
Keduanya pun sangat gesit melawan musuh yang tidak di kenali itu! Dua Pria bertubuh besar dan kekar. Menggunakan sihir aneh! Mereka tidak hanya kuat.. Tapi juga gesit dan lincah.
Tidak satu pun serangan dari Saga, dan Gira. Bisa melukai keduanya.. Kedua musih yang mengenakan jubah abu tua tersebut, salah satu dari mereka merapalkan mantranya.
Sedangkan satu lagi.. Melawan Saga lewat pertarungan jarak dekat. Gira agak kesal melihat lawannya itu tidak bisa di ajak bertarung jarak dekat! Ia selalu menghindar ketika Gira menghadapinya dan menyerang.
"Sial, sampai kapan kau terus menghindar dasar pengecut?" pekiknya pada Pria tersebut, dengan sangat kesal.
Mendengar teriakan temannya itu.. Saga menyeringai dan bertelepati padanya!
'Heh.. Sepertinya lawanmu cukup merepotkan ya?' ujarnya sambil bertarung melawan musuh tangguh dihadapannya.
'Masalahnya dia selalu saja menghindar, dan ketika aku menyerang.. Dia tiba-tiba merapalkan mantra aneh.' ujarnya kepada Saga.
'Berarti dia seorang penyihir! Berhati-hatilah dengan sekitarmu! Menurut pengalamanku, dia sedang mengamatimu. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu yang tidak kau sadari..!'
'Sial, inilah kenapa aku tidak menyukai penyihir. Seharusnya ini jadi bagian Tama.. Tapi anak itu masih bersemedi di...'
Tak lama saat mereka sedang bertelepati.. Seseorang yang mereka bicarakan datang menyela pembicaraan mereka.
'Khi.. Khi.. Khi.. Apa kalian sedang membicarakanku!!' Ujar Tama yang langsung muncul, dan berdiri di samping Gira.
Keduanya terkejut saat melihat sosok kehadiran temannya itu, tiba-tiba muncul dan berbicara dengan mereka.
'Kau... Bukankah kau sedang bersemedi? Bagaimana bisa kau ada disini??' ujar Saga yang terkejut, tapi juga senang.
Tama menghampiri Gira, lalu menepuk pundak temannya itu! Sedangkan jarak Saga berada sedikit jauh dari keduanya.
'Heeh, kami sudah selesai dengan semedi kami, Dan untungnya kami berakhir dengan seri.. Jadi tidak ada yang menang. Sedangkan Pak Tua sialan, sudah menghilang lebih dulu! dan hanya meninggalkan klonya saja untuk mengawasi kami.
Tapi.. Meski hanya seoran tiruan, dia berjaga dengan setia menunggu sampai kami selesai, dan menilai kami dengan adil hehe.' ujar Tama tertawa pelan.
Tama melihat kearah musuhnya sambil bersedekap tangan.
'Hem.. Pantas saja sejak tadi aku merasa bersemangat ingin keluar, ternyata kalian hanya menikmati sendiri keseruan ini, tanpa adanya kami ya..!' ujar Tama sambil melihat kearah musuh.
'Heh.. Kebetulan sekali kau datang Saudaraku, karena musuh kita seorang penyihir pengecut, yang sejak tadi hanya menghindar, dan mengamati."
Tama menyeringai.. Tampak gigi putih yang sedikit runcing muncul dari kedua celah bibirnya.
__ADS_1
'Oh, aku lupa bilang.. Tidak hanya aku yang datang kemari.. tapi kedua Saudara kita juga ada di sini lo..' gumamnya berseringai.
'Oh benarkah! Baguslah, lalu.. dimana mereka?' tanya Gira, yang sedang fokus memperhatikan musuh mereka, yang sejak tadi hanya diam berdiri memperhatikan mereka dari ketinggian udara, dengan jarak yang agak jauh.'
Heh.. Kalau begitu, ayo kita lawan, musuh kita sepertinya sangat kuat. Tapi sebelum itu.. Aku ingin kau memancingnya kehutan bawah. Karena ada yang ingin aku cari tahu darinya Hiii...!' ujar Tama sambil memegang Dagunya.
'Baiklah! Serahkan padaku!' ujar Gira, ia pun langsung melompat menyerang musuhnya dengan brutal, ia mengeluarkan tombak es miliknya memutarnya dengan cepat dan laju, dan langsung memukul kearah sasaran, tanpa musuh sempat mengelak.
'Ada apa dengannya.. Sejak kehadiran temannya itu, ia jadi bersemangat sekali! Apa yang telah temannya katakan padanya?' ujar Pria berjubah Abu Tua tersebut, sambil menangkis serangan dari lawanya Yang datang bertubi-tubi.
"Sialan kemana pikiranmu hah.. Cepat lawan aku dasar pengecut, rasakan ini." ujar Gira yang tampak kesal, melihat lawannya sedang tidak fokus.
Muncul tumpukan seribu jarum yang terbuat dari Es, berjejer di udara mengarah ke Pria tersebut. Gira menahan tangannya.. Lalu mengayunkan mengarah pada Pria tersebut.
"Swusss.. Swusss.. Swusss..."
'Sial.. Dia tidak memberiku celah untuk menghindar..' ujar Pria Penyihir itu.
Tama yang melihat kesempatan itu dengan cepat merapalkan mantranya..
'Pukulan Bagus Kawan, buat dia terdesak.. Dan aku akan melakukan bagianku sekaran.' ujarnya.
'Itu sudah lebih dari cukup.' ujarnya sambil merapalkan mantra.
***
Di tempat Saga.. Roya Dan Zaku langsung muncul melihatnya sedang bertarung. Melihat itu, tampak tawa kesenangan dari keduanya, saat melihat pertarungan sengit antara Saga dengan Pria bertubuh besar dan kekar itu. Dengan rambut ikal hitam, panjang sepunggungnya.
