AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
KENAPA MALAH BENGONG? AYO CEPAT MASUK.


__ADS_3

tiga hari telah berlalu semenjak kepergian ravella, suasana di mantion menjadi semakin suram.


"sudah tiga hari yang mulia tidak tidur, dan juga tidak menyentuh makanan. aku khawatir jika yang mulia putri tidak pulang! yang mulia akan jatuh sakit. keadaan yang mulia semakin hari semakin memprihatinkan, kemana sebenarnya yang mulia putri? beliau masih belum juga kembali. jika seperti ini terus..! yang mulia akan, huh... semoga saja beliau cepat pulang."


'ranov sang kepala pelayan terlihat sangat khawatir sekali, bagaimana tidak. dia sudah mengasuh yang mulia semenjak beliau masih kecil, jadi dia sudah menganggapnya seperti putranya sendiri. jika aku diposisinyapun pasti akan sangat khawatir sekali, tidak hanya yang mulia! bahkan seluruh yang ada di mantion seperti sedang berduka sekarang. yang mulia tidak pernah seperti ini, kecuali saat beliau kehilangan istrinya. beliau juga, mengalami hal yang sama seperti sekarang. putri dimana anda sebenarnya? cepatlah kembali.'


reni dan ranov saling bergelut dengan pikiran masing-masing. lannox benar-benar merasa terpukul dengan kepergian Putrinya! untuk kedua kalinya ia merasakan kehilangan, seolah kembali menggores luka lama. tapi, untuk kali ini sedikit berbeda! ia bukan merasa kehilangan karena kematian. namun, karena keegoisannya sendiri.


zion yang memperhatikan pemiliknya sedang berdiri dibalkon, dengan pintu yang terbuka lebar, mengundang angin yang datang keluar masuk mempermainkan tirai pintu kamarnya! dia tenggelam dalam kesedihan. pandangan yang hampa, sorot matanya yang tajam tampak lelah, menatap jauh entah kemana.


'huh dia terlihat berantakan sekali..! sudah lama aku tidak melihat keadaannya yang seperti ini. terakhir kali aku melihatnya seperti ini, saat kepergian istrinya. dan itu terulang lagi.. saat ini, baru tiga hari kepergian putrinya ia sudah jadi seperti ini, bagaimana kalau ia ditinggal putrinya pergi saat menikah? huh aku yakin yang jadi suaminya kelak bakal menderita hahaha. ah apa yang aku pikirkan sekarang ehem.. ehem.. bisa-bisanya aku tertawa disaat tuanku sedang sedih.'


zion menghampiri lannox, dilihatnya kepala pelayan, dan, para pelayan yang berjejer didepan pintu kamar lannox. dan ada yang sampai tertidur karena kelelahan, sementara yang lainnya, masih setia, tegak berdiri karena mengkhawatirkan majikanya.


"kalian semua kembalilah! sudah saatnya kalian istiraha,t serahkan anak itu kepadaku."


"euh, tapi yang mulia zion! beliau masih belum mahu makan, sudah tiga hari dengan hari ini."


"kau tidak usah khawatir ranov! serahkan saja dia padaku. bahkan disaat perang saja dia pernah tidak makan sampai seminggu. jadi ini belum seberapa jika dibandingkan saat itu, kembalilah, kalian juga harus menyimpan tenaga untuk bekerja besok bukan."


"huh, baik yang mulia, mohon bujuk beliau untuk makan! saya sangat mengkhawatirkan kondisi beliau yang seperti ini."


"ya, aku tahu. pergilah jangan membuat aku mengulangi perkataanku."


"ba.. baik.. yang mulia, saya mohon undur diri dulu."


setelah semuanya pergi, zion datang menghampiri lannox yang sedang melamun.


"berhentilah bersikap bodoh, dasar bocah dungu. kau kelihatan jelek dan berantakan sekali, seperti ditinggal mati kekasih saja."


"aku sedang tidak ingin diganggu siapapun, pergilah."


