AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
BERIKAN AKU SETETES DARAHMU!


__ADS_3

!!hi... all, maaf ya.. saya baru bisa update sekarang. terimakasih buat yang udh vote, komen, n like. kalian buat saya lebih bersemangat dan akan berusaha lebih baik lagi dalam menulis. happy reading 😉


keesokan harinya


"ranov, kumpulkan semua data para pelayan, yang ada di mansion ini."


"baik Yang mulia"


ranovpun keluar menutup pintu, namun ia merasa seperti ada yang mengganjal di hatinya.


'tidak biasanya yang mulia melakukan pengecekan! apa ada masalah yang telah menyinggung beliau! atau para pelayan telah melakukan kesalahan fatal.? ah entahlah, sebaiknya aku harus bergegas sebelum tempramen beliau kumat lagi.'


"tok.. tok.. tok.."


"masuklah"


"ini data keseluruhan,, para kesatria yang mulia."


"bagus.. taruh saja disitu, kau boleh pergi roland."


"baik yang mulia, saya mohon undur diri."


lannox menggangguk, lalu memanggil sepuluh pasukan bayangan miliknya.


"keluarlah, ada tugas penting untuk kalian."


"wush.. wushh.. wushh..."


(dante) "kami menghadap yang mulia, tugas apakah yang harus kami lakukan?"


sementara yang lain hanya diam dan menunggu dengan setia jawaban dari lannox, suasana ruangan menjadi sangat hening sesaat. dan, menjadi penuh tekanan bagi prajurid bayangan.


"ambil data-data laporan ini, dan, kalian cek kembali. dengan teliti.. jika ada yang terlihat mencurigakan, segera katakan padaku."


semuannya saling menatap dan memasang wajah kebingungan.


"ada apa? kenapa kalian terlihat tidak senang begitu..!"


(ardan) "ma.. maaf.. yang mulia, hehe.. apa anda yakin tugas kami hanya ini..? bukankah biasanya kami ditugaskan untuk membunuh atau memata-matai..!"


"bwusss.. tap, apa kalian sedang dalam keadaan tawar menawar denganku?"


lannox melemparkan kunai kearah ardan, dan untungnya dia sempat menghindar.


"ma..maafkan saya yang mulia, sa.. saya tidak berani, a..akan kami lakukan."


ardan dan yang lain mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan, akan amarah lannox yang tiba-tiba.


"dengar! aku sedang dalam mood yang tidak baik sekarang, jadi cepat selesaikan tugas kalian."


"baik yang mulia" jawab mereka serentak, dan lannox kembali melanjutkan pekerjaannya. sementara jura dengan wujud naga hitamnya, terbang tinggi berputar-putar bermain di udara. melatih si naga merah kecil, yang terus mengikuti kemanapun naga hitam itu terbang.


"apa kau senang gapi..!"


"khakksss.. kkhaass.."


"hmm baguslah! terus latih sayapmu gapi, rentangkan yang lebar dan menyatulah bersama angin, diudara kita adalah raja. sekarang lakukan seperti yang aku lakukan."


jura berputar putar cepat diudara bebas, dan terbentuklah sebuah pusaran. jura membuat badai kecil,agar tidak membahayakan hewan yang ada disekitar hutan, si kecil gapi begitu senang dan takjub, melihat apa yang dilakukan jura, diapun mulai mengikutinya dan berputar - putar kecil diudara. namun, badai yang dibuat gapi gagal terbentuk.


"mmm... khhaakkss..."


"hahaha masih butuh sepuluh ribu tahun lagi, untukmu melakukannya nak."


jura benar-benar tertawa senang, merasa terhibur melihat tingkah naga kecil yang ada dihadapannya. naga itupun merasa malu karena gagal membuat badai lalu gapi mendekati jura.


"khhaakkss.. kkkhakks.."


"hmm.. kasihan sekali kau, bagaimana jika aku membuatmu bicara! tik"


jura menjentikkan jarinya dan akhirnya.


"aaa.. aaa.. heee..?"


"bicaralah, kau sudah bisa bicara sekarang. tidak perlu memakai suara imut itu lagi."


