AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
TERUS SERANG HANCURKAN PELINDUNGYA


__ADS_3

"Ti.. tidak.. tolong jangan bunuh aku,,"


"Ibu.. jangan tinggalkan aku komohon bu.. aaaaaahhh"


"Slurrrpp.. dagingnya benar-benar lezat"


"Dasar monster, kubunuh kau..."


"Ghrerrrsss.. ghrerrrrsss.. manusia rendahan ingin melawanku dasar bodoh"


Sang monster terusss melahap tubuh wanita itu tanpa tersisa, para monster benar-benar menjadi rakus, seakan sudah lama tidak menemukan buruan.


"Gggrrr... kalian akan jadi santapanku"


Serigala besar dengan liur yang berdarah, terus mendekati mangsanya. ratusan nyawa telah mati dengan tubuh dirobek dengan di cabik-cabik, ada yang tak berbentuk, bahkan ada yang tak berkepala.


Dan ada yang hanya menyisakan potongan tangan, dan kaki, yang masih sempat menyelamatkan diri terus berlari.. tanpa menoleh kebelakang. namun, sayangnya monster yang di dahapi lebih cerdik daripada biasanya.


"Cari..., jika masih ada manusia yang terlihat masih berkeliaran, bunuh dan terserah kalian, mahu diapakan! kalian juga bebas menyantap mereka, dan segera selesaikan kaadaan disini."


Lannox telah tiba diperbatasan.. dan semua pasukan kekaisaran telah bersiaga menunggu perintah dari Sang Komandan.


"Mereka sudah semakin dekat, Nak"


"Ya.. akupun merasakannya.. Zion, jika kali ini terjadi sesuatu kepadaku, tolong gantikan aku melindungi Putriku." pandangannya berubah sendu.


"Hahahaha.. leluconmu sangat garing Nak, wajah sombongmu itu, sungguh tidak cocok dengan kata-katamu barusan." tawa Zion pecah.


"Cih, apa kau kira aku bercanda Pak Tua Jelek...?" ujarnya kesal.


"Hahahahah... kau bahkan lebih tetlihat lucu, daripada candaanmu! apa kau takut Nak, tenanglah bocah. biarkan Pak Tua ini yang akan menjagamu..!"


"Tumben kau terlihat bahagia sekali Zion...! bukankah kau yang paling takut akan kenyataan ini."


"Hei... jangan salah paham dengan kata-kataku, bocah tengik. aku tidak takut mati, tapi yang paling aku khawatirkan adalah Putrimu, Sang Dewi. aku tidak heran kalau kau mati, tapi anakmu itu berbeda.." ujarnya tanpa beban, untuk mengalihkan kesedihan Duke.


"Cih, dasar sialan.., jangan remehkan aku Pak Tua, aku tidak akan mati dengan mudah, karena aku yang akan melindungi Putriku." ujarnya sangat kesal.


"Hem.. Hem.. Itu baru dirimu Nak. jangan khawatir, kita pasti akan kembali dengan selamat. yah! kecuali kau sangat lemah, dan penakut. maka kau akan kalah lebih dulu oleh ketakutan yang kau buat sendiri."


Kata-kata Zion, membuat Lannox, tertegun sesaat. dan membuatnya merenung kembali.. Apa yang telah terjadi.


'Yah, kali ini dia benar.. aku tidak boleh kalah oleh rasa khawatir yang ku buat sendiri. jika aku seperti ini.. bagaimana caranya aku menghadapi Putriku kelak' ujarnya dalam hati. "baiklah, pedangku sudah tidak sabar lagi ingin merasakan darah."


"Lapor Komandan, semuanya telah diamankan, para korban juga telah di evakuasi. apa perintah anda selanjutnya Komandan..!"


"Kerja bagus, jika semuanya telah diamankan, kalian istirahat dulu, sekarang sisanya biar aku yang tangani."


"Tapi komandan..!"


"Tenanglah, kalian masih harus menyimpan tenaga.. karena perperangan yang sesungguhnya baru akan segera dimulai setelah kemunculan para monster. jadi sebelum itu.. kalian harus manfaatkan kaadaan santai ini, untuk istirahat sejenak.


