
Di perbatasan Negara ADOLLAS, yaitu Benua Utara. Yang berbatas dengan Negara BORAMA, yang biasa di sebut dengan Benua Selatan.
Duke yang mendapat misi rahasia dari Kaisar.. Terpaksa pergi sendiri tanpa di dampingi kedua Spiritnya atau pun para prajurit terbaiknya. Apalagi setelah kedua Spirit miliknya.. di tugaskan untuk mengawal Putri kesayangannya.
Misi rahasia yang berada di (Peringkat - SSS.) dan misi kali ini agak jauh berbeda dengan misi-misi sebelumnya. Di sini Duke benar-benar di uji, ia harus mengungkap misteri hilangnya Barak dan seluruh pasukan yang di tugaskan menjaga perbatasan.
Dimana terdapat satu batalion pasukan hilang begitu saja tanpa jejak.. Dan keberadaan mereka entah dimana, masih belum di ketahui. Sebenarnya, sebelum Duke.. Kaisar telah mengutus beberapa pasukan bayangannya untuk menyelidiki kasus tersebut!
Namun semuanya kembali dengan tangan kosong, mereka tidak menemukan hasil apapun. Karena Kaisar merasa putus asa dengan hal tersebut.. Dan ia tidak ingin masalah ini sampai terdengar hingga ke negara tetangga.
Ia pun dengan terpaksa mengutus Duke, namun misi kali ini, haruslah di lakukan secara diam-diam. Ia tidak di izinkan membawa pasukannya. Karena khawatir masalah ini akan mengundang banyak perhatian dan sudah pasti masalah tersebut akan membuat mereka curiga.
Barak dan seluruh Prajurit yang bertugas berjaga di perbatasan, Raib begitu saja.. Seolah-olah tempat tersebut memang tidak pernah ada sejak awal.
Sebagian masyarakat di perbatasan, telah lari meninggalkan rumah-rumah mereka dan pergi mengungsi ke desa sebelah. Duke berjalan mengarungi daerah di perbatasan, yang kini tampak berkabut, kosong dan sangat luas.
'Cih, ini benar-benar aneh! Bagaiman bisa semuanya menghilang hanya dalam satu hari..? Dan menurut laporan dari salah satu narasumber.. Saat ia sedang berjalan ingin pulang pada malam hari! tiba-tiba dia di kejutkan dengan pemandangan mengerikan.
Barak dan seluruh Prajurit yang ada di perbatasan.. Tiba-tiba menghilang begitu saja. Dan yang tinggal hanya kabut tebal memenuhi seluruh kawasan itu. Hem.. Beruntungnya setelah menyaksikan kejadian tersebut, dia dengan cepat berlari menyelamatkan diri. dan melaporkan masalah tersebut kepada pihak yang berwenang yang ada di desa sebelah.
Jika saja tidak ada saksi yang melihat hal ini.. Masalah ini sudah pasti akan hilang terkubur begitu saja. Dan perbatasan bisa di masuki secara bebas oleh negara tetangga. Dan mereka akan mengakuisisi kawasan ini sebagai tempat mereka.
Namun, berkat adanya kabut. Masalah ini pasti tidak akan di curigai. Mereka pasti berpikir karena udara dingin atau apalah itu. Dan sebelum mereka menyadari akan hal ini.. Aku harus bertindak cepat.
Ini tidak boleh di biarkan, Untuk sekarang aku harus segera membuat sihir ilusi, lalu setelahnya membuat perisai sihir, agar tempat ini tidak bisa di masuki oleh siapapun. Walau itu adalah Monster sekalipun. Hem.. Beruntungnya aku telah di ajari oleh Pak Tua Rabarus, bagaimana caranya menggunakan penghalang terkuat.
Aku belum pernah mencobanya sejak latihan saat itu..! Semoga saja berhasil. Tapi sebelum itu..' Lannox menoleh pada Icarus, setelah merenungi dan menimbang apa yang terjadi.. Akhirnya Lannox yang sejak tadi diam, kini bergumam pada Icarus.
"Icarus.. Pinjamkan aku kekuatanmu!" ujarnya.
Icarus menoleh pada Masternya itu.. Lalu balas bergumam."Heh.. Tentu saja. Kalau begitu arahkan telapak tanganmu pada keningku." ujarnya sembari memejamkan mata.
Mendengar ucapan Icarus, Lannox pun menaruh telapak tangannya pada kening Icarus, dan memejamkan mata. Tak lama munculah cahaya Putih, namun cahaya tersebut hanya bertahan sekejap saja.