"b..bbaik, aaa.. aaa.. ba...baik paman! terimakasih banyak paman, dengan begini, aku bisa bicara dengan dewi. dan dewi, bisa mengerti omonganku."


"ya.. sama-sama. tapi kau juga harus giat berlatih, agar bisa melindungi tuanmu yaitu dewiku."


"tapi, dia juga dewiku, bukan hanya dewi paman."


"hahahahah bocah kecil sudah berani protes ya..! apa kau tidak ingin hidup lebih lama hahh?"


"a.. aku hanya mengutarakan apa yang aku pikirkan saja paman."


"heh, baiklah, ayo kita lanjutkan lagi latihannya."


"apa.. lagi..! huh kapan istirahatnya, kau terus membuat aku berlatih tanpa henti paman."


"jika kau ingin mengakuinya sebagai dewimu! kau harus terus berlatih agar menjadi lebih kuat, dan bisa melindungi dewi."


"ya, kau memang benar paman. aku yang salah, karena terlalu mengeluh, tapikan! aku masih kecil, tidak apa-apa jika aku tidak berlatih?"


"karena itu kau harus menjadi mandiri, jangan manja, masih banyak naga yang jauh lebih kuat darimu."


"benarkah itu paman? jika begitu, aku harus berusaha lebih giat lagi.. biar bisa menjadi lebih kuat sepertimu paman."


"heh! butuh sepu..."


"ya.. ya.. sepuluh ribu tahun aku tahu itu., akan ku buktikan padamu paman kalau aku ini berbeda."


"heh memang itu yang kuharapkan bocah."


merekapun terbang tinggi menguasai angkasa, dan gapi terus berlatih membuat badai namun selalu gagal. lalu terpikir sebuah ide olehnya, gapi mengeluarkan api kecil, dan memutar api itu seperti badai namun berbentuk pusaran api.


"hmm pintar juga dia, membuat badai dari api miliknya sendiri. cerdas juga kau bocah."


...----------------...


"tok..tok..tok.. tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda."


"bagus akhirnya dia datang juga."


"siapa yang kau maksud?"


"kau cukup dengarkan saja, nanti kau juga akan mengerti roya."

__ADS_1


'ada apa sebenarnya dengan rubah ini, dari tadi siang dia terus saja berbicara ngawur!'


"baiklah akan aku coba"


"hmm.. suruh dia masuk!"


"silahkan, tuan sudah menunggu anda didalam."


pria itu mengangguk, lalu dengan berat hati ia melangkah dan membuka pintu, tampaklah kedua pria tampan sedang duduk santai, dilihatnya satu pria tampan lain dengan bentuk mata yang tajam dan dengan wajah tegas, sedang duduk bersandar dijendela sambil melihatnya, sedangkan pria tampan satunya berparas tegas namun terlihat buas sedang menatapnya seperti ingin memakannya


"akhirnya, apa kau sudah membuat keputusan! lalu, apa jawabanmu?"


ia menarik nafas pelan, meski masih ragu apa keputusan yang akan diambilnya sudah benar-benar tepat! atau malah bisa mencelakakan dirinya sendiri. tetapi ia tidak punya pilihan, selain memilih menerima tawaran, demi keselamatan hidupnya.


"baiklah aku akan melakukan seperti apa yang kau inginkan."


"apa kau benar-benar sudah memantapkan hatimu?"


"ya tentu saja, jika tidak.. mana mungkin aku bisa sampai kemari."


"baguslah! kau sudah mengambil keputusan yang tepat. akan aku pastikan, kau tidak akan menyesali keputusanmu."


"ya.. kuharap memang begitu! sebaiknya kau tepati janjimu, namun, aku juga bisa mengambil tindakan nekat, jika kau mengungkiri janjimu."


"hmm, tenang saja rog. aku sangat memegang kata-kataku, jika aku sudah berucap! maka akan aku tepati janjiku. begitupun sebaliknya! jika menghianatiku, aku juga tidak akan segan melakukan apa yang sudah aku katakan. dan untuk meyakinkan kata-katamu, berikan aku setetes darahmu!"


