AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
SONGONG SEKALI, CARA BICARAMU ITU..!


__ADS_3

seperti biasa, argus masih berkeliaran mengelilingi seluruh kediaman sang duke. ia baru menjelajah setengahnya, dan ia ingin menyelesaikan rasa penasarannya, dengan mengunjungi semua tempat, yang masih belum terjamah olehnya.


'hmm.. tempat ini sangat luas, hampir seharian aku berjalan menyusuri seluruh tempat, tapi, tetap saja.. tidak kutemukan wajah dari pria-pria tersebut! siapa mereka sebenarnya? mereka langsung menghilang tepat didepan mamataku. sepertinya mereka bukanlah orang sembarangan, tapi mengapa baik yang mulia, maupun zion, tidak pernah membahas tentang keberadaan mereka..! apa mungkin, beliau masih belum mempercayaiku?'


argus berjalan pelan-pelan sambil menikmati suasana alam hijau disekitar mansion, kali ini.. tanpa didampingi oleh rudolf.


'hmm.. rasanya sangat tenang sekali, tanpa adanya gangguan dari rudolf. setelah ia melihat para kesatria sedang berlatih, ia tiba-tiba saja menjadi tertarik, dan ingin menyapa mereka semua. untungnya.. para prajurit yang mulia, sangat ramah dan baik, semuanya tidak memandang perbedaan antara ras apapun. tapi, kenapa mereka memusuhi bocah bernama robi..? apa mungkin karena dia dari istana kaisar! haah.. entahlah. omong-omong rudolfpun merasa nyaman berada disini, ia bilang tempat ini seperti rumah kedua baginya. heh.. itu juga yang kurasakan saat ini, tapi.. kenapa aku tidak pernah melihat keberadaan yang mulia putri..! bukankah, yang mulia mempunyai seorang putri yang paling disayanginya, ya.. meskipun dulu ia sempat tidak mengakui keberadaan anak itu, dan selalu mengabaikannya. aku hanya mendengar rumor dari para pelayan, namun, aku bahkan tidak pernah melihatnya sama sekali.. aku jadi penasaran, bagaimana wujud yang mulia kecil.'


argus duduk bersandar pada dahan pohon besar, sambil merilekskan tubuhnya.. ia memejamkan kedua matanya.


'kira-kira.. apa yang membuat yang mulia berubah, dan menjadi lebih perhatian kepada putrinya..! apakah karena ia menyesal telah menelantarkan sang buah hati? atau..'


tak lama.. arguspun tertidur nyenyak, ia terlelap dibawah pohon rindang yang teduh, dan sejuk. hembusan angin sepoi.. membuatnya merasa nyaman, tanpa sadar ia terlena akan suasana tempat itu.


ditempat lain, rudolf sudah mulai akrab dan bisa berbaur dengan para penghuni mansion. setelah habis dari barak, ia langsung ke dapur berbaur dengan para pelayan. setelahnya.. rudolf pergi lagi meninggalkan dapur, ia merasa bosan, jika hanya berkeliaran tidak jelas mengikuti sang pangeran. rudolf duduk diatas atap mansion, dan berbaring sambil melipat kedua tangannya kebelakang kepalanya, ia menjadikan kedua tangannya.. sebagai alas bantal untuk kepalanya.


'haa.. para koki dapur, dan pelayan disini sangat ramah dan baik-baik. mereka padahal tidak mengenaliku, dan tau aku berbeda dari mereka! akan tetapi.. mereka melayaniku dengan baik, seperti tamu terhormat. ya.. ini lebih nyaman, dari pada mengikuti yang mulia pangeran, tanpa tau tujuan harus kemana. aku tidak mengerti jalan pikiran beliau? sebenarnya.. apa yang beliau pikirkan..! meskipun ia bilang hanya ingin jalan-jalan santai, tapi dari apa yang aku lihat, tidaklah begitu? hmm.. melihat sikap yang mulia tidak seperti biasanya, pasti ada yang beliau incar! karena aku sangat mengenal sifat pangeran satu itu, jika ada yang membuatnya tertarik, ia akan memburunya sampai dapat, apalagi jika itu.. sampai membuatnya penasaran. dia pasti akan menganggap itu sebuah tantangan yang sangat menyenangkan, atau puzzle yang harus dipecahkan. hmm.. terkadang aku merasa beliau itu tidak normal, tapi mengapa beliau tidak pernah tertarik pada wanita sedikitpun! bahkan ia sampai mengabaikan sang putri, yang telah datang jauh-jauh demi dirinya. padahal tuan putri juga sangat cantik tidak ada kurangnya.. lalu kenapa yang mulia pangeran, tidak tertarik kepadanya? jika itu aku, pasti sudah aku jadikan istri.'


"ini benar-benar menyenangkan."


senyum tama melengkung keatas, rasa yang menggebu kian memuncak didadanya, karena mendapat lawan yang kuat. lalu tama meletakkan telapak tangannya kebawah, tampak lingkaran sihir menyala terang, lingkaran berbentuk rantai, menyebar kebawah kaki pria berbaju hitam.


