AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
APA KAU, SUDAH MELUPAKAN TUJUANMU!!


__ADS_3

Di sebuah pinggir kota, yang terletak jauh di dalam gang sempit, dan kumuh. Terdapat sebuah Bar.. Tempat berkumpulnya prajurit bayaran, Dan juga tempat mencari informasi. Suasana didalam Bar, sangat ramai dan riuh.


Beberapa menit kemudian, muncul seseorang berjubah panjang, dengan tudung hitam, menutupi kepalanya. Saat ia masuk, suasana didalam ruangan tersebut, menjadi hening seketika.


Mereka memperhatikan sosok tersebut, berjalan dengan santai.. Lalu ia duduk di meja panjang, tempat pelayan berada. Tak lama, setelahnya.. Suasana didalam ruangan, kembali riuh.


Pelayan itu melihat sosok pria misterius duduk, namun, wajahnya tidak kelihatan karena tertutup tudung jubah miliknya.


"Mau pesan apa tuan!" Tanya si pelayan seperti biasa, setiap ada pembeli.


"Bir satu." Ujarnya, singkat.


"Baik tuan." Pelayan itu pun, menuangkan bir kedalam gelas besar.. Dan meletakkan di depan Pria asing tersebut."


Sambil mengelap gelas, ia berbincang.. kepada Pria asing, yang sedang meneguk Birnya.


"Apa anda tahu! akhir-akhir ini, sering terjadi kekacauan, di kota ini. Setiap ada orang asing, yang datang kemari.. Tak lama setelah mereka keluar dari tempat ini. Semuanya menghilang begitu saja.. secara misterius!" Ujar pelayan itu menceritakan.


"Heh.. Benarkah!! Lantas, apa hubungannya denganku?" jawab Pria itu santai.


Si pelayan melihat kearah Sosok berjubah hitam tersebut, lalu berujar.


"Saya hanya memperingatkan anda, anggap ini sebagai rasa simpati saya. Berhati-hatilah. Jarang ada orang asing yang bisa selamat, setelah memasuki tempat ini. kebanyakan dari mereka.. akan menghilang begitu saja tanpa jejak. dan, belum pernah ada yang kembali setelahnya." Ujarnya sambil berbicara dengan nada pelan.


"Hemm.." Pria misterius itu.. Hanya menyeringai saat mendengar peringatan dari si pelayan tersebut.


Melihat reaksi Pria yang ada dihadapannya.. terlihat datar. Si pelayan itu, balik bertanya?


"Apakah anda, tidak mempercayai apa yang saya katakan..!!" Tanya pelayan memastikan.


Wajah yang tersembunyi dibalik tudung hitam tersebut.. menatap dingin kearah si pelayan, Tanpa sepengetahuan si pelayan. Dan.. ia merogoh saku bajunya, untuk mengeluarkan satu koin emas, dengan lambang Banteng hitam. ia pun menunjukkannya kepada si pelayan!!


Melihat reaksi pelayan, yang tampak terkejut. Dan, dengan hati-hati ia melihat kesekeliling ruangan. Lalu berujar..


"Sebutkan nama samaran anda?" Gumamnya pelan.


Tanpa berpikir panjang, Pria itu pun menjawabnya santai.


"Kobra."


"Ah, ternyata anda adalah si pelanggan VVIP. Silahkan ikuti saya tuan. kehadiran anda.. Sudah sangat lama di tunggu oleh beliau." Ujarnya, mulai bersikap sopan.


Pelayan itu pun meninggalkan tugasnya, dan digantikan dengan temannya yang lain. Setelah itu, mereka pergi memasuki pintu belakang melewati ruang kecil. Lalu ia membuka lagi pintu lain. si pelayan mengambil lentera di atas meja, sebagai penerang jalan.


mereka menuruni tangga yang melengkung panjang kebawah. Tangga itu, menuju ruang di bawah tanah. Dan, sesampainya dibawah.. Mereka harus melewati lorong lagi, si pelayan itu pun.. memasuki lorong gelap, dan pengap. Di ikuti oleh Pria misterius, dibelakangnya.. Setelah melalui lorong tersebut.. Keduanya pun, sampai didepan pintu lengkung besar.


"Kita sudah sampai Tuan, silahkan masuk. Saya di izinkan mengantar anda.. Hanya sampai sini. Silahkan duduk tuan, sebentar lagi.. Beliau akan segera menemui anda. Kalau begitu, jika tidak ada lagi yang anda butuhkan. saya akan kembali keatas. Saya undur diri dulu." Ujar si pelayan ramah, ia membungkuk sopan, lalu ia menutup kembali pintu tersbebut. Dan hanya tinggal si Pria itu sendiri. Duduk di sofa, sambil memperhatikan sekelilingnya.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Pria tersebut, si pelayan itu pun, kembali lagi ke Bar. beberapa saat kemudian, muncul sesosok pria paruh baya.. mengenakan kaca mata. Ia menunduk hormat, kepada Pria bertudung hitam, yang ada di depannya.