Beberapa saat kemudian, Icarus kembali membuka kedua matanya.
"Sekarang bukalah matamu." ujarnya melihat kearah Lannox.
Lannox membukan kedua matanya perlahan, dan ia melihat tangannya sambil mengepal dan membuka kepalan tangannya.
__ADS_1
"Hem.. Tidak ada apapun yang terjadi...!" ujarnya saat melihat kedua tangannya tersebut.
"Cih, jika tidak digunakan, bagaimana bisa keluar bodoh!" celetuk Icarus menggelengkan kepolosan Masternya.
Melihat ekspresi Icarus, Lannox sedikit kesal karena di bilang bodoh dengan Spiritnya sendiri. "Haah.. Jika kau memang tahu caranya, kenapa tidak kau tunjukkan. Bukannya malah menertawakan aku sialan." ujar Lannox kesal.
"Aku pikir kau bisa menggunakan sihir, makanya aku tidak memberitahumu!" ujar Icarus.
"Ya, aku memang bisa. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya terbang ke udara..!!" jelas Lannox jujur.
Setelah mendengar perkataan Masternya, suasana sekitar menjadi hening seketika. Dan tak lama.. Suara tawa Icarus pecah mengusir keheningan di tempat itu.
"Hahahahaha.. Bisa menggunakan sihir, tapi tidak bisa menggunakannya untuk terbang. Hahahaha.. Kau benar-benar lucu Master. Aku baru pertama kali melihat ada orang sepertimu." celetuk Icarus, sambil mengelap air matanya.
"Cih, jika kau tidak mau mengajarkannya ya sudah, kalau begitu aku akan mencari cara lain." ujarnya langsung pergi.. Meninggalkan Icarus yang masih geli sendiri.
"Haah.. Dia mudah sekali tersinggung. Baiklah-baiklah, aku akan mengajarkanmu bagaimana caranya terbang dengan menggunakan sihir." ujar Icarus, setelah ia berhenti tertawa.
Lannox yang tengah berjalan, seketika langsung menghentikan langkahnya saat ia mendengar perkataan Icarus. Icarus berjalan mendekat padanya.. Dan bergumam. "Lihat aku, kau cukup membuat lingkaran sihir dibawah tapak kakimu.
Dan dengan lingkaran sihir itu, kau bisa terbang kemana pun yang kau mahu. Kau hanya perlu memadatkannya menjadi sebuah pijakan." jelas Icarus, lalu mempraktekkannya pada Sang Master.
"Heum.. Sihir itu sangat mudah di gunakan, asal kau pintar memanfaatkannya. Tapi ini agak aneh! Kenapa kau tidak bisa menggunakan sihir semudah ini..!" ujarnya heran.
"Ehem.. Jujur saja, ada satu rahasia kenapa aku sampai tidak bisa mengunakan sihir sepenuhnya." ujarnya dengan nada kecewa.
"Eum.. Apa maksudmu?" tanya Icarus heran.
"Aku tidak pernah menceritakan masalah ini pada siapapun sebelumnya, termasuk Spirit ku sendiri." ujarnya langsung menjatuhkan diri dan duduk bersila dengan menyilangkan kedua tangannya, Lannox melihat ke rumput hijau penuh arti.
Seolah pikirannya kini telah berada jauh, sedangkan Icarus hanya terdiam mendengarkan tanpa menanyakan sebab-musababnya!
***
Di Zona Mana.. Para Spirit sedang bertarung sengit. Jura dan Saga yang telah selesai latihan lebih dulu. Duduk mengamati keempat teman mereka yang saat ini tengah bertarung.
Di sela waktu santai mereka berdua.. Rabarus yang terus mengawasi keenamnya, lalu datang mendekat kearah kedua Naga itu, Yang sedang berbicara sembari mengamati pertarungan teman mereka. Di sela pembicaraan keduanya.. Rabarus datang memberi pertanyaan.
"Apa yang kalian dapat, selama tiga tahun terakhir dalam latihan ini?" tanyanya yang berdiri di antara kedua Naga besar itu. Rabarus masih dalam wujud manusianya.
__ADS_1
"Hem.. Sejujurnya, walaupun kami bertarung setiap hari dan telah berevolusi.. Entah kenapa aku masih ragu dengan kemampuan kami sendiri..! meskipun kami berenam, belum tentu kami bisa menandingi kekuatan Dewa yang pernah kalian hadapi dulu." ungkap Saga secara jujur, tampak rasa kekhawatiran singgah di permukaan wajah Naga hijau tersebut.
