
hi all, maaf baru bisa update. terimakasih buat yang sudah like, komen, n vote. ok tanpa banyak bacot panjang lebar, happy reading.
beberapa menit sebelumnya.
(zion) "apa yang dimimpikan anak ini..? hingga membuat air matanya menetes keluar..! saat sedang tidur."
(saga) "hmm mungkin saja, dia sedang bermimpi bertemu dengan keluarganya."
(zaku) "ya bisa jadi..!"
kelopak mata gapi bergerak-gerak.
(jura) "sepertinya dia akan segera sadar."
saat mata kecil itu terbuka, pemandangan yang ia lihat membuatnya terkejut tak percaya.
"paman... kalian??"
"kenapa kalian semua ada disini..! memangnya apa yang telah terjadi kepadaku..?"
(jura) "kau sudah tertidur selama dua hari nak, apa kau tidak mengingatnya?"
"maaf paman, a..aku tidak ingat apa yang telah terjadi."
(jura) "tidak perlu kau paksakan nak, yang penting sekarang kau sudah tidak apa-apa."
"tidak apa-apa..! apa maksud paman..?"
dikota vala lannox duduk didalam kamp sambil mengelap pedangnya yang runcing dan tajam, dan dalam keheningan, suara damu memecah kesunyian didalam ruangan.
(damu) 'bersiaplah bocah, sebentar lagi kita akan berburu.'
'mmm.. apa maksudmu?'
(damu) 'aku mencium samar-samar bau penyihir.'
'benarkah, kapan kita akan mulai.'
(damu) 'kita akan berangkat pukul satu pagi.'
'kenapa tidak sekarang saja.'
(damu) 'tidak, jika kita berangkat sekarang, mereka pasti akan tau dan kabur lebih dulu. aku sangat kesal telah kecolongan sekali, kali ini aku harus mendapatkannya.'
'hmm.. kira-kira ada berapa orang?'
(damu) 'mm........, sepertinya hanya ada satu orang. tapi,'
lannox terus mengusap pedangnya, lalu terhenti saat mendengar ucapan damu.
'tapi apa...?'
(damu) 'yah.. levelnya diatas penyihir yang kita tangkap. aku yakin, dia pasti sudah membuat batas untuk berjaga-jaga, karena sepertinya, dia juga bisa merasakan keberadaan kita.'
'lalu.. apa yang akan kau lakukan??'
'kau lihat saja nanti, istirahatlah dulu. simpan tenagamu baik-baik, karena kita akan sangat membutuhkannya nanti.'
lannox hanya diam tidak merespon.
'hmm sudah beberapa hari aku belum melihat putriku, aku ingin tau kabar putriku sekarang, rasanya sudah lama sekali.'
tiba-tiba kristal biru menyala diruangan ravella.
(zion) 'ah itu pasti panggilan dari tuanku.' "heh masih hidup kau rupanya..!"
"tentu saja, sayangnya keinginanmu itu tidak akan pernah terwujud sama sekali pak tua."
__ADS_1
(zion) "cih sayang sekali."
"bagaimana perkembangan putriku zion? apakah sudah ada perubahan!"
(zion) "seperti yang kau lihat, keadaannya masih tetap sama, dan dia baik-baik saja."
"hmm.."
lannox yang tengah duduk sambil memperhatikan layar diatas meja, mata lannox menyipit, dan memperhatikan keadaan sekeliling kamarnya.
'bagaimana kalian semua bisa kembali.' celetuknya, yang membuat para spirit saling melirik satu sama lain. "kulihat keadaan kalian terakhir kali sangatlah menyedihkan, kenapa kalian sampai bisa membatu seperti itu..?"
"puuffftttt"
mata zaku sedikit menyipit, ia memperhatikan zion, yang sedang menahan tawanya.
(zaku) 'cucu kurang ajar.'
(roya) "yah.. panjang ceritanya."
"apapun itu, baguslah jika kalian sudah bebas, jaga putriku baik-baik."
(tama) "cih, tidak perlu kau bilang juga, kami pasti akan menjaganya."
"hmm zion, bagaimana keadaan mantion?"
(zion) "kau tenang saja, mantion aman dan damai, kau selesaikan saja urusanmu disana, tidak perlu khawatirkan keadaan disini."
"ya.. baguslah kalau begitu, aku akan segera kembali, jika ada masalah, segera hubungi aku."
"cih, risaukan saja dirimu."
lannox tersenyum tipis.
jura yang sedang berdiri sambil bersandar ditembok kamar, hanya mendengarkan pembicaraan zion dan lannox dengan tenang.
(jura) "hem ketemu."
(garda) 'hem.. mau kemana anak itu?'
(gira) "kemana dia! tiba-tiba menghilang begitu saja?"
(tama) "haah aku sudah tidak heran kalau bocah itu, dia memang misterius sekali, kelakuannya sangat mirip dengan seseorang bukan..!"
(saga) "hmm, kalau dia.. akupun sudah tidak heran."
(roya) "ya benar."
beberapa menit kemudian, setelah koneksi berakhir.