"tidak, aku berhak pergi kemanapun termasuk mengganggumu. jadi hentikan sikap bodohmu itu, ini sebenarnya hanya masalah sepele bukan! kenapa kau harus membesarkannya, sampai mendaramatisir seperti ini.. menyedihkan."


"kau tidak pernah punya anak, jadi kau tidak akan mengerti keadaanku. sebaiknya bersikaplah seperti kau tidak melihatku, jika itu mengganggumu."


"huh.. dasar bocah bodoh, masih saja keras kepala, tidak heran jika putrimu masih tidak ingin kembali."


"pak, pak, pak," lannox melempar kunai kepada zion, zion dengan gampang menghindarinya.


"huh lihatlah, bahkan seranganmu saja bisa melenceng, karena kau kekurangan nutrisi dan cairan. tubuhmu jadi melemah, tidak lama lagi kaupun akan sekarat, lalu mati. dan seluruh kekaisaran akan gempar tentang berita kematian sang duke singa kerajaan yang mati karena mogok makan hahaha."


"pak, pak, pak, dasar siaaaaaaaalll.. pergi kau. jangan bicara, jika kau tidak bisa membantu apapun dasar bangsat."


"cih.. cih.. lihatlah dirimu, kau padahal sangat lemah saat melempar kunaimu, tapi kau jadi bersemangat saat mengoceh lucu sekali."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


(saga)"hah.. hah.. dia kuat sekali, aku sampai kehabisan tenaga karenanya."


(zaku) "ya kau benar! padahal, aku sudah menyerangnya berkali-kali. tapi, dia tidak kelihatan lelah sedikitpun."


(gira) "nyaris saja kita terkena jurusnya itu, jika tidak kita bisa mati sia-sia karena serangannya."


(garda) "hahahaha.. apa segitu saja kemampuan kalian haaahh..! ayo cepat keluar lawan aku dasar cecunguk, jangan terus sembunyi.


dimana semangat kalian yang membara tadi hah, dan berkoar-koar ingin mengalahkan aku. tidak mungkin! jangan bilang kalian kehabisan tenaga? atau kekuatan kalian hanya segitu saja. hahaha dasar kalian memang spirit lemah."


(zaku) "dasar brengsek, akan aku habisi dia, jika harus mati disini, itu jauh lebih baik, daripada mendengar omongannya yang menyebalkan."


(saga) "hei tenanglah! kita bisa ketahuan jika suaramu sekeras itu, dasar bodoh."


(gira) "ya.. kita disini untuk membuat rencana bukan untuk mati dasar bocah pemarah."


(zaku) "cih aku kesal sekali, dengan mulut kotornya, cepat katakan! apa rencana kalian?"


(garda) "heh, kenapa kalian hanya diam saja, apa kalian takut? bukankah sudah kukatakan! lawan aku dengan serius, jika tidak kalian yang akan mati."


mereka bertiga menyusun rencana untuk mengalahkan garda, sementara garda terus memprovokasi untuk meningkatkan kesolidan mereka dalam kerja tim.


(garda) "hahaha.. disini rupanya kalian"


(saga) "gawat berpencar"


"bwushhh boommm" garda melempar bebola hitam yang keluar dari ujung jarinya para spirit menghindar dan berpencar. "hahahaha apa hanya menghindar saja yang kalian bisa! dasar spirit tidak berguna."


(zaku) "cih dasar bangsat"


tiba-tiba keluar busur dan anak panah dari kedua tangannya. ia menarik busur dan mengalirkan aura keanak busurnya tampak aura bewarna kuning menyatu dengan panah, ia mengarahkan kearah garda yang sibuk mencari keberadaan mereka.


(garda) "dimana kalian? ayo tunjukkan keberadaan kalian Sekarang."


garda melihat kesekeliling area namun, tidak ditemukan ketiga spirit.


(garda) "dimana kalian bersembunyi dasar pengecut."


(zaku) "gira, saga, lindungi aku."


(saga) "memangnya apa yang akan kau lakukan"


(gira) "dasar bodoh, jangan gegabah"


(zaku) "tenang saja teman-teman, aku punya rencana."

