AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN KETUA?


__ADS_3

Dihutan larangan.. Gapi mulai membulatkan tekadnya, kali ini.. ia sudah benar-benar serius dengan pilihannya, lebih baik mati dimedan tempur, daripada harus kembali dengan pengecut. Karena ia tidak mau menjadi pencundang, yang akan membuatnya menyesal belakang hari.


Para Serigala, mulai bersiap menyerang. tubuh Para Serigala, mulai mengeluarkan asap hitam, mata mereka menyala terang. Dan tiba-tiba Para Serigala, terkejut, melihat badai Api mendekati mereka. Gapi, yang sudah menyerang lebih dulu, Sekilas mengingat apa yang diajarkan gurunya Jura. Meskipun tidak ada yang tau, secara diam-diam Gapi, selalu berlatih sendirian. Dia, selalu mengingat apa yang telah diajarkan Gurunya. walaupun sekarang Jura, jarang ada waktu untuk mengajarinya, akan tetapi.. Gapi, masih tetap mengingatnya.


'tidak kusangka.. Anak ini, bisa menciptakan badai dari Api. Sangat menarik! Selama ini.. aku hanya melihat badai Angin, tapi baru kali ini aku melihat badai Api secara langsung. cih, pantas saja.. Yang Mulia Raja, mengatakan Bocah ini, mempunyai bakat terpendam dan ingin melatihnya. Padahal dia masih sangat kecil, kalau dilihat dari usianya.. Dia sekitar dua tahunan. Tapi sudah bisa menciptakan sesuatu yang unik di level dua, meskipun masih berada dilevel rendah. Jika dikembangkan lagi, itu akan menjadi sebuah bencana besar yang bisa menghabisi sebuah negara. Hmm.. menarik, kalau begitu! Aku akan memancingnya.. Untuk lebih memastikan, apakah ini sebuah kebetulan! atau memang bakat yang tidak ia sadari??'


"Ketua.. Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita berpura-pura mati, seperti perintah Yang Mulia Raja??" gumam bawahan serigala, sedikit bingung.


"jangan, aku masih punya rencana lain!"


"lantas, apa yang akan kita lakukan sekarang??"


"hmm.. Kita buat dia terdesak, sampai tidak punya pilihan lain, selain memilih kabur, atau mati."


"baiklah, kalau begitu.. saya akan menyerangnya lebih dulu."


"Ya.. Semuanya berpencar."


"baik..!" sahut mereka serentak. "wuusshhh!!!"


Keempat Serigalapun menghilang dari pandangan, setelah Gapi, menyerang mereka dengan Badai Api.. Keempat Serigala langsung menghilang, untuk lebih mudah, Gapi, terbang keudara! Untuk mencari keberadaan Para Serigala yang telah bersembunyi.


"cih, kemana mereka pergi? Aku harus benar-benar memastikan, jika mereka benar-benar terkena seranganku!" ujarnya.. sambil mengibaskan sayap kecilnya keudara.


Gapi, terbang sedikit rendah, untuk mencari keberadaan Para Serigala tersebut, telah bersembunyi menyatu didalam kerimbunan hutan. Para Serigala sudah terbiasa, dalam pertarungan. dan mereka juga sering menjalankan misi penting dari Zion, Dengan penciuman mereka yang tajam, dan ingsting mereka yang sensitif, Zion, selalu mengirim mereka untuk misi berbahaya. serta melacak keberadaan musuh yang sulit dijangkau dengan manusia. Karena itu.. Zion, memilih mereka untuk melatih Gapi, mewakilinya. Sebab keadaan yang mendesak, melawan musuh.


Zion, memang sedikit berbeda.. dengan Jura, dalam hal mengajar. Zion, lebih suka latihan dengan praktek secara langsung, dan mendesak paksa, untuk menggali bakat terdalam seseorang. dan Para Serigala pernah mengalaminya.. Secara langsung, bagaimana kerasnya Zion, dalam melatih mereka.. hingga bisa menjadi seperti sekarang. Berbeda dengan Jura, yang sedikit lembut. Jura, tidak pernah membuat Gapi, sampai terluka kecuali kelelahan yang berulang-ulang.


Tampak keempat serigala, sedang bersembunyi dibalik rindangnya pohon, mereka bisa menyamarkan keberadaan mereka, setiap kali menyentuh sesuatu yang ada di sekitar mereka. jadi Gapi, sulit menemukan keberadaan mereka.