(jura) "jadi kau disini rupanya..?"
saat lannox akan bangkit dari kursinya, ia malah dikejutkan dengan kemunculan seseorang secara tiba-tiba dihadapannya.
"kau.. sejak kapan kau ada disini..?"
...****************...
dua hari telah berlalu. satu hari menjelang peperangan.
(zora) "bagaimana? apa sudah dapat kabar dari baron aisher..?"
lukas sedang fokus membaca buku.
(lukas) "buk, masih belum."
(arlo) "jika begitu, kita jalankan seperti rencana sebelumnya."
__ADS_1
tap.. tap.. tap.. lukas, melirik kearah pintu yang masih tertutup, begitupun arlo, sedangkan zora malah berceletuk karena merasa terganggu.
(zora) "siapa yang berlari terburu-buru seperti itu! sangat berisik."
tok.. tok.. tok.. tuan lukas... tuan lukas.. ini saya mike.
(lukas) 'hmm apa yang terjadi..? sampai anak itu tergesa-gesa seperti itu!' "masuklah."
"ceklik, tuan lukas, tuan zora, tuan arlo."
(lukas) "katakan ada apa?"
"saya mendapat titah dari baginda raja."
lukas dan arlo serta zora saling menoleh.
(arlo) "katakan apa itu?"
(zora) ".........."
"malam ini semua pasukan harus bergerak untuk perang."
(zora) "bag" zora membanting meja, dan melirik kearah lukas. "apa... lukas, apakah keputusan baginda tidak terlalu gegabah!"
(arlo) "benar, bahkan kita saja masih belum mendapat kabar dari baron aisher."
lukas berdiri sambil memegang dagunya. keningnya sampai mengernyit seakan merasa tertekan dengan situasi yang mendesak.
(lukas) 'sial, ini terlalu cepat. apa yang dipikirkan baginda? bukankah masih ada satu hari lagi, untuk berkonsentrasi dengan masalah ini..!'
lukas lalu mencoba untuk terlihat tenang, dan ia kembali duduk dikursinya sambil menghelah nafas panjang.
(lukas) "baiklah aku mengerti, kau pergilah."
"baik tuan.'
mikepun pergi meninggalkan ruangan, sementara itu diperbatasan, nasib keempat orang yang dikirim oleh zion.
(ramon) "hah bosan juga disini..! apa kalian tidak merasa bosan?"
(alex) "justru aku merasa senang berada disini..?"
(alpan) "kenapa?"
(alex) "disini kita bisa sesuka hati dan tidak ada yang atur, kita bebas melakukan apapun, apalagi tugas kita hanya berjaga disini."
ramon dan alpan hanya tersenyum, namun juga tidak menolak, karena apa yang dikatakan alex ada benarnya.
(ramon) "omong-omong.. dimana ekxel..! kenapa dia tidak kelihatan seharian ini."
(alpan) "mungkin saja dia sedang berjaga, atau sedang berada didalam kamp."
(ramon) "ya setidaknya dia tidak hilang, oy.. apa kalian sudah mendapatkan kabar dari kaisar?"
(alex) "belum, sampai saat ini.. baginda, belum memberikan perintah apapun. bahkan aku tidak melihat merpati pos sama sekali."
(alpan) "ini aneh, bukankah keadaan kita terlalu nyaman sebagai mata-mata."
(ramon) "benar sekali, setelah dikirim keperbatasan kita jadi tidak bisa melaporkan apa yang terjadi dimantion. setidaknya salah satu dari kita harus berada disana, untuk melaporkan perkembangan yang terjadi."
(alpan) "jika sampai baginda tidak mendapatkan kabar dari kita, beliau pasti akan menjadi murka. lantas tindakan apa yang harus kita ambil, tidak mungkinkan kita membocorkan identitas kita dan meninggalkan tempat ini."
(alex) "tenang dulu kawan, kita masih belum tau apakah identitas kita sudah diketahui apa belum. untuk sekarang kita nikmati saja dulu waktu yang santai ini, karena titah baginda juga belum keluar. dan keberadaan kita juga tidak dibutuhkan dimantion, jadi selama kaisar tidak memberi kabar artinya.. posisi kita baik-baik saja. jadi ,manfaatkan waktu kalian yang nyaman ini, sebaik mungkin."
ekxel yang baru saja kembali dari luar perbatasan, setelah melihat kiri dan kanan, dan memastikan tidak ada yang melihat kedatangannya, iapun berjalan santai dan kembali kekamp.
(ekxel) 'untuk sekarang aku aman, hem tapi kenapa belum ada pergerakan dari kaisar..! bahkan beliau belum memberikan perintah baru, dan meminta laporan. biasanya seminggu sekali beliau akan mengirimkan pesan baru, dan menanyai perkembangan tentang tugas yang kami lakukan.
__ADS_1
tapi sekarang, tidak ada kabar sama sekali dari baginda? yah untuk saat ini, lebih baik aku nikmati saja momen santai ini. apalagi.. duke lannox juga sudah mempercayai kami.'
(zion) 'hem.. ternyata anak itu sudah mulai bergerak, dan apa yang dilakukannya diluar perbatasan..? sepertinya aku harus mengirimkan seseorang untuk mengawasi mereka.'