
(zion) "apa yang terjadi..! bagaimana bisa aku juga ikut tidur nyenyak, sampai tidak sadar hari sudah terang, ini benar-benar aneh..?" zion mulai menaruh curiga 'aku harus menanyakan ini dengan kekek, dan yang lainnya.'
sementara dimeja bundar, para spirit berkumpul membahas kejadian tadi malam, kecuali garda dan jura yang sedang tidak berada ditempat.
(saga) "apa sebenarnya yang telah terjadi tadi malam, bagaimana bisa kita tertidur semua."
(gira) "itulah yang aku herankan.. jika diingat-ingat lagi..! ini bukanlah yang pertama kalinya kita tertidur seperti ini bukan?"
(zaku) "ya kau benar.. ini benar-benar aneh..! tapi, untunglah tidak terjadi apa-apa."
(roya) "ini bukan tidur masalkan..?"
(gira) "apa maksudmu..?"
(roya) "ya.. aku jadi teringat saat kita menjalin kontrak dengan dewi, bukannya kaisar zando membuat seluruh dunia tertidur..?"
(saga) "itu beda lagi ceritanya.. saat itukan beliau melakukannya karena tidak ingin ada yang tahu, perjanjian kontrak yang telah kita lakukan dengan dewi."
tama yang sejak tadi bungkam, mulai mengeluarkan suaranya.
(tama) "teman-teman."
semuanya menoleh kearah tama.
(tama) "sebenarnya.. dimana kaisar berada..? aku sudah lama tidak menemui beliau..!"
(zaku) "kukira, ada apa.. ternyata cuma menanyakan keberadaannya saja."
(tama) "ya.. itu wajar bukan, apalagi semenjak diutus dewi dalam misi, kami sama sekali belum bertemu beliau sampai saat ini hehe, dan kudengar..! tiba-tiba saja cucumu dibukakan segel oleh kaisar."
(roya) "ya.. bahkan zion juga sempat bertarung dengan jura sebelum jura berevolusi. dan, karena dia tidak bisa mengontrol kekuatannya, ia sempat kalap dan untunglah ada pertolongan dari dewi."
(gira) "wow.. kalian sampai tahu seditail itu.. darimana kalian mengetahui masalah ini..? sedangkan kami belum menceritakan apapun pada kalian berdua. apa kalian yakin kalian cuma mendengarnya..!"
tring.. tring.. lannox menyerang roland dengan Serangan beruntun, membuat roland kualahan.
"apa segitu saja latihanmu selama ini roland..?"
"bukan begitu yang mulia, hah.. hah.. apa anda tidak sadar, kekuatan andalah yang semakin bertambah."
"cih jangan mengelak, ayo cepat lawan aku dengan serius."
lannox menyerang roland dari arah samping, kemudian dalam sekejap menyerang dari arah lainya. lannox semakin mempercepat gerakannya, bahkan sampai tidak terbaca oleh lawan. roland yang tak mahu kalah mulai fokus, ia memejamkan matanya, dan mulai mendengar setiap pergerakan yang datang.
"dari kiri, tring.."
roland menangkis pedang lannox, dan kakinya dengan cepat menghantam dengan lututnya kearah perut lannox, lannox yang melihat serangan roland dengan sigap menghindar, dan balas menendang lutut roland dengan tendangan kaki kanannya. dan dengan satu tangan menahan pedang, dan satu tangan lagi.. ia melayangkan siku-sikunya kearah wajah roland "bug" roland terpelanting jatuh babak belur.
(jay) "astaga benarkah apa yang aku lihat ini..! tolong katakan kalau ini tidak benar."
(eru) "tidak itu nyata, kau tidak salah melihatnya, komandan memang babak belur, dan dihajar yang mulia sampai keok."
(jay) "bisakah kau tidak menyebutkannya dengan wajah sesantai itu..?"
"sekarang giliran kalian, ayo maju."
lannox memandang para prajurid yang sudah berkumpul sejak tadi, dan mengajak mereka duel satu-persatu.