Agar kalian bisa melawan musuh dalam kondisi prima, karena aku tidak mau direpotkan dengan melindungi Parajurit lemah, karena kelemahan hanya akan menjadi beban bagi yang lain, pergilah selagi aku berkata baik-baik."


"Si.. siiaapp.. Komandan, akan kami laksanakan."

__ADS_1


"Tumben kau jadi lembut nak, biasanya langsung di bantai jika tidak menurut." ujar Zion bersikap santai.


Prajurit yang mendengar omongan Zion, dari luar kamp, langsung bergidik ngeri.


'Oh Dewa, berarti nasibku tadi hanya beruntung, jika tidak aku sudah mati ditangan Pria dingin itu.'


"Hmm.. entahlah, mungkin karena aku lagi senang dengan suasana yang menegangkan ini." Lannox lantas meletakkan tangannya pada tanah, yang di pijakinya. lalu timbullah cahaya biru yang melebar hingga keujung perbatasan, sihir pelindungpun dipasang diperbatasan.


semua Parajurit yang melihat hal tersebut, terpana dengan kekuatan yang dimiliki Singa Kekaisaran itu. mana yang besar tak membuatnya lelah sedikitpun. Lannox memang memiliki mana yang sangat besar, sangking besarnya dia bisa membuat orang disekelilingnya merasakan tekanannya.


"I-itukan sihir pelindung! dengan begini para monster tidak bisa memasuki perbatasan, syukurlah ada Komandan. jika tidak, musuh pasti bisa langsung memasuki perbatasan, dan itu juga bisa berbahaya bagi kita para Parajurit.


karena belum tentu kita bisa melawan para monster, Komandan mempunyai mana dan stamina yang sangat besar, dan kuat. jadi tidak heran jika beliau dijuluki singa kekaisaran."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah tiga hari berlalu, Sang Putri masih belum terbangun dari mimpi indahnya.


"Bagaimana ini.. Tuan Putri masih belum sadar juga, sudah tiga hari berlalu sejak kepergian Yang Mulia."


"Tenanglah Marri.. beliau hanya kelelahan, jadi beliau membutuhkan tidur yang cukup untuk mengumpulkan tenaganya."


'Ranov sikepala pelayan terus menenangkanku, namun aku masih khawatir, takut terjadi apa-apa pada Putri. karena sudah tiga hari Putri tertidur. jika ada Yang Mulia.. beliau pasti akan sangat marah dan khawatir. Putri sudah seperti adikku sendiri, aku sangat menyayanginya. begitu banyak kisah pilu yang kudengar dari Reni.. dan itu membuatku ingin selalu berada disisi beliau dan melindunginya.'


"Tetaplah disisi Tuan Putri Marri, dan beritahu aku, jika Tuan Tutri sudah sadar."


"Baik kepala pelayan."


***


"Bagaimana kadaannya? apa dia baik-baik saja!!"


"Apa..! ya tentu saja karena dia begitu lemah, dan sangat rapuh. Karena itulah membuat aku selalu ingin berada disisinya. baiklah, terus kau pantau keadaanya."


"Baik saya mohon pamit"


"Wahai pasukanku... sudah saatnya kalian semua dengarkan aku"


"Bukankah ini suara Baginda..!"


"Semuanya segera kembalilah hari ini cukup sampai disini kita akan melanjutkan lagi penyerangannya nanti."


"Baik Baginda"


Semua pasukan monster, serentak menjawab. dan portal bewarna hitampun, terbuka lebar. semuanya jadi terlihat gelap, para monster memasuki portal dan menghilang dalam kegelapan. dan dalam sekejap tempat itu menjadi terang kembali.


"Zion, mengapa mereka masih belum muncul juga..! aku merasakan firasat buruk, ayo kita kembali dulu, aku jadi kepikiran dengan Putriku."


"Ya.. ini sangat aneh, aku bahkan tidak merasakan hawa keberadaan para monster sama sekali. Tiba-tiba hawa keberadaan mereka menghilang begitu saia bagai ditelan bumi. apa sebenarnya yang terjadi..!"


"Semua pasukan untuk sekarang, tetaplah bersiaga disini. karna aku yakin mereka akan menyerang lagi, aku akan pergi dulu, karena ada urusan yang harus aku selesaikan sekarang. Jason.." Panggil Duke.


