AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
KAU BUKAN PUTRIKU


__ADS_3

dua minggu telah berlalu disuatu tempat tak terjangkau oleh siapapun,


seorang pria berambut panjang menghampiri katil yang ditiduri sang permaisuri kecil, tubuhnya yang bercahaya.. terus menjaga raganya agar tetap stabil, karena dampak dari kekuatan yang ia keluarkan.


"akhirnya tubuhnya sudah mulai membaik, waktu untukmu pulang juga semakin dekat permaisuriku. huh.. dan kita, akan berpisah lagi.. jika mengikut perasaanku, aku tidak ingin membiarkanmu jauh dariku. akan tetapi, ini sudah menjadi takdirmu. kau harus melewati semua rintangan ini, aku akan terus mengawasimu permaisuriku. dan sesekali, aku aku akan datang mengujungimu."


dia terus membelai rambut perak panjang yang mengeluarkan cahaya, dan menatapnya dengan penuh kasih. seakan tak cukup dengan apa yang dilihatnya, iapun ikut berbaring disamping ravella. ia memeluk tubuh kecil itu, dan tertidur, keesokan paginya.


"a..apakah aku tertidur..!! huhh.. tidak biasanya aku bisa tidur senyenyak ini, apa mungkin Karena permaisuriku ada disampingku, hmmm.. ya tentu saja, dulu juga begini, dia selalu bisa menenangkan aku. huh.. aku benar² merindukan masa² itu."


iapun bangun dari tempat tidurnya, dan menghilang meninggalkan ravella. sigadis kecil yang masih tertidur panjang.


"ayah.. ayah.. aku mencoba meraih tangannya. jangan pergi ayah aku takut sendiri.. hiks.. hiks.."


"lepaskan aku, kau bukan putriku. aku tidak sudi mempunyai putri sepertimu."


"tapi ayah, aku sungguh putrimu ravella, kenapa ayah berubah, kenapa jadi begini..! hiks.. hiks.."


"kau bukan putriku, minggir.. grasia kemarilah nak, ayo kita pergi."


"kulihat ayah mengabaikanku lalu memanggil anak itu, dan memegang tangannya. sebelum mereka pergi, anak itu menoleh kearahku. dan, tersenyum lalu menertawakan aku.. seperti memandang hina diriku."


"tidak ayah.. jangan pergi.. hiks.. hiks.. jangan tinggalkan aku, kumohon ayah.. ayaahhh."


"pengawal kurung dia, dan besok dia harus dieksekusi mati, potong tangan dan kakinya, lalu penggal dia.. dan jadikan santapan hewan buas."


"baik yang mulia"


"tidak ayah kumohon! jangan lakukan ini. padaku. bukankah ayah janji tidak akan meninggalkan ravel..!"


airmata jatuh membasahi pipi mungilnya, yang tengah tertidur panjang.


"cup permaisuriku, kau harus melewati mimpi buruk itu dengan berani, agar kau bisa menemukan jalan untuk segera sadar, sebentar lagi temukan jalan itu, dan kembalilah."


ia terus mengusap air mata dipipi mungilnya, dan terus membelai rambutnya, dan menjaganya sepanjang waktu, seakan takut kehilangan sosok kecil yang ada dihadapannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"garda jika boleh aku tahu, siapakah orang yang menyuruhmu untuk melindungiku..?"


"hmmmmmm.. rahasia haha..! hei bocah, jangan kebanyakan berpikir.. nikmati saja hidup ini, tetapi jika kau bosan hidup, beritahu aku, aku siap membantumu untuk mengeksekusimu."


"sialan, lebih baik aku tidak mengajakmu bicara, kau memang lebih baik diam."


"hahaha kau sangat lucu kalau sedang marah bocah."


"cih tutup mulutmu."


suasana menjadi hening, zion terus berjalan dan hingga sampai pada paviliun yang ada didanau.