(jay) 'sebenarnya ada apa dengan hari ini..? bukannya yang mulia sudah lama tidak turun tangan melatih kami secara langsung..? lalu...., kenapa hari ini beliau begitu bersemangat sekali. apa jangan-jangan, mood beliau sedang tidak baik sekarang..!'
__ADS_1
(eru) "jay.." jay menoleh "ada apa?" eru menjawab dengan muka datar. "bukankah disaat yang mulia sedang bersemangat seperti ini, biasanya jawabannya hanya ada dua."
(jay) "apa itu..?" eru menoleh sambil bersedekap tangan. "ya.. apalagi, jika bukan karena beliau senang, ya kalau tidak, berarti.. beliau sedang kesal."
(jay) "apa tidak ada yang bilang? kalau wajahmu itu terlihat lebih mengesalkan."
(eru) "kenapa dengan wajahku?" jay menjawab dengan kesal. "kau bicara tanpa beban, dan itu lebih menjengkelkan menurutku."
(eru) "entahlah." eru mengangkat kedua bahunya seakan tak perduli apa yang dikatakan jay, lalu ia pergi meninggalkan jay sendirian.
setelah selesai latihan, lannox dan para kesatriapun mandi dan membersihkan diri, dan setelahnya.. para prajuridpun pergi sarapan pagi, diaula makan. namun, hanya lannox yang masih berdiam diri dikamarnya, ia berbaring berbantalkan lengannya sambil menghadap kesamping kanan, ia menggenggam tangan mungil si kecil.
'kapan kau akan bangun sayang..?'
zion datang menghampiri keduanya, ia duduk disamping ranjang tempat revella terbaring, dan memperhatikan ravella yang masih tertidur pulas. zion duduk bersebrangan menghadap lannox yang tengah fokus memperhatikan putrinya
"apa kau tidak makan?"
"tidak, aku tidak lapar." ia terdiam sejenak, lalu lanjut bicara lagi. "sudah enam hari dia terbaring seperti ini..! dan besok, aku akan segera pergi menangani masalah wabah yang terjadi dikota dakus. putriku akan tinggal dan tidur sendirian disini, zion..!"
"hmm.."
"jika terjadi apa-apa padaku, aku titipkan putriku padamu..? karena sejujurnya, aku sendiri juga tidak tahu, bagaimana caranya menangani kasus ini..!"
"jangan pesimis dulu nak, aku yakin kau pasti bisa mengatasinya, ya.. memang kunci penyembuhan adalah putrimu sendiri, tapi sekarang..? ia masih tertidur, terjebak dalam mimpi panjang. bahkan, ia tidak bisa merespon walaupun kau membangunkannya sekarang. ngomong-ngomong nak..! aku ingin menanyakan sesuatu padamu?"
"apa itu?"
lannox masih berbaring memperhatikan putrinya dan, tidak melepaskan genggaman tangan kecil itu sedikitpun. lannox meletakan genggaman tangan mereka didadanya seakan ia memeluknya, namun ia tetap fokus mendengarkan zion.
cincin apa yang ada ditanganmu itu nak..? aku belum pernah melihatmu memakai itu sebelumnya..!
zion terdiam, dan berpikir sejenak.
'aneh..! jelas-jelas dia memakainya, bagaimana bisa dia bilang tidak, bahkan ia tidak melihat cincin dengan ukiran aneh yang ada dijari telunjuknya? cincin itu terlihat sangat berbeda, ia seperti hidup dan terdapat mahkota diatasnya, apa jangan-jangan.., cincin itu seperti pak tua biru yang pernah menjelma menjadi kalung dileherku? tapi, waktu itu aku bisa menyadari kalau aku memakai kalung. namun, kenapa anak ini tidak menyadarinya..! haah.. misteri apalagi sekarang..?'
sementara dizona mana, kedua kakak adik sedang bersantai sambil berbaring diatas bukit, pemandangan yang terpaparpun sangatlah indah. terpaan angin sepoi.. membuat keduanya merasa nyaman berbaring direrumputan hijau.
