AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
RAHASIA DISEBALIK KUTUKAN


__ADS_3

Di perbatasan.. "Hem.. Aku jadi teringat dengan cerita takhayul tersebut! Setelah mendengar cerita anak ini, Aku jadi berpikir kembali. apakah mungkin cerita itu, ada sangkut pautnya dengan kisah anak ini?' ujarnya dalam hati, Icarus tenggelam dalam pikirannya sendiri. Sehingga ia tidak sadar, jika saat ini.. Sang Master tengah menatap penuh arti pada ekspresinya tersebut.


Semenit kemudian, setelah tenggelam dalam ke bungkaman, Icarus kembali bergumam. "Sebenarnya..., Ini hanyalah sebuah cerita turun-temurun, yang telah diwariskan dari para leluhur kami terdahulu! Yang menurutku, itu hanyalah cerita takhayul belaka. Aku juga tidak yakin, apakah cerita ini ada sangkut pautnya denganmu, atau tidak!" ujarnya masih ragu.


"Dahulu kala... Terdapat seekor Phanter berdarah Istimewa. Ia memiliki kekuatan yang sangat besar dalam dirinya! dan mempunyai tanda lima unsur alam, berbentuk bintang di keningnya. Singkat cerita, ia sangatlah kuat dan tidak terkalahkan. Dan ia mengusir semua musuh hanya seorang diri, tanpa bantuan dari siapapun.


Hingga suatu hari.. Ia di angkat menjadi Raja terkuat yang pernah ada, dan menikah dengan Phanter betina. Putri dari salah satu Para Tetua. dan beliau juga bisa melihat masa depan. Saat ia melahirkan anak pertama, Sang Ratu tiba-tiba mendapatkan pertanda! Hingga Para Tetua dipanggil untuk menghadiri rapat mendadak. Yang mana Ramalan itu berbunyi..


"[Ratu mengatakan ia telah melihat seekor Gagak sedang menelan hampir seluruh Bulan bersamanya.. Dan untuk membebaskan kutukan tersebut, pemilik dari kekuatan haruslah merasakan dua kali kehilangan terlebih dahulu, sebelum ia melewati masa kebangkitan yang sesungguhnya.]


Itulah cerita turun-temurun dari para leluhur kami, Dan anehnya.. secara tidak sengaja kita bertemu dan menjalin kontrak. dan lebih mengejutkannya lagi.. kebetulan pula ceritamu itu, berketerkaitan dengan ramalan tersebut." ujarnya dengan ekspresi rumit diwajahnya.


Lannox yang mendengar ucapan Icarus, tampak tersentak, dan langsung menghujani pertanyaan pada Spiritnya itu. "Apa maksud harus kehilangan dua kali?" tanyanya tak mengerti, namun.. kekhawatiran di dalam tatapannya terlihat jelas.


Icarus, terdiam sejenak. Dan setelah memikirkan jawaban yang tepat. Ia kembali memberikan jawaban yang membuat Duke terkejut, dan mencoba menekan emosinya.


"Haah.. Ini mungkin memang terdengar agak mengerikan! Namun, syarat untuk membatalkan segel dari kutukan tersebut, adalah dengan kehilangan orang yang paling kau cintai. Cih.. Tapi ini cuma takhayul yang kebetulan hanya mirip. Jadi kuharap kau tidak menelannya bulat-bulat. Jangan terlalu dipikirkan cerita tersebut, haaah." ujarnya sambil menghelah nafas panjang.


Mendengar jawaban Spirit miliknya itu, perasaan Duke tampak menjadi tak tenang, timbul rasa kekhawatiran mendominasi pikirannya. Berbagai hal yang paling ia takutkan pun, kini mulai tergambar jelas dibenaknya.


'Orang yang paling kucintai, kutukan..!? Tidak-Tidak, Tidak mungkin kematian istriku, ada sangkut pautnya dengan masalah ini..! ya, Itu pasti tidak mungkin...!!' pikirnya, namun jauh di dalam lubuk hati kecilnya, ia tiba-tiba menjadi sangat gusar dan sekaligus takut akan pikirannya sendiri.