__ADS_1


zaku menarik anak panah dan mengarahkannya kepada garda.


(zaku) 'aku akan menghilangkan tekanan aura dari busur ini, dari alam kembali kealam, wahai angin menyatulah bersamaku.'


zaku nenarik nafasnya dengan perlahan "bwussshh.." panah itupun melesat melaju dan menghilang bersama udara. gira yang paham akan maksud zaku, dengan cepat mengambil tindakan. ia menelentangkan satu tangannya kearah mulutnya, dan meniupkan asap dari uap panas yang semakin banyak menyebar kesekitar, sementara saga terus mengawasi keadaan.


(garda) "hah, asap apa ini? hehe dasar anak-anak itu, mereka mulai beraksi rupanya. tapi pandanganku jadi terhalang karena tertutup asap kabut tebal, bwussshh.. eugh ini, sejak kapan...!"


panah itu tepat mensusuk bahu garda, darah segar mengucur dari bahunya, dan garda terlempar kearah pohon besar, namun pohon itu langsung meledak dan hancur. karena tidak sanggup menahan kekuatan dari anak panah tersebut, tubuhnya terlempar jauh, bahkan kekuatan garda tak sanggup menghentikan tekanan yang diberikan oleh anak panah tersebut.


(garda) "ini.. anak panah ini, terdapat kekuatan besar yang menyatu dengannya, ada kekuatan alam dan udara menaunginya, juga terdapat aura panas yang menempel padanya, hingga semakin lama lukanya semakin panas, mungkin! jika tubuh manusia biasa, yang terkena serangan ini? bisa hancur lebur. tapi karena ini tubuhku, jadi serangan ini tidak terlalu berpengaruh kepadaku."


garda akhirnya jatuh, ketiga spirit yang melihatnya langsung mendekat menghampirinya.


(saga) "apa kau tidak apa-apa?"


(zaku) "maaf!!! aku berlebihan."


(gira) " ............. "


(garda) "kenapa wajah kalian begitu? tenanglah! aku tidak kenapa-napa."


garda bangun mencoba mencari posisi yang nyaman untuk duduk, dibantu dengan gira.


(garda) "huh ternyata kalian berhati lembut."


(gira) "apa sebaiknya kubiarkan saja kau terbaring kaku disini."


(garda) "hahaha dasar kau, tidak bisakah kalian santai sedikit. latihan hari ini cukup sampai disini, kalian menang hari ini, karena kerja sama tim kalian cukup baik, aku mengakui kekuatan kalian, kita akan lanjutkan lagi nanti."


(saga) "kalau begitu ayo kembali kemantion, aku mendengar kehebohan disana, aku jadi penasaran apa yang terjadi?"


(garda) "ya baiklah! tapi sebelum itu, cheeeppss... plak."


anak panah itupun tercabut dari bahunya, dan luka dibahunya secara perlahan beregenerasi dan kembali seperti semula.


(garda) "ayo kita pergi."


(zaku) "jika tahu begini, lebih baik aku serang terus menerus."


(garda) "huh apa kau ingin membunuhku hah! dasar bocah bulu."


merekapun menghilang, dan sampai di mantion. namun suasana di mantion menjadi suram seperti sedang berduka.


(gira) "apa yang terjadi?"


(saga) 'gira ada apa ini? mengapa suasana disini menjadi sunyi..!'


(jura) 'dewi kabur.'


(garda) "memangnya apa yang terjadi?"


tanyakan saja ditailnya kepada zion!


(zion) 'perasaanku tidak enak.'


ketiga spirit dan garda mencari zion, jura yang sejak tadi sudah ada disana dan menyembunyikan dirinya, zion dan lannox tidak menyadari keberadaannya sejak tadi, karena kehadiran keempat orang yang sedang kesal, diapun langsung keluar memunculkan diri.


(zion) "kakek?"


(lannox) "kau...!"


