AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
APA YANG MEMBUATMU SEDIH, NAK?


__ADS_3

Setelah mengeloni Putri kesayangannya.. Tak lama Lannox ikut tertidur. Dan satu jam kemudian, Ravella terbangun dari tidurnya. Mata indahnya perlahan terbuka menatap plafon kamar.


Ravella melihat kesebelah, tampak Sang Ayah sedang tertidur nyenyak sambil memeluknya. Ia mengangkat perlahan-lahan tangan Sang Ayah dari pinggangnya.


Dan memindahkannya ketempat lain.. Setelah tangan Ayahnya benar-benar di pindahkan dari tubuhnya, ia pun bangun dan duduk sambil melihat keluar jendela kamar.


Di luar tampak Langit masih terang benderang.. Ia pun turun dari ranjangnya dan mendekati jendela kaca, lalu ia duduk dengan memegang kedua lututnya di depan jendela kaca, sambil menatap kelangit biru.


Dan tiba-tiba langit menjadi gelap gulita, rintik hujan pun mulai turun perlahan-lahan membasahi bumi MAGANIKA.


Dan punca turunnya hujan berasal dari kesedihan Ravella saat ini, air mata yang seirama dengan turunnya hujan, pun turut membasahi wajahnya.


Ia menangis tanpa suara dan bergumam dalam hati sambil melihat kearah Langit, yang tiba-tiba menjadi gelap karena kesedihannya.


'Maafkan aku Kek Garda, Hiks.. Hiks.. aku benar-benar menyesal telah membuatmu terlibat dalam masalahku. Karena aku, kau jadi mendapat hukuman.


Sejujurnya.. aku belum pernah mendengar guntur yang semengerikan seperti di Alam Langit. Entah kenapa saat mengalaminya langsung, aku merasakan amarah yang sangat mengerikan yang belum pernah aku rasakan selama kehidupanku.


Aku benar-benar merasakan ketakutan yang amat sangat pada diriku, sampai-sampai tubuhku bereaksi sendirinya dengan hal tersebut! Hiks.. Hiks..


Bahkan aku belum pernah melihat Kek Garda, sampai ketakutan seperti itu! demi diriku. Ia berusaha terlihat tenang, padahal tubuhnya juga gemetar ketakutan, dan tampak pucat dan lesu.


Tapi karena tidak ingin membuatku khawatir, ia berusaha menutupi ketakutannya dengan berpura-pura tenang di depanku. Aku sangat yakin jika Kek Garda sekarang pasti sedang di hukum, karena telah membawaku ketempat terlarang.


Padahal tempat tersebut sangat dilarang untuk manusia!! Tapi demi menghiburku.. dia sanggup menanggung resiko berat karena aku. Entah apa yang terjadi padanya Sekarang!!'


Ravella memegang kedua lututnya dengan erat, sambil meneteskan air mata penyesalannya, karena merasa bersalah pada sosok Garda, yang telah membantunya.


Sementara itu.. Ia yang tidak sadar ada keenam sosok Pria yang sedang mengkhawatirkan keadaannya. Mereka tidak tega melihat Dewi kecil mereka bersedih, dan mereka juga bingung! Tidak tahu harus melakukan apa?


Apa yang sebenarnya terjadi pada Master mereka..? Sehingga Master mereka yang tidak pernah terlihat menangis.


Kini terus mengeluarkan air mata tanpa suara, ia terus menangis melihat keluar jendela, sambil memikirkan keadaan Garda, Tanpa sepengetahuan dari para Spiritnya.


Para Spirit yang juga bisa merasakan kesedihan Ravella.. Hanya bisa terdiam menahan kesedihan tersebut. Mereka turut merasakan kesedihan di dada mereka karena perasaan sebak Sang Dewi, walau mereka tidak tahu apa penyebabnya!?

__ADS_1


Sedangkan Zion yang sedang tertidur di bawah ranjang Duke, tiba-tiba merasakan pergerakan dari Ranjang. Dan ia pun terbangun, lalu memperhatikan dalam diam, apa yang sedang dilakukan Putri kesayangannya itu.


Dan saat ia melihat sosok kecil itu, sedang menangis sambil melihat kearah Langit.. Tampak hujan pun turun mengikuti kesedihannya.


Melihat fenomena tersebut, Zion bangun menghampiri Ravella dan menyentuh pipi Ravella dengan hidung besarnya, Lalu bergumam pada Putri kecil itu.


"Apa yang membuatmu sedih, Nak?" ujarnya risau, lalu duduk di samping Ravella yang tengah memegang lutut kecilnya.


Melihat sosok besarnya.. Ravella langsung memeluk Singa besar yang ada di sampingnya itu tanpa mengatakan apapun, Ia tidak menjawab pertanyaan Zion, tapi hanya memeluk dan terus mengeluarkan air mata tanpa suara.


Melihat reaksinya yang masih bungkam, Zion pun tidak ingin memaksanya. Dan membiarkannya menangis. Namun dalam hati.. ia hanya bisa menghela nafas dan bergumam sambil menatap langit yang sedang menangis.


'Haah..., Aku tidak menyangka! bahkan alam juga ikut menangis bersamanya. Tapi melihatnya yang seperti ini, aku jadi tambah khawatir.


Oh Dewa, Apa yang harus aku lakukan untuknya.. Agar ia tidak bersedih lagi.' pikirnya yang juga sangat mengkhawatirkan keadaan Ravella.


