
Keesokan harinya.. Di kastil negara MAGANIKA, Ravella yang tidak ingin melepaskan pelukan Ayahnya, terus menempel pada Sang Ayah. ia seolah sangat takut kehilangan, setelah mengalami kejadian sewaktu berada di Alam Langit.
Namun di satu sisi.. Lannox sangat senang melihat Putrinya hari ini begitu manja padanya.. Ia pun terus memeluknya sambil menggendongnya. Ia juga mengeloni Putrinya yang tampak sudah mengantuk.
Ia membelai punggung Puntri kecilnya itu, sambil tersenyum lembut ia mengecup pipi Putrinya dengan sangat gemasnya. Layaknya orang tua pada umumnya.
Ia merasa sangat bahagia, karena Putrinya telah kembali dan tidak ingin jauh darinya. Begitupun dengan Zion, yang terus mendampingi kedua Ayah dan Anak itu. Tiba-tiba Dalam diam Zion berbicara dengan Sang Master melalui pikiran.
'Tumben sekali kau terus tersenyum sejak tadi Nak? Apa kau sudah gila? heh..' ujar Zion, berbicara sambil mendengus kesal.
Namun jauh di dalam lubuk hati Zion.. Ia sudah tahu jika Masternya merasa sangat bahagia, dikarenakan perubahan sikap Putrinya yang tiba-tiba.
'Tentu saja aku sangat senang, karena setelah kembalinya Putriku! Tiba-tiba saja ia berubah menjadi sangat manja padaku. Ini belum pernah terjadi sebelumnya! Biasanya aku yang selalu mulai lebih dulu untuk mendekatkan diri padanya.
Namun kali ini berbeda..! dan aku sangat senang dengan perubahan sikap Putriku yang seperti ini Zion. Meski aku sendiri tidak tahu alasannya kenapa?' ujar Duke, tersenyum lembut sambil memeluk Putrinya dengan penuh kasih sayang.
'Ya, aku berpikir juga begitu! Tapi Nak, ini sangat aneh. sebenarnya aku sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi pada Putrimu!!'
Lannox yang sedang duduk bersandar di sofa sambil memeluk erat Putrinya.. Mendengar perkataan Zion barusan. Ekspresinya Langsung berubah mengkerut.
'Apa maksudmu?' tatapannya menyipit menuntut jawaban.
Zion mengalihkan pandangannya keluar jendela, dan Ia terdiam sejenak. Setelahnya ia menarik nafas pelan, dan kembali berujar.
'Haah... Apa kau lupa, sekembalinya ia kemarin, Putrimu terlihat sangat ketakutan, Tubuhnya juga gemetaran seolah ia telah mengalami sesuatu yang mengerikan!!
Bahkan ia menolak untuk menjawab pertanyaanmu, dan langsung memelukmu tanpa mengatakan apapun. Aku sangat yakin, pasti telah terjadi sesuatu padanya!
Jika tidak.. Mana mungkin sampai ia bereaksi seperti itu kemarin. Dan, kita harus menanyakan masalah ini kepada Kakek Garda, Karena ia pergi dan menghilang bersama Pak Tua itu!
Dan lebih anehnya lagi.. Ia hanya kembali sendiri tanpa di dampingi Pria Tua itu! Sejujurnya, aku benar-benar penasaran dengan apa yang telah mereka alami..!?' ujar Zion berbicara sambil menatap serius pada Lannox.
Tak lama setelah mendengar apa yang di katakan Zion, Lannox terdiam dan mengalihkan pandangannya kelantai.
'Zion benar! Aku sengaja tidak menanyakan masalah itu, setelah melihat reaksi Putriku yang menolak untuk bercerita dengan tubuh gemetar seolah ia sedang ketakutan.
Jika begitu aku akan menunggu sampai ia sendiri yang mau bercerita padaku, Aku tidak akan memaksanya lagi, jika ia tidak menginginkannya..!' gumamnya dalam hati.
Lannox mengecup penuh sayang kepala Putrinya, yang sedang tertidur nyenyak dalam pelukannya. Ravella tertidur sambil merangkul leher Sang Ayah.
__ADS_1
Seolah ia takut kehilangan sosok Sang ayah, Lannox menepuk pelan punggung Putrinya. Lalu kembali Bergumam Pada Zion.
'Aku tahu, tapi kali ini aku tidak akan memaksanya.. Aku akan menunggu sampai ia sendiri yang mau memulai bicara padaku.'
Mendengar apa yang di katakan Duke padanya, Zion pun mengangguk setuju. Dan ia tidak menanyakannya lagi mengenai rasa penasarannya tersebut.
***
Sedangkan Para Spirit yang telah kembali ke Kastil, melihat perubahan sikap Dari Sang Master yang tampak aneh! Mereka kembali mengurung niat mereka untuk menyapa Sang Master.
(Flashback) saat mereka tiba di kantor Duke, tampak di balkon Lannox sedang memeluk hangat Putrinya.. Sambil mengusap punggung Putrinya. Sedangkan Zion terus mengawasi keduanya dalam diam.
Para Spirit berada dalam kantor, namun mereka menyembunyikan kehadiran mereka. Setelah melihat reaksi dari sikap Ravella yang tampak sedih.
Melihat itu Roya pun bergumam sambil menyenggol lengan Jura, dengan Sikunya. 'Hei.. Apa yang terjadi pada Dewi? Mengapa ia tampak sedih, dan sepertinya beliau sedang menangis..!'
Jura yang tak kalah heran pun, bereaksi sama seperti teman-temannya.. Ia hanya bisa terdiam memperhatikan dari dalam ruangan kantor Duke.
