
Di waktu yang sama.. Di Zona Mana. Setelah bertemu dengan Rabarus, ketujuh Pria itu langsung pergi mengajak Rabarus.
Sesampainya di sana.. Mereka berubah wujud menjadi Mana Beast. Melihat perubahan yang lain.. Garda pun kembali kewujud aslinya, Begitu pun dengan Rabarus.
Ia langsung berubah menjadi Rubah Api putih, dengan tanduk api merah.. Tama Sang Putra, menyeringai bangga melihat sosok baru Sang Ayah!
"Cih.. Kau sangat beruntung Orang Tua! Setelah kebangkitan kembali, Kau jadi terlihat semakin keren saja khi..khi..khi.." gumamnya menyeringai, hingga tampak keempat taring muncul keluar melalui celah bibirnya.
"Hehe, kau benar Putraku. aku sangat beruntung, Ini semua berkat Dewi kecil itu! Jika saja aku tidak melibatkan diriku untuk membantunya.. Bisa jadi aku tidak akan pernah bertemu dan mengenal sosok Kaisar.
seperti sekarang, Aku juga sangat bersyukur telah dipertemukan dengan kalian semua." ujar Rabarus tulus.
Garda yang ada di antara mereka, tampak bingung dengan pembicaraan semuanya.. Tapi, ia hanya diam mengamati, Ia tidak mau ikut campur tentang masalah yang tidak ia ketahui.
Namun.. Diantara semua itu, ada satu hal yang membuatnya bingung dan penasaran! Ia bahkan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
'Kaisar.. Tapi, bukankah aku melihatnya berdiri di sisi kanan Paduka?' pikirnya mengamati..
Dan tak lama.. Sang Paduka yang sedang mendengarkan pembicaraan Para Spirit, dari singgasananya.. Ia lalu mengetukkan jari telunjuknya di atas lengan Kursi yang ia duduki.
"Tuk.." ketukan Jari Sang Dewa, bergema dalam keheningan.
Damu yang tengah memperhatikan dalam diam, tampak bingung akan sikap Sang Paduka! Namun ia tidak berani bertanya.
'Apa yang sedang Paduka lakukan? Euh, Beliau menyeringai..!!' gumam Damu, dalam hati.
Dan setelah apa yang dilakukan Dewa.. Garda seperti baru tersadar, dan kebingungan dengan apa yang terjadi pada dirinya.. Ia tampak linglung.
'Euh, apa yang terjadi padaku..!' ujar Garda, tiba-tiba memegang kepalanya.. Karena ada potongan ingatan yang telah hilang dari benaknya.
Melihat sikapnya yang aneh, Jura yang memang peka dengan sekitarnya.. Langsung menanyakan keadaan Garda.
"Ada apa Pak Tua? Apa kau baik-baik saja!!" tanyanya khawatir.
Mendengar kekhawatiran Jura, semua Spirit menoleh kearah Garda, yang tiba-tiba tampak linglung. Melihat itu Zaku pun berkomentar..
"Ada apa Pak Tua? Tidak biasanya kau seperti ini..!" tanya Zaku yang juga khawatir.
__ADS_1
"Tidak Apa-apa, aku hanya merasa sedikit bosan. Kalian lanjutkan saja.. Aku akan keluar sebentar untuk mencari angin segar." ujar Garda beralasan.
"Baiklah kami akan segera selesai, jika kau membutuhkan sesuatu katakan saja." ujar Jura, yang memperhatikan keanehan Garda. 'Hem.. Tidak biasanya dia seperti itu!' pikir Jura merasa ganjal.
Setelah kepergian Garda, Para Spirit melanjutkan kembali perbualan mereka. Dan Rabarus yang sejak tadi mengamati tempat itu.. Langsung bertanya pada Para Spirit.
"Omong-omong tempat apa ini? Tempat ini sangat luas dan banyak terdapat mana di sini..!" tanya Rabarus penasaran.
Para Spirit saling menoleh dan berseringai.. Lantas Tama menjelaskan semuanya. Yang membuat Rabarus merasa takjub.
"Ini adalah dunia Dewi.. Sebuah Zona Mana, yang hanya ada dalam Tubuh Dewi. Hanya kami, dan orang yang di izinkan beliaulah, yang bisa masuk kesini." ujar Tama menjelaskan.
"Wow.. Benarkah itu! Ini sungguh menakjubkan, Dewi mempunyai tempat yang seluas angkasa di dalam dirinya.. Dan tempat ini menyerupai dunia manusia. Bahkan aku merasakan ada kehidupan lain disini..! Seperti bau keberadaan para hewan.
Bagaimana bisa Dewi melakukannya??" tanya Rabarus penasaran.
Saga yang tampak bosan, langsung menyela.. Dan mengganti topik lain. Membuat semuanya kembali fokus akan masalah yang sebenarnya.
"Haah.. Lupakan dulu tentang itu! Sekarang, bukan itu pembahasan inti dari masalah sebenarnya Paka Tua!" ujar Si Naga hijau, bersedekap tangan, lalu mulai fokus menatap Rabarus dan yang lainnya.
"Benar apa yang di katakan Saga, kehadiranmu di sini untuk melatih kami bukan?" Sambung Gira, yang membuat Rabarus menyeringai.