Saga.. Bertarung dengan lincah, Pria yang mengenakan pakaian serba hitam itu menendang dan memukul lawan bertubuh besar, bertubi-tubi tanpa henti. Dan Pria yang tampak seimbang, mengeluarkan sesuatu ditangannya..
Lalu ia menyerang kearah Saga.. Saga dengan sigap menghindar, dan sudah ada dibelakang Pria tersebut, dan menendangnya dengan lutut kearah kepala.
Pria itu yang juga tak kalah gesit, menangkis dengan mudahnya dengan sikunya.. Dan balas menyerang dengan tangan satunya lagi. Lalu kakinya juga bergerak cepat menendang Saga.. Tampak di telapak kakinya muncul bola energi, dan hampir mengenai Saga.
Saga menghindar.. Dan berhenti sejenak.
'hehe.. Dia sangat tangguh! Saga.. Kau curang menikmatinya sendiri, berikan kesempatan bertarung pada kami juga.. Kami pun ingin bermain sepertimu.' ujar Zaku, si pria berambut Putih yang dikuncir setengah kepala. Sementara setengahnya lagi dibiarkan tergerai rapi.
'Cih, kalian pikir aku sedang bermain!! Heh.. setelah lama bersemedi, kalian juga pasti sudah gatal ingin bertarung bukan! Baiklah, aku akan memberi kalian kesempatan, tapi sebaiknya berhati-hati. Meski dia bertubuh besar.. Tapi dia sangat lincah dan gesit.' ujarnya memperingatkan.
__ADS_1
'Heh.. Serahkan itu pada kami, kau istirahat saja dulu.' ujar Zaku dengan seringai, yang langsung maju menantang musuh.
Pria berambut Putih dan berpakaian serba Putih.. Langsung melompat maju menyerang musuhnya.. Sedangkan Roya masih berdiri di samping Saga, untuk mengamati.
'Dari tadi dia tampak belum serius bertarung, dia seperti sedang bermain-main denganmu saja.' ujar Roya sambil bersedekap tangan.
'Benar... Makanya aku terus mendesaknya agar serius, bertarung denganku. Tapi ia tampak masih belum ingin serius.' ujarnya pada Roya.
Zaku.. Si Pria yang mudah emosi, yang pintar memprovokasi lawannya itu.. akhirnya mengeluarkan kata-kata kasar.
'Hei sialan berbadan besar tapi sebenarnya otak kosong, kemari kau lawan aku dengan serius. Jangan hanya badanmu saja yang di besarkan, kau jadi tampak jelek seperti bongkahan batu di sungai...' Ucap Zakutanpa beban, Ia memprovokasi lawannya.. Lalu menyerang dengan gesit.
Mata Pria itu meyipit mendengar mulut kasar Zaku.. Sedikit terpancing ia pun melompat dengan cepat, dan langsung menghetakkan kedua tinjunya, untuk menghancurkan kepala Zaku.
Zaku mengeluarkan tameng Aura, untuk membentengi dirinya. Pukulan pria tersebut gagal mengarah padanya, dan ia terpental. Zaku mengambil kesempatan itu.. Dalam sekejap melayangkan pukulannya pada Pria tersebut.
Sedangkan kedua temannya itu geleng-geleng kepala melihat tingkah Zaku, Roya sampai memegang kepalanya melihat tingkah temannya itu.
'Dasar si bocah Temperamen itu, mulutnya terlalu ringan kalau mengeluarkan kata-kata kasar.'
'Heheh.. Yah, Anak itu memang mudah emosi dan kasar. Tapi menurutku, ada bagusnya juga Zaku melakukan itu.. Lihatlah Pria berbadan besar itu mulai terpancing dengan perkataannya.' ujar Saga yang sedang berdiri sambil melipat kedua tangannya mengamati keduanya.
Mendengar perkataan Saga.. Roya kembali melihat sosok temanya itu.
'Heh.. Ternyata ada gunanya juga lidah kasarnya itu! Dasar bocah keras kepala, heh.. jika begini aku juga tidak mau kalah.' ujar Roya bersemangat, dan ikut maju membantu Zaku.
Zaku yang sangat gesit, dengan cepat menghindari serangan Pria tersebut, dan langsung menendang bagian leher Pria tersebut dengan lututnya.
Pria itu dengan cepat menghidar.. Dan balas menyerang dengan tinjunya, menyadari itu, Zaku pun menghilang dan muncul lagi, kali ini dari arah bawah. Ia menendang Kaki Pria itu untuk menjatuhkannya.
Melihat sasaran empuk di kakinya.. Pria itu ingin meninju tubuh Zaku dengan kedua tinjunya. Tapi keinginan itu digagalkan oleh Roya, Roya pun muncul, ia langsung menarik Rambut ikal Pria tersebut dengan kasar, sehingga ia terjungkal kebekang.
Tidak hanya itu.. Tak ingin melewati kesempatan tersebut, Roya langsung menendang kepala Pria yang sedang terjungkal itu dengan keras.
Zaku yang tidak ingin membuang kesempatan yang diberikan temannya.. Langsung menghantam perut Pria itu dengan pukulan tenaga dalam. Saga yang memperhatikan kedua temannya itu.. Bergumam dalam hati.
'Cih.. Meski mereka sering bertengkar dan tampak tidak akur! Tapi di saat sedang bertarung, mereka rekan yang sangat solid dan kompak, Lihatlah betapa sadisnya mereka dengan lawan.'
Pria itu pun merasa terdesak, karena kedua musuhnya tidak memberinya ruang untuk bergerak. Mulutnya pun mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
Sampai jumpa episode selanjutnya!!