"kakak.."
"ya ron...!"
ron yang sedang berbaring dengan beralaskan satu lengan dikepalanya, sementara tangan yang lain, dihadapkan kelangit, tampak cahaya mentari menembusi masuk diantara ruas-ruas jari kecilnya. ia diam sebentar, dan melanjutkan lagi.
"aku belum pernah merasa sedamai ini sebelumnya, disini benar-benar indah. apakah kita akan tinggal disini..? apa orang tua angkat juga berada disini...!"
ron berbaring santai dengan kedua tangan yang dilipat sebagai alas bantal kepalanya.
"hmm.. ya, kau benar.. disini sangat damai dan indah, hingga rasanya tidak ingin pergi dari sini. soal orang tua angkat, kita masih belum mengenalnya sama sekali, bahkan tidak mengetahui wataknya seperti apa..?" ia berpikir sejenak 'entah dia baik, ataukah jahat..! mungkin juga sangat kejam dan sadis. atau.., bisa jadi, kami hanya akan dijadikan sebagai budaknya.'
"kakak..!"
"apakah setelah ini.., kita bisa hidup bahagia seperti sekarang..?"
"ron, perjalanan hidup itu masih panjang. namun kita tidak pernah tahu batas akhir dari hidup itu sampai kapan? dan selama masih diberi kesempatan untuk menikmatinya, jalani saja dengan santai. dan jangan pernah mengeluh, karena disetiap kebahagiaan.. pasti ada kesedihan, dan disetiap luka, pasti ada penyembuhnya. kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi dibeberapa menit kedepan, dan apa yang terjadi esoknya. tugas kita hanya menjalaninya.. bahkan jika itu menyedihkan sekalipun..! tetap hadapi semuanya dengan tegar, karena itulah hidup. kita tidak pernah tahu jalan yang ditakdirkan untuk kita kedepannya seperti apa? namun kita bisa memilihnya, mahu dibawa kemana masa depanmu. jika kau bijak dalam memilih, maka masa depan yang cerah akan menantimu, namun jika kau salah memilih, maka penyesalanlah yang akan menantimu. apa kau sudah mengerti sekarang..?"
diam tak ada jawaban, dilihatnya kesamping.. ternyata ron telah tertidur pulas.
"hmm anak ini.. bisa-bisanya dia tertidur disaat aku sedang bicara. jadi daritadi aku bicara panjang lebar ternyata hanya untuk membuatnya tidur. haah.. aku jadi merasa seperti pendongeng..! yang sedang membacakan cerita untuk anak-anak."
__ADS_1
sementara itu dimantion paviliun barat. count arnold sedang berjalan-jalan di ditaman dan kemudian iapun duduk santai digazebo yang ada diarea tengah-tengah taman. sang pelayan menuangkan teh hangat, dan ia menyeduhnya. setelah itu, ia melihat kearah sang pelayan, yang sedang berdiri disampingnya.
"pergilah, aku ingin sendiri."
"baik, jika anda membutuhkan sesuatu, katakan saja."
"hem baiklah" pelayanpun melangkah pergi meninggalkannya sendirian, ia terus memperhatikan punggung itu hingga menjauh dari pandangannya. setelah tidak ada siapa-siapa lagi, iapun larut dalam pikirannya sendiri.
'sudah lama aku berada disini, namun duke masih belum ada pergerakan samasekali, dan belum menampakkan wajahnya sejak terakhir kali aku datang kemari. aku tidak bisa begini terus, dan hanya duduk diam saja tanpa melakukan apa-apa. aku jadi semakin dimanjakan dengan fasilitas yang disediakan oleh duke. dan, itu membuatku merasa tidak nyaman, aku harus segera bertemu dengan duke. dan menanyakan kepastian masalah yang terjadi..!'
ia baru akan berdiri, namun ia mengurungkan kembali niatnya, dan duduk lagi dengan lemas.
