
setelah melakukan perundingan diruang rapat, para bangsawan telah mengambil keputusan.
(duke rovel) "baiklah tuan lukas, setelah kami berunding bersama, mulai besok kami akan pergi kenegara sekutu dan meminta bantuan."
(baron aisher) "lantas, bagaimana jika baginda tidak menyetujui keputusan ini..? apa anda akan bertanggung jawab dengan keputusan anda, tuan lukas? karena kami tidak ingin mengambil resiko jika terjadi sesuatu."
(lukas) "soal itu kalian tidak usah khawatir, mengenai baginda raja biarkan kami yang mengurusnya."
(arlo) "ya.. kalian tidak perlu khawatir, ini adalah keputusan kita bersama. bukankah anda sekalian juga mau melakukannya karena demi negara ini bukan!"
(Marquess Dozer) "setelah memperhitungkan semuanya, tentu saja kami akan melakukannya, namun sebagai jaminan atas pihak sekutu, mereka pasti akan meminta bayaran besar bukan. karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepannya, ini hanya contoh. jika kemungkinan kita menang adalah lapan puluh persen, kita bisa memberi jaminan yang sesuai untuk para militer bayaran atau penyihir bayaran. namun, jika kemungkinan terjadi kekalahan bukankah selain mengalami kerugian besar, kita juga harus membayar kompensasi besar kepada mereka. ini hanya contoh, karena kita tidak bisa memprediksi masa depan. jadi bukankah kita harus mempersiapkan kemungkinan yang akan terjadi..!"
(zora) "hmm.. pendapat anda ada benarnya juga tuan marquess dozer."
zora memegang dagunya, dan melihat kearah arlo dan lukas.
(Baron aisher) " bagaimana jika kita menyewa prajurit bayaran dari sebuah guild? bukankah kita tidak perlu menanggung kerugian besar! seperti yang dikatakan marquess dozer?"
(lukas) "apa maksud anda tuan baron?"
(baron aisher) "ini hanyalah saran, jika kita menyewa prajurit militer dari negara sekutu, otomatis kita akan menanggung kerugian besar, selain membayar mahal kita juga harus membayar kompensasi bukankah begitu. namun lain ceritanya jika kita menyewa prajurid bayaran dari sebuah guild! mungkin kita memang akan membayar mahal, tapi kita tidak perlu menanggung kompensasi atas cedera yang dialami ataupun kehilangan nyawa. bukankah itu lebih menguntungkan bagi pihak kita, tuan lukas?"
(arlo) "aku setuju dengan saranmu tuan baron, bagaimana dengan anda semua?"
para bagsawan saling melirik sesama mereka.
(lukas) "baiklah aku setuju dengan pendapatmu, tuan baron. bagaimana denganmu zora?"
(zora) "aku juga sangat setuju dengan tuan baron aisher."
lukas, arlo dan zora melihat kearah para bangsawan.
(duke rovel) "kami juga setuju dengan saran yang diajukan baron aisher."
(Lukas) "baiklah karena semuanya sudah setuju, tugas ini diserahkan sepenuhnya kepada tuan baron aisher. aku memberimu waktu tiga hari, jika dalam tiga hari anda tidak membawa kabar! saya anggap anda telah gagal tuan baron."
(Baron Aisher) " baik saya akan melakukannya, sekarang juga, saya akan berusaha secepatnya mungkin untuk memberikan kabar baik, saya undur diri dulu."
(lukas) "untuk menghindari kemungkinan yang terjadi, kalau-kalau baron aisher gagal! tetap jalankan rencana awal untuk berjaga-jaga."
(marquess dozer) " lalu bagaimana jika tuan baron berhasil?"
(Lukas) "maka kita akan membatalkan rencana awal, baiklah dengan ini rapat ditutup."
setelah semuanya selesai dan meninggalkan ruang rapat, arlo, zora dan lukas tinggal bertiga.
(zora) "tinggal memikirkan bagaimana caranya membuat alasan kepada baginda raja!"
(arlo) "ya apa yang akan kau katakan kepada baginda raja lukas? bagaimana jika beliau tidak setuju dengan cara ini..!"
lukas diam merenung dan beralih menghampiri jendela ia bersedekap tangan dan menyandarkan tubuhnya pada bingkai jendela.
(lukas) "hmm.. itu urusan gampang, kita akan menggunakan cara itu saja."
arlo dan zora terkejut mendengar jawaban yang diberikan lukas, melihat senyuman miringnya mereka saling menoleh.
(arlo) "jangan bilang maksudmu?".
(zora) "selama itu demi kepentingan negara, aku akan menyetujuinya."
ditempat kediaman sang duke, zion dan para spirit lainnya.