"ini tempat yang selalu didatangi dewiku.. huhhh kemana kau dewi..! aku sangat merindukanmu.. apakah kau baik² saja, kapan kau pulang, kami semua sangat menantikan kepulanganmu apalagi bocah rusuh, dia sangat sedih kehilanganmu. aku tidak pernah melihatnya seperti itu, dia benar² jelek, dan semenjak hari itu, dia selalu mengurung diri. menyibukkan diri dengan pekerjaan yang menumpuk, hingga tidak mahu bermain denganku lagi. dasar, memangnya dia saja yang sedih, aku juga sangat sedih, hanya saja aku percaya dewi pasti baik² saja."


"tenanglah bocah, dewi pasti akan segera kembali, kau tidak perlu mengutuk siapapun hanya karena tidak punya teman bermain. kan.. masih ada aku yang selalu setia menemanimu."


"diamlah, aku sedang tidak ingin bicara Denganmu."


"tapi itu kau bicara, kau menjawabku, katanya tidak mahu bicara! tapi tetap ngomong juga."


"cih sialan."


zion sangat kesal, garda benar² tidak membantu menenangkan suasana hatinya. dan juga tidak peka, andai dapat dilepas kalung itu sudah dibakarnya. kalung yang sangat merepotkan baginya.


"huh.. sudahlah, kau jadi banyak diam. tidak asik lagi.. aku pergi dulu, nanti aku kembali lagi."


kalung itu menghilang, dan pergi meninggalkan zion yang sedang menikmati lamunannya. suasana menjadi hening, danau yang tenang sesekali dibelai angin meberi riak dipermukaan air.


"akhirnya dia pergi juga"


"hai teman² apa yang sedang kalian diskusikan! mengapa tidak mengajakku?"


(roya) "apa.. sejak kapan kami menjadi temanmu..?"


(garda) "hei jangan begitu.. kalian sudahku anggap teman semenjak candaanku dihutan"


(tama) "mati saja kau"


(jura) " oya kebetulan garda, kami baru saja membicarakan dewi, dan mendapat kabar bahwa beliau akan segera kembali dalam waktu dekat."


(garda) "apa..! darimana kalian mendapatkan informasi seperti itu..? bahkan aku saja tidak mengetahuinya..?"


(gira) "baginda kaisar, yang memberitahu kami."


(garda)"kaisar, kaisar siapa? aku tidak pernah mendengarnya ataupun melihatnya.. bukannya kalian tidak berbaur dengan manusia lain! selain si bocah rusuh dan dewi."

__ADS_1


(tama) "tentu saja bukan kaisar manusia.. tapi dia adalah kaisar pemimpin para roh spirit juga monster,.cuma dia memang jarang hadir.. dia pergi semahunya sendiri, dan datangpun semahunya sendiri, kami bahkan tidak tahu dia ada dimana! mungkin saja dia sedang hibernasi atau semedi dalam dunia roh. ya.. mungkin saja, karena levelnya memang sangat berbeda jauh dari kami."


(garda) "hmmm begitukah! baiklah. kapan² perkenalkan aku dengannya."


(zaku) "ya.. kapan² jika menurutnya kau layak untuk ditemui maka dia akan datang menunjukkan dirinya, akan tetapi jika dia tidak menganggap layak dirimu.. dia tidak akan memperlihatkan dirinya padamu."


(garda) "hmm sombong sekali dia.. jika dia tahu siapa aku..? dia pasti tidak akan berani menganggapku begitu."


(saga) "ya kita lihat saja nanti, apa memang kau pantas untuk bertemu dengannya atau tidak."


didalam ruangan seorang pria sedang menyibukkan diri mengalihkan perhatiannya, pada pekerjaan. agar dirinya tidak teringat pada putri kecil kesayangannya, namun ia tetap tak bisa melakukannya! ia hanya bertindak begitu ketika didepan orang lain. agar mereka tidak mengetahui kesedihannya, lannox terus mengusap matanya karena kelelahan.


