AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
MARI KITA BERBURU SEKARANG


__ADS_3

baginda raja: apa itu???


julius: ini adalah badai hitam, namun dia bukanlah tipe yang jinak dan patuh pada perintah tuannya begitu saja.


jika ingin memberinya perintah, saya terpaksa harus mendapatkan tiga ribu nyawa manusia. jika tidak, dia akan berbalik melahap pemiliknya sendiri. untuk itulah, saya tidak pernah mengeluarkannya samasekali.. terlalu beresiko.


baginda: lalu, bagaimana bisa kau memiliki sihir terlarang seperti itu..julius?


julius: hem.. itu rahasia baginda.


baginda: cih, kau pelit sekali. (flashback berakhir)


dikekaisaran, pria berkacamata dengan rambutnya yang dikuncir sedang menyerahkan hasil laporan.


lagrin: apa yang anda curigai, memang benar baginda.


kaisar: hmm.. maksudmu?


lagrin: memang benar, jika ada salah satu dari kaum bangsawan, yang telah terlibat dalam kasus perdagangan manusia. bahkan tidak hanya itu saja baginda, mereka juga melelang barang terlarang kepasar gelap secara ilegal kenegara tetangga.


kaisar: benarkah! apa itu..?


raut wajah kaisar yang terlihat sangat kesal, namun juga senang saat bersamaan, karena biang dari masalah yang selama ini telah lama ia incar, akhirnya telah ditemukan. sementara ditempat argus,


argus: cih perasaan senang apa ini..?


unknown: heh.. isteriku, bersiaplah dia datang.


unknown: aku tidak sabar ingin melihatnya.


keduanya sudah siaga mempersiapkan diri, kedua orang misterius tersebut, sudah berdiri menunggu kedatangan argus dengan sangat antusiasnya. argus yang sudah melihat dengan sinis dari kejauhan, ia kemudian menyeringai licik, dan langsung menyerang tanpa bertanya.


argus: heh, beraninya kalian memasuki wilayahku, kresss... kresss.. puuunnngg..jeudar..


keluar cahaya kilat kuning yang berbahaya dari argus, iapun langsung menyerang kedua orang tersebut, tanpa ragu-ragu. namun, pria itu menangkap serangan argus dan menghilangkan jurusnya dengan mudahnya.


unknown: chuuuusssshh... tidak buruk, apa cuma ini saja kemampuanmu nak?


argus tercengang dan tidak percaya, dengan apa yang disaksikannya.


argus: 'tidak mungkin, bagaimana bisa dia menangkapnya? bukan malah menangkis ataupun mengelak.' argus terkesima sesaat. 'cih, kalau begitu coba rasakan ini.' " kresss.. kressss.. gleduaar... gleduaar.."


argus mengangkat satu tangannya, dan mengarahkan kelangit. tak lama.. gumpalan awan berubah menjadi semakin gelap, cahaya kilat kuning berdentum hebat dilangit, argus lalu mengepal tangannya, cahaya kilat kuning langsung menyambar menghujam keduanya.


unknown: hmm sungguh kekuatan yang sangat besar, hanya untuk seorang elf campuran. "duntam piuuunngg...."


unknown: suamiku, kali ini biarkan aku yang menanganinya.


unknown: baiklah.


pria itu kini hanya berdiri diam, tak bergeming dari tempatnya berdiri. angin berhembus sangat kencang, wanita bertopeng putih mengangkat satu tangannya, dan mengarahkan kelangit. cahaya kilat kuning yang sangat besar bagaikan sebuah mata anak panah melaju pesat menghantam wanita itu.


argus: 'apa... bagaimana bisa..?'


wanita tersebut menyambut kilat kuning dengan gampangnya, dan melempar kilat tersebut kearah kanan.


"gleduaar... buuuuummmm..."


ledakan besarpun terjadi, mengakibatkan banyak pohon yang ada disekitarnya, menjadi rata karena ledakan tersebut.


argus: 'sialan.. ini bagaimana mungkin bisa terjadi, tidak ada yang bisa menangkis atau menangkap jurusku dengan mudahnya seperti itu.. siapa mereka sebenarnya?


unknow: apa kau sudah tenang cucuku...?


argus: omong kosong apa yang kau bicarakan..?


kedua orang tersebut tersenyum simpul, lalu membuka topeng mereka, dan menanggalkan tudung jubah miliknya.

