AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
JADI BOCAH INI YANG BERNAMA ARGUS!


__ADS_3

'katakan itu perintahku, mereka pasti akan mendengarkanmu. jika mereka masih tidak mau mendengarkanmu! serahkan sisanya padaku.'


'baiklah jika begitu, akan saya lakukan sesuai perintah paduka.'


didalam kamar lannox, keenam spirit telah berkumpul. "teman-teman..! aku baru saja mendapatkan pesan dari kaisar zando, beliau berpesan agar kalian menyembunyikan aura raja milik kalian!"


"memangnya apa yang terjadi? sampai kita harus sembunyikan aura kita. biasanya beliau tidak pernah mempermasalahkannya!" ujar tama kritis.


"ya.. katakan saja ada apa? jika kau tidak memberitahukan alasannya..! bagaimana kami percaya padamu." sambung saga lagi.


'sudahku duga, mereka tidak mau mendengarkanku.. bagaimana ini?' tak lama terdengar suara bergema, dipikiran para spirit.


'lakukan saja apa yang aku katakan, jangan mengeluh atau menuntut jawaban. jika kalian masih tidak ingin melakukannya! aku akan menyegel semua kekuatan yang kalian miliki. dan kalian tidak akan bisa menggunakannya selama lima tahun.' kelima spirit terkejut, dan tidak berani membantah lagi.


'itu sangat mengerikan, jika harus hidup tanpa kekuatan selama lima tahun lamanya. ya.. meski itu waktu yang cukup singkat, tapi tetap saja.. jika spirit tanpa kekuatan.. sama saja tidak berguna' ujar zaku dalam hati.


'baik kaisar.. akan kami lakukan.' seru roya. begitupun yang lainnya, setelah mendengar perintah langsung dari kaisar! mereka baru mempercayai jura. tak lama suara itupun menghilang dari pikiran mereka, tama dan saga langsung meminta maaf kepada jura, karena sudah meragukannya.


"maafkan aku, saudaraku! karena telah meragukan kebaikanmu." Tama berjabat tangan dengan jura dan memeluknya, disusul saga. "begitupun aku maafkan atas sikapku tadi, padahal kita sudah menjadi saudara sejak lama. tapi aku terlalu terbawa suasana, dengan semua kejadian yang membingungkan ini." jura menyambutnya dengan senyuman, dan membalas pelukan dari kedua saudaranya. semuanya yang melihat merasa terharu, dan turut merasa lega.


"lalu siapa yang akan memberitahukan masalah ini, kepada kedua bocah itu?" ujar gira kepada yang lainnya.


"hmm.. soal zion! biarkan aku sendiri yang melakukannya, karena zion adalah cucuku. dan mengenai sibocah lannox, aku rasa kau saja sudah cukup jura. karena kau yang paling dekat dengannya.. dibanding kami semua."


"aku setuju dengan zaku, tumben sekali kau terlihat bijak kali ini."


"sialan kau roya! kau lebih baik diam daripada banyak bicara."


"suka-suka aku dong! toh ini mulut-mulutku, bukan mulutmu."


"oya...! jika begitu, silahkan bicara pada tembok, karena aku masih punya urusan lain yang jauh lebih penting, dari pada harus meladenimu! cuma buang-buang waktuku saja." tak lama zakupun menghilang.


"cih, dasar sombong.. dia pikir dia saja yang punya urusan! aku juga sibuk."

__ADS_1


"oya, memang apa itu?" tanya gira sambil menyeringai.


"cih! apa kau tidak lihat.. aku sibuk menjaga dewi." semuanya tersenyum simpul mendengarnya.


"haah.. baiklah, aku juga harus pergi." jurapun langsung menghilang, tinggal keempat spirit yang masih berjaga disisi Ravella.


"sekarang tinggal kita berempat! daripada duduk diam seperti ini, lebih baik kita latihan dengan cara masing-masing."


"ide bagus gira."


"kalau begitu, ayo kita lakukan, dengan cara masing-masing." ujar roya semangat." yang lain menggangguk setuju, semuanya berpencar duduk di keempat sisi mengelilingi sang dewi.


diruang kerja.. tampak lannox sedang membaca surat kabar. dokumen yang menumpukpun telah selesai ia kerjakan. dikejauhan tampak kedua alis yang mengkerut. "apa yang kau baca? sampai seserius itu!" jura duduk disofa, sambil bersedekap tangan, dengan posisi kedua kaki yang disilang.


"Sedang apa kau disini?" lannox melipat kembali surat kabar yang ia baca, dan meletakan diatas meja. tiba-tiba saja surat kabar tersebut sudah berada ditangan jura, "sreekk.." ia membuka setiap lembar yang ia baca, tampak wajah itu menimbulkan seringai diwajahnya.


'hmm pantas saja! dia kelihatan tidak senang saat membacanya.' setelah membuka beberapa lembar, surat kabar itu kembali ketempat semula. "aku datang kemari membawa pesan penting untukmu."