"semuanya.. bersiaplah, bocah itu sudah hampir dekat, Kita akan meyerangnya saat hitungan ketiga."


"baik!!"


"satu.......... "


"dua........... "


Gapi sudah mendekati cabang pohon rimbun, dan keempat Serigala sudah dalam posisi siap.


"tiga.......... Sekarang."


Keempat Serigala langsung melompat, menerkam tubuh Gapi, Gapi tidak sempat menghindar, karena diserang dari keempat arah yang berlawanan secara bersamaan. Tepatnya, ia sedang dikepung dan terdesak. Apalagi, dia tidak punya pengalaman dalam pertarungan. Gapi selalu berakhir menjadi korban. Dan sang ketua Serigala, langsung melompat datang dari arah atas, menimpa tubuh gapi yang terjatuh dan tidak berdaya. Gapi, tidak bisa bergerak karena seluruh tubuhnya telah ditahan, dengan keempat Serigala, dan sekarang.. ditambah beban berat dari tubuh besar ketua serigala. Membuatnya hanya bisa, merintih kesakitan.


"sekarang kau, tidak bisa lagi kabur Nak! Jika ada pesan terakhir.. katakanlah."


'cih, Aku tidak bisa bergerak, jika begini terus.. Aku tidak akan bisa kabur.. Apa kabur..! tidak.. tidak.. Aku tidak.. boleh kabur..! Aku tidak boleh menyerah dan merepotkan paman, berpikir.. berpikirlah.. Apa yang harus aku lakukan sekarang?'


Gapi, memaksa otaknya untuk bekerja disaat genting, melihat kelima serigala bertubuh besar.. Sedang mengelilinginya, dan menatap tajam seperti tertusuk pedang.


'euh benar.. Aku akan mencobanya sekali lagi..'


Melihat tekat dari mata polosnya, tampak semangat untuk hidup. Gapi, menggertakkan giginya.. Sehingga membuat Ketua Serigala mengerutkan keningnya.


'hmm.. mata itu lagi.. itu adalah pancaran semangat untuk hidup, dan penuh tekad. Mari kita lihat, apa yang akan kau lakukan nak!!'


"cih, seperti kataku tadi, aku tidak akan kabur ataupun menyerah, terima ini.. GHWUAAAA.........."


Suara imut Gapi berteriak melengking, mengerahkan seluruh sisa tenaganya.


"apa..." kaget Para Serigala, tak percaya.


Gapi, menyemburkan Api, dari dalam tenggorokannya.. dan, kelima Serigala, dengan cepat lansung menghindar. Setelah Para Serigala menghindar.. Karena tidak menyangka, ia masih mempunyai kekuatan. Gapi, mengambil kesempatan untuk menjauh dari mereka. Dan bersembunyi, untuk memikirkan trik lain.

__ADS_1


'mereka selalu berkelompok, ini sangat menyulitkan bagiku, untuk bisa bergerak bebas. Apalagi mereka sangat kompak, kerja tim mereka sangat bagus.'


"hihihi.. Di sini kau rupanya!"


Ketua serigala muncul tiba-tiba dari belakang Gapi, dan kehadirannya membuat Gapi merinding. tanpa berpikir panjang, Gapi, langsung menyemburkan Api dari mulutnya.


"haah.. GHWAAAA........"


Dalam sekejap, Serigala itu menghilang lagi, dan muncul Serigala lainnya.. langsung menggigit lengan Gapi, Hingga berdarah.


"AAAGGGGHHHHHH........!!!!"


Sangking kesakitannya, Gapi, ia sampai berteriak. Membuat seluruh hewan yang berada dihutan berlari ketakutan.


"euh apa yang terjadi.. Kenapa semua binatang pada berlari ketakutan." pikir Serigala melihat kesekitar, burung-burung berterbangan berserakan diudara. Suara riuh dari para binatang, bergema dilangit. Dan yang terjadi setelahnya.. Kelima Serigala terpelanting jauh, Terkena benturan energi, yang sangat besar.


"Eeeuuuuuuhhhh!!!!!" pekik kelima Serigala, terlempar jauh karena terkena hantaman dari energi tersebut.


Ada yang menabrak dahan pohon, dan ada yang terjatuh tertimpa rindang pohon, bahkan ada yang menghantam batu besar.


