AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
BAGAIMANA DIA BISA TAU..?


__ADS_3

'apa.. bagaimana dia bisa tau? kalau aku dari orsi...!'


"aku tau jalan pikiranmu, cukup katakan saja ya atau tidak..!"


dean masih bungkam, dan teringat kembali saat ia secara tak sengaja menabrak seseorang nenek tua dengan pakaian lusuh, saat itu.. ia akan memasuki bar.


(flashback) "anak muda, kau terlihat gelisah sekali." dean menatap acuh pada orang yang menegurnya. "maaf aku harus pergi." orang tua itu tersenyum lalu memegangi lengannya. "tunggu anak muda, aku akan memberimu sedikit petunjuk! bukankah kau sedang mencari sekutu?" dean kaget seperti tak percaya, dan timbul rasa penasaran yang menggodanya untuk mencari tau. 'bagaimana dia bisa tau!!' "apa maksud anda?"


"dengarkan baik-baik, seseorang akan datang menyelamatkan Kota vala, rambut perak bercahaya bagai sinar bulan, mata merah menyala seperti darah. temuilah dia, dan bersumpah setialah kepadanya, karena kau akan menemukan jawaban yang kau cari."


'apa yang dimaksud dengan nenek tua itu! tapi yang ada dihadapanku ini, bukanlah orang yang kucari. apalagi dia menutupi wajahnya dan kepalanya, sulit untukku memastikan. apakah orang ini yang dimaksud nenek tua itu, atau bukan?'


"kenapa kau diam! apa kau tidak punya mulut untuk berbicara?"


"kau tidak perlu tau siapa aku, karena aku sudah tertangkap, lebih baik kau bunuh saja aku."


argus datang mendekati dean. "dari kata-katamu.. sepertinya kau menyimpan banyak rahasia besar ya..!"


"apa kalian tau kenapa aku memanggil kalian?"


(alex) "tidak yang mulia..!"


"kalian mendapatkan misi penting, mulai besok kalian harus segera berangkat keperbatasan."


(Ramon) "kenapa tiba-tiba yang mulia."


"karena keempat lainnya, sedang dalam misi lain, perbatasan kekurangan orang. jadi kalian berempat yang paling cocok menggantikan mereka, karena skill kalian sangat baik. aku tidak mau dengar keluhan, bersiap-siaplah! besok adalah waktu kalian berangkat."


"baik yang mulia"


"ulurkan tangan kalian."


keempatnya mengulurkan tangan mereka, dan zion meniupkan sesuatu, muncul sebuah tanda seperti tato berbentuk mata dipunggung tangan mereka berempat


(alpan) "apa ini yang mulia..?"


ini adalah segel pelindung, jika terjadi sesuatu pada kalian aku akan segera tau.


"terimakasih yang mulia" ucap keempatnya serentak, semuanya terlihat sangat senang karena merasa diistimewakan.


"hmm.. kembalilah."


"kami mohon undur diri yang mulia."


keempatnyapun pergi meninggalkan zion sendirian, zion yang melihat punggung keempat pria itu.. hanya bisa merasa kasihan.


'heh jika kalian tau itu adalah tanda untuk melacak keberadaan kalian, kalian tidak akan berterimakasih padaku.'


"paman, kau sudah kembali..?"


"ya.. apa kau menjaga dewi dengan baik?"


"emm.. tentu saja paman."


"hmm bagus nak, misi pertamamu sudah selesai. bukankah Sekarang adalah waktumu makan siang..! pergilah aku yang akan menjaga dewi sekarang."


"baik paman, aku akan kembali setelah makan malam."


"hmm."

__ADS_1


dengan sayapnya yang sedikit mengembang ia turun dari ranjang, dan pergi keluar melalui jendela, sayap merahpun mengembang melebar dengan bebas diudara.


"anak itu masih dalam masa pertumbuhan, sekarang saja dia sudah sebesar serigala, entah akan sebesar apa dia nanti..! pertumbuhannyapun sangat cepat."


dizona mana dua kakak beradik yang sedang menikmati hasil buruan.


"kakak.. kapan kita akan bertemu dengan orang tua angkat..?"


"entahlah ron, kita tunggu saja kabar dari kedua orang itu."


sementara dizona mana bagian lain, diruangan pertemuan, keenam spirit dan garda.


(garda) "sialan, sampai kapan ini akan berakhir..! sudah berapa lama kita disini..?"


(jura) "aku rasa baru satu jam, tapi didunia manusia.. hmm mungkin sudah tiga hari. jadi, jika kalian berhenti untuk berdebat dan berbaikan dengan damai, kita pasti bisa terlepas dari hukuman ini."


(zion) "tapi, mereka dulu yang memulai, padahal aku hanya diam tidak menggangu."


(gira) "haah.. baiklah, ini semua dikarenakan aku, awalnya aku hanya ingin menggodamu. karena reaksimu saat marah sangat lucu. mirip seperti kucing yang takut makanannya direbut."


(tama) "hahahaha.. ahahahaha.. kau benar gira, kau tidak salah, dia memang lucu. maaf zaku, tapi itu memang kenyataan."


(Zaku) "cih.. cih.. lihatlah kau sendiri bahkan tidak sadar, kau saja terlihat jelek seperti cacing pita kepanasan."


(tama) "sialan.. apa kau bilang dasar kucing manja."


(saga) "hah.. mulai lagi."


(roya) "melihat kelakuan mereka yang seperti anak-anak, aku rasa kita bakalan lama berada disini..!"


