AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
SUDAH KUDUGA, ADA YANG TIDAK BERES.


__ADS_3

diruang rapat, para dewan telah berkumpul, kecuali Rafael.


"dengar semuanya, saya telah membawakan titah dari baginda. dengan ini.. baginda mengizinkan untuk mengirimkan bala bantuan, kirimkan lima prajurit siluman untuk membantu gagak merah, dan kumpulkan pasukan penyihir terbaik, untuk menyambut kedatangan para tamu kita."


"baiklah.. jika begitu, saya akan bergerak sekarang." ujar raghel semangat


"kamipun akan segera menyiapkan pasukan terbaik kita." ujar dewan yang lainnya.


sementara ditengah kepungan para musuh, pasukan gagak merah terjebak di tengah-tengah hutan besar. seakan pergerakan mereka sudah terbaca oleh pihak musuh.


(satu/ketua) "ini aneh? biasanya.. penjagaan disini tidak pernah dijaga seperti ini. sejak kapan mereka mulai waspada?" (note: panggilan angka hanyalah panggilan samaran dalam misi.)


pria berjubah merah, sedang bersembunyi diatas pohon tinggi, dimana mereka bisa melihat pergerakan musuh dari atas. ia memegang dagunya sambil berpikir sejenak.


"formasi penjagaan pihak lawan telah berubah."


ia kemudian, melukai jarinya dengan belati miliknya, lalu ia mengukir pola diatas dahan pohon yang ada disampingnya.


(dua) "ketua.. bukankah itu simbol pengantar pesan?"


(satu) "ya.. kau benar, pesan ini.. secara langsung akan tertuju kepada baginda. aku akan melaporkan kejadian dan situasi yang ada disini?"


(tiga) "kala begitu, kapan kita akan bergerak? jika kita saja terkepung seperti ini, bagaimana bisa kita keluar dari sini?."


(lima) "tenang saja tiga, kau tahu sendiri.. kita memang terkepung, tapi disatu sisi.. mereka tidak tahu keberadaan kita Sekarang."


"pak... itu mereka" suara tembakan anak panah yang diarahkan meleset tertancap dipohon.


"cepat tangkap para penyusup, jangan biarkan satupun dari mereka lolos."


"baik"


(empat) "celaka satu, posisi kita sepertinya ketauan! kita sudah tidak aman bersembunyi disini. bagaimana kalau kita berpencar saja? jika kita berkumpul seperti ini, kita akan menjadi sasaran empuk."


(satu) "aku setuju, informasi juga sudah dilaporkan. kita bertemu ditempat biasa, ayo berpencar."


(satu,dua,tiga,empat,lima.) "baik ketua"


semuanya berpencar memisahkan diri, karena gagak merah adalah pasukan mata-mata yang sudah terlatih, jadi tidak mudah menangkap mereka.


"mereka sangat gesit, ayo cepat panggil para wizard kemari."


"baik"


dua kesatriapun segera bergegas menaiki kuda, untuk meminta bantuan para wizard kerajaan.


dikota vala sepanjang jalan yang dilalui, hanyalah mayat dan bau apak dari bangkai mayat yang telah terkontaminasi dengan udara, sedangkan yang masih hidup mereka berlari bersembunyi seakan sedang dikejar sesuatu.


"apa ini pemandangan yang pertamaku lihat hanya mayat? sangat menyedihkan, hem sebaiknya aku harus berkeliling kota ini dulu."


argus pria berjubah hijau, melayang tinghi diudara, melihat kearea sekitar yang membuatnya merasa jijik dan heran.


"ini.. ada yang aneh, wabah dikota ini sepertinya tidak normal, hem mari kita lihat ketempat lain. aku merasakan ada aura kehidupan, kalian bertiga keluarlah."


"bwushhh.. bwushhh.. bwushhh.."


tampak tiga pria mengenakan jubah yang sama seperti argus.


"hormat kami pangeran, apa yang bisa kami lakukan?"


"kalian bertiga berpencarlah, temukan yang masih hidup. jika ada keanehan yang mencurigakan segera laporkan kepadaku!"


"baik pangeran, perintahmu adalah titah bagi kami."


"keluarlah, katakan ada apa? kau terus mengikuti sejak tadi?"


"saya ketuan ya.. ini tidak asik, hormat saya pangeran."


tiba-tiba muncul sosok berbaju putih bermotif daun palem, dengan warna rambut putih kebiruan yang mencolok mendekati argus.


"pangeran, bukankah sudah waktunya anda untuk pulang! mengapa anda masih tetap melakukan hal tidak berguna seperti ini..? apalagi hanya untuk ras manusia rendahan..!"