"kutukan level pertama diaktifkan. (arkahrash.. rufukasa..) hehe.. aku akan melahapmu."


tubuh pria itupun, tenggelam dalam lingkaran sihir yang telah dibuat oleh tama. dan setelah pria itu lenyap, tama tertawa puas, karena telah berhasil mengalahkan pria itu.


'hehehe.. jika tau semudah in..'


"apa anda sudah selesai..!"


"apa.. ba.. bagaimana bisa, dia tidak mati tertelan?"


"maaf.. jika mengecewakan anda, tapi, bukankah saya sudah mengatakan sejak awal..!"


tama tiba-tiba, teringat dengan kata-kata dari pria itu.


"anda tidak akan bisa melawan saya, sebelum anda melewati ujian yang sudah ditetapkan untuk anda!"


'cih, bahkan kutukan kupun tidak bisa memusnahkannya!' "baiklah, kali ini.. jika aku masih tetap tidak bisa mengalahkanmu..! aku akan menyerah." 'jika terus seperti ini, pasti tidak akan ada habisnya. lagian, aku juga sudah terlalu lama membuang waktuku disini.'

__ADS_1


"baiklah, jika anda sudah bilang begitu."


tama menyatukan kedua telapak tangan didepan dadanya. lalu ia memejamkan kedua matanya, dan merapalkan mantra-mantra kuno. dan pria tersebut masih terdiam, memperhatikan tama. tak lama, pada tubuh pria itu.. muncul huruf-huruf aneh, seperti api kecil, yang menempeli pada tubuhnya. ia mulai merasakan kesakitan, dan hanya bisa merintih menggeliat kesakitan, mantra yang menempel menyatu pada tubuhnya.. lalu mengikat seperti membakar seluruh tubuh.


..."(rum..ragazzarum.. rhaztarum.. kara-kararum.. rummara..rum'arram.. arrarumra.. kharrarim..rhakhias'ha.. wahai jiwa yang angkuh kepadaku, menyatulah dengan mantraku yang abadi, jasad yang tak berjasad, roh yang tak berroh, terbentuklah raga yang baru, terlahirlah kembali dari bagian jiwaku.)"...


setelah membaca mantra, tama menggigit bibirnya dengan taringnya yang runcing, tampak seringai yang misterius bertengger dibibirnya, darah jatuh menetes, pada bola api kuning kebiruan. kedua telapak tangannya telah merenggang, seakan menaungi bola api tersebut. ia melihat pria berjubah hitam itu, menggeliat-geliat kesakitan.


"aaaggghhhh... bwusshh... juedaarrr"


pria itu berteriak kesakitan lalu menghilang begitu saja, menimbulkan asap outih yang keluar dari bajunya.. dan hanya tinggal pakaiannya serta kain yang menutupi seluruh wajahnya.


"tis..."


darah jatuh menetes membasahi bola api tersebut, bola itupun berputar kencang sambil dikontrol dengan kedua telapak tangan tama, yang menaungi bola tersebut.


"buszzzz.. buszzz.. buszzz.. zeeuuup."


bola api itu berhenti, dan telah kembali stabil, tama merentangkan telapak tangannya, bola api itu mengambang tenang, dipermukaan telapak tangannya.


"hmm..!" tama memperhatikan bola api yang ada ditangannya, sambil memegang dagunya ia berpikir. tak lama ditengah fokusnya merenungi bola api yang ada ditangannya, muncul suara memecah fokus tama.


"cih, daritadi kau hanya bicara tidak jelas, tanpa memperlihatkan wujudmu..! sebenarnya apa yang kau inginkan dariku??"


"kau akan tau nanti, setelah menyelesaikan tugasmu. untuk menghemat waktu, aku akan mempersingkatnya menjadi tiga."


"cih, apa maksudmu sialan? kalau bicara yang jelas."


"aku memberimu tiga ujian, semua ujian ini bersangkutan dengan dirimu. untuk itu.. kau harus memecahkan teka teki ini, jika kau memang menginginkan jawaban. bukankah semedimu juga belum sempurna.. hehehehe."


'bangsat, bagaimana mau sempurna, jika dia terus saja mengganggu fokusku..! aku bahkan tidak bisa merasakan keberadaanya! andai aku bisa merasakan keberadaannya yang misterius itu, aku pasti bisa langsung melenyapkannya saat ini juga.'


"cih, jangan sombong dulu bocah. meskipun kau seorang raja spirit..! tapi tidak ada artinya di mataku, keberadaanmu bukanlah apa-apa bagiku. aku bahkan, bisa membuatmu menjadi tiada sekarang."


'heh, apa dia mendengar pikiranku?'


tama memperhatikan, keadaan sekitar. namun setiap yang dilihatnya, hanyalah kegelapan yang tidak berujung.


"songong sekali, cara bicaramu itu..! benar-benar membuat moodku menjadi jelek. cepat tunjukkan wujudmu sekarang juga..! jangan bermain teka-teki tidak jelas denganku."

