AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
KEMURKAAN DEWA ZANDO 2


__ADS_3

Damu yang mengerti akan maksud Sang Paduka, tanpa banyak tanya lagi.. Ia mengangguk patuh. Lalu berjalan sambil mengibaskan kedua sayap indahnya dan melesap pergi menghilang di udara.


Sambil melihat kepergian Damu yang sudah menghilang, ia berseringai dingin dan bergumam pada seseorang. Dan suaranya membuat Garda tiba-tiba menjadi gemetar ketakutan, Ravella dan kelima saudara lainnya.. yang sedang menyaksikan perubahan sikap Garda yang tiba-tiba, menjadi bingung melihatnya.


Awalnya Garda hanya ingin menghibur Ravella yang sedang kesal karena Spiritnya, lalu.. Ia bersembunyi untuk sementara waktu. Untuk memberikan sedikit pelajaran kepada Para Spirit miliknya.


Maka dari itu Garda memberi ide, dan mengajak Ravella jalan-jalan kealam langit. Namun sayangnya! ia lupa dengan apa yang sudah pernah terjadi sebelumnya pada Dewi Kecil Itu.


Sangking merasa senangnya, jika Sang Dewi kecil mahu bersandar padanya.. tanpa pikir panjang Garda langsung membawa Dewi kecil ke alam langit, yang sebenarnya sangat terlarang untuk manusia.


Dan bantuan yang ia berikan tidak membantu samasekali, kecuali hanya mengundang masalah yang jauh lebih besar.


'Kau sangat lancang Garda, berani-beraninya kau membawa PERMAISURIKU tanpa seizinku! Apa kau tahu, Akibat dari kecerobohanmu..! Bahaya apa yang sedang mengancam PERMAISURIKU, sekarang?'


Ujarnya tenang, namun dengan intonasi yang mendominasi, Sehingga membuat Garda merasa terintimidasi hanya dengan tegurannya saja.


Sedangkan Garda yang tengah tertegun mendengarkan teguran dari Dewa Zando, tanpa sepengetahuan dari siapapun. Kini merasakan ketakutan yang amat sangat mengerikan.


Ia bahkan belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.. Menyadari kesalahannya, Garda pun langsung berlutut gemetar, sangking takutnya pada amarah Dewa Zando kepadanya.


'A-a-ampuni Hamba yang bodoh ini, wahai Paduka!! H-h-hamba benar-benar tidak ada terbesit sedikitpun untuk menjerumuskan Yang Mulia Dewi, kedalam bahaya.' ujarnya jujur.


Namun, kesalahan tetaplah kesalahan.. Kali ini, Dewa Zando tidak bisa mentolerir perbuatan Garda. Dan setelah teguran Sang Dewa, tiba-tiba alam Langit menjadi gelap gulita.


Dan suara menggelegar bergemuruh kencang menyambar di seluruh kota RUGA, membuat penduduk Langit terkejut dan ketakutan.


Garda yang mendengarnya.. Juga di buat kaget akan suara dan pemandangan tersebut. Ia tidak bergeming dari tempatnya. Ia tidak berkutik sedikitpun, Karena kemurkaan dari Sang Dewa tersebut.


"GELEDUK.. GELEDUK.. JEEEDUUUAAR... DUNTAMMM.. DUNTAMMM.."


Semuanya di buat heran dan tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi saat ini..! begitupun perubahan pada sikap Garda. Mereka melihat keanehan pada sosok Garda.


keringat dingin terus mengucur di seluruh tubuhnya.. Sampai-sampai ia meminta maaf kepada Ravella dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Nak Dewi.. Maafkan aku karena tidak bisa menepati janjiku padamu." ujarnya Penuh penyesalan.


"Apa maksud Kakek?"


Garda berlutut dengan satu lutut, mensejajarkan tubuhnya dengan Ravella. Lalu memegang kedua bahu kecilnya.. Sambil bergumam.


"Sepertinya.. aku telah melupakan peraturan Di Alam Langit ini, Nak! Haaah..., Sebenarnya, manusia tidak diperbolehkan menjejakkan kaki mereka kemari, dan aku telah melakukan kesalahan itu, Nak Dewi!" ujar Garda, sambil mengusap rambut Ravella dengan lembut.


Melihat reaksi penyesalan dari sosok Pria di hadapannya itu, Ravella yang cepat tanggap langsung mengerti.


"Baiklah Kek, aku mengerti maksudmu.. Jadi Kakek tidak perlu lagi menjelaskan semuanya padaku." ujarnya tersenyum lembut untuk menenangkan Garda, Karena melihat Garda merasa bersalah padanya.


'Sepertinya Kek Garda, sedang mendapatkan teguran keras! Sehingga wajahnya yang tadi tampak bahagia, kini tiba-tiba saja berubah menjadi pucat dan lesu. Aku belum pernah melihat sosoknya yang seperti ini..!!' Pikirnya.