"jaga bicaramu Rudolf, jangan menghina tuanku."


"tapi pangeran! sebentar lagi akan diadakan, gelar pengangkatan putra mahkota. para pangeran, diharuskan hadir dalam acara yang diselenggarakan baginda raja."


"aku sebenarnya tidak peduli dengan gelar itu Rudolf. tapi, untuk menghargai ayahku, aku akan menghadirinya nanti. katakan kepada beliau! aku akan segera pulang, jadi jangan ganggu aku sekarang, kembalilah."


"baik pangeran, ah.. satu lagi, apa yang harus saya katakan kepada putri rowena? beliau selalu menanyakan dan mendesak saya untuk mencari tau keberadaan anda. tolong pangeran! segeralah pulang, selesaikan masalah anda, dengan tuan putri. karena saya selalu dilanda kepanikan, setiap kali berhadapan dengan beliau."


"hahaha, tapi kau tidak matikan!"

__ADS_1


"pangeran.. tolong, saya sedang tidak bercanda, lebih baik saya berada dimedan tempur, daripada harus berhadapan dengan beliau."


"baiklah, aku akan urus masalah itu nanti, pergilah."


"hah.. baiklah katakan saja jika anda membutuhkan sesuatu pangeran say..."


"pergilah..... sebelum aku buat kau tidak bisa bicara."


"hehe.. baiklah pangeran, saya pergi."


sosok pria itupun menghilang


"sekarang saatnya untuk serius! wabah ini terlihat sangat mencurigakan? aku harus menyelidiki masalah ini lebih dalam lagi.. wabah ini pasti ada sangkut pautnya dengan ulah tangan manusia."


sementara ditempat lannox, tidak hanya kepanikan yang sedang terjadi.. akan tetapi, ketakjuban yang mencengangkanpun membuat gempar disana.


"yang mulia, saya sudah menyediakan seperti yang mulia katakan."


"hem.. keluarlah, jangan biarkan siapapun masuk kemari, tanpa izin dariku."


"baik yang mulia."


rolandpun segera mundur dan beranjak keluar. saat sudah tidak ada siapapun, lannox dengan cepat melakukan tugasnya.


ia merentangkan telapak tangannya, dan mengarahkan keair yang ada didalam wadah. air itupun terangkat melayang keatas, meninggalkan wadah besar menjadi kosong.


saat air melayang, keluar cahaya putih dari telapak tangannya. cahaya itu langsung masuk kedalam air, dan air itu mengeluarkan cahaya lalu berputar kencang seakan dinetralisir.


"hem butuh waktu satu menit, agar air ini benar-benar dinetralisasi."


setelah satu menit pengolahanpun selesai.


"roland......."


terdengar panggilan dari dalam,


tap.. tap.. tap.. suara langkah kaki sedang berlari kecil, memasuki kamp.


"saya yang mulia."


"roland, bawa air ini.. dan berikan minum pada pasien yang sedang sakit."


roland melihat kedalam wadah yang berisi air.


"apa yang kau lihat? cepat lakukan seperti yang aku katakan." ucap lannox dingin


"b..baik.. yang mulia"


'yang mulia terlihat sangat berbeda, apa perasaanku saja.'


rolandpun segera keluar memanggil beberapa kesatria, untuk mengangkat wadah besar. dan merekapun segera bergegas, membawakan air itu, kepada dokter untuk diberikan pada pasien.


'apa yang kau lakukan pada tubuhku? siapa kau sebenarnya...?'


lannox sedang duduk santai sambil bersedekap tangan dan memejamkan matanya. namun, dalam kediaman itu.. lannox sedang berseteru dengan pria berwujud cahaya yang menguasai tubuhnya melalui pikiran.


'tenanglah bocah, aku hanya meminjam tubuhmu untuk sementara. kau tidak perlu khawatir, aku akan membantumu mengatasi wabah ini. tentang siapa aku, kau tidak perlu tau, kau diam saja. duduk dengan manis, dan terima hasil.'


'aku tidak mengerti..! kenapa kau sampai ikut campur dalam masalah ini.'


'................'


'namun aku akan berterimakasih jika kau bisa menangani wabah ini.'


'hmm'


pria itu hanya diam dan, tampak senyuman kecil bertengger dibibirnya.


"apa ini sir roland?


"dokter anna, berikan air ini kepada pasien, kita akan tahu jawabannya setelah mereka meminumnya."


sang dokter terlihat ragu, dengan perkataan roland.


"cepat lakukan, kita tidak punya waktu meragukan sesuatu yang belum pasti. apalagi, ini adalah perintah dari yang mulia langsung."


