
Hari sudah mulai sore, dukepun akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia meregangkan semua ototnya yang terasa lemas dan sedikit sakit, karena tidur dalam posisi yang kurang nyaman.
'semoga anak dua itu bisa akur! dan menjalin hubungan baik. Sebenarnya, misi ini terlalu mudah untuk mereka berdua, yang sudah sangat berpengalaman. Tapi untuk menjalin kedekatan antara keduanya, mereka harus berada dalam satu tim. Jika mereka bisa menjalin kerjasama yang baik, itu justru lebih bagus. Apalagi yang satunya.. Dia sangat mahir dalam mencari informasi. Sementara yang satunya lagi, lebih cocok dalam pengawalan, tapi jika mereka bisa membuktikan kinerja mereka dengan baik! mereka pasti bisa menjadi tim yang solid dan kompak. Kelak keduanya bisa diandalkan dimasa mendatang. namun sebelum itu, bakat mereka harus lebih diasah lagi.' ia menghelah nafas panjang. "Tetapi tetap saja.. aku masih belum bisa mempercayai keduanya."
Ditempat lain, gapi sedang berada dihutan terlarang, ia terbang sedikit rendah untuk memastikan apa yang dilihatnya, Sesuatu yang berkilau telah menarik perhatiannya.
'apa itu..!'
gapi mendarat dengan sempurna, tampak kilauan cahaya terang menarik pandangannya. gapi berjalan mendekati cahaya kecil yang ada didalam gua! Ia terlihat ragu-ragu untuk masuk kedalam mulut gua yang tampak suram dan sangat gelap.
'hmm.. Haruskah aku masuk kedalam? Tapi.. Jika aku masuk, entah kenapa aku merasa tidak akan bisa keluar lagi, dari situ. Hmm.. sebaiknya aku pergi dari sini, aku harus memberitaukan pada paman jura, atau paman zion, tentang apa yang aku lihat.'
Gapi langsung mengepakkan sayapnya, dan terbang tinggi, Namun hasratnya akan rasa lapar membuatnya turun lagi, untuk mencari buruan.
'hampir saja aku kelupaan, perutku benar-benar lapar sekali.'
Gapi bersembunyi dibalik semak-semak, ia mengintai sambil memilih, buruan mana yang ingin dia tangkap.
"mmmm.. Sluurrpp, sepertinya yang satu itu sangat gemuk dan enak, aku akan memilihnya sebagai menu makanan hari ini."
Gapi melihat seekor anak beruang, sedang meminum air dipinggir sungai, ia merangkak pelan-pelan dan semakin mendekat, setelah beberapa gerakan ia diam seperti batu. Sang beruang yang sedang minum langsung berhenti, dan melihat diantara semak-semak. Melihat tidak ada apa-apa yang terjadi, iapun melanjutkan lagi minumnya. Dan saat sang beruang itu melanjutkan lagi minumnya.. Gapi langsung melompat dan menerkam leher beruang tersebut dari belakang. sang beruang melawan dan meronta-ronta, agar bisa lepas dari gigitannya. Akan tetapi, gapi juga tidak mau menyerah meskipun sang beruang lebih besar sedikit darinya, dia tetap berusaha menahannya sekuat tenaga!
'sialan, bocah ini kuat sekali.. Apa karena dia gemuk! Eughh'
Gapi menahan cengkraman giginya, namun yang terjadi.. tenaga anak beruang itu terlalu kuat untuk ditahan olehnya, dan akhirnya.. Anak beruang itupun berhasil lepas dan kabur dari gigitannya. Gapi yang merasa sangat kesal, tanpa sadar, langsung mengeluarkan aura yang mengerikan dari tubuhnya. Ia langsung menyerang anak beruang itu, cahaya putih terang seperti laser langsung mengenai jantung beruang tersebut. Dan yang anehnya lagi.. semua hewan yang ada dihutan terlarang, langsung kabur karena ketakutan, Burung-burung berterbangan, suara dihutan menjadi riuh dan gempar karena jeritan dari hewan-hewan tersebut.