'hah... tapi menurut yang aku dengar, terlalu banyak masalah yang dialami oleh beliau. dari kasus wabah dan pertengkarannya dengan sang putri, hingga sang putri pergi melarikan diri. dan sekarang, yang terbaru kudengar, bahwa putri sedang sakit. dan masih belum sadarkan diri, jika aku memaksa untuk bertemu? ini hanya akan membahayakanku, karena suasana hati beliau sering berubah-ubah tidak menentu. mungkin, terlalu banyak tekanan yang ia rasakan akhir-akhir ini. setidaknya aku akan menjenguk tuan putri, sangat tidak sopan bukan! sudah tinggal gratis, bahkan.. diberi fasilitas yang disediakan, tapi aku malah tidak menyapanya sama sekali, sungguh aku tidak tahu berterima kasih. ya sudah, aku akan menjenguk beliau sekarang.'
iapun bangkit dari duduknya, dan menemui pelayan agar ditunjukkan jalan untuk menjenguk sang putri.
(roya) "caramu bertanya seolah-olah kami ini mencurigakan saja? bukankah itu tidak sopan..! secara tidak langsung kau telah menuduh kami karena telah mengetahui kejadian akan masalah ini."
(gira) "tolong jangan berpikiran negatif dulu,, aku tidak mengatakan, kalau aku mencurigai kalian. tapi pahami maksudku dengan teliti roya, mengapa kau jadi semakin sensitif sekarang..! kau jadi terlihat makin mirip dengan seseorang."
gira menoleh kearah zaku yang sedang duduk diam mengamati perbincangan.
(zaku) "ke..kenapa kau melihatku begitu, apa matamu mahu dicolok hah.."
(gira) "hem.. benar-benar mirip."
(saga) "hmmm.. kau memang benar gira, tidak salah samasekali"
(tama) "benarkan.. akhirnya ada juga yang sepemikiran denganku, hahahaha aku bilang juga apa roya...! kau benar-benar mirip dengannya."
(roya) "cih aku tidak sudi disamakan dengannya."
semuanya tersenyum mendengar ocehan tama yang terbahak-bahak menertawai roya dan zaku secara terang-terangan.
(zaku) "bag... dasar sialan, kalian sebenarnya ingin berdiskusi, atau malah mengejekku. kalau tidak senangnya ayo kita selesaikan diluar."
(roya) "ya.. aku setuju itu, jika kalian disini hanya untuk mengolok-olok kami berdua..! lebih baik kita selesaikan dengan cara kasar saja."
tiba-tiba jura dan garda datang bersamaan.
(garda) "ternyata kalian disini rupanya..! pantas saja, aku tidak melihat kalian dimantion."
(jura) "sudahlah teman-teman, tidak semua masalah harus diselesaikan dengan baku hantam. lagian, kalian bukannya sudah terbiasa dengan candaan receh seperti ini..? mengapa sekarang sampai harus ribut tidak jelas karena hal sepele, bukankah kalian jadi terlalu kekanak-kanakan."
(tama) "heh.. biasalah jura, para gadis sedang menstruasi, jadi suka sensitif, ahahahahaha.."
bag... tiba-tiba tama menyambut pisau yang dilemparkan zaku, kearahnya.
(tama) "haah seperti biasanya, pergerakanmu selalu cepat dalam menyerang. sejak kapan kau menggunakan senjata murahan seperti ini..?"
(zaku) "cih, hanya untuk berjaga-jaga saja, dari orang menyebalkan sepertimu."
(tama) "ah.. kita memang sudah lama tidak bermain ya, selama ini kalian bersenang-senang tanpa kami. kalau begitu, ayo kita mulai."
(garda) "hah mulai lagi." garda menutup wajahnya dengan satu tangannya.
tiba-tiba terdengar suara berat yang mendominasi dari dalam ruangan, semuanya dibuat terkejut, dan tidak ada yang bisa bergerak samasekali, karena tekanan yang sangat hebat.
"hentikan."
__ADS_1