Sedangkan Para Spirit, Hanya bisa menyaksikan keduanya.. Zion dan Ravella tidak menyadari akan kehadiran keenam Pria tersebut, yang juga sedang ikut bersedih bersamanya.


'Cih, Apa yang harus kita lakukan? ingin rasanya aku memukul siapa saja sekarang, agar bisa membuat Master kita tenang dan tidak bersedih lagi.' ujar Tama marah.


Jika saja aku tahu siapa?? Akan aku cabik-cabik tubuhnya hingga tidak bersisa lagi.' sambung Zaku juga kesal.


Sedangkan keampat Spirit lainnya.. Hanya mendengarkan tanpa bisa melakukan apa-apa, begitupun dengan Jura. Ia tidak merespon kedua temannya itu, karena pikirannya sedang terfokus hanya pada Ravella seorang.


Sedangkan di sisi lain.. Lima belas menit kemudian, Di ranjang. Duke yang sedang tertidur nyenyak tiba-tiba merasakan Ranjang di sebelahnya terasa kosong dan dingin. matanya yang masih mengantuk dan berat, dengan cepat terbuka lebar.


Ia mencari sosok Putrinya.. Lannox yang takut Putrinya menghilang dan bertindak nekat. Ia pun bergegas bangun dari tempat tidurnya, dan mencari keberadaan Putrinya tersebut.


Sambil mengucek kedua matanya yang masih berat, agar pandangannya lebih jelas. Dan saat ia melihat sosok putrinya sedang tertidur di dekat jendela sambil memeluk sosok besar Zion.


Tampak Zion yang tengah berbaring, menjadikan tubuhnya sebagai alas bantal dan sandaran untuk Dewi kecil kesayangannya itu.


Zion memperhatikan sosok Masternya tanpa mengatakan apapun, Lannox semakin mendekat, ia berdiri beberapa saat dan menatap sendu Putrinya yang tengah tertidur nyenyak.


Namun, jauh di kedalaman hatinya.. Tampak ada kelegaan setelah melihat Putrinya baik-baik saja.

__ADS_1


Lannox yang masih setengah sadarpun, akhirnya menjatuhkan diri di samping Putrinya. Ia ikut berbaring bersama Putrinya. Ialu memeluknya, dan tidak peduli pada tatapan menyipit Zion.


Dan tanpa mengatakan apapun, ia langsung berbaring dan menjadikan Zion sebagai alas bantal keduanya. Sambil berujar.. Membuat Zion mendengus kesal namun tertawa dalam hati.


"Hem.. Lumayan, pantas saja Putriku bisa tidur nyenyak." ujarnya sambil memejamkan mata, tanpa melihat reaksi Zion, yang sedang kesal padanya.


Dan tak lama.. ia pun melanjutkan tidurnya kembali, dan tentu saja.. Sambil memeluk Putri kesayangannya.


'Cih.. Cih.. Bocah yang tidak pernah bertingkah manja setelah ia tumbuh Dewasa! Kini.. Malah bersikap santai dan acuh lalu bersikap seenaknya saja memperlakukanku sebagai alas bantalnya.


Dasar bocah tengik.. Heh.. Hehe.. Terakhir kali ia tidur seperti ini, saat ia masih kecil, Dan itu terjadi sudah sangat lama sekali. Dan sekarang, aku harus menjaga kedua bocah ini.. Haah.. Tapi aku jadi kesal melihatnya bisa tidur nyenyak seperti ini.


Jika tidak Ada Nak Dewi.. Sudah aku bangunkan si bocah kurang asam ini. Bisa-bisanya dia tidur nyenyak dan mengabaikanku begitu saja!! Haah dasar bocah tengik.' kesalnya dalam hati.


Lannox yang bisa merasakan tatapan tajam dari Spiritnya itu, berseringai dalam diam, Dan melanjutkan kembali tidurnya.


Zion pun kembali berbaring sambil melihat keluar jendela, tampak hari sudah mulai gelap. Namun suhu di luar masih sangat dingin karena sehabis hujan.


...****************...


Sedangkan Damu yang terbang merendah, dan melihat semuanya dari udara.. Hanya bisa bergumam dalam hati. Saat menyaksikan hal tersebut..


'Langit yang tadinya terang, mendadak menjadi turun hujan ketika Sang Dewi Permaisuri menangis. Apa yang membuat Dewi jadi seperti itu?


Ini benar-benar membingungkan.. Apalagi Tiba-tiba Paduka Dewa menurunkan titah, dan mengutus pasukan yang sudah lama tidak ia panggil, hanya untuk menjaga beliau dalam diam.


Dan sekarang, Tiba-tiba Dewi menangis sambil melihat Langit.. Sebenarnya apa yang terjadi padanya???'


***


Di tempat lain Lautan Bermuda.. Garda yang tengah menjalankan hukuman dari Sang Dewa! Tiba-tiba Di hentikan oleh sosok penjaga Lautan tersebut.


Saat ia ingin memasuki kedasar samudra Bermuda, akan tetapi.. Kehadirannya tersebut langsung di cegat saat ia tiba. tampak sosok Hitam besar menyerupai kabut hitam.


Garda melihat hal tersebut langsung berhenti, dan bergumam pada sosok tersebut.

__ADS_1


"Kenapa kau menghalangi jalanku??" ujar Garda memandangi sosok tersebut.


__ADS_2