__ADS_1


tampak rambut putih perak keabu-abuan dibalik jubahnya, dan wajah yang sangat indah disebalik topeng yang telah dibuka.


argus: 'siapa sebenarnya mereka..! kenapa rambut mereka sangat mirip denganku..?'


...****************...


badai hitam yang diliputi petir merah, semakin mendekat kebenua barat, ombak besar terus menghempas batu yang terjal. rafael masih tetap tenang dan memperhatikan perubahan situasi yang tidak terduga samasekali olehnya. begitupun dengan razak yang tampak geram dan sangat kesal, namun tidak dengan yang lainnya.


muri: angin apa ini, kenapa tiba-tiba menjadi kencang seperti ini..? apakah ada yang membuat baginda murka lagi.


lima: tidak mungkin, angin ini berbeda dengan amukan baginda.


tak lama.. semua kubus biru yang mengambang di udara, yang kini telah menyala dan menyebar keseluruh benua barat, dan.


rafael: semua pasukan, apa kalian mendengarku..!


pasukan: ini suara baginda.. ya bagida, kami mendengarnya.


razak: ....................


rafael: dengarkan semuanya.. apapun yang terjadi nanti, kalian tidak perlu panik. tetaplah tenang.


pasukan: baik baginda.


jawab mereka secara serentak.


Razak: apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh baginda..?


"bwushhh.." tiba-tiba saja, rafael sudah berada diatas puncak menara kastil.


razak: baginda.. darimana saja anda?


Rafael: tap.. tap,. tap.. razak.


razak: ya baginda..


razak : apa maksud anda baginda..?


rafael: awalnya, aku hanya ingin bermain dengan mereka sebentar untuk bersenang-senang. dan aku sempat terpikir, untuk mengembalikan holy stone miliknya. akan tetapi, melihat keseriusan mereka dalam menghadapiku.. aku jadi berubah pikiran, heh mari kita berburu sekarang.


razak: hehe jika itu yang baginda inginkan, saya selalu siap kapan saja.


razak menyeringai senang, melihat perubahan wajah rafael yang terlihat begitu murka, seolah ingin menghancurkan sesuatu.


razak: 'senyuman itu, hihi raut wajah baginda yang sangat berbeda dari sebelumnya. yah karena tadi dia terlihat tidak begitu serius, walaupun ia mengatur formasi pasukan. tapi ia seakan hanya ingin menggertak pihak lawan saja, tidak seperti sekarang, ia nampaknya sangat tertantang sekali, dan terlihat seperti ingin mengamuk. hehehe.. aku suka sekali melihat perubahan tuanku yang seperti ini.'


bayangan hitam itu, semakin berkobar, seolah perasaan rafael tersalurkan kepadanya. membuat razak ingin melahap segala yang ada disekitarnya. rafael masih tetap diam dan tenang, hembusan angin membuat rambut pendek sebahu itu terus berkibar dengan poni yang sedikit memanjang.


pasukan 1: a..angin apa ini, mengapa kencang sekali.


pasukan 2: entahlah, mungkinkah ini serangan dari musuh..!


pasukan 3: apapun itu, seperti perintah baginda.. kita harus tetap tenang.


pasukan 4: ya.. kau benar.


sedangkan pasukan lainnya hanya menyimak, memperhatikan situasi.


dinegara valthoz mike yang sedang berlari tergesa-gesa, datang mengetuk pintu, suasana yang sedang tegang sejak tadi, kini menjadi pecah karena ketukan keras darinya.


mike: tok.. tok.. tok..


zora: heh apalagi sekarang...!


arlo dan lukas hanya menoleh kepintu, melihat punggung zora yang pergi menjauh menghampiri pintu, lalu membukanya.


zora: ceklik, ngiiikk. apalagi sekarang..? apa waktunya sudah dimulai..!