'Jika apa yang di katakan Icarus itu benar, berarti sejak awal, ini bukan hanya sekedar segel, tapi juga sebuah kutukan yang tidak disebutkan secara jelas oleh Kakek ku. Dan untuk melepaskan segel kutukan tersebut, adalah dengan mengorbankan orang yang paling kucintai..!!?


Kalau begitu, apakah mungkin ia juga mengincar...! Tunggu, Jangan-jangan diamnya Kakek waktu itu, mungkinkah karena alasan ini..? Karena tidak ingin membuatku khawatir, ia tetap bungkam. Dan membawa rahasia tersebut hingga keliang kubur.

__ADS_1


Tidak... Ini tidak boleh terjadi. jika apa yang aku pikirkan ini benar, Aku lebih rela kekuatan itu terkubur selamanya, daripada harus kehilangan orang yang paling kucintai untuk kedua kalinya. Aku tidak mau kehilangan lagi.. Cukup aku kehilangan Istriku, dan tidak akan ada yang kedua kali.' pikirnya meyakinkan hati.


'Dan juga, mungkin ada sebabnya kenapa kami berdua dipertemukan oleh takdir. Dan itu juga yang tiba-tiba membuat aku merasa percaya untuk bercerita padanya, masalah yang belum pernah aku ceritakan kesiapapun, termasuk Zion.' pikirnya.


"Cah.. Bocah.. Bocah.. Apa kau mendengarkan ku?" suara Icarus membuyarkan lamunan Lannox, karena ia melihat Sang Master kini sedang larut dalam pikirannya sendiri, Sehingga ia tidak sadar jika Spiritnya sejak tadi telah memanggilnya berulang kali.


"Ah-ya, k-kau tenang saja, karena aku mendengarkanmu. Hanya saja, mari kita lupakan masalah ini dulu. Jika apa yang di ceritakan oleh leluhurmu itu, adalah sebuah kebenaran! aku tidak perduli. Lebih baik aku hidup dan menanggung kutukan ini selamanya,


Daripada harus kehilangan orang yang paling kucintai..! Aku tidak ingin kehilangan lagi.. Jadi, mari kita lupakan masalah ini. dan melanjutkan membuat sihir Ilusi dan Perisai, sebagai benteng untuk melindungi perbatasan dari musuh. Karena kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi, jika sampai musuh mengetahui hal ini." ujarnya segera bangkit dari kekhawatirannya, dan segera bergegas membuat perisai.


"Baiklah, aku mengerti." jawabnya patuh.


Duke yang kini kembali fokus dengan tujuan awal, lalu melayang bebas di udara. Menggunakan cara yang telah di ajarkan Icarus. Ia pun langsung membuat sihir panggilan, seperti yang pernah dilakukkan Rabarus saat di Dukedom dulu.


"[ZAHAKUS RAMARA ZAMIUSSA ARHK, WAHAI KAU PENJAGA YANG BERSEMAYAM DI TANAH INI.. AKU MEMANGGILMU, BANGUNLAH, TURUTI PERINTAHKU.] " serunya memanggil penjaga tanah, dari perbatasan tersebut.


'Haah.. apa yang akan terjadi, tetaplah akan terjadi. Meskipun kau telah berusaha menghindarinya. takdir yang telah di tetapkan untuknya akan tetap berlanjut. Dan..., aku juga tidak menceritakan semua dari keseluruhan isi Ramalan tersebut!' pikir Icarus, yang memperhatikan punggung Masternya dari jauh, yang kini tengah berada di udara.


.


.


Setelah keduanya selesai membuat Perisai, dan sihir ilusi. kini perbatasan telah kembali normal! Pos penjagaan kini tampak lebih nyata. setelah selesai Keduanya pun kembali melanjutkan penyelidikan mereka untuk mencari Para Prajurit yang telah hilang bersama barak.