"apa maksudmu?"


"tissshh, auw itu sakit sialan."


"ini hanya untuk berjaga-jaga saja, kalau-kalau kau menghianatiku."


tama menusuk jari rog, dengan jarum, dan mengambil setetes darah dari jarinya. lalu, tama mebacakan sesuatu di darah itu.


"(rammun khan Ra) jika sebuah janji di ingkari darah yang segar, akan segera menjadi terkutuk."


"apa yang kau lakukan dengan darahku? dasar sinting!"


"hanya mengikat sumpah, jika kau berubah pikiran! darah ini akan mengutukmu, dan dalam sekejap. tubuhmu akan meleleh seperti tersiram cairan panas, hingga hanya menyisakan tulang belulang"


"apa kau sudah gila! untuk apa aku menghianatimu? dasar aneh! jika aku saja, mempertaruhkan seluruh hidupku hanya untuk datang kemari."


'orang ini sudah tidak waras! tidak dia lebih mengerikan dari para orsi..! siapa mereka sebenarnya? dan kenapa pria yang satunya hanya diam saja sejak tadi..!'


tama menyeringai sambil memegang segumpal darah yang telah menghitam karena mantra kutukan.


"ya, kita tidak pernah tahu bukan! kemungkinan hati manusia itu bisa berkhianat. roya! apa kau tidak ingin menanyakan sesuatu?"


roya yang sedang melihat keluar jendela, dengan duduk bersandar sambil bersedekap tangan, ia menyeringai licik karena telah mengerti dengan apa yang terjadi.


"selama itu untuk kebaikkan kita! aku akan menyetujuinya, lakukan apapun yang menurutmu baik."


"hmm, tentu saja."


'apa yang telah aku lakukan? apakah pilihanku sudah benar..! entah kenapa, aku merasa seperti sedang berada didalam mulut monster, yang setiap saat bisa saja memangsaku.'


"lantas kau ingin aku melakukan apa untukmu?"


"zion, sebenarnya kau di anugerahi kekuatan suci yang sangat istimewa, yang tidak dimiliki ras singa putih lainnya."


"saat kau lahir, kaisar zando mendatangiku untuk melihatmu. beliau memberitahuku!"


"ada apa kau sampai ketakutan begitu!"


"pa.. pangeran maafkan saya pa.. pangeran."


"katakan yang jelas, apa yang terjadi..! mengapa kau sampai gagap begitu?"


"sa.. saya, mohon lindungi saya pangeran!"


"dari apa?"


"duke lannox, sepertinya sudah mulai mencurigai saya pangeran."


"apa! bagaimana bisa?"


"saat, saya sedang mengantarkan hidangan untuk putri ravella. tiba-tiba duke lannox mengatakan sesuatu kepada saya, dan ia bicara sambil tersenyum menakutkan kepada saya."


"apa itu?"


"beliau hanya mengatakan, lalang yang tumbuh sembarangan harus segera diatasi. lalu tidak lama setelah itu saya dipecat, tapi, menurut yang saya dengar dari para pelayan. jika duke lannox sampai memecat tanpa memberi alasan! berarti orang itu tidak akan bertahan lama menghirup udara bebas."


wanita separuh baya itupun, berlutut dihadapan sang pangeran karena ketakutan, meminta perlindungan dari pangeran, namun mendengar apa yang dikatakan pelayan itu! pangeran tersentak kaget.


"ya, karena sudah begini. terimakasih atas jasamu."


Devin memberi kode pada pengawal yang selalu setia mendampinginya, pengawal yang mengerti akan tatapan pangeran, langsung mengeluarkan pedangnya.


"bwusss, arrhh pa..nge..ran.. a.. a.. pa.. salah sa.. ya..!"


"kesalahanmu adalah, karena terlalu bodoh. bukankah sudah kubilang!jangan sampai ketahuan, sekarang tugasmu sudah selesai."


pelayan itupun mati karena ditusuk.


"bersihkan tempat ini, dan letakkan mayatnya ditempat umum. buat seolah-olah dia mati karena kecelakaan dibunuh perampok."