"Benar, bahkan yang menemukan sosok Dewi adalah Baginda Kaisar. Jika tanpa bantuan beliau, kami masih belum menemukan keberadaan Dewi hingga sekarang." ujar Roya.
"Ya, kami telah mendengar semuanya dari Cucuku, Zion. Bagaimana Sang Kaisar tiba-tiba muncul di permukaan Danau, dan mengetahui keberadaan Dewi. lalu.. beliau juga yang telah membangunkan Dewi yang tengah tertidur, dan tak sadarkan diri." ujar Zaku.
"Hem.. Jadi begitu rupanya!!" pikirnya sambil memegang Dagu. 'Pantas saja beliau sering menyebut tentang Permaisuri, Paduka juga mengatakan, untuk melindungi Permaisuri dan seluruh yang disayanginya..!
Berarti Dewi yang dimaksud! Tidak salah lagi.. Pantas saja, saat pertama kali aku melihatnya.. aku merasa Dewi kecil itu,
mempunyai Aura yang sangat berbeda dengan manusia lain. Tunggu.. Jangan bilang!?!?' Rabarus menatap tajam pada semua Spirit, yang juga sedang melihatnya.
"Ada apa Ayahanda?" ujar Tama, dengan wajah menyebalkan.
"Omong-omong aku selalu penasaran sejak pertama kali melihat kalian.. Aku sering ingin menanyakan pertanyaan ini, namun Tidak pernah punya kesempatan untuk bertanya." ujar Rabarus menatap tajam pada yang lain.
"Jangan bertele-tele Pak Tua.. Langsung saja ke intinya!" ujar Roya tidak sabaran.
__ADS_1
...****************...
Kereta kuda hitam berdaun emas telah sampai di depan Mansion, Gapi yang telah mencium Aroma Tuannya dari kejauhan, Langsung berlari.. Mengejar Aroma tersebut.
Setelah turun dari kereta.. Kedua gerbang besar pun di buka lebar oleh keempat Penjaga gerbang. Ravella dan yang lainnya memasuki gerbang.. Dan saat ia baru saja menjejakkan kakinya..
Di halaman Mansion, tampak dari kejauhan Gapi berlari riang sambil meneriaki Ravella, yang di sambut dengan tawa haru oleh yang lainnya.
"Dewi.... Kau sudah kembali....!!!" ujar Gapi smbil berlari mengejar sosok Ravella yang sedang merentangkan tangannya, karena senang telah di sambut hewan kesayangannya itu.
"Ah, bayiku... Kemarilah Hahaha.." ujar Ravella senang dan langsung memeluk Gapi, Tak lama terdengar Suara dari seseorang berwajah tampan sambil tersenyum, ia menghampiri sosok Ravella.
Melihat itu Roland agak kurang senang.. Lalu ia dengan cepat berdiri disisi Putri kecil.
"Tap.. Tap.. Jadi anak ini, adalah bayi yang pernah anda katakan waktu itu, Yang Mulia Putri..!! Ternyata dia sangat lucu ya.. Pantas saja anda sangat menyayanginya." ujar Argus, berdiri dihadapan Ravella.
"Ah.. Ternyata anda juga ada di sini tuan Argus!" ujar Ravella, sambil memeluk Gapi.
"Panggil saja saya Argus Putri." ujarnya Menunduk hormat, dengan satu tangan menempel didada.
"Haah.. Baiklah Argus." ujar Ravella sedikit enggan, namun.. Berbeda dengan Argus, yang tampak menyukai panggilan tersebut.
"Hormat kepada Yang Mulia Argus.." Ujar Roland, meski ia tidak suka, tapi statusnya sama seperti Zion. Jadi ia harus memberi hormat kepadanya.
Melihat Roland menunduk hormat kepada sosok Argus, kedua Pria yang sejak tadi hanya memperhatikan dari belakang, ikut memberi salam Hormat seorang kesatria, kepada Argus.
"Hormat kepada Yang mulia Argus." ujar Rog Dan Ron bersamaan.
Argus memperhatikan keduanya lalu tersenyum ramah, Lantas semuanya melanjutkan kembali berjalan sambil mengobrol.
"Maaf sebelumnya.. Karena tidak menyambut kedatangan anda Yang Mulia Kecil, Saya baru saja diberitahu tadi. Dan ketika mendengar kereta kuda, saya bergegas buru-buru datang kemari. Dan tiba-tiba melihat pemandangan manis, dari bayi anda. Hem.. Hem.." ujarnya jujur.
"Tidak apa-apa, kebetulan aku juga cuma sebentar saja disini. Karena aku ingin meluangkan waktuku, bersama kedua anak-anakku." ujarnya polos.
Mendengar ucapan Ravella barusan, Argus tersentak kaget. Dan refleks mengatakan.
"Anak...!!!" ujarnya berhenti berjalan, dan menoleh kepada Ravella, dengan penuh tanya.
__ADS_1
Menyadari kebingungan Argus, Ravella tersenyum dan memanggil Rog Dan Ron. Keduanya berjalan cepat, dan dengan patuh menuruti Panggilan ibu angkat mereka.
Tidak hanya Argus yang di buat kebingungan dengan perkataan Ravella, bahkan Roland pun, yang baru tahu akan masalah tersebut, ikut terkejut dan bereaksi seperti Argus. Roland menatap Ravella, untuk meminta jawaban.