(garda) "entahlah, mereka benar-benar mirip seperti bocah yang tidak terurus."


tama dan zaku tersentak, ruangan menjadi sunyi, semuanya yang pada sibuk mengeluh dan berdebat, kini menjadi bungkam hanya karena mendengar kata-kata dari jura.


(jura) "jika kalian masih ingin meneruskan ego kalian..! silahkan. maka kita tidak akan pernah bisa melihat dan melindunginya, untukmu roya dan tama. bukankah kalian sudah menyaksikan sendiri.. apa yang terjadi pada nak dewi, saat kalian melihat ingatan gapi.., itu adalah serangan dari dewa.


(tama / roya) 'bagaimana dia bisa tau..?'


(jura) "kami berempat tidak bisa melawannya, bahkan garda sekalipun tidak mampu menghadapinya. perjalanan dewi masih sangat panjang, sebagai spirit .. sudah tugas kita melindunginya dengan taruhan nyawa kita sendiri. apalagi sekarang beliau dalam keadaan tidur panjang, dan hanya ada zion sendirian disisinya, apa menurut kalian! jika terjadi lagi hal yang sama, zion bisa menghadapinya..?"


(zaku, roya, gira, saga, tama.) "......................"


semuanya hanya bisa bungkam seribu bahasa, apa yang disebut jura benar-benar menjadi teguran untuk diri mereka masing-masing.


(jura) "jangan menganggap tinggi diri kalian, jika sejatinya kita belum ada apa-apanya, seperti pepatah bijak, diatas langit masih ada langit. jika kalian menganggap tinggi diri kalian, dan suka meremehkan lawan, kita hanya akan menjadi tertawaan musuh. ayolah kawan-kawan.. kita ini hanyalah spirit, bukan dewa, jadi.. jika kalian masih ingin menjadi spirit dewi? renungkan kata-kataku. namun, jika kalian tidak terima dengan apa yang aku katakan!! lakukanlah sesuka kalian."


jurapun menjadi diam dan malas untuk bicara lagi.. ruangan menjadi sangat hening.


(garda) 'anak ini.. dia mempunyai jiwa seorang pemimpin, dia jauh lebih bijaksana dan tenang dalam menghadapi situasi seperti sekarang, daripada yang lainnya, ya.. walau kadangkala dia agak pendiam dan suka menyendiri, sangat berbeda jauh dengan kelima spirit lainnya.'


suasana diruang rapat, para spirit menjadi semakin hening, tak ada satupun yang menyela ataupun mengkritik, hanya ada kebisuan yang menemani hari-hari para spirit. setelah apa yang dikatakan jura! para spirit tak berbicara lagi untuk beberapa hari. tiga hari setelahnya, ditempat lannox berada.


"bagaimana perkembangan putriku zion..?"


"masih sama, dia masih tertidur.. dan, belum ada perubahan. bagaimana denganmu? apa masalah disana sudah terselesaikan..!"


"ya.. para pasien sudah kembali kerumah masing-masing. awalnya kamipun akan berangkat kekota vala, namun terpakasa ditunda?"


"apa yang terjadi??"

__ADS_1


"hanya membersihkan para lalat suruhan orsi, mereka masih memburu warga kota. dan itu menimbulkan efek traoma bagi mereka yang telah mengalami kejadian ini.. setelah mamastikan keamanan para penduduk? kami akan langsung berangkat kekota vala."


"hehe.. ternyata kau cukup kesulitan ya nak."


"cih ini semua karena si ular tua itu, jika tidak sekarang aku sudah bersama putri kecilku, menemaninya."


"ular tua itu membuatmu terjebak dalam misi ini, bukan tanpa sebab. karena dia tau! hanya kau yang bisa mengatasi masalah ini."


"cih merepotkan. oh ya.. bagaimana dengan keempat orang itu?"


"tenang saja.. aku sudah mengirim mereka keperbatasan."


"apa kau yakin, mereka tidak akan berbohong?"


"tentu saja, karena aku sudah membuat tanda pelacak pada mereka berempat. jika mereka berbohong, aku akan segera mengetahuinya. tetapi..!"


"ada apa?"


"satu diantara mereka kelihatannya sangat berhati-hati, dan pendiam. dia tidak banyak bicara seperti ketiga lainnya. ada kemungkinan dia akan melapor pada kaisar."


"hmm berarti.. dia lebih cerdik diantara yang lainnya."


"ya sepertinya begitu, kita lihat saja apa yang akan dilakukan anak itu nanti..!"


(roland) "yang mulia..!"


"baiklah kita sudahi dulu."


"berhati-hatilah nak, hubungi aku jika terjadi sesuatu."


"hem" koneksipun terputus.


"katakan ada apa?"


(roland) "yang mulia.. barusan ada yang tertangkap lagi, mereka tertangkap saat sedang memasuki rumah pasien, dan memaksa mereka meminum cairan hitam."


"hmm.. apa kau sudah mengambil cairan itu?"


"sudah yang mulia."


roland mengeluarkan botol berisi cairan hitam, dan memberikannya pada lannox, lannox mengambil botol cairan yang diberikan roland.


"ini penuh dengan aura magis."


"berikan ini pada dokter, untuk diteliti lagi."


"baik yang mulia."


"roland.."


roland menghentikan langkahnya, dan berbalik menghadap lannox yang tengah berpikir.


'jika seperti ini.. akan memakan waktu lama, untuk kami sampai kekota vala. sementara kondisi para pasien disana.. juga sedang sangat membutuhkan perawatan.'


ia melihat kearah roland.


"kumpulkan para prajurit dan dokter, segera adakan rapat di barak, sekarang juga."


"baik yang mulia."

__ADS_1


__ADS_2