'ghhhrrr' ia mulai…sadar kembali. 'haaah apa yang terjadi? Kemana perginya hewan-hewan tadi..! Oh iya beruangnya.. Zeg.. Zeg.. Zeg.. Zeg.. Euh bagaimana bisa beruangnya mati? Haah sudahlah, aku harus membawanya.'
Gapi meraih beruang itu dengan kedua tangannya, lalu iapun terbang tinggi meninggalkan hutan tersebut. Tetapi ia tidak sadar, ada kekuatan yang telah terbangun dari tubuhnya. Dimansion, zion berjalan melewati lorong demi lorong. ia tidak melihat keberadaan para spirit dimanapun, ia terus menyusuri jalan.. Dan saat ia sedang berjalan santai, tiba-tiba saja terdengar suara dari seseorang yang ia benci, menyapanya.
"hmmm.. Sepertinya sikucing galak sedang kesepian ya, mau aku temani bermain..?"
__ADS_1
'cih, kenapa diantara banyak orang aku malah bertemu dengannya! Ini menyebalkan, heh.. Siapa lagi itu disebelahnya? Mmm.. Aku akan mengetesnya sedikit.'
zion menatap lekat kepada rudolf, rudolf yang melihat tatapan singa buas itu, Sedikit merasa tertekan dengan aura yang dikeluarkannya, dengan sangat tidak bersahabat.
'apa ini.. aku tidak bisa bergerak sama sekali, si.. si.. siapa singa itu?' rudolf meminta pertolongan argus. "ya.. yang mulia, sa.. saya tidak bisa bergerak! tolong.."
"cih, kau kejam sekali.. sampai harus menguji orangku seperti ini..!"
Argus menepuk bahu rudolf, kekangan aura yang membuatnya tidak bisa bergerak, langsung menghilang karena tepukan dari argus.
"haaah.. Terimakasih yang mulia."
Rudolf menarik nafas lega lalu ia melihat kearah zion, zion yang bertampang galak, mendecih malas pada argus. Ia langsung berjalan melewati argus dan mengabaikan keberadaannya begitu saja. tanpa membalas sapa darinya, argus menyeringai, tampak wajahnya sedikit kesal karena diabaikan.
'cih, tumben dia tidak meresponku sama sekali, biasanya dia akan mengajak berdebat, dia jadi kelihatan sombong sampai tidak mau membalas..!'
Kata-kata rudolf memecah fokusnya keada argus.
"Siapa dia yang mulia? Kenapa dia kelihatannya, tidak menyukai anda sama sekali?!"
Rudolf yang mendengar jawaban sang pangeran, kelihatan malas untuk bertanya lagi, akhirnya dia hanya diam mengikuti dari belakang, dan merekapun melanjutkan lagi perjalanan mereka.
'heran, dia kelihatanya percaya diri sekali dengan kata-katanya, jangan-jangan singa itu saingan pangeran! Auranya sangat kuat, aku sampai dibuat tidak bisa bergerak sama sekali olehnya. kelihatanya mereka setara, Maksudku kekuatan mereka berdua!'
'tumben sekali singa pemarah itu mengabaikanku! Biasanya dia akan membalas menyerangku dengan kata-kata umpatan. Apa yang telah terjadi? Oh iya.. omong-omong beberapa hari ini, aku masih belum melihat keberadaan beberapa orang-arang itu! Dimana mereka tinggal? aku sudah hampir mengelilingi setengah dari mantion ini..! Tapi tidak kutemukan keberadaan mereka. Siapa sebenarnya mereka? Apa kutanyakan saja kepada yang mulia! Hmm.. Tidak.. Tidak.. Sebaiknya aku harus mencaritaunya sendiri. Ini jadi kelihatan menarik, seperti sedang memecahkan teka-teki heheheh. Yah.. untuk sekarang aku nikmati saja waktuku, mansion yang mulia sangat besar dan luas sekali, sudah dua hari aku menjelajah tempat ini. Namun ini baru setengahnya saja, sebenarnya berapa besar ukuran mansion ini? Kelihatanya jauh lebih besar dari istanaku!'
Para spirit berkumpul dikamar, menjaga sang putri yang masih terbaring tidak sadarkan diri. Kecuali tama, jura dan roya yang tidak ada disitu.