"kapan kau kembali putriku! ayah benar² merindukanmu nak, apa kau makan dengan teratur, apa kau tinggal ditempat yang layak? aku sudah kehilangan ibumu, dan sekarang kau pergi dariku.. pranngg"


gelas dan barang² yang ada dimeja semuanya jatuh berhamburan ia tidak mampu menahan emosinya dan apa yang ia tahan selama ini.. akhirnya meluap tumpah membasahi wajahnya, ia semakin merasa menyesal.


"andai saja aku tidak membuang waktuku sia², andai saja aku tidak membiarkannya tumbuh sendirian, andai saja aku meluangkan waktuku dan perhatianku kepadanya, sewaktu ia masih bayi. mungkin aku tidak akan kehilangan momen saat melihatnya tumbuh."


"kelihatannya yang mulia memecahkan gelas lagi, dan ini sudah yang ketujuh kalinya."


"yah. masih mending gelas, daripada dia melampiaskannya kepada kita..! itu lebih berbahaya, sekarang aku jadi berpikir ingin segera cepat pulang, andai saja ada tuan putri disini, yang mulia.. pasti tidak akan seperti ini."


"hei ssssttt..!! pelankan suaramu, bisa bahaya jika yang mulia mendengarnya."


para pengawal Yang berjaga di depan pintu merasa tidak nyaman, dan juga ketakutan, kalau² emosi tuannya yang sedang labil bisa berimbas kepada mereka juga.


"tok.. tok.."


"ada apa?"


"y.. yang mulia ada yang ingin bertemu."


"suruh kembali."


"t.. tapi yang mulia"


"taaggg apa kau tidak dengar, aku bilang aku sedang sibuk."


"m.. maaf sepertinya mood beliau, sedang tidak baik, lebih baik anda kembali saja."


"baiklah aku akan datang lagi besok, tolong katakan pada yang mulia ini sangat penting."


"b..baiklah"


pria itupun kembali dengan tangan kosong,


"huh kenapa malam ini begitu sunyi.. tidak biasanya hening begini. langit juga begitu gelap, tanpa ada bintang yang menghiasi.. aneh kenapa suasannanya menjadi dingin."


lannoxpun masuk kembali, tidak lupa ia mengunci jendela kamarnya. iapun meletakkan gelas kristal di atas nakas disamping tempat tidurnya. lalu mengambil sebuah buku dan membacanya.. tapi tiba², seluruh yang ada di mansion dibuat tertidur dengan kehadirannya begitupun lannox. tampak cahaya terang, keluarlah sesosok pria misterius, dengan seorang wanita kecil.. dengan tubuh yang masih di gendong gaya bridal.


ia meletakan perlahan tubuh kecil yang masih dalam dekapannya, seakan takut wanitanya terbangun. kali ini.. ia datang dengan hanya mengenakan celana panjang, dan pakaian tidurnya yang terbuka hingga memperlihatkan tubuh seksinya yang sedikit tertutup. ia duduk di samping nya. lalu membelai wajah tak berdosa dan menatapnya seakan tak ingin berpisah darinya.


"cup permaisuriku, akhirnya kau kembali ke kediamanmu. kulihat bocah itu sangat sedih karena sangat kehilanganmu. sebentar lagi, tempat ini akan gempar dan keceriaan akan kembali menghiasi mansion ini lagi. ini adalah tahap awal, aku akan memberimu masa untukmu menikmati kebahagian bersama Bocah kesayanganmu, dan yang lainnya. setelah itu, kau akan menjalani ujian yang sesungguhnya."


ia mengecup kembali kening ravella lalu iapun pergi meninggalkan ravella bersama keheningan. dan, tersenyum menikmati mimpi indahnya.