"Ya.. Komandan"


"Kemarilah, pegang Batu Kristal ini.. jika terjadi sesuatu disini, kalian harus langsung menghubungiku memakai Batu Kristal ini."

__ADS_1


"Ba-bagaimana.. cara menggunakannya Komandan..?"


"Kalian cukup alirkan sedikit Aura kalian kedalam Batu ini, maka dia akan menyala dan langsung terhubung kepadaku. aku akan segera datang, jadi untuk sekarang, kau yang harus memimpin pasukan sementara. aku serahkan urusan disini padamu Jason."


"Siap komandan."


Lannox menyalakan kembali portal, dan dalam sekejap mereka menghilang. sementara di mansion kepanikan terus terjadi, karena serangan mendadak dari para penyihir dan monster.


"Terus serang...!!!! hancurkan pelindungnya."


"bwooosss boom..." ledakan demi ledakan terus terjadi, keadaan mansion menjadi gempar karena serangan tersebut, datang dari para penyihir. tidak hanya penyihir, bahkan ada monster ikut terlibat dalam kekacauan tersebut.


"Bagaimana ini Tuan Putri belum juga sadar!! bwussshh... bwussshh.." pasukan bayanganpun berdatangan, muncul dikamar sang putri


"Si.. si.. apa kalian..!"


(dante) "Tenanglah kami datang untuk melindungi Tuan Putri, tetaplah disisi Tuan Putri."


"Ba.. baiklah"


(perro) "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Yang Mulia sedang tidak ada di tempat, dan Tuan Putri masih tertidur. mereka sepertinya mengincar Tuan Putri, karena di mansion, tidak ada Yang Mulia. jadi, mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menculik Yaang Mulia Kecil."


(Rauf) "Tenanglah, bukankah Yang Mulia pernah memberikan Batu Kristal, kita bisa menghubungi beliau dengan menggunakan itu."


(Yoan) "Ah ya benar, kita bisa menghubungi Yang Mulia dengan Batu Kristal, cepat lakukan."


Daka lalu menyalakan Batu Kristal itu, dengan Auranya dan..


(Daka) "Yang Mulia.. Yang Mulia.. apakah anda mendengar saya..?!"


"Oh, bukankah ini dari mansion, ada apa Daka, cepat katakan?"


(Daka) "Lapor Yang Mulia.. maaf jika saya mengganggu waktu anda. akan tetapi, sekarang mansion sedang dalam kaadaan darurat. Para Penyihir entah datang darimana.. Tiba-tiba langsung menyerang mansion."


"Apa..!! sudah kuduga, mereka hanya mengalihkan perhatianku agar membuatku lengah, dan menyerang disaat aku tidak ada di mansion"


(Daka) 'Akan tetapi,' "mereka tidak bisa memasuki mansion, karena ada penghalang sihir"


"Baiklah kalian tetap lindungi Putriku, aku akan segera kesana, mereka pasti mengincar Putriku. sejak awal targetnya adalah Putriku Ravella." 'pantas saja aku merasakan firasat buruk sejak tadi. '


(Daka) "Baik Yang amulia"


"Kenapa penghalangnya tidak bisa ditembus? bukankah waktu itu kita bisa merusaknya! tetapi kenapa sekarang tidak bisa, terus lakukan serangan."


Para Penyihir terus melempar serangan, namun selalu memental dan para monster terus menunggu kesempatan, hingga penghalangnya hancur. tapi mereka tetap tidak bisa menghancurkan penghalang terdebut, dan tanpa mereka sadari.. seorang Pria terus mengawasi mereka dari udara, sambil menyeringai ia berujar.


"Hem.. menarik, akan aku pertebal sedikit pelindung ini."


Ia menyentuh dinding sihir itu, dengan tangannya. dan dinding itupun kemudian mengeluarkan cahaya hijau, yang menyala mengelilingi seluruh mansion tersebut.


"Cahaya apa ini..?"


"Baiklah, rasanya aku akan memberi mereka sedikit pelajaran."


dia lalu mengangkat tangannya kelangit dan...,

__ADS_1


note: jangan lupa vote, like, komen n saran kalian ya.. karna itu akan membantuku untuk kebih bersemangat lagi dalam menulis


siapakah sosok pria misterius itu..?? nantikan di episode selanjutnya.


__ADS_2