
"tumben kakek baru kelihatan! darimana saja?"
"ya.. hidup ini tidak mudah, aku juga perlu meregangkan otot yang sudah lama kaku bukan."
"apa kakek mencari kakek ku?"
"tidak aku kesini ingin menemuimu?"
"apa ada sesuatu yang telah terjadi?"
"tidak ada, ayo zion ikut aku bwusshhh."
jura langsung merubah diri menjadi naga, dan terbang keatas. zion yang melihatnya juga tidak kalah gesit. zion langsung mengepakkan sayap putihnya, dan ikut menyusul jura. lannox dan para prajurid yang menyaksikan kedua spirit besar merasa takjub, melihat kecepatan mereka.
"ada apa kau ingin menemui ku kek! tidak biasanya?"
jura melihat kearah zion lalu menyeringai dan langsung menyerang tanpa aba-aba.
"punnnggg.. puungggg..."
api biru menghantam kearah zion, zion yang kaget dengan serangan mendadak jura kemudian langsung menghindar cepat, kini zion menghilang diudara, jura kaget melihat zion menghilang.
"kau lengah kek puunnnggh bwussshhh"
zion langsung menyerang dari arah belakang jura, dan menyemburkan cairan yang berbahaya.
"heh masih terlalu awal untukmu merasa senang bocah. bwuussh.. bwussss.. bug.. bug..bug.."
jura mengelak lalu ia dengan cepat memukul wajah singa putih itu berkali-kali, zion yang tidak senang mulai merasa kesal.
"ada apa dengan mereka berdua, apa yang terjadi..! mengapa mereka saling menyerang serius."
"yang mulia ada apa dengan kedua spirit besar itu! mengapa mereka saling bertarung begitu, apakah naga hitam itu berkhianat?"
"entahlah, mungkin saja mereka sedang latihan."
"hebat juga kau kek! bisa menyerangku, tapi jangan senang dulu. perhatikan ini.. baik-baik!"
zion membuat dinding kurungan dari mananya yang mengarah pada jura, jura yang melihat penghalang yang dibuat zion hanya diam memperhatikan dengan santai.
"heh jadi hanya begitu saja, kau ingin mengurungku memakai kurungan lemah begini..! huh. taktik yang payah nak."
saat melihat kurungan yang hampir menyatu, jura dengan cepat berteleport dibelakang zion dengan sigap dia mencengkram sayap zion dan melemparnya jauh hingga jatuh mendarat ditengah hutan dan menabrak pohon-pohon besar yang ikut tersapu karena hantaman keras dari tubuh zion.
"booommmm kruusss.. kreeek... kreeek.. uh, uhuk.. uhuk.. sialan kenapa dia jadi serius begitu. apa dia ingin membunuhku."
zion perlahan bangun, dia melihat kelangit dan tidak puas hati, dengan apa yang terjadi.. dia tidak terima dan langsung terbang menuju jura, zion yang sudah mulai kesal kena hantaman bertubi-tubi kini balik membalas. dia mulai serius, zion terbang setinggi mungkin lalu melihat kearah jura, kemudian ia melihat kearah langit biru! dan mengaum keras kearah langit
"aaaggggrrrrrr.. aaaggggrrrrrr..."
suarannya bergema di langit, setelah ia mengaum ia kembali melihat kearah jura yang tengah bersiap menunggu serangan selanjutnya.
"ya keluarkan semua yang kau miliki, dan serang aku dengan seluruh kekuatanmu nak! itupun kalau kau mampu, huh tapi melihat jurusmu yang payah itu! aku tidak yakin kau sanggup melawanku, bisa-bisa kau mati lebih dulu."
zion mulai tersulut emosi, dan menjadi berang karena kata-kata jura barusan. dan tiba-tiba langit menjadi gelap gulita, zion yang berada dibawahnya mulai serius dengan serangannya. ia mulai memejamkan matanya dan mulai fokus, tubuhnya mulai mengeluarkan aura cahaya putih yang menyala, tiba-tiba tampak sebuah mahkota dikepala zion yang entah darimana asalnya.
"ada apa ini.. apa yang terjadi? aku mendengar hantaman keras seperti gempa bumi..!"
zaku, saga, gira, bahkan garda. juga ikut merasankannya.