"Aku turut menyesal, setelah mendengarnya dari Gira. jika kau dengan Zion, sempat sekarat. Maafkan aku yang terlambat selesai berevolusi. Jika saja waktu itu a.." ucapan Saga di potong Rabarus.
Sedangkan Jura hanya terdiam, pikirannya seperti sedang berada di tempat lain. Rubah Api yang mendengar jawaban Saga, tersenyum lalu bergumam kembali.
"Memang benar apa yang kau katakan, tapi setidaknya perkembangan kalian sudah jauh lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu." kedua Naga besar itu menatap Rabarus tak mengerti. "Tenang saja.. Kalian tidak perlu tahu sekarang." ujarnya ambigu, lalu berlalu pergi meninggalkan keduanya dalam kebingungan.
"Apa maksud Pak Tua itu?" tanya Saga, yang masih belum mengerti dengan maksud Rabarus.
"Entahlah, aku juga tidak mengerti dengan Pak Tua itu..! Tapi aku bersyukur dia ada saat itu. Karena jika hanya kami berdua saja yang melawan Dewa.. Aku tidak tahu entah apa yang akan terjadi pada kami sekarang.
Apalagi saat itu! Baginda Kaisar sudah memberi peringatan pada kita, selama tiga musim semi dia tidak akan ikut campur dengan apa yang terjadi. Seandainya aku lebih kuat.. aku pasti tidak akan gagal dalam ujian tersebut." jelas Jura kecewa.
"Ya, bisa jadi.. Pasti ada sebabnya, kenapa sampai beliau mengirim Pak Tua Rabarus, untuk melindungi Dewi. Mungkin beliau sengaja mempercayakan hal tersebut padanya. sekaligus untuk menguji kesetiannya.. Apa kau ingat saat Pak Tua itu memohon pada Baginda, agar di akui..!" sambung Saga lagi.. mengingat momen tersebut.
Mendengar pola pikir saudaranya itu.. Jura berseringai tipis tanpa Saga sadari. 'Hmm.. Dia benar, meskipun aku tidak mengatakan yang sebenarnya.. Tapi sepertinya ia sudah bisa menebak apa yang terjadi.' pikirnya menelaah. "Hmm.. Mungkin kau ada benarnya juga." sambung Jura lagi.
Sedangkan disisi Lain.. Rabarus yang sedang mengawasi keempat Spirit, tersenyum mendengar pembicaraan kedua Naga itu. Tiba-tiba ia teringat kembali peristiwa, setelah selesai pertarungan melawan Dewa.
(Flashback)
'Hem.. Kau tidak perlu memikirkan Siapa Dan Kenapa?? Tugasmu hanyalah melindungi Permaisuriku, dan semua yang ia sayangi.
Dan ini juga adalah ujian pertama untukmu, dariku! Jika kau ingin aku akui, maka tunjukkan kesungguhanmu padaku bocah.
Tapi...., jika kau gagal melindungi Permaisuri ku, dan semua yang ia sayangi...! Maka bersiaplah, Aku akan mengembalikanmu seperti semula. Dan akan aku cabut keistimewaanmu itu.
Ah, satu lagi.. sudah waktunya bagimu untuk mulai serius menghadapi lawanmu. Dan jika kau berhasil menyelesaikan ujian kali ini..! Hem.. Hem.. Bersiaplah menerima hadiah dariku.' Jelas Dewa Zando ambigu.
(Flashback Selesai)
Setela pertarungan tersebut, Sang Paduka Dewa, masih belum menemuinya hingga saat ini. Hal tersebut menjadi tanda tanya bagi Rabarus.. Ia menjadi gelisah dan sangat takut dengan pikirannya sendiri.
'Apa mungkin.. Aku telah gagal? Makanya Paduka tidak menemuiku, ataupun memanggil ku!' pikirnya risau.
Namun untuk mengusir Kekhawatirannya tersebut, Rabarus kembali fokus mengawasi Keempat Spirit yang kini, tengah bertarung sengit.
'Tiga musim telah berlalu, seperti yang di katakan Jura. Jika Beliau akan datang menemui mereka, setelah melewati tiga musim semi. Dan sekarang di dunia Manusia, telah memasuki musim panas.
__ADS_1
Aku benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Paduka.. Untuk itu aku terus meningkatkan pola pertarungan mereka dan mengubah cara bertarung mereka. Aku harus menunjukkan yang terbaik pada beliau.. Jika anak-anak ini telah banyak berubah sejak saat itu.' pikirnya mulai bersemangat kembali.