"Euh Ketua.. apakah ini kekuatan yang sesungguhnya dari naga kecil tadi?!!


Sang Ketua, bangun dengan tertatih-tatih, mulutnya mengeluarkan darah segar.. sambil memegang dadanya yang kesakitan.


"apa kalian baik-baik saja?"


"ya, kami baik Ketua." ucap mereka bersamaan.


"hah.. Aku juga tidak menyangka, Bocah itu.. Mempunyai kekuatan sebesar ini!!"


"lantas, apa yang akan kita lakukan sekarang? Haruskah kita kembali melaporkannya, kepada Yang Mulia Raja!!!" gumam salah satu anak buah serigala.


"sebaiknya jangan dulu, kita lihat dulu, aku masih penasaran akan sesuatu!"


"memangnya.. Apa yang akan anda lakukan Ketua?"


"Entah apa yang anda pikirkan Ketua, tapi jika memang itu yang terbaik buat naga kecil itu, saya akan melakukannya." gumam salah satu Serigala, dan yang lainnya.. Mengangguk setuju.


Sang Ketua hanya mengangguk, berseringai. "heh...."


Gapi, bangkit berdiri.. Matanya mencari liar sosok yang telah menyakitinya, sayap direntangkan, kibasan sayap melaju tinggi mencari target. Saat Gapi, mendengar pergerakan dari arah batu besar.. Cahaya laser langsung dilemparkan kearah batu tersebut. "bledaaarrrrrr....!!!!" batu besar itupun, hancur tak bersisa.


Kelima Serigala saling menengok tak percaya, dengan apa mereka lihat.


"ketua, ini sangat berbahaya.. Apa sebaiknya, kita mundur saja! dan segera melaporkannya kepada Yang mulia!"


"benar Ketua, bukankah kita tidak perlu sampai seperti ini?"


"tidak, sebentar lagi.. Aku ingin memastikan sesuatu. Dengar semuanya.. Kali ini, bentengi tubuh kalian.. Dengan perisai aura. Dan, ketika aku memberikan aba-aba.. Langsung serang secara bersamaan."


"jadi maksud anda.. Kita menyerang dengan cara itu?" gumam serigala berbulu perak, yang tampak sedikit kecil dari yang lainnya.


"ya.. Ayo, kita pancing dia agar kemari."


"baik, Ketua."


"Aaauuuuuuuuu...."


Seruan lolongan Serigala, memancing Gapi. Sadar akan lolongan, Membuat Gapi, yang mendengarnya dari jauh. langsung mengikuti arah suara tersebut. Ketika Gapi, tiba.. tampak Ketua Serigala muncul dihadapannya.


"hei nak, kau sagat berani mengantarkan nyawamu kemari. Sepertinya.. kau benar-benar sudah bosan hidup ya..!"


Gapi, diam tak terpancing sedikitpun oleh kata-kata Serigala besar itu. Malah sebaliknya, ia langsung menyerang ketua Serigala.

__ADS_1


"semuanya sekarang... !!"


Keempat Serigala lainnya, keluar dari tempat persembunyian mereka. Dan, langsung mengeluarkan serangan resonasi bunyi, yang bisa menyakitkan telinga siapapun saat mendengarnya.


"aaauuuuuuuuu.........." kelimanya saling melolong menyerang secara bersamaan.


"apa... Tidak mungkin, Semuanya.. cepat menyingkir dari sini."


Keterkejutan Ketua Serigala, membuat yang lainnya berhenti melolong. Ketua serigala dengan gerakan secepat kilat, langsung mendorong para anak buahnya, dan menjadikan dirinya, sebagai tameng. Serangan Gapipun, langsung mengenai tubuhnya.


"ke.. ketua...!"


Anak buah Serigala berlari, menghampiri Sang Ketua.


"haaah.. Syukurlah, kalian tidak.. Bug."


Sang Serigalapun terluka, karena menahan serangan Gapi dengan tububnya, tapi untunglah mereka telah menggunakan perisai aura, jadi tubuh Sang Ketua Serigala tersebut, tidak terluka parah. Dan, hanya membuatnya pingsan terkena efek dari serangan Gapi. Sementara itu.. Melihat kondisi ketua mereka! Semuanya saling menatap dan mengangguk, untuk segera mundur membawa Sang Ketua.