Di dalam perjalanan keduanya saling terdiam, dan hanyut dalam pikiran masing-masing. Lama bungkam dalam keheningan, tak lama Duke akhirnya membuka suaranya memecah keheningan, dan memulai membuka percakapan lebih dulu. Membuat Icarus terkejut dengan pertanyaan yang baru saja di lontarkan, untuk dirinya.

__ADS_1


"Icarus...!"


"Hem..." jawabnya sambil berjalan santai, dengan sosok Duke, yang kini berjalan di sampingnya.


"Jika aku boleh tahu, kenapa kau berkelana sendiri, tanpa di temani kawananmu?" ujarnya spontan, sambil memperhatikan lingkungan sekitar.


Icarus tersentak kaget, ia tidak menyangka. Jika pertanyaan yang paling ingin dia hindari, akhirnya keluar juga dari mulut Masternya sendiri. Ekspresi Icarus yang tadinya tampak santai dan tenang, kini berubah menjadi suram, Ia mengerutkan keningnya. Sekilas tampak ada raut keraguan pada wajahnya.


Duke yang bisa merasakan apa yang dirasakan Spiritnya.. Kembali bergumam. "Jika kau tidak ingin mengatakannya, tidak perlu kau ceritakan, Aku tidak akan memaksamu. Aku bertanya hanya sekedar ingin tahu tentangmu, karena kau adalah Spiritku sekarang." ujar Duke, tersenyum tipis.


Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Icarus menghela nafas panjang, dan mulai menceritakan kisahnya.


"Sebenarnya.. Aku telah di usir dan di asingkan oleh bangsaku sendiri!" ujarnya dengan Ekspresi rumit, tergambar jelas di wajahnya.


"Memangnya apa yang terjadi, sampai membuatmu terusir dan di asingkan??" tanya Lannox penasaran.


"Aku adalah penerus yang dilahirkan dengan kegagalan.. Aku juga tidak mempunyai kekuatan yang luar biasa seperti leluhurku sebelumnya. Dan aku selalu menjadi beban bagi Para Kawanan.. Karena di antara Phanter seusiaku, hanya aku sendiri yang belum melewati proses kebangkitan alias evolusi." ujarnya tersenyum pahit.


"Dan lagi.. Karena mendapatkan tekanan dari Para Tetua! Ayah ku terpaksa mengikuti keinginan mereka. Karena mereka merasa kehadiranku hanya akan menjadi aib bagi kaumku sendiri." sambungnya lagi.


"Haah.. Tapi menurut pengalamanku yang telah bertarung langsung denganmu! Sejujurnya kau itu sangat kuat, bahkan hampir menyamai Spiritku yang lain. Hanya saja, kau kurang waspada terhadap sekitarmu. Dan hanya terfokus pada musuh yang ada di depanmu." jelas Duke.


"Hem.. Ya, kau benar. Mungkin karena itu, aku masih belum berkembang sehingga sekarang. Tapi tetap saja, seharusnya itu tidak dijadikan alasan hanya untuk mengusirku." ujarnya menelan pahit kata-katanya.


"Jika begitu kau tidak perlu kecewa, mari kita tunjukkan betapa kuatnya dirimu, hingga membuat mereka semua menyesal nanti, karena telah mengusirmu. Aku mempunyai seorang yang sangat kukenal, yang juga telah mengajariku cara membuat Perisai terkuat. Ia bisa mengajarimu. Aku rasa dia pasti tahu kelemahanmu. Dan mungkin juga dia bisa tahu alasan kenapa sampai saat ini kau masih belum bisa berevolusi." ujarnya menenangkan kekhawatiran Spiritnya.

__ADS_1


"Haah.. Jika apa yang kau katakan itu benar! Baiklah, aku akan menyetujui saranmu." ujarnya merasa tertarik, dengan saran dari Masternya itu.


__ADS_2