"ibu.. apakah ibu tidak bisa menemani ayah dan aku! ayah sangat kesepian, dia sangat merindukan ibu. sangking rindunya ayah sampai mengabaikan ravel, dan menyalahkan ravel karena kehilangan ibu, aku sempat kesal dan marah, namun aku telah memaafkannya karena ayah telah menyesali perbuatannya padaku bu."


"sayang andaikan ibu bisa, ibu pasti akan hadir disana. menemani kalian berdua, dan berkumpul kembali. namun dunia kita sudah berbeda nak, ibu hanya bisa menemuimu jika dalam mimpi. dan jika ayahmu sangat merindukan ibu.. katakan padanya, seru nama ibu sebelum tidur dan jika sang dewa mengizinkan! ibu akan hadir dalam mimpi ayahmu."


"benarkah apa yang ibu katakan..!"


"ya sayang, kapan ibu berbohong padamu nak."


"hmm.. hmm.. aku sayang ibu, aku ingin tetap seperti ini terus memeluk ibu. dan tidur dalam pelukanmu bu.. ini sangat nyaman."


"ya.. sayang, ibu juga inginya begitu nak, akan tetapi lihatlah ayahmu, dia sudah sangat menantikan kehadiranmu putriku, apa kau tahu, betapa rindunya dia padamu."


"euh! a..yah..?" ravella perlahan membuka matanya dan.


"putriku kau sudah kembali, akhirnya kau kembali anakku."


"mmmhh ayah au.. iak isa.. pas.. (aku tidak bisa bernafas)."


"sayang, maafkan ayah nak. ayah hanya terlalu senang, karena kau telah kembali."


lannox langsung memeluk sibuah hati, sangking senangnya, ia tidak sadar airmatanya mengalir dan memeluk putrinya terlalu erat. dan terus merangkul putrinya, dan meletakkan dipangkuannya sambil berhadapan. tangan kecil yang memegang baju ayahnya, melihat ayahnya dengan wajah penuh kebingungan.


"aku kembali..!" ravella meraba wajahnya perlahan dan mencubit pipi ayahnya!!!!.


"auw itu sakit sayang. mengapa kau mencubit ayah."


"jadi aku masih hidup, benarkah berarti aku tidak jadi mati..?"

__ADS_1


"apa maksudmu sayang, tentu saja kau masih hidup nak. memangnya apa yang kau pikirkan..! dimana kau selama ini..? dan banyak hal yang harus kau jelaskan pada ayah putriku."


ravella terus menatap ayahnya yang terus mengomelinya, seakan ia baru menemukan cahaya hidupnya kembali, karena selama kepergian ravella, ayahnya terus menyibukkan diri.. dan tak ingin berbicara dengan siapapun.


"mengapa kau melihat ayah seperti itu nak..?"


"hmm.. hmm.. horeee.. akhirnya aku kembali. muach.. muach.. muach.. aku sangat merindukan ayah dan, aku sangat sayang padamu ayah muach hehe."


ravella langsung melonjak kegirangan dan langsung memeluk sang ayah dan mencium pipi kanan dan kiri juga kening ayahnya. untuk melepaskan rasa rindu yang selama ini dia rasakan, begitupun ayahnya. lannox benar2 kaget dengan apa yang dilakukan putri kesayangannya, dan tertawa senang dengan tingkah lucu sibuah hati, yang telah lama dirindukan.


"haha putriku, telah kembali. ayah juga akan membalas menciummu muach.. muach.. muach dan aku akan mengangkatmu tinggi²"


"aaaaa.. ayah hentikan nanti ravel bisa terjatuh yah."


"tenang saja sayang, kau tidak akan jatuh karena ayah akan menangkapmu."


"tidak ayah aku bukan bola yang bisa ayah lambung tinggi²."


"haha baiklah, ayah hanya merasa sangat senang, karena kau telah kembali."


"hingga ayah bertelanjang kaki kamari..!" lannox melihat kakinya


"haha ia ayah lupa, ayah langsung kemari setelah mendengar tentangmu, sudah jangan dibahas ayo sekarang kita sarapan."