"Maafkan saya, karena sedikit terlambat Tuan, saya telah lama menunggu kehadiran anda..!"


"Langsung saja Edgar.. Aku tidak punya waktu banyak." Ujar Pria tersebut mendesak.


"Baru-Baru ini.. Saya mendapat Kabar, tentang rumor yang telah beredar luas, Di Kekaisaran Benua Utara.


"Apa itu??" Ujarnya Singkat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Memasuki tahap akhir.. Argus merasa hampir mati. Namun, ia tidak bisa malakukan apa-apa dan juga.. tidak bisa menggerakkan tubuhnya sesuka hati. Angin kencang entah datang darimana! terus berhembus di dalam Piramida.


Atmosfer disekitarnya.. berubah seratus delapan puluh derajat. Udara yang tadinya bebas dihirup, kini semakin menyempit. Sehingga Argus, dibuat hampir tidak bisa bernafas.. karena ruang lingkup udara yang semakin menipis..


"haaeeehhh..." Argus, sudah mulai berada dihujung kematian.. Jika ia tidak bisa bertahan! Maka, ia akan berakhir hancur menjadi serpihan debu, ditelan oleh kekuatan besarnya sendiri. 'Apakah ini akhirnya..? B..bagaimana jika aku gagal..!!!'


'Bertahanlah Putraku, bertahanlah.. Ini adalah ujian terakhir untukmu.' gumam Ratu di dalam hati.


Ratu yang hampir saja gagal, merasa sangat khawatir.. saat melihat Argus. Argus terlihat sulit bernafas, tampak dari dalam perisai, berbentuk piramida emas tersebut. Argus, melihat sekilas kearah ibundanya, tampak air mata jatuh membasahi pipinya.


Dan tak lama.. Argus pun, melepas nafas terakhir.. Dengan tangan yang seolah ingin meraih Sang Ibunda. Air mata jatuh membasahi pipi sang ibunda.. Ratu, menahan kesedihannya.. Dengan menutup kedua matanya.


***


Apa ini.. Mungkinkah aku sudah mati? aku berjalan menyusuri tempat asing yang baru saja aku lihat. Di sini, benar-benar sangat damai. Saat aku duduk di atas bukit, memandang luasnya laut dan dan langit. Suara kicau burung-burung terdengar merdu ditelinga, sangat menenangkan.'


"hahaha.. Kejar jangan biarkan ia lolos."


"hahaha.. Ayo dia lari kesana."


"Ayo cepat tangkap..!"


'Bukankah itu suara para gadis..! Jika ada orang lain, Berarti disini.. aku tidak sendiri. Sebaiknya aku menghampiri mereka, siapa tahu mereka lebih mengenal tempat ini.


Aku bangun dari dudukku.. Melangkah pelan mencari letak arah suara, tempat para gadis-gadis berada. Di dataran rerumput hijau luas terbentang, jauh didepan sana.. Para gadis remaja sedang berlari, berkejar-kejaran. Mereka berlari mengejar seekor kelinci kecil, yang sedang melompat-lompat menghindari kejaran para gadis. sangking bahagianya mereka.. Sampai tidak menyadari kehadiranku.


Aku yang sedang menyaksikan sosok-sosok cantik, berlari manja, dipadang rumput hijau. Baju bewarna warni seperti bunga mekar, mengembang indah saat mereka berlari kecil. Aku menunggu dengan sabar sampai mereka sadar, dan melihat kearahku. Sosok gadis-gadis remaja.. tersenyum melihat kehadiranku.. Sepertinya mereka menerima keberadaanku.


Karena melihat reaksi mereka.. yang ramah-tamah, dan tampak sopan. Aku menghampiri anak-anak itu.. Mereka hanya terdiam saat aku dekati. Setelah basi basa-basi ringan, Tanpa mengulur waktu.. aku pun langsung menanyakan dimana? dan apa nama tempat ini??'


"Halo.. Gadis-gadis cantik, bolehkah aku meminta waktu kalian sebentar?" 'Ujarku sopan, dan mereka mengangguk setuju.'


"Aku baru disini.. Jadi aku tidak terlalu mengenal tempat ini. Bisakah kalian memberitahuku, ini dimana? Dan apa nama tempat ini??"