(jura) "haahh sebenarnya aku tidak ingin mengganggu pembicaraan kalian berdua, tapi, berhubung teman-temanku datang dengan aura tidak menyenangkan jadi, aku terpaksa manampakan diri."


(lannox) "sejak kapan kau ada disini?"


(jura) "sebelum zion datang.)


(zion) "jadi kau sudah lama disini, tetapi tidak menunjukkan dirimu, dan hanya menguping pembicaraan kami. o'ouw itu namanya pencuri, menguping secara diam-diam itu tidak baik kek."


(jura) "aku sengaja mengawasi bocah ini, yah takut-takut kalau dia bunuh diri." kilahnya


(lannox) "omong kosong apa yang kau bicarakan? kau pikir aku bodoh sampai harus bunuh diri, dasar sialan."


"brakkkk" suara pintu di dobrak oleh zaku, dan diikuti ketiga orang lainnya dibelakang zaku.


(zaku) "zion jelaskan kenapa dewi sampai kabur? sebaiknya kau jujur jika tidak aku akan menghukummu."


(zion) 'pantas saja perasaanku tidak enak dari tadi..! lihatlah betapa mengerikan wajah mereka.. seperti ingin memakanku saja?' "tenang dulu kakek-kakek, aku akan menjelaskannya"


dilihatnya lonnox, lannox yang sadar akan tatapan zion malah membuang muka kesamping seperti tidak perduli.


(zion) 'sialan bocah ini, karena siapa ini terjadi..! malah dia lepas tangan.' "jadi sebenarnya"


"roya, sebaiknya Sekarang kita kezona mana saja dulu, disana lebih aman."


"apa maksudmu tama?"


'firasatku mengatakan ada yang tidak beres telah terjadi dimantion, dan aku yakin bocah itu akan langsung meradang jika melihat kedua anak ini, setelah kita sampai dizona mana! kita tinggalkan dulu mereka disana, lalu kita temui dewi dan membicarakan hal ini untuk mengetahui kepastiannya.'


'baiklah! aku setuju, aku juga berpikir sama denganmu tama.' "anak-anak! apa kalian sudah selesai makan?


(ron\rog) "ya sudah paman."

__ADS_1


(roya) "bagus, sekarang bersiaplah"


sebuah gerbang besar bercahaya terang muncul dihadapan mereka, roya memasukinya lebih dulu.


(tama) "kenapa malah bengong? ayo cepat masuk."


(rog) "ah ba..baiklah."


awalnya dua kakak beradik itu, sempat ragu. namun melihat roya masuk dan tidak apa-apa, merekapun memasuki gerbang besar itu. setelah mereka masuk disusul oleh tama yang berada dibelakangnya, dan gerbang besar itupun segera tertutup kembali.


(ron) "tempat apa ini paman?"


(tama) "untuk sementara kalian berdua tinggalah disini dulu, aku akan menemui orang tua kalian.


(rog) "baiklah! kami akan menunggunya disini."


(tama) "mundurlah agak jauh sedikit"


tama menarik nafas, dan mengeluarkannya perlahan. ia mengambil sebuah ranting pohong dan membaca sesuatu lalu dicampakkannya ranting itu.


"krek, krek, krek," muncul rumah besar yang terbentuk dari ranting pohon tadi.


(rog) "ini.. bagaimana... kalian bisa melakukannya?"


(roya) "ini bukanlah hal sulit, jadi kalian tidak perlu terkejut begitu.


(ron) "bagaimana tidak terkejut! itu sangat hebat."


roya dan tama hanya tersenyum melihat sikap polos keduanya.


ditempat lain, tempat yang tak bisa dijangkau oleh siapapun, bahkan para spirit sekalipun, termasuk garda.


"ini dimana kek zando? tempat ini sangat indah sekali."


mereka melewati sebuah kota megah, dilihatnya para monster sangat rukun, dan menunduk hormat pada sang kaisar setiap kali kaisar melewati mereka.


"ini kerajaanku nak, ayo kita keistanaku."