"baiklah letakkan saja disitu, bisakah anda membawakan mangkuk atau cangkir untuk diberi minum kepada pasien?"


roland menoleh kepada beberapa prajurit.


"kalian, bawakan beberapa cangkir atau mangkuk."

__ADS_1


"baik komandan."


"tolong... tolong.. dokter, saya benar-benar tidak tahan lagi, ini terlalu sakit lebih baik anda bunuh saja saya."


dokter anna yang tidak tega melihatnya.. merasa bingung dan gelisah, tidak tahu harus berbuat apa? agar para pasien bisa tenang dan tidak kesakitan lagi.


roland yang memperhatikannya sejak tadi mendekatinya.


"tenanglah, pasti ada jalan keluarnya."


"anda bicara.. seakan masalah ini bisa diatasi."


"ya anda tunggu saja, pasti ada keajaiban yang akan terjadi."


"apa maksud anda sir roland."


"entahlah, hanya firasat."


tak lama sang prajurid datang membawakan beberapa cangkir, dokter anna yang melihatnya dengan sigap langsung mengambil, dan memberikannya kepada para pasien.. begitupun beberapa dokter lainnya.


para pasienpun meminum air yang diberikan dokter. dan setelah mereka meminumnya, masih belum ada reaksi apapun. namun yang terjadi setelahnya, malah teriakan keras dari para pasien.


"aaaggghhhh sakit.. sakit.. dokter, air apa yang anda berikan kepada say.. ah tidak ini.. tidak sakit lagi?"


mata yang memerahpun kembali normal, pasien yang berteriak kesakitan, tiba-tiba saja terdiam, merasakan perasaan sejuk dan hangat dalam waktu yang bersamaan, ada perasaan aneh sesuatu mengalir kedalam tubuhnya.


"ada apa tuan Bello.. perasaan apa yang anda rasakan? apakah ada gejala aneh lainnya..!"


"tidak dok, saya merasa bugar, dan ini jauh lebih baik dari sebelumnya. tubuh saya tidak merasakan sakit, ataupun nyeri dari dalam. ini rasanya tubuh saya jadi lebih baik dan lebih ringan."


dokter anna merasa bingung dan saling memendang dengan roland, begitupun para pasien lain yang melihatnya. awalnya ragu untuk minum air itu, namun, setelah melihat reaksi pasien bernama bello. merekapun jadi bersemangat ingin sembuh dan, meminumnya. dan benar saja, setiap orang yang meminum air itu.. merasakan perasaan yang sama seperti bello.


dokter anna dan yang lainnya merasa tak percaya namun, sekaligus merasa lega. karena efek dari air yang diberikan, membawa dampak baik bagi para pasien.


tanpa menunda lagi, merekapun dengan semangat memberikan air untuk diberikan kepada pasien lainnya.


rolandpun segera kembali kekamp milik lannox, untuk melaporkan kejadian yang baru saja dia saksikannya.


"yang mulia.. yang mulia.."


dilihatnya tidak ada lannox didalam.


"jay, dimana yang mulia?"


"beliau barusan keluar."


"keluar kemana?"


"kearah barat."


roland segera berlari pergi kearah yang ditunjukkan, dan saat ia tiba. tampak hamparan rumput hijau, lannox sedang duduk bersandar dipohon besar.


"yang mulia.. para pasi..."


"aku sudah tahu, cepat selesaikan tugasmu, dan bantu para dokter agar masalah ini cepat beres. setelahnya, kita akan berangkat kekota vala."


"baik yang mulia."


rolandpun kembali dan membantu para dokter.


kembali ketemapat argus.


"sudah kuduga, ada yang tidak beres. aku harus segera melaporkan kepada yang mulia."


arguspun menghilang dan meninggalkan kota vala dengan seribu tanya.


...----------------...


sementara dikekaisaran.


"bagaimana menurutmu lagrin..! apakah anak itu bisa mengatasi masalah ini?"


"menurut saya itu sangat sulit baginda, bahkan para dokter kekaisaran angkat tangan akan wabah ini."


kaisar terdiam sejenak, lalu bicara lagi.


"ya semoga saja anak itu bisa melakukannya. jika tidak! akan sangat merepotkan, jika wabah ini sampai menyebar lebih jauh lagi."


"akan tetapi, mengapa baginda mengirimnya kekota dakus, bukankah wabah yang sedang terjadi adalah dikota vala."


"hem... aku hanya ingin mengerjai anak itu, karena dia jarang terlibat dalam misi seperti ini, dan sekaligus melihat apa sebenarnya yang terjadi dikota dakus, dan vala?"

__ADS_1


'baginda kelihatannya sangat menyayangi beliau, dan mempercayainya.'


__ADS_2