(zaku) "omong-omong.. Bagaimana keadaan roya? Apa dia sudah pulih!"
(saga) "entahlah, semoga saja lukanya tidak parah, karena akan sangat berbahaya sekali jika ia masih terluka, sedangkan waktu yang dikatakan kaisar semakin dekat!"
__ADS_1
(gira) "ya.. Kau benar, bukankah lebih banyak, jauh lebih baik! Apalagi kita juga tidak tau, musuh seperti apa yang akan menyerang dewi, dan akan kita hadapi nanti, Kaisar hanya menyuruh kita untuk selalu berada disamping dewi."
(zaku) "terkadang aku suka heran dengan kaisar, beliau menyuruh kita untuk berjaga.. Sementara beliau sendiri tidak pernah ada! Ya.. Aku tau sih kalau beliau itu memegang jabatan lebih tinggi sebagai seorang kaisar, akan tetapi.. Sebagai spirit yang sudah menjalin kontrak dengan dewi, bukankah beliau juga berkewajiban, untuk menjaga dewi..!!"
(saga) "benar, beliau sangat bebas. Kelihatan seperti bukan spirit dewi, soalnya dia datang dan pergi sesuka hati.. Seolah perjanjian kontrak yang telah terjalin, bukanlah apa-apa baginya."
(zaku) "aku jadi curiga.. Apa benar beliau itu spirit dewi? Atau jangan-jangan.."
(roya) "jangan-jangan apa maksudmu? Jangan sembarangan bicara, Jika beliau sampai mendengarnya, kau bisa dianggap telah melakukan kejahatan. Karena berani mencurigai kaisar!"
(zaku) "cih, sialan.. Darimana saja kau? Datang-datang langsung menuduhku sembarangan. Aku tidak mencurigai beliau seperti yang kau pikirkan, aku hanya curiga jika beliau sebenarnya, hanya melakukan kontrak palsu. Ya.. Habisnya beliau tidak seperti kita, yang selalu ada buat dewikan! Sementara Kaisar sering menghilang dan... "
(saga) "beliau selalu ada disaat dibutuhkan, lagian singkirkan kecurigaan bodohmu itu dari pikiranmu! Apa kau tidak sadar selama ini, beliau selalu ada disaat genting. Intinya, meskipun kaisar tidak ada bersama kita, tapi beliau selalu ada disaat dibutuhkan, dan beliau selalu hadir dalam rapat penting. Seperti terakhir kali, saat kekhawatiran tama membuat kita semua panik, meskipun kekhawatirannya itu ada sangkut pautnya dengan kekuatan dewa… yang bahkan tidak bisa kita rasakan sama sekali!"
Perkataan zaku langsung dipotong tegas oleh saga, dan membuat zaku terdiam.
(saga) "dan kau, sejak kapan kau datang tanpa menyapa?"
(roya) "hehe.. Aku baru saja datang, dan kebetulan saat aku ingin menyapa kalian, tiba-tiba saja aku mendengarkan kecurigaan zaku terhadap kaisar, Jadi aku sampai lupa menyapa kalian lebih dulu."
(gira) "bagaimana keadaanmu, apa kua sudah pulih dari luka dalam?"
(roya) "ya, lumayan membaik, tapi belum benar-benar sempurna dari kata sehat, Setidaknya sudah lebih baik."
(gira) "baguslah, sangat menyenangkan mendengarnya."
(roya) "omong-omong dimana jura,? Kenapa aku tidak melihatnya!"
(saga) "entahlah, dia hanya bilang ada misi yang harus dilakukan, aku juga tidak tau misi seperti apa yang ia lakukan..!"
(roya) "dasar.. Pikiran anak itu.. selalu saja tidak mudah ditebak!"
__ADS_1
Sementara itu.. Jura sedang mengawasi argus tanpa sepengetahuan darinya. Ia terus mengiku keseharian argus, disaat tertentu, jura meninggalkannya tanpa pengewasan.
'ini sedikit membuatku bosan, terus mengawasinya sepanjang hari. Untuk hari ini sudah cukup, aku akan melanjutkannya lagi besok.'