(garda) "aku sering melihat perbuatan para peri yang secara sembunyi-sembunyi menjaga anak itu.
saat garda sedang duduk bersandar dipohon dengan satu tangannya yang ditekuk diatas lutut, dan menyamarkan keberadaannya agar tidak terlihat oleh siapapun, tanpa sepengetahuan dari para peri dan gapi, garda terus mengamati kegiatan para peri selama ia berada dihutan.
(flashback) 'apa yang sedang mereka lakukan, disaat anak itu tertidur.'
__ADS_1
gapi yang sedang tertidur tidak menyadari keberadaan para peri yang mengitarinya, dan sambil tertawa terkadang mereka berbincang sesama mereka. garda yang terus mengawasi.. akhirnya mendengar pembicaraan para peri.
(serin) "hei.. apa yang akan kita katakan padanya, kalau sebenarnya beliau adalah seorang raja?'
(beni) "ya, bukankah para tetua pernah meramalkan tentang kedatangan sang raja merah? dia akan menguasai seluruh daratan hutan benua, namun kelahirannya tergantung pada siapa ia dibesarkan..!"
(loli) "apa maksudmu? jujur saja aku memang pernah dengar isu ramalan tersebut, namun sekadar itu saja.. tapi aku tidak mendengar secara ditail saat ibuku menceritakan tentang ramalan itu, siapa tau ramalan itu hanyalah dongeng yang dibuat para tetua untuk menakuti anak-anak."
(roxy) "dasar anak bodoh! ini bukan sekadar isu belaka seperti yang kau bayangkan."
(loli) "apa maksudmu?"
(ramis) "makanya jika orang tua bercerita dengarkan sampai habis, biar tidak terjadi salah paham, dasar kau ini anak nakal. aku juga suka mendengar cerita tentang ramalan sang raja merah, dimana dikatakan jika kelahirannya dibesarkan ditangan orang jahat, maka ia akan berakhir menjadi sebuah petaka dan akan mendatangkan bencana besar yang akan menghancurkan dunia. akan tetapi, jika ia dibesarkan ditangan orang yang pantas! maka kelahirannya akan membawa berkah keseluruh negeri yang ia tinggali, dan dia akan menjadi raja terhebat yang pernah ada. dan akan menjadi penguasa terakhir yang kelak akan diangkat menjadi dewa. dan jika beruntung! lima diantara kaum peri yang terpilih akan tumbuh bersamanya dan memberinya berkat serta melindunginya dari orang yang berniat jahat."
(loli) "hei..! apa kau yakin dengan ramalan itu? apa kedengarannya tidak terlalu berlebihan hah? hanya untuk seekor naga biasa sepertinya. dilihat darimanapun, dia terlihat biasa saja tidak ada yang istimewa darinya??"
(serin) "apa kau berpikir seperti itu juga...! haha ternyata kita sama, ya.. aku tidak menuduh para tetua berbohong! tapi disatu sisi aku juga mempercayainya. hanya saja, apa kita tidak salah memilihnya? bukankah masih ada keturunan naga merah yang lainya!"
(beni) "hem.. entahlah dan lagi belum tentu juga kita termasuk orang yang terpilih itukan! aku rasa kebetulan saja kita bertemu dengannya, dan secara tidak sengaja ciri-cirinya mirip seperti ramalan tersebut."
(roxy) "ya.. aku rasa kita memang bukan orang yang terpilih, tapi setidaknya, kenapa kita tidak coba saja ikuti perkembangan anak ini, walaupun dia bukan sang raja sebenarnya tapi dia terlihat cukup menarik bukan."
(ramis) "benar sekali.. walaupun kita bukan yang terpilih tapi entah kenapa..! aku sangat yakin jika dia adalah sang raja dalam ramalan."
(roxy) "ya sudah jika begitu kita ikuti saja perkembangannya. apa kalian setuju?"
(serin) "ya sudah kalau begitu, kita coba saja."
(loli) "ya aku ikut saja."
(garda) 'hem.. ini terdengar menarik sekali, jika benar seperti yang anak-anak ini katakan, dia pantas menjadi peliharaan dewi.' "(flashback berakhir)"
"semenjak saat itu, aku sering mendatangi hutan untuk memantau perkembangan anak-anak ini, dan untuk memastikan kebenaranya."
(zion) "jika kakek sudah mengetahuinya sedari awal kenapa tidak memberitahukannya padaku."
(zaku) "bwusshhh..... maaf memotong reuni kalian, zion kita tidak punya waktu lagi, jura berpesan padaku! untuk menyuruhmu menyembuhkan anak ini."
(zion) "kakek? gapi..! astaga apa yang telah terjadi kepadanya?"
(saga) "kita tidak punya waktu untuk menjelaskannya sekarang, cepatlah sebelum terlambat."
(zion) "baik akan kulakukan."
...****************...
ditempat lannox berada, mereka semakin dekat dengan dua penyihir namun kehadirannya tercium oleh kedua penyihir.
"hei doja, apa kau merasakan sesuatu yang mendekat?"