"tapi ravel belum mandi..!"


"hmm ayah juga belum, untuk hari ini pengecualian kita makan dulu, baru setelahnya mandi."


"jika ayah bilang begitu, baiklah."


lannox menggendong putrinya, dan tak ingin melepaskannya seolah² ia akan kehilangan lagi dan takut putrinya akan pergi meninggalkannya sendirian lagi. ravella pun mengalungkan kedua tangannya keleher ayahnya, dia benar² ingin bermanja dan menghabiskan waktu bersama ayahnya, yang telah lama sangat ia rindukan. merekapun pergi keruang makan, ia begitu senang dengan kehadiran putrinya, ia sangat bahagia. kerinduannya selama ini telah terobati. seisi mansion yang melihatnya pun ikut merasakan kebahagian mereka berdua. tuannya yang selama ini murung, dan sering marah² tidak jelas, kini telah kembali ceria dan tenang. sementara zion dan spirit yang lainnya masih belum menyadari keberadaan sang dewi.


"hei apa kau dengar katanya yang mulia putri telah kembali.."


"apa! bagaimana bisa.. bahkan kita sampai tidak mengetahuinya."


"ia aku juga baru tahu dari para pelayan."


"kalau begitu bukankah, seharusnya kita menyambut beliau..! karena beliau telah menyelamatkan kita."


"kau benar! mari kita beritahukan pada yang lain, dan mengadakan rapat untuk penyambutan tuan putri kita."


"ya aku setuju, mari kita pergi.. kita akan mengadakan kejutan buat beliau."


tidak hanya para pelayan, para prajuridpun ikut sibuk ingin menyambut ravella. dan tanpa disengaja, zion yang sedang berkeliaran di sekitar mansion tak sengaja mendengarkan pembicaraan para prajurid. ia terkejut dan langsung berlari mencari dewi kesayangannya.


"benarkah dia telah kembali..? aku harus bergegas, dewiku tunggu aku."


tanpa ia sadari airmatanya jatuh saat sedang berlari. ia begitu bahagia mendengar kabar sang dewi.


"dewi, kaukah itu..?"


"kakek zion"


ravella yang sedang minum teh bersama lannox, lagsung turun dari kursi tempat ia duduk. dan, segera berlari mengejar zion.


"dewi.. syukurlah anda selamat, aku benar² khawatir."


ravella langsung memeluk zion, dan membelai bulu lembut zion. dan zionpun berbaring diatas rumput, ravella juga ikut bersandar diperutnya yang besar.


"taukah kau dewi, bocah itu sangat menyebalkan, gegara dewi pergi, dia sampai mengabaikanku dan tidak ingin berbicara pada siapapun di mansion ini."


"benarkah begitu ayah..?"


"cih dasar tukang ngadu, ravel.. kau jangan mempercayai omongan kucing besar itu.. dia hanya mengarang cerita saja."


"hmm ayah masih dengan egonya,


aahh aku rindu dengan bulu lembutmu kek, sungguh nyaman sekali."


"tentu saja dewi, aku juga bisa menjadi kendaraanmu, jika kau ingin pergi kemanapun, katakan padaku. aku siap mengantarmu kapanpun dewi."


"benarkah apa kakek tidak keberatan..?"


"tidak perlu putriku, aku sudah menyediakan kendaraan yang jauh lebih baik untukmu."


"cih kendaraan yang kau buat itu, kaya siput lama sampainya, berbeda denganku."


"hahaha.. aku senang melihat mereka akur begini."


(zaku) "lalu kau anggap kami apa bocah..! pajangan hahhh."


(zion) "hehe ya begitulah"

__ADS_1


"kakek kalian juga disini..?"


bagaimanakah reunian ravella dan keenam spiritnya!! nantikan di chapter selanjutnya. ok bye-bye 😁😁


__ADS_2