(garda) "i..ini.. bukankah ini aura seorang raja!"
(gira) "apa maksudmu garda?"
(saga) "ya.. apa yang kau bicarakan?"
(zaku) "tu.. tunggu.. aku pernah melihatnya dalam wujud itu, kalau tidak salah.!"
seisi mansion juga merasakan dampak dari pertarungan para spirit.
'ada apa ini, kenapa diluar berisik sekali..! dan dentuman apa barusan.. apakah di dunia ini juga ada gempa bumi..?'
ravella yang sedang memeluk gapi sambil ditemani dayang setianya, berdiri menghampiri jendela.
"tap.. tap.. tap.. putri.. putri... huh.. huh.. huh.."
"ada apa marri..? tarik nafasmu pelan-pelan baru bicara."
"huh.. huh.. i..itu putri.. celaka diluar di lapangan utama, para spirit sedang bertarung diluar, tapi, anehnya mereka seperti akan saling membunuh."
ravella yang masih berjalan ditemani reni sambil memeluk gapi, menjadi kaget dengan kedatangan marri.
"apa katamu! spirit siapa yang bertarung?."
"spirit milik putri dan yang mulia! mereka saling menyerang satu sama lain."
ravella dan gapi langsung menghilang dalam sekejap
"dimana putri... reni..! bukankah tadi beliau disini..?"
"beliau barusan langsung pergi melalui jendela"
"apaaaa.......!"
"gawat ayo marri cepat, kita laporkan pada yang mulia."
reni dan marri langsung bergegas berlari menuruni tangga.
"sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kedua kakek sampai berkelahi..!"
"zionnn... apa yang kau lakukan.....!"
teriak lannox kepada zion yang terlihat berbeda dari biasanya.
'ada apa dengan anak itu! tidak biasanya dia seperti ini?'
(saga) "jura apa yang telah kau lakukan pada si bocah singa..! hingga membuatnya marah seperti itu?"
jura mengacuhkan pertanyaan saga yang meneriakinya.
(saga) "ada apa dengan anak itu..! apa yang dipikirkannya?"
(gira) "tidak biasanya jura seperti ini..? sebenarnya ada apa dengannya?"
"tidak zion, jangan lakukan itu..?"
zaku berlari ingin menghentikan zion yang tengah dikuasai amarah.
"tidak zaku, jangan lakukan itu. kau juga bisa terkena hantamannya."
"tidak garda, jura... tolong selamatkan jura, dia akan celaka jika terkena jurus itu."
tubuh zion terus menyala-nyala seperti kilat putih, saat zion mulai membuka matanya dia bukanlah dirinya lagi. matanya menyala seperti cahaya ditubuhnya. awan yang menghitam mulai mengelilingi zion dan jura. namun jura tetap tenang, dan mulai melebarkan sayapnya. kemudian ia menutup dirinya dengan sayap hitamnya, yang telah berubah menjadi baja hidup.
__ADS_1
"kenapa kau masih belum menyerang zion! apa kau takut,, atau kau sudah menjadi pecundang yang hanya berlindung dibawah ketiak bocah itu!"
jura terus memprovokasi zion. zion yang sudah bukan dirinya lagi, tidak mendengar sama sekali apapun yang dikatakan jura. dentuman dilangit terus berbunyi keras seakan-akan tinggal menunggu perintah dari zion, untuk melancarkan serangan.
sementara ravella melayang cepat bersama gapi, menuju tempat jura dan zion berada.
"astaga, apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka berdua..!"
"ada apa ini..! apa yang terjadi pada paman?"
"entahlah, gapi tunggu disini."
"tapi dewi, itu kelihatannya sangat berbahaya?"
"tenang saja, tunggulah disini."
"hmmm baiklah, hati-hati dewi!"
ravella mengangguk lalu ia mendekati zion. tap..tap.. yang mulia... yang mulia...!
"ada apa! kenapa kalian berlari seperti sedang dikejar begitu?"
"yang mulia, tuan putri.. tuan putri.. beliau sedang menuju ketempat pertarungan para spirit..!"
