tubuh Tama, Dari serangan yang berbahaya.
'apa itu? bagaimana bisa! siRubah, masih mempunyai energi di dalam tubuhnya..! padahal aku sudah membuatnya kehabisan tenaga. lalu.. darimana datangnya energi sihir, yang sangat besar itu?'
luka yang di dapatkan Tama, saat bertarung. perlahan-lahan memudar, lalu menghilang tanpa menyisakan bekas luka sedikitpun. dan, tubuh Tama, yang tadinya lemah tidak berdaya, karena kaku. kini.. Malah sebaliknya! Tubuh itu, melayang terangkat keudara, dengan sendirinya! lalu.. tubuhnya perlahan terbakar, mengekuarkan kobaran Api yang menyala sangat terang dan panas. bahkan, bahang dari Api tersebut! bisa membuat si Pria Bertopeng merasakan, betapa panasnya Api itu.
'apa-apaan Api ini.. padahal jarakku sangat jauh darinya! tapi.. Rasa panas yang menyengat ini, bisa kurasakan sampai sini.' Tiba-tiba terdengar suara tawa seringai dari kejauhan.
''khe..khe..khe..khe..khe, sepertinya kau begitu menginginkan kematianku ha...! tapi, maaf saja.. aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu.'' Tama kembali seperti biasa. Kobaran Api dari tubuhnya, telah menghilang. barrier yang melindungi tubuhnyapun.. juga lenyap begitu saja.
''heh.. jangan senang dulu, hanya karena kau selamat dari kematian. bukan berarti kau bisa lolos dariku! tadi itu.. baru pemanasan, dan sekarang, permainan yang sesungguhnya baru akan di mulai hem."
pria bertopeng menghilang dari pandangan Tama, sadar akan pergerakan musuh yang terlalu cepat, Tamapun mulai waspada dengan keadaan di sekitarnya. Sebab ia telah memperhatikannya sejak tadi, musuh yang ia hadapi kali ini.. Cukup merepotkan dan berbeda dari musuh sebelumnya.
'aku harus berhati-hati dengan bocah ini, dia cukup merepotkan di banding yang lainnya! Selain gesit, dan lincah.. dia juga tipe blak-blakan dan sangat agresif. Khi..khi.. Kalau begini, Aku jadi semakin bersemangat'
''bwushh.. Bwushh..'' Pria itu.. Bergerak seperti angin saat menyerang, membuat Tama terus menghindar, mengikuti gerakannya. Dan, pandangannya kembali tertuju pada Pria bertopeng, iapun mulai fokus.
'heh.. menarik, dia semakin cepat.'
kecepatan seperti angin, Dan bisa membelah apapun di sekitarnya.. Hanya dengan sekali tebasan. Saat ia mengayunkan tangannya, kearah sang Rubah! Tama, dengan refleks cepat, langsung menghindari serangan tersebut.
"heh.. Sepertinya, kau sudah kembali pulih hah!"
"jangan banyak bicara, ayo cepat serang aku, dengan seluruh kekuatan yang kau punya!" gumamnya, sambil memandang rendah pada Lawannya.
Mendengar ucapan Tama, membuat Pria Bertopeng semakin menggila.
"cih! Jangan remehkan aku. Tanpa kau suruhpun, aku akan melakukannya." jawabnya angkuh.
Setelah mengatakannya.. Pria bertopeng itu mengucapkan sesuatu! Dan tiba-tiba tanah berguncang hebat. Pijakan Tama, menjadi tidak stabil, karena getaran kencang.
'sialan, apalagi sekarang?' umpatnya kesal.
Saya tidak mendapatkan feel yang bagus, Ini semakin membosankan, kedepannya saya akan berusaha lebih baik lagi..
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir, sampai jumpa di episode selanjutnya. 😎