__ADS_1


mike: eh maaf tuan zora, saya mengganggu lagi.. tapi baginda dan master julius memanggil anda bertiga untuk segera kekamar baginda raja sekarang. beliau sudah menunggu.


zora: baiklah, kami akan segera kesana. ceklik, kalian sudah mendengarnya bukan, kita bertiga telah ditunggu.


lukas dan arlo langsung bangkit berdiri, zorapun mengambil jasnya dan bergegas menyusul arlo dan lukas yang sudah lebih dulu pergi.


julius: baginda, saya tidak bisa berjanji.. apakah kemungkinan serangan kita bisa membalikkan keadaan, atau malah sebaliknya.


baginda raja: apa maksudmu, julius?


julius: ya . secara tidak langsung, kita telah mengganggu ketenangan macan yang sedang tidur. tidak perlu saya jelaskanpun, secara detail anda juga pasti sudah mengerti dengan apa yang saya maksud bukan..!


raja yang terlihat senang tiba-tiba saja langsung terdiam, dan beberapa saat kemudian, riak wajahnya yang semula tenang, kini berubah menjadi muram.


baginda raja: aku sudah bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi julius. tapi aku harap, semoga ini bisa menjadi peringatan untuk...


tok.. tok... tok.. baginda.. baginda raja..!


terdengan seorang prajurid berlari tergesa-gesa mengetuk pintu kamar raja dengan sangat kasarnya, julius langsung menjentikkan jarinya, dan pintupun terbuka dengan lebar.


baginda raja: hah.. ada apa sampai kau berisik sekali, sangat menggangu telingaku?


prajurit: haah.. haah.. m.. maafkan s..saya baginda.. d..di..


baginda raja: di..di..di apa? cepat katakan yang jelas.


bentak sang raja, yang membuat siprajurit bergetar ketakutan, julius yang tiba-tiba merasakan sesuatu.


julius: apa.. tidak mungkin, aura ini.


julius yang menyadari kepanikan sang prajurit tersebut, juga ikut merasakan hal yang sama, wajahnya yang tadinya selalu tampak tenang. kini berubah menjadi pucat, keringat dingin mengucur membuat mimik wajahnya sedikit mengerutkan dahi, sambil menggertakan gigi. raja yang menyadari perubahan sikap julius, langsung melemparkan pertanyaan..!


baginda raja: 'hem ada apa dengannya..! tidak biasanya dia membuat mimik wajah seperti itu..!' julius apa yang terjadi.. katakan ada apa?


julius: b..baginda.. s.. sepertinya k..kita dalam masalah besar.


baginda raja: hmm.. katakan dengan jelas, ada apa julius, kenapa kau jadi terlihat panik seperti prajurit ini?


lukas, arlo, dan zora yang sedang dalam perjalanan ketempat raja, juga ikut merasakan apa yang dirasakan julius.


arlo: deg.. i..ini..


zora: ya.. bahkan a..aku t..tidak bisa menggerakkan tubuhku.


lukas: ti..tidak mungkin, i..ini.. deg.. deg.. deg.. deg..


ketiganya berubah menjadi kaku tidak berdaya, wajah ketiganyapun menjadi semakin pucat sampai berkeringat dingin.


lukas: 'perasan apa ini..!'


julius: bwushhh.. baginda, kita harus segera pergi sekarang.


julius berubah tempat dalam sekejap, dan sudah berada dihadapan sang raja.. ia berdiri seperti sedang bersiap menghadang musuh.


Baginda raja: katakan yang sebenarnya.. ada apa julius? mengapa kau terlihat panik seperti itu..!


julius: saya tidak punya waktu menjelaskannya sekarang, akan saya katakan nanti, untuk sekarang ayo kita pergi dulu. "bwushhhh"


juliuspun langsung menghilang bersama baginda raja. sementara dilorong istana, suara hentakan langkah kaki, yang bergema diseluruh area ruangan.


"tap... tap... tap..."


zora: 'sialan, siapa yang datang? aku bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhku samasekali.'


suara langkah kaki terus mendekat begema disetiap lorong, suasana sunyi jadi terasa semakin mencengkam. lukas, arlo, dan zora yang mendengarnyapun juga merasakan panik dan berkeringat dingin, seakan jantung mereka ingin melompat keluar.


arlo: sial, kenapa aku tidak bisa bergerak?

__ADS_1


__ADS_2