'Salah satu diantara mereka.. seorang gadis berambut merah, menjawab pertanyaanku.'

__ADS_1


"Tempat ini tidak bernama.. Siapa pun yang datang kemari, mereka bebas pergi dan tinggal sesuka hati. Anda sangat beruntung, ada disini.. Karena tidak pernah ada siapapun selain kami..! Dan anda adalah yang pertama." Ujarnya ramah.


"Kami.. Memangnya sejak kapan kalian tinggal disini?" 'tanyaku masih belum mengerti..'


"Kami telah ada sejak lama.. Bahkan sangking lamanya, kami sampai lupa berapa usia kami."


'Haaah... Gawat, jangan bilang ini benar-benar disurga..!!' "jika memang seperti itu.." belum selesai ia bicara, ucapannya sudah dipotong dengan gadis berambut merah.


"Tuan, jangan dipikirkan. Jika sudah disini.. anda tidak akan bisa kembali kedunia anda lagi. Karena sudah berbeda, daripada anda kesepian, lebih baik anda main bersama kami. Ayo kita tangkap kelinci itu.. Hahaha.." Ujar gadis berambut biru, berlari mendahului Argus.


'Gadis berambut pirang, meraih lenganku. Dan mengajak berlari.. Jika memang aku sudah mati, dan berada di surga! yah sebaiknya aku nikmati saja.' pikirnya.. mulai menerima keadaan. "Baiklah, ayo kita tangkap Kelincinya.. Lalu berburu rusa." Seru Argus lantang.


Arguspun menikmati momen tersebut.. Dan berlari bersama para gadis-gadis cantik, untuk memburu kelinci. saat ia sedang asyik mengejar kelinci tersebut. Terdengar seruan, yang terus bergema di telinganya..!


"Arguuus.... Arguuuss.."


'Ugh.. Suara siapa itu..?' pikirnya.. sambil mencari suara tersebut.


"Tuan, jangan dengarkan suara aneh itu..! Abaikan saja." Ujar gadis berambut biru.


"Benar tuan, disini sudah terbiasa seperti itu.. Abaikan saja, jangan di pedulikan." sambung gadis berambut pirang, meyakinkan.


"Ya baiklah, gadis-gadis ayo.. sebelum kelincinya menghilang."


Saat ia akan berlari lagi.. Terdengar Suara semakin keras memanggil namanya.


"Arguuus.. Arguusss sadarlah.. Itu hanya ilusi, jika kau mengikuti mereka..! kau akan terjebak selamanya disini." Ujar Suara tersebut, mengingatkan.


'Tidak, jangan dengarkan suara itu.. Dia berbohong. Suara itu, bisa memikat siapapun yang mendengarnya! Ayo tuan, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini..!" Ujar gadis berambut merah.


Argus hampir terpengaruh dengan ucapan gadis itu.. Tapi, tak mau menyerah, suara tadi kembali berujar.. membuat Argus menjadi bimbang.


"Apa kau, sudah melupakan tujuanmu!! Jika kau lebih memilih mereka.. Kau akan kehilanganku selamanya. Dan tidak akan ada kesempatan kedua untukmu! Pikirkanlah baik-baik, agar kau tidak menyesalinya." Gumam suara tersebut.


Argus, yang masih belum mengerti dwngan situasi tersebut..! Menjadi bingung. Di satu sisi.. Ia sudah merasa nyaman, berada di tempat damai dan ditemani dengan banyak para gadis-gadis cantik dan ceria. Tapi di sisi lain, seruan suara tersebut, membuatnya berpikir keras.


'Apa maksudnya..? Mengapa aku tidak bisa mengingat apapun.. Selain keberadaan tempat ini.'


"Kau harus berusaha mengingatnya.. Agar kau tidak kehilangan jati dirimu. Jika kau masih tidak bisa mengingat apapun!! Kau tidak layak memilikiku."


"Tuan.. jangan pedulikan suara itu, Ayo kita pergi.. abaikan. Oh iya, Jauh didepan sana, terdapat tempat yang lebih indah daripada disini." Gumam gadi berambut pirang, dan biru.


Mereka berdua menarik lengan Argus, untuk mengajaknya pergi.. Tapi, Saat mereka mulai beranjak. Tiba-tiba kepala Argus, diserang dengan Rasa sakit yang amat sangat.. Berbagai pecahan memori berserakan di pikirannya.


Sehingga memori tersebut di acak paksa, dan bisa membuat kepalanya berdenyut, merasakan sakit yang tak terhingga.


"Tiiidddaaaakkk.....................!!!!!!!"

__ADS_1


__ADS_2