'Apa kalian tidak merasa aneh? Beliau bukannya terlihat marah! Malah sebaliknya.. Ia sedang menahan kesedihannya.. Dan mencoba bersikap setenang munkin.' timpal Zaku.
'Benar, ada yang aneh Pada Master kita!! Sebenarnya apa yang telah terjadi pada beliau..? Dan dimana Pak Tua Garda??' sambung Gira, sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Garda di dalam Kantor.
'Sial.. Ini semakin membingungkan!! Kalau begini, kita harus meminta pertanggungjawaban pada Pak Tua itu. Karena telah berani membuat Dewi kecil kita bersedih..!' ujar Tama, yang tampak sangat kesal.
Jura yang sejak tadi hanya diam menyimak pembicaraan teman-temannya itu, sambil bersedekap tangan memperhatikan Sang Master. Namun, di balik sikapnya yang tampak tenang dan berwibawa.
Jura sedang menyimpan banyak pertanyaan di benaknya..! Hanya saja, ia mengurungkan niatnya untuk bicara. Melihat bagaimana sikap teman-temannya itu!
Ia tidak ingin menambah pikiran temannya.. Dan mencoba mencerna apa yang terjadi pada Dewinya.
'Ada yang tidak beres, sebenarnya.. seberapa banyak yang telah kami lewatkan!! Spirit macam apa kami ini..? Sampai tidak tahu apa yang terjadi pada Master kami Sendiri..?!!
Haah.. Wahai Paduka, apa sebenarnya yang telah terjadi pada Dewi kecil kami. Sehingga ia kelihatan sangat sedih dan murung begitu?
Namun karena tidak ingin membuat Ayahnya dan yang lain khawatir, ia berusaha menahan air mata kesedihanya itu. Dan mencoba bersikap tenang seolah tidak terjadi apapun padanya.
Tapi.. Entah kenapa? aku sangat yakin, jika si bocah Lannox dan Zion. Saat ini.. Juga bisa merasakan keanehan pada Putrinya, seperti yang kami rasakan sekarang!?' gumam Jura dalam hati.
(Kembali ke masa kini.) 'Sepertinya.. Beliau masih tidak ingin di ganggu oleh siapapun selain Ayahnya?' gumam Tama sambil bersandar pada dinding kamar Duke.
__ADS_1
'Kita tunggu saja sampai kondisi beliau benar-benar tenang, dan mau berbicara pada kita.' ujar Jura bijak.
Tama kembali mengalihkan pandangannya pada Sang Dewi kesayangannya itu! Sedangkan yang lain, mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Jura.
Dan mereka pun terdiam mengawasi Putri Ravella dalam diam, tapa ada yang tahu kehadiran mereka di dalam Kamar Duke.
Bahkan Zion pun tidak bisa merasakan kehadiran Keenam Spirit.. Zion yang sangat menyayangi Ravella, tampak tidak ingin beranjak kemanapun.
Ia terus memperhatikan Dewi kecil yang sedang tertidur di samping Masternya itu.. Tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun.
Sedangkan Duke, ia tidak ingin melakukan apapun selain menghabiskan momen berharga bersama Putri kesayangannya itu!
Ia menyerahkan seluruh pekerjaannya di kantor kepada Emilio, Emilio tampak menikmati pemandangan tersebut, sekaligus merasa senang melihat perubahan sikap Sang Duke yang sangat begitu menyayangi Putrinya itu.
Ia malah menganjurkan dan menasehati Duke, agar menghabiskan banyak waktu berharga bersama Putri semata wayangnya itu. Karena ia sangat tahu, waktu seperti ini tidak akan bisa terulang lagi kedepannya.
Karena ketika Sang Putri menjadi dewasa.. Ia tidak akan punya waktu lagi untuk bermanja seperti sekarang.
Dan perkataan dari Kepala Pelayan yang sangat ia percayai itu.. Terus terngiang-ngiang di dikepalanya!
'Nasehat yang di berikan oleh Emilio ada benarnya. Selama ini aku telah banyak membuang waktu berhargaku, bersama Putriku.
Dan itu memang benar, aku telah mengalaminya langsung. bahkan aku tidak bisa mengulangi waktu yang telah berlalu.
Aku telah kehilangan banyak momen berharga saat ia masih bayi, momen dimana ia begitu lucu-lucunya..! Dan aku tidak bisa melihat bagaimana ia bisa tumbuh! tanpa adanya perhatian dariku.
Kecuali hanya seorang pengasuh yang selalu setia menemani dan selalu berada disisinya. Haah.. Aku sangat berterima kasih pada Reni yang telah merawatnya dengan sangat baik.
Sehingga ia bisa tumbuh menjadi Putri yang sangat cantik dan aku banggakan, kalau begitu.. Aku juga harus menaikkan gaji Reni, sekambalinya kemansion nanti.' pikirnya.
Tak terasa ada yang jatuh membasahi kedua pipinya.. Menyadari ada air mata membasahai wajah mulusnya.
Lannox segera menghapusnya dengan punggung tangannya.. Dan kembali mengecup Putrinya.
***
Sementara itu.. Tanpa sepengetahuan dari siapapun. keberadaan para sosok Gaib, utusan dari sang Dewa sedang berjaga untuk melindungi keberadaan Sang Dewi.
Damu dan para pasukannya, berjaga di Langit kastil. Bahkan kehadiran mereka tidak bisa di rasakan oleh para Spirit.
__ADS_1
Akan tetapi.. jauh di dalam pikirannya, Banyak pertanyaan yang ingin ia utarakan pada Dewa Zando. Namun ia mengurungkan niatnya itu.. Di karenakan ia tidak berani menanyakannya.
'Sebenarnya.. Musuh seperti apa yang akan kami hadapi??' gumam Damu penasaran.