"apa maksudmu ban?"
"aku sudah membuat tanda sejauh lima puluh meter, jadi aku tau jika ada musuh yang memasuki batas yang kubuat."
"benarkah! sejak kapan kau membuatnya ban?"
"kemarin tiba-tiba saja aku terpikir untuk membuatnya, untuk berjaga-jaga, dan ternyata itu tidak sia-sia Sekarang. bersiap-siaplah, kita tidak boleh tertangkap sebelum misi ini selesai."
"baik"
(damu) 'hah.. ternyata kehadiran kita ketauan'
(lannox) 'apa maksudmu? kalau bicara yang jelas!'
(damu) 'kedua penyihir sepertinya sedang berwaspada terhadap kita, ternyata mereka tidak tidur?'
(lannox) 'apa! lalu bagaimana bisa, dasar bodoh, seharusnya kau membuat mereka tertidur!'
__ADS_1
(damu) 'jangan banyak bicara, ayo kita buat mereka keluar dari persembunyiannya, aku tidak suka bertele-tele.'
(lannox) 'aku sepemikiran denganmu, lebih cepat lebih baik. cepat buat mereka keluar.'
damu menjentikkan jari, dalam sekejap kedua penyihir sudah berada didepan mereka.
(doja) "ba.. bagaimana bisa kita sudah ada disini..? bukankah tadi kita sedang bersembunyi..!"
doja melihat kearah ban, dan berbisik pelan pada doja.
(ban) "doja, ingstingku mengatakan dia bukan orang sembarangan?"
(doja) "apa maksudmu ban?"
(ban) "sebaiknya cepat kita kabur, percuma saja melawan dia. aku merasakan aura teman-teman kita yang lain disekitarnya."
(doja) "apa jangan-jangan! dia telah menangkap yang lainnya?"
(ban) "bisa jadi, pokonya aku hitung sampai tiga, kita cepat tinggalkan tempat ini."
(doja) "baiklah"
(lannox) "jadi kalian masih berjaga-jaga ya..! hem.. itu bagus, aku sudah lama tidak pemanasan, jadi kuharap kalian tidak mengecewakanku."
damu menjentikkan jarinya, keluuar tanaman aneh yang merambat dan menjalar kearah kedua penyihir.
"satu...."
tanaman itu semakin mendekati.
"dua...."
semakin mendekat dan langsung ingin melilit keduanya.
"tiga.. sekarang doja."
"shiiiuuuu... wusssshh" muncul portal bewarna ungu gelap, dengan sigap keduanya berlari. saat damu akan menjentikkan jarinya, portal sudah tertutup.
(damu) "cih mereka berhasil kabur."
(lannox) "apa.. kalau begitu cepat ke..."
tiba-tiba waktu berhenti damu tidak bisa bergerak, begitupun lannox yang sedang tidak menguasai tubuhnya.
tidak hanya lannox dan damu. namun, zion garda dan spirit lainnya juga ikut menjadi kaku, waktu telah membekukan semuanya. bahkan dikota vala, waktu juga ikut berhenti. begitupun dibenua barat dan selatan. bahkan pria yang sedang berlari ketakutan karena sudah berada dihujung kematiannya, jura bak malaikat maut yang sudah bersiap mencabut nyawanya.
"hentikan seranganmu jura."
"suara siapa itu?"
jura melihat kesekitar, tak ada satupun orang yang terlihat.
"siapa yang telah berani berbicara kepadaku? tunjukkan wujudmu yang sebenarnya!"
"hem, apa begitu caramu menyambutku yang telah membangkitkan kekuatanmu. wahai pilar ketujuhku!"
jura melihatnya dengan takjub.
(jura) 'si..siapa, sosok sempurna yang ada dihadapanku ini..?'
dilihatnya pria yang sedang berlari berhenti kaku secara tiba-tiba.
(jura) 'apa-apaan ini.. apa waktu telah berhenti? siapa pria dengan wajah rupawan yang sempurna ini, rambut hitam kelam terurai panjang seperti malam, sutra emas yang mencolok ditubuhnya, mata emas itu memancarkan keindahan yang sangat dingin dan juga tajam secara bersamaan, seakan bisa membius siapa saja yang menatapnya.' jura yang tidak bisa bergerak sejak tadi, tidak bisa berbuat apa-apa, dia mencoba bertanya pada sosok yang ada dihadapannya "si..siapa anda?"
"aku adalah orang yang telah membangkitkan kekuatanmu, sekaligus spirit dari dewimu."
pria itu berdiri tenang sambil tersenyum tipis, dengan satu tangannya yang dilipat kebelakang.
__ADS_1
"apa maksudnya anda adalah kaisar zando..? i..itu, ti..tidak mungkin, beliau bahkan tidak pernah menunjukan wujud manusianya kepada siapapun, termasuk aku. cepat katakan siapa kau sebenarnya?"