"istana kerajaan! apakah Kakek yang lainnya juga sering kesini?"


"tidak hanya kau yang pernah kesini."


"jadi aku yang pertama?"


"ya, ini adalah kekaisaran dimana para monster dan spirit berada, dan hanya yang kupilih yang bisa memasuki tempat ini."


"lalu, jika para Monster juga berada disini, bagaimana dengan monster-monster yang bisa di manipulasi dengan para penyihir hitam! bahkan mereka dengan bebasnya keluar masuk diwilayah monster, dan, memanfaatkan mereka?"


"hem, itu lain lagi ceritanya nak. mereka hanyalah para monster biasa, dan kelas rendahan. setiap wilayah mereka mempunyai rajanya masing-masing. namun yang sudah melawati tapa ribuan bahkan ratusan tahun, berarti spiritual mereka sudah tinggi. dan, akan diangkat memasuki kedunia roh, sesampainya mereka kedunia roh, mereka akan bersemedi lagi untuk melatih jiwa mereka. ranah jiwa yang rentan akan hancur begitu memasuki dunia roh, namun jika mereka mempunyai jiwa yang kuat yang sudah terlatih dan mempunyai ilmu yang tinggi, mereka akan menetap didunia roh dan berevolusi kebentuk yang baru. karna jiwa dan tubuh mereka yang sudah menyatu menjadi gaib dan berbeda kelas dari monster biasa. dan jika mereka bisa menaiki level lagi, dan mengasah kemampuan mereka, maka mereka akan dipindahkan lagi ketingkat yang lain."


"huh rumit sekali, jadi para kakek yang lainnya juga pernah melewati hal itu?"


"ya mereka dulunya adalah raja-raja para monster, dan mereka ada di tingkat elit yang menaiki level demi level hingga mencapai tahap sekarang."


"hem pantas saja mereka jauh berbeda, dari para monster lainya."


"kita sudah sampai sayang ayo masuk"


pintu gerbang terbuka, dan para penjaga berjejeran berkumpul di istana, para pelayan juga ikut berkumpul dan membungkuk hormat karena kedatangan sang kaisar.


'huh mereka tidak kelihatan seperti monster, tapi mereka berwujud manusia.'


"selamat datang kepada sang kumuliyaan kaisar dari segala...."


"cukup! kalian boleh pergi, layani tamuku dengan baik."


"baik kaisar, akan segera kami laksanakan, mari nona."


"pergilah nak! mereka akan menunjukkan kamarmu, untuk sementara, tinggalah disini, aku akan pergi dulu, aku akan mampir lagi jika sudah mendapat kabar dari spirit lainnya."


"apa kakek akan pergi lagi.. kakek tidak ikut bersamaku."


"tidak sayang, aku hanya mengantarmu. masih banyak tugas lain yang menantiku, aku harus pergi sekarang."


"bagaimana caranya jika aku ingin bertemu dengan kakek lagi?"


??


"sebut saja namaku, begitu kau menyebutnya, aku akan datang menemuimu."


"baiklah, terimakasih kek."


"tidak perlu sungkan sayang, anggap saja istana ini milikmu."


"ingat layani dia dengan baik seperti kalian melayaniku.


"baik ka..kaisar."


tak lama sang naga emas itupun menghilang lagi.


(zion) "jadi begitu ceritanya."


(garda) "berarti kesalahan ada padamu bocah! sebaiknya kau pikirkan kembali sifat keras kepalamu itu, apa kau mahu kehilangan putrimu selamanya? jika aku masih belum melihat dewi kembali? akan aku hancurkan tempat ini beserta isinya, ingat! ini juga berlaku untuk kalian para spirit, jika kalian tidak menghormati atau melayani dewi layaknya seorang dewi, kalian juga akan berhadapan denganku."

__ADS_1


(zion) 'ada apa dengannya, kenapa dia kelihatan lebih emosi, aku tidak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya.'


jangan lupa tinggalkan jejak. dengan vote, like, komen serta saran. terimakasih sudah membaca!!


__ADS_2