'dengan begini lannox tidak akan curiga, karena aku telah mengawasi ravella sejak lama! dia juga tidak akan pernah bisa menemukan bukti tentang aku.'


pelayan mati dengan sia-sia, akan tetapi bukan pelayan yang diincar lannox, karena kata-kata yang dimaksud oleh lannox, hanya untuk memberi tekanan pada sang palayan, yang melayani putrinya. karena dia sudah tahu sejak lama, pangeranlah yang mengutus pelayan itu, untuk mengawasi keadaan putrinya, karena iapun membiarkannya.


"apa kau bilang! pelayan yang telah diutus pangeran, telah mati,"


"benar yang mulia."


"hmm, padahal aku hanya menggertaknya saja, dan ingin memberikan sedikit tekanan, pada anak itu! tapi aku tidak mengiranya kalau dia akan setega itu. pelayan yang malang, akhirnya sifat asli anak itu mulai keluar. hmm cukup menarik, tapi sayang! dia terlalu gegabah, anak sepertinya akan mudah mati sebelum berperang."


"kau boleh pergi ranov, dan, panggil ravella kemari."


"baik yang mulia."


lannox kembali fokus kepada, kesatria bayangan miliknya.


"apa kalian sudah menemukan keanehan! pada data keseluruhan pasukan militer?"


"sampai sekarang, masih belum yang mulia!"


"baiklah! sebentar lagi jadwalku makan siang bersama putriku. kalian bisa istirahat sejenak, dan makanlah yang banyak. Karena setelahnya, akan ada pekerjaan tambahan, kalian akan lembur malam ini."

__ADS_1


mereka saling menatap satu sama lain. jika bisa memilih, mereka lebih suka bekerja diluar lapangan. menjalankan misi berbahaya namun tidak membosankan, seperti sekarang! hanya berhadapan dengan kertas putih, yang melelahkan mata, dan pikiran.


"hei, apa yang sedang kau lakukan zaku?"


"untuk apa kau kemari, aku sedang tidak membutuhkan bantuanmu sekarang!"


"ayolah jangan begitu, kau jadi terlihat sangat mirip dengan cucumu."


"apa pedulimu?"


"aku selalu peduli, jika itu! menyangkut spirit milik dewi."


"huh, jangan sok peduli. kita tidak seakrab itu, untuk berbagi cerita."


"kenapa! bukankah kita sudah menjadi teman sekarang."


zaku yang sedang asik dengan lamunannya, menjadi jengkel, dan timbul rasa iseng ingin mengerjai garda.


'sepertinya orang tua ini harus diberi sedikit pelajaran.'


"apa kau yakin kita sudah seakrab itu?"


"tentu saja, aku selalu peduli, dan sudah menganggap kalian temanku."


zaku mulai mendekati garda.


"benarkah! kebetulan sekali, aku memang sedang merasa sangat kesepian sekarang."


"apa maksudmu?"


"maukah kah kau menemaniku!"


"ya tentu saja, karena itu aku disini untuk menghiburmu."


zaku tersenyum, tangan zaku mulai menyentuh wajah garda, dan zaku mendekatkan kepalanya seperti ingin mencium garda dan.


"tu.. tunggu dulu, a.. aku rasa aku harus


pe..pergi sekarang kau bisa melanjutkan kesendirianmu."


"kenapa? bukannya kau bilang ingin menemaniku garda!."


"tidak jadi, aku berubah pikiran."


garda menolak kepala zaku untuk menjauh, dan kemudian kabur pergi menghilang


"huh tuih menjijikan, memangnya aku pria apaan? anak itu ternyata lebih gila daripada yang lain. sebaiknya aku tidak boleh sendirian dengannya, dia sangat menakutkan."


"huh siapa suruh kau menggangguku."


"hahaha ternyata kau punya selera yang aneh, zaku!"


"sejak kapan, kau ada disana jura?"


"sejak kau ingin mencium priamu."


"cih enak saja! jangan sembarangan, aku hanya mengerjainya agar menjauhiku."