"apa.....!"
lannox langsung bangkit dan panik, dan ia mencari keberadaan ravella dan saat ia melihat putrinya berada dekat dengan zion.
"tidak ravella...! jangan kesana nak. zionnn.....! hentikan. jika kau menecelakai putriku, aku bersumpah akan membunuhmu zion."
zion yang sudah tidak bisa mendengar apa-apa lagi, dan hanya bisa fokus pada musuh dihadapannya.
(gira) "tidak mungkin, bukankah itu dewi..?."
girapun bergegas terbang kesana, untuk menyelamatkan ravella, saga dan zaku yang melihat kehadiran ravella ditengah pertarungan sengit, dan gardapun melihat ikut menyusul gira.
(garda) " celaka, itu sangat berbahaya."
(zaku) "dewi jangan kesana bahaya."
saat ravella mendekati zion dan berujar pada garda dan spirit lain miliknya
"tidak apa-apa kek, tetaplah bersama kek jura, biarkan aku yang mengurus kek zion. Kakek hentikan amarahmu!"
ravella melayang menghampiri zion, zion yang melihat ravella langsung terkejut.
"dewi kaukah itu....!"
zion masih belum sadar, namun kekuatannya yang baru bangkit sangat mengenali sosok ravella.
"kakek apa yang telah kau lakukan? sadarlah, kau bisa menghancurkan tempat ini..?"
ravella mendekati zion dan menyentuh dahi zion, tubuh ravellapun ikut merasakan efek kekuatan zion. tubuh ravella ikut menyala terang rambutnya berkibar indah, cahaya putih ikut menyelimuti seluruh tubuh ravella. bahkan rambutnya yang indah juga menyala terang seperti milik zion.
(roland) "lihatlah tubuh yang mulia zion dan tuan putri jadi, bercahaya seterang itu...!"
"tapi dewi, aku telah diserang dengan naga hitam itu. aku yang telah lama tertidur akhirnya terbangun karena panggilan anak ini, dan aku terpaksa keluar demi melindungi diriku."
ravella mencoba menenangkan kekuatan singa besar itu, lalu ia mendekatkan keningnya kekepala zion, kemudian ravella mulai fokus, memejamkan matanya dan menyeru nama zion.
"kakek.. dengarlah... ini aku ravella, apa kau tidak ingin melihatku lagi..!"
"itukan suara dewi.. dewi dimana kau..!"
zion terjebak disebuah dimensi, semuanya menjadi gelap ia tidak bisa melihat siapapun, kecuali dirinya sendiri.
"kakek.. apa kau mendengarku..?"
"ravella........ sial, apa sebenarnya yang terjadi, pada kedua monster itu?"
lannox yang melihat mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain menyaksikan dengan kesal, karena dia tidak bisa melayang seperti ravella putrinya.
zaku, saga, gira, dan garda berdiri dihadapan jura. yang telah berubah! tubuh jura diselimuti baja kuning yang membungkus seperti kepompong besar."
(saga) "tidak mungkin, lihatlah wujud telur besar itu.. dia sedang dalam proses berevolusi."
(gira) "kelihatannya amarah zion juga membawa dampak besar pada jura, hingga tanpa sadar jura berevolusi kebentuk yang baru, namun membutuhkan proses agak lama agar dia mencapai bentuk yang sempurna."
(zaku) "kalau begitu! kita lindungi jura, jangan sampai dia terkena serangan zion?."
(garda) "ya serahkan saja zion pada dewi, aku yakin dewi bisa mengatasinya."
yang lainnya setuju dengan apa dikatakan garda.
"dewi.. dimana kau..? dewi....!"
"aku disini kek."
zion menoleh kebelakang namun dia tidak menemukan sosok Ravella, tiba-tiba zion melihat sosok cahaya putih kecil menghampirinya.
"cahaya apa itu..?"
"kau yang bernama zion, bukan?"
"ya.. siapa kau..?"
"aku adalah mana suci milik dewi, namaku glaton. aku disuruh dewi membawamu keluar dari sini, ayo cepat ikut aku."