"ayo kita pergi dari sini, dan melaporkan kejadian ini kepada Yang Mulia Raja."


yang lainnya mengangguk setuju, dan tak lama.. Semuanya menghilang dalam sekejap. Tinggal Gapi, sendirian ssayapnya terkulai lemah, dan langsung terjatuh ketanah, karena hilang kesadaran, iapun pingsan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain, Zion, sedang duduk menanti dengan sabar. Meskipun ia tampak tenang, namun dalam hatinya.. Zion, Dipenuhi dengan kekhawatiran.


'apakah anak itu berhasil? aku harap, dia, tidak menganggap serius perkataanku! Walaupun aku, mengatakannya dengan tampak meyakinkan. Tapi sebenarnya! Aku tidak serius dengan kata-kataku, Itu hanyalah caraku memotivasi anak itu, untuk mengeluarkan bakatnya yang tertidur. Tapi, bagaimana? Jika sampai bocah itu kenapa-napa!! Apa yang harus aku katakan pada dewi..? Bagaimana mungkin, aku berani menghadapkan wajahku padanya, sementara aku telah membuat peliharaan kesayangannya, terluka parah?!! Tidak bisa begini, daripada tenggelam dalam kekhawatiran yang tidak pasti, lebih baik aku melihatnya secara langsung.'


Saat Zion, akan melangkahkan kakinya.. Kelima Serigala muncul, dengan wajah babak belur, dalam keadaan terluka. Mereka muncul, sambil memapah Sang Ketua.


"kalian..! Apa yang telah terjadi pada kalian berlima? Bukankah aku mengirim kalian, untuk melatih bocah itu!! Tapi kenapa kalian kembali dalam keadaan seperti ini???" ucap Zion bingung.


"lapor Yang Mulia.. Maafkan kami yang telah gagal dalam misi ini..."


Setelah meletakkan ketua mereka, disebelah pohon rindang dan teduh. mereka berempat, berlutut menghadap Zion. Zion tampak masih binggung, dan menunggu jawaban.


"maafkan kami Yang Mulia Raja, kami bersedia menerima hukuman apapun."


"apa maksud kalian? Jangan bertele-tele, langsung keintinya!"


Keempat Serigala saling melirik, dan menunduk penuh ketakutan. Karena merasa terintimidasi, dengan Aura Sang Raja yang ia miliki. Zion, tampak seakan sudah siap membaham mereka kapanpun.


"kami telah gagal menjalankan misi dari Yang Mulia.. Bocah naga, telah berhasil menyudutkan Kami semua, hingga terdesak tak berdaya."


Tampak raut keceriaan terbit, dari wajah buasnya.


"jadi bocah itu telah berhasil?"


"benar, Yang Mulia. Bocah naga telah berhasil, tapi.. Karena ingin melindungi kami yang lemah ini, Ketua sampai rela mengorbankan dirinya, untuk melindungi kami dari serangan bocah naga itu! Dan tak lama beliaupun, pingsan."


Zion, melihat kearah Ketua Serigala, lalu kembali melirik Serigala lainnya, yang tengah berlutut dihadapannya. ia menghampiri Ketua Serigala yang tampak tak berdaya, Zion meniupkan hawa pelan, kekening Sang Serigala.


Tampak hawa putih menyebar, menyelimuti tubuh Serigala tersebut. Dan beberapa detik kemudian, semua luka yang didapatnya menghilang begitu saja, tanpa bekas. Dan Zion, kembali lagi kearah keempat Serigala lainnya. Iapun mengobati dengan cara yang sama. Dan tubuh keempat serigala lainnya, kembali pulih. Seperti semula.


"terimakasih Yang Mulia." keempat Serigala menunduk hormat.


"hmm.. Kalian kembalilah, tugas kalian sudah selesai, Kerja bagus anak-anak. Oh, ya.. setelah dia sadar, suruh melapor kepadaku."


"baik Yang Mulia, kalau begitu, kami undur diri dulu."


"hem."


Keempatnya memapah Sang Ketua, lalu menghilang. Setelah melepas kepergian mereka, Zionpun kembali menjemput Gapi. Beberapa menit kemudian..

__ADS_1


"tekadmu, telah berhasil membuatmu, sampai seperti ini.. Kerja bagus nak."


Zion, melihat tubuh Gapi diepenuhi dengan luka parah. Ia mengobati luka tersebut, lalu membawanya kembali kemansion.


__ADS_2