"tapi kalian terlihat Cocok sekali."


"pwusss pak, yang benar saja, amit-amit aku ini pria normal jura, kalau kau mahu, kau saja yang ambil! kau kan tidak mempunyai pasangan."


zaku melempari batu kearah jura, dan jura menghindarinya.


"hahaha, maaf saja aku tidak tertarik dengan pria."


"darimana saja kau? sudah setengah bulan aku tidak melihatmu semenjak kejadian itu!"


"hmm, aku berlatih, dan juga melatih si kecil."


"lantas dimana! pria kecilmu itu?"


"setelah kembali dari latihan, dia langsung menemui dewi."


"ya itu bagus, karena dewi sangat merindukan anak itu."


"lalu bagaimana perkembangan dewi, zaku?"


"dia harus melatih kekuatannya dari dasar lagi, tapi tidak semua kekuatannya menghilang, dia masih memiliki tiga puluh dari seratus."


"hmm, begitu ya..! berarti kita juga harus, berlatih lebih keras lagi. disaat dewi sedang melemah! musuh akan lebih mudah menemukan dewi. jangan sampai kejadian itu terulang lagi. aku benar-benar malu dan telah merasa gagal, menjadi spirit pelindung dewi."


"ya.. kau benar jura, itu sangat memalukan, aku tidak menyangka! para dewa akan bertindak secepat ini?"


"untuk itu kita juga harus menjadi lebih kuat zaku."


"kau tenang saja jura, begini-begini aku juga selalu berlatih."


"kau tidak melatih ilmu genitmu itukan..?"


"sialan kau! apa aku kelihatan bercanda Sekarang hah?"


"hahaha, oh iya! dimana cucumu?"


"entahlah! setelah berbicara denganku, tidak lama setelahnya, dia menghilang."


pembicaraan mereka mulai serius.


"zaku ada yang ingin kutanyakan padamu! ini tentang zion?"


zion teringat kembali apa yang dikatakan oleh kakeknya.


"beliau memberitahuku, kau terlahir dengan bakat istimewa. dan kaisar zando meminta izin kepadaku, dan ayahmu! untuk melatihmu, langsung dibawah pengawasannya sendiri, dan saat usiamu memasuki tiga tahun kau sudah bisa berevolusi kelevel sepuluh. dimana untuk singa biasa membutuhkan, latihan limapuluh tahun. tapi kau bisa melakukannya di saat usiamu baru tiga tahun."


"apakah itu benar? tetapi kenapa aku tidak mengingatnya!"


"tentu saja, setelah usiamu sepuluh tahun! kaisar menghapus ingatan kecilmu, dan menggantinya dengan ingatan anak kecil biasa. pada saat usiamu yang ketujuh tahun saja, kau sudah bisa mengalahkan monster ular yang bahkan tidak bisa aku kalahkan."


"bagaimana bisa! jika usiaku saja, baru tujuh tahun kek?"


"aku juga tidak mengerti, entah bagaimana kaisar melatihmu, hingga kau menjadi kuat seperti itu! yang jelas setelah kau mengalahkan monster ular, Kaisar menyegel kekuatanmu. karena takut kau menjadi incaran kepala suku, yang haus akan kekuasaan dan kekuatan. jika sampai mereka menemukanmu! mereka bisa menyerap kekuatanmu lalu membunuhmu."


"setelah dirimu berusia sepuluh tahun, kaisar lalu mengembalikanmu kepada ayahmu. dan menyuruh untuk melatihmu dari awal lagi, untuk menghindari kecurigaan para pemburu kekuatan."


"kaisar telah membuka segel kekuatanku tapi, kenapa beliau tidak mengembalikan ingatanku kek?"


"entahlah cuma kaisar yang tahu! yang jelas, Kaisar mengatakan padaku, kekuatanmu bercampur dengan kekuatan suci, dan hanya bisa dibangkitkan saat beliau sudah mengikat kontrak dengan dewi. saat kutanya kenapa! beliau hanya menjawabnya dengan senyuman. aku juga, tidak mengerti pola pikir kaisar!"

__ADS_1


__ADS_2