"benarkah, jadi dewi juga mempunyai kekuatan suci..?"
singa putih itu berjalan mengikuti cahaya tadi. didepan tampak aura berbentuk bulat milik gramion, cuma auranya berwarna pelangi, sang aura sedang menunggu mereka. hei glaton, lama sekali kalian! ayo cepat lewat sini, jangan membuat dewi menunggu lebih lama lagi.
"siapa lagi kau?"
tidak usah banyak tanya, cepat ikut kami, kau benar-benar telah menyusahkan dewi.. jika bukan karena dewi yang menyuruh kami, heh aku benar-benar tidak akan sudi menolongmu.
"maafkan aku."
sepanjang jalan zion terus merasa bersalah, dan merenungi semua kesalahannya.
"hmm kakek..!"
tampak sosok ravella yang sedang merentangkan tangan ingin memeluk zion. zion yang melihatnya menjadi sedih.. karena merasa bersalah dan berlari mengejarnya dan.
"dewi....!" zion membuka matanya
"kakek kau sudah sadar."
"maafkan aku dewi..!"
saat zion membuka mata, dilihatnya ravella yang sedang memeluknya dihadapannya.
"tidak apa-apa kakek, tenanglah. semuanya sudah kembali aman."
__ADS_1
"apa yang terjadi pada kek jura?"
"tenang saja, kakek tidak perlu khawatir.?"
zaku langsung mendekati zion dan memukuli kepalanya.
"plak, dasar bocah kurang ajar, kau.. sejak kapan kau jadi sehebat ini hiks.. hiks.. kau benar-benar membuatku dan yang lainnya khawatir, hampir saja kau melukai dewi."
"apa, benarkah itu dewi..?"
ravella membelai lembut bulu zion yang menjadi favoritnya.
"kau lihat kek, aku baik-baik saja, aku tidak kenapa-napa jadi tenanglah. kakek zaku, berhentilah menjahili kek zion."
"haha ia.. ia.. sayang.. kenapa kau selalu saja memanjakan bocah itu!"
ravella hanya bisa tersenyum melihat tingkah zaku.
"tapi dewi..!"
"sudahlah, lupakan yang penting tidak ada yang terluka, tubuh kakek juga sudah pulih kembali. aku tidak menyangka kakek juga mempunyai kekuatan suci?"
"aku juga baru mengetahuinya dewi."
kemudian ravella memeluk gapi kembali, si naga kecil kesayangannya.
(saga) "huh syukurlah semuanya telah kembali normal, kita tinggal menunggu jura selesai berevolusi saja."
"apa.. berevolusi..! yang benar saja, bukankah membutuhkan waktu ribuan tahun lagi bagi spirit elit agar bisa berevolusi."
(gira) "entahlah aku juga tidak tahu apa yang terjadi..! kita tunggu saja sampai dia menyelesaikan prosesnya. untuk naga memang membutuhkan waktu yang agak lama."
(saga) "ya.. tentu saja, karena naga itu berbeda daripada ras binatang lainnya, naga itu mahluk agung yang suci tingkat tinggi, makanya mereka terkadang dianggap dewa oleh para manusia yang memujanya."
(garda) "ya kau benar. tapi yang paling bikin aku penasaran akan berwujud seperti apa bentuk baru jura? setelah ini dia akan menjadi berbeda dari kalian bukan, dia bukan spirit tingkat elit lagi..!"
(zaku) "ya kau benar, sekarang dia sudah jauh melampaui kami."
(saga) "kini dia telah jauh berbeda dari kami, huh kita hanya tinggal menunggu perubahannya saja. akan seperti apa bentuk barunya nanti.?"
...****************...
"tama apa kau merasakannya juga!"
"ya.. sepertinya saudara kita sudah menaiki level baru."
"heh saat, kita sibuk menjalankan misi, dia malah sibuk menaiki level dasar si naga hitam itu..! dia selalu saja mendahului kita."
"ya saudara kita satu itu..! memang sedikit berbeda dari kita dan yang lainnya, dia selalu suka menyendiri.. dan mempunyai jiwa seseorang pemimpin. hmm sifatnya sedikit mirip dengan seseorang bukan?"
tama memegang dagunya sambil melirik roya.
"hahaha ya kau benar sekali tama..! dia sangat mirip dengan beliau. hmm ngomong-ngomong tentang beliau, aku sudah lama tidak melihatnya bagaimana kabarnya ya..?"