__ADS_1


"seperti kataku sebelumnya, kau harus menyelesaikan misi ini dulu. aku akan melihat seberapa bagusnya kualifikasimu, apakah layak atau tidak."


'euh, apa maksudnya itu?'


dan setelah ia berbicara kepada tama, suara itupun menghilang. sementara tama benar-benar terlihat kesal, karena ia merasa seperti telah dipermainkan dengan suara tersebut, mahluk yang bahkan tidak jelas keberadaannya.


"aaaggghhhh..... sialan, awas saja kau, jika sampai aku menemukanmu..! akan aku lahap sampai habis tubuhmu." 'cih, ini jadi semakin rumit, sangat merepotkan untuk orang yang suka santai sepertiku. oh iya.. aku hampir saja melupakan keberadaan benda ini..? untuk sementara, aku simpan saja dulu.'


ia melihat bola api kebiruan tetap tenang ditangannya, karena tama tidak tau harus diapakan, iapun langsung menyimpan bola api tersebut. dan api itupun, menghilang begitu saja dari tangannya.


tamapun melanjutkan kembali perjalanan, namun.. saat ia sudah setengah jalan mengikuti api biru yang berjejer terang benderang tadi.. tiba-tiba, api biru yang menerangi jalannya langsung lenyap begitu saja.


'apa-apaan ini, apa karena pria tadi menghilang, jadi jalan yang ia tunjukkan tadipun langsung lenyap begitu saja. hmm.. ini aneh, apa mungkin.. karena pria itu yang telah menghilangkannya?'


disaat tama dilanda kebingungan dengan segala keanehan yang terjadi, jauh didepannya.. ada kedua patung berukuran besar, berdiri ditempat tersebut.


'hmm.. apa itu? aku mencoba memastikannya, dan mendekati untuk memperjelas pandanganku, terhadap apa yang kulihat tadi sangatlah buram, karena tertutup oleh kabut. numun, ada yang mengalihkan fokusku. aku mendengar suara deburan ombak, ditepi pantai. mm.. bagaimana bisa sekarang menjadi siang hari..!'


saat ia berjalan dipinggir pantai, suasana disekitar dari gelap menjadi terang. tampak lautan, langit biru, awan berkejaran dibawah matahari. namun anehnya lagi.. tidak ada kehidupan lain disitu. bahkan ia tak melihat burung-burung yang sedang terbang, hanya terdengar deru angin, dan suara ombak yang menghempas pantai.


'ini aneh, oh iya.. aku hampir lupa dengan apa yang kulihat tadi. hem, sebaiknya aku kembali kewujud manusiaku saja.'


iapun berubah dalam sekejap, dari rubah api menjadi pria yang tampan. dengan rambut sepungggung bergelombang warna merah oranye. rahang yang tegas, hidungnya yang tinggi, mata yang tajam dan sedikit lancip kesamping, seolah mempertegas tatapannya. bulu matanya yang lebat dan panjang, terpadu menjadi satu menghiasi kelopak matanya, membuat mata itu semakin indah, dengan alis yang tebal, lebih mempertajamkan lagi tatapannya.


tama sedikit merasa silau, saat waktu tiba-tiba saja berubah, membuat kelopak matanya yang indah berkedip pedih, saat melihat pantulan cahaya matahari, mengenai wajahnya. Karena malam telah menjadi siang, iapun menutupi matanya, dengan tangan kirinya. ia kemudian melirik kesamping, dan tampak kedua patung kokoh berdiri, menyerupai burung hantu, didepan pintu gerbang raksasa. tama berhenti didepan kedua patung itu, ia bersedekap tangan, sambil memandang angkuh keatas.


'apa-apaan ini? sejak kapan tempat yang tidak ada apa-apanya, malah menjadi ada patung besar begini..! hmm.. dibelakang kedua patung itu, ada pintu raksasa bewarna merah.'


tama memperhatikan kedua patung itu dengan sangat teliti, dari bawah kaki hingga kekepala. ia terus melihat dan menatap bola mata yang besar, seakan ingin menelannya.


"apa kau lihat-lihat, mau pamer mata besar denganku! haah. aku juga bisa malah mataku bisa bergerak, apa kalian bisa melakukannya?"


".............."


senyap tidak ada jawaban, setelah ia berbicara dengan kedua patung tersebut, ia melihat kesekelilingnya.


'haaah, untung tidak ada orang disini, jika tidak, aku bisa disebut gila.. Karena telah berbicara dengan patung. cih, jadi merasa dejavu.'


patung itu sangat besar, bahkan tama cuma setinggi paras mata kakinya, itu jika ia dalam wujud manusianya.

__ADS_1


'aku bingung harus kemana lagi.. sekarang! aku memandang kesekitar.. tidak ada apapun disini yang bisa kuajak bicara, bahkan semut juga tidak ada. dan yang muncul malah kedua patung jelek ini..! dan kenapa harus burung hantu, kenapa tidak memakai wujud rubah saja.. kan itu lebih keren, atau jenis hewan lainnya?'


__ADS_2