"pesan! apa itu..? cepat katakan."


"jangan bertele-tele, katakan saja apa yang ingin kau sampaikan."


jura bangkit dari sofa, lalu menghampiri jendela.. tampak dari jauh gapi sedang bermain kejar-kejaran bersama kelima peri. jura tersenyum melihatnya, tak lama iapun mulai serius. "sepuluh hari dari sekarang! saat purnama penuh, akan terjadi gerhana. dan kaisar memintamu dan zion, untuk tetap berada disisi putri, karena akan ada serangan yang tidak terduga."


lannox mulai gelisah dan sekaligus merasa cemas, ia masih bingung! dan berusaha mencerna apa yang dikatakan jura. "gerhana, serangan.. bicara yang jelas jura, aku masih belum mengerti maksudmu..?"


"kau tidak sebodoh itu.. sampai aku harus mengulangi perkataanku!" tiba-tiba saja jura merasakan sesuatu! lalu ia mulai bersembunyi menyamarkan diri."


"wusshh.. wusshh.. wusshh.." tak lama muncul pusaran angin dihadapan lannox.


"saya.. menghadap yang mulia, maaf jika saya muncul secara tiba-tiba begini."


lannox baru sadar jika kepergian jura barusan, karena ada tamu yang tak diundang. "akhirnya kau kembali, bagaimana dengan keadaanmu? setelah pergi tanpa pamit."

__ADS_1


"ehem.. ehem.. maaf jika saya pergi begitu saja tanpa izin dari yang mulia! namun saya pergi bukan tanpa alasan."


'hmm.. jadi bocah ini yang bernama argus! auranya jauh berbeda dari zion, dan energi yang dia miliki juga sangat besar. tapi aku belum merasakan kekuatan yang kaisar katakan, apa mungkin karena kekuatannya belum bangkit..!' tidak ada yang tau jika jura sedang mendengarkan mereka.. lannox hanya tau jika jura sudah pergi.. namun kenyataannya dia sedang mengawasi argus.


"ya aku tau, kau pasti menghadapi musuh yang sangat kuat, bahkan sisa pertarungan! masih terpampang jelas ditempat kejadian. tidak masalah jika kau tidak ingin menceritakannya. namun, selama masalah yang kau hadapi masih ada sangkut pautnya denganku! kau wajib memberi laporan."


"baik, terimakasih yang mulia.. atas pengertian anda. kalau begitu, apakah masih ada misi lain yang anda ingin saya lakukan?"


"untuk sekarang tidak ada."


"oh iya yang mulia.. bagaimana dengan pelaku kejadian tersebut! apakah mereka sudah tertangkap?"


"tentu saja sudah, namun aku belum sempat mengintrogasi para tersangka."


"kalau begitu, biar saya saja yang melakukannya! karena saya juga sedang banyak waktu luang sekarang."


"baiklah, jika begitu kau bebas melakukan apapun yang kau mau, namun jangan dibunuh."


"terimakasih yang mulia, satu lagi yang mulia! apa yang harus saya lakukan pada tersangka lainnya? dan anak yang pernah ingin berbicara dengan anda waktu itu! apa anda tidak ingin mendengar alasannya lebih dulu.., siapa tau dia mempunyai informasi penting dari orsi..!"


lannox terdiam sejenak, seperti sedang memikirkan sesuatu. "aku hampir melupakan anak itu! keluarkan dia sekarang, aku akan mendengarkan lebih dulu sebelum memberinya hukuman."


"dimengerti yang mulia." dalam beberapa detik, argus melempar dean kehadapan sang duke. sementara zion, masih duduk digazebo.


"cucu kurang ajar, aku cari-cari daritadi.. ternyata disini kau rupanya."


"tumben kakek mencariku!"


"heh.. apa begitu caramu menyambut kakekmu?"


"apa begitu cara bicara pada cucumu? tidak bisakah kakek bersikap lembut sedikit..! namun tidak masalah, jika kau tidak menganggapku sebagai cucumu. karena aku juga tidak perduli." zaku sedikit terperanjat mendengar ocehan panjang dari cucunya sendiri.


'ada apa dengannya? kenapa dia begitu sensitif sekali hari ini..! bohong jika aku tidak menyayanginya, apalagi dia cucu satu-satunya yang kumiliki.' suasana menjadi sunyi, zaku mencoba bersikap tenang. "apa yang terjadi denganmu? apa kau sedang datang bulan..!"

__ADS_1


"haah.." zaku menghelah nafas panjang. 'bagaimana bisa aku mempunyai kakek sepertinya?' "ada yang ingin kakek bicarakan..! jika tidak ada, aku pergi." zion mulai membalikan badan ingin pergi.. namun saat ia akan melangkahkan kakinya.. sang kakekpun mulai berbicara dan bersikap serius.


"cucuku, aku akan bicara sebagai kakekmu sekarang. jadi duduklah, jika kau memang tidak keberatan mendengarkan ceritaku! dan aku juga membawa pesan penting dari kaisar."


__ADS_2