Sedangkan Garda yang sedang tertegun mendengarkan teguran dari Dewa Zando, tanpa sepengetahuan dari siapapun. Kini hanya bisa merasakan ketakutan yang amat sangat mengerikan, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Garda hanya bisa berlutut gemetar dalam diam.


Ravella yang jauh lebih terkejut akan fenomena tersebut! karena bunyi keras yang sangat mengerikan, seolah-olah suara tersebut bisa menguncang Alam Langit dalam sekejap.


Melihat reaksi Sang Dewi Kecil itu, Garda sangat khawatir. namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia juga merasa sangat menyesal karena telah membahayakan Sang Dewi.


Sadar akan ketakutan Sang Dewi kecil tersebut, Garma dengan cepat segera mengambil tubuh Sang Dewi, dan membawa kedalam pelukannya.


Iapun segera membawa Ravella pergi dari tempat tersebut. Namun, sebelum pergi dari tempat itu, Ia bergumam dan melihat kearah Garda.


'Saudaraku, aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan? Sampai-sampai membuat Paduka menjadi sangat murka seperti ini.


Kota RUGA yang awalnya selalu tenang dan damai, kini berubah menjadi seperti Kota kematian. Maafkan aku Saudaraku, kali ini aku tidak bisa membantumu.'


Melihat Saudaranya yang juga tidak berdaya akan kemurkaan Sang Dewa, Garda hanya bisa menghelah nafas panjang sambil berutut. Lalu ia kembali berujar kepada Garma, dan melihat kearah Ravella.


'Baik Kakak.. Aku mengerti. Kalau begitu.. Bisakah kau membantu menggantikanku, untuk mengantarkan beliau kembali Kekastil!? Dan tolong sampaikan juga maafku, kepada Nak Dewi. Karena aku tidak bisa menepati janjiku padanya, dan mengantarkannya pulang.' ujarnya merasa bersalah.


'Baiklah, kalau begitu Aku akan pergi membawa Dewi kembali.' ujar Garma yang sesekali melihat perubahan alam langit, Yang di penuhi dengan suara gemuruh dan petir.

__ADS_1


Sedangkan Ravella yang tidak bisa mendengarkan pembicaraan keduanya, hanya bisa terdiam ketakutan, dengan suara keras yang ada di kota tersebut.


'Bahkan gemuruh petir di Alam langit, sangat berbeda jauh dengan yang ada di dunia manusia! Ini sangat mengerikan sekali.


Aku ingin segera pulang menemui Ayah!! Tapi di satu sisi aku juga tidak ingin merepotkan Kakek Garda, bahkan ia sampai mendapat teguran, karena telah membantuku.


Tapi.. siapa yang telah menggendongku sekarang? sepertinya ini bukanlah Kek Garda!!' ujarnya dalam hati, karena merasakan perubahan sentuhan tersebut.


Ravella masih memejamkan kedua matanya.. Sambil menutup telinganya! Dan ia juga merasa sangat takut setelah mendengar gemuruh petir tersebut.


...****************...


Dan setelah pembicaraan Garma dan Garda Selesai.. Akhirnya Garma tiba di Kastil, ia langsung muncul di kantor Duke, dengan membawa Dewi dalam gendongannya. Duke dan Zion masih belum menyadari kehadiran Putri Kesayangannya itu.


Keduanya tampak sedang termenung, sambil menunggu kabar dari Emilio dan yang lainnya. Garma menurunkan Ravella, lalu berujar padanya untuk menyampaikan pesan Garda.


Ravella mengangguk mengerti dan berterima kasih pada Garma, karena telah menggantikan Garda, mengantarkannya kembali dengan selamat ke Kastil.


Setelahnya.. Garma pun kembali. Ravella yang melihat sosok Sang Ayah dan Spirit miliknya sedang berada di luar pagar Balkon Kantornya yang luas, sambil bermenung melihat alam sekitar Kastil.


Ia pun segera berlari sambil meneriaki Sang Ayah, yang tampak kaget saat mendengarkan suara pangilan yang sangat ia kenal itu. Begitupun dengan Zion, yang langsung menoleh kearah datangnya suara tersebut.


"AYAAAHHH....!!!!! Panggilnya sambil berlari kedalam pelukan Lannox.


"PUTRIKU.. RAVELLA!!!" ujarnya langsung memeluk dengan erat Si Buah Hati kesayangannya itu.


Zion langsung menarik nafas panjang.. Setelah melihat Putri yang sangat ia khawatirkan, telah kembali dengan selamat, tanpa terluka sedikitpun.


"Haaah...., syukurlah." ujar Zion lega.


"Darimana saja kau Nak? Tahukah kau betapa kami sangat mengkhawatirkanmu!!" ujar Duke pada Putrinya.


Namun, tidak ada satupun penghuni Bumi yang tahu.. Apa yang telah terjadi di Alam Langit saat ini..!

__ADS_1


__ADS_2