"entahlah"
"halo maaf menyela, kalian terlalu sibuk sendiri, sampai mengabaikan aku. lantas kau ingin aku melakukan apa tuan?"
"ya.. maaf melupakanmu, kami sedikit mengenang seseorang. hmm.. aku akan langsung keintinnya saja, aku ingin kau menyelidiki identitas ketua orsi!"
"apa kau gila? jika ketahuan aku bisa mati."
"tenang saja rog, aku akan mengajarimu cara untuk menyembunyikan auramu, jadi tidak akan ada yang menyadari kehadiranmu. kau cukup mencari tahu keberadaannya? setelah itu laporkan kepadaku, dan biarkan kami yang mengurus sisanya."
"benarkah hanya itu..?"
"ya.. tentu saja. kemarikan tanganmu."
"kau ingin melakukan apa lagi? tidak cukupkah kau sudah mengambil darahku!"
"bukankah sudahku bilang, jika aku akan mengajarimu caranya!"
"oh, aku kira kau ingin mengambil darahku lagi.."
rog mengulurkan tangannya kepada tama, tama lalu mengukir sesuatu di telapak tangannya menggunakan jarinya, tetiba keluar simbol rubah ditangannya kemudian simbol itu menyala lalu menghilang.
"apa ini?"
"ini adalah simbol rubah, kemanapun kau pergi.. selama masih ada simbol ini, kehadiranmu tidak akan diketahui oleh siapapun kecuali aku sang pemilik."
"jangan bilang kau juga bisa mengawasi keberadaanku, dengan simbol ini?"
"ya itu juga salah satunya, namun jika terjadi sesuatu padamu kau juga bisa memanggilku menggunakan simbol itu."
"memang bagaimana caranya?"
"kau cukup mengucapkan kata (ramun rha) simbol itu akan menyala dan langsung terhubung kepadaku, dalam sekejap aku akan menemuimu, begitupun jika kau ingin menghilangkan kehadiranmu agar tidak diketahui oleh siapapun."
"semudah itukah?"
"ya, kau bisa pergi sekarang, temanmu pasti sedang mengkhawatirkanmu, mereka pasti akan curiga jika kau terlalu lama berada disini,"
"baik, kalau begitu aku pamit dulu. kriiit ceklik."
suasana menjadi hening kembali.
"aku sudah membuktikan kata-kataku roya, apa kau sudah yakin sekarang!"
"ya, kau menyelesaikannya dalam sekejap, sekarang hanya tinggal melaporkan semuanya kepada dewi..!"
roya melaporkan semua yang terjadi dan kata-katanya telah tercatat sendiri didalam kertas sihir, tanpa roya perlu repot-repot menulisnya. lalu roya membakar kertas hitam itu! dan kertas itupun langsung hilang dalam sekejap.
"kertas apa itu?"
"ini adalah kertas sihir pos yang diberikan dewi. aku membuat laporan dan kertas ini lagsung mencatatnya secara otomatis."
"lalu kenapa kau bakar? bagaimana laporanmu akan sampai jika begitu!"
"justru dibakar itu adalah kuncinya, setelah dibakar kertas ini akan langsung sampai ketangan dewi."
"ouw penemuan yang cukup bagus, siapa penciptanya? dia pastilah sangat jenius!"
"entahlah! aku tidak menanyakanya, dan tidak ingin tahu juga."
"aku jadi penasaran dengan bocah yang membuatnya."
tek kretek tak tak..
(saga) "oh lihatlah telurnya sudah mulai retak!"
mereka semua masih melayang diudara. sementara lannox dan yang lain, yang menyaksikannya dari bawah merasa heran dengan cangkang besar yang tergantung diudara.
"apa sebenarnya yang terjadi disana? apakah semuanya sudah selesai..! zionpun telah kembali seperti semula. tapi, kenapa jura masih tetap diam dan tak bergeming dari tempatnya?"
__ADS_1
tiba-tiba sebuah kertas muncul ditangan ravella. membuat yang lain merasa penasaran, dan zion mewakili yang lainnya langsung bertanya.
"apa itu dewi..?"