AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
KEBANGKITAN


__ADS_3

Saat malam tiba, setelah lannox selesai dari tugasnya. Ia kembali kekamar, dan saat lannox masuk, tampak para spirit sedang berada didalam kamar. ada yang berbaring disofa, ada yang duduk dibalkon, ada yang duduk disudut kamar. 'hmm.. Ini benar-benar mengganggu pemandangan, kamarku jadi tidak ada privasi lagi sekarang!' lannoxpun berjalan mendekati ranjang, lalu ia duduk disamping ravella. Ia mengambil tangan putrinya, dan menggenggam dengan kedua tangannya yang besar.. Ia memperhatikan putrinya ynag masih belum sadar.


(jura) "kau tidak perlu khawatir, keadaan putrimu sangat baik. Hanya belum waktunya saja baginya untuk bangun."


"ya.. kuharap juga begitu, karena ini sudah terlalu lama ia tertidur. Omong-omong dimana garda? Kenapa aku tidak melihatnya..??"


(jura) "entahlah, mungkin saja dia sedang sibuk!"


"sibuk! Apa maksudmu? Selama ini aku malah melihat sebaliknya, ia bahkan terlalu santai untuk dibilang sibuk."


(jura) "mungkin dia sedang dalam misi, ya.. mungkin..!!!" ujar jura juga ragu dengan perkataannya sendiri, karena dia sendiri juga tidak tau dimana garda berada!! "pergilah bersihkan dirimu nak, kau terlihat sangat berantakan sekali, setelah selesai, panggil aku. Karena aku akan memasang barrier pada kalian berdua."


"haah.. terkadang, Kau seperti orang tua saja!"


(jura) "hahahaha.. bukankah aku memang lebih tua dari leluhurmu!!" ia menatap kearah lannox yang sedang duduk memperhatikannya dengan malas.


"cih, kau mulai membual. baiklah aku akan pergi mandi sekarang, aku titip putriku." lannox bangkit dari duduknya, lalu ia kekamar mandi. Sementara spirirt lain hanya tersenyum, saat menyaksikan keakraban antara keduanya.


(roya) "hehe.. memang benar apa yang dikatakan bocah itu! Kau sudah seperti orang tua, yang sedang mengasuh putranya."


(gira) "ya.. Lebih tepatnya, kau sudah seperti ayahnya saja haha..!!"


(saga) "hem.." saga hanya melirik perbualan ketiganya dari balkon dengan senyum simpulnya, dan memejamkan kedua matanya.. Ia sedang berdiri bersandar pada pagar balkon, sambil melipat kedua tangannya. Kini ia sambil fokus merasakan aura disekitar area mansion. gelombang energi seolah menyebar hingga keluar mansion, saga merasakan setiap jejak yang tertinggal dikediaman sang duke. Ia bisa mendeteksi jejak apapun dengan gelombang energi yang ia sebarkan. 'hmm.. hanya para prajurit, yang terlihat sedang berptroli, tunggu...! ada aura yang sangat tidak biasa, satu orang.. sepertinya dia sedang duduk disebuah pohon besar, apakah dia musuh? tidak, aku bahkan tidak merasakan ada aura permusuhan darinya, siapa dia..!"


(jura) "dia adalah anak yang dimaksud dengan zion." dalam sekejap jura sudah berada disamping saga, saga terkejut karena dia tidak bisa merasakan kehadiran jura. Padahal dia sedang memperlebar energi pendeteksi miliknya, jika yang jauh saja bisa ia lihat dan rasakan, apalagi yang dekat! ya seharusnya memang begitu.

__ADS_1


(saga) 'cih, bahkan aku saja, tidak bisa merasakan kehadiran jura.. didalam batas yang telah aku buat. apa karena level kami yang sangat berbeda jauh..!' ia terdiam sejenak. "bagaimana kau bisa tau? Apa yang sedang aku lihat!"


(jura) "saat kau mengeluarkan gelombang energi, pendeteksi aura!"


(saga) "heh.. bahkan kau bisa menyadari, saat aku menggunakannya! lantas, siapa bocah itu?"


(jura) "jadi kau menyadarinya!"


(saga) "ya, auranya terlihat sangat berbeda dari manusia pada umumnya! auranya tampak bercahaya."


(jura) 'hmm.. tentu saja, begitu. Karena dia adalah keturunan campuran! Hem.. aku yakin dia sekarang pasti sedang memikirkan keberadaan kami, untungnya dia masih belum mengetahui keberadaan dewi. Karena aku telah menutup aura dewi yang sangat mencolok. Dari apa yang aku pelajari dari anak itu, beberapa hari ini. dia tidak tau keberadaan dewi, bocah itu punya rasa ingin tahu yang sangat besar pada sesuatu, jika sesuatu yang menurutnya menarik, dia akan mengejarnya sampai dapat. dia tipe bocah yang menyukai tantangan, dan juga sangat ambisius jika sudah bertekad.


Yang mengherankan dari anak itu, seharusnya dia telah mengetahui keberadaan Putri dari tuannya! tapi, kenapa dia seakan tidak peduli akan keberadaan sang putri itu sendiri? apakah karena dia tau, jika tuannya telah mengabaikan putrinya! Makanya ia jadi tidak tertarik untuk mencari tau tentang Dewi?? Aneh, lantas kenapa Paduka sampai mememrintahkanku untuk mengawasinya!! Dari apa yang kulihat, dia bahkan tidak mencari keberadaan Dewi sama sekali.'


(saga) "apa yang sedang kau pikirkan? seserius itu..!! sampai mengabaikanku."


(saga) 'dia tampak seperti sedang menghindar!! Apakah dia tau sesuatu, yang tidak aku tau?' pikir Saga sedikit curiga. Jurapun pergi meninggalkan Saga, dengan jawaban yang masih menggantung. Setelah Lannox selesai mandi, iapun memanggil Jura, dan Jura langsung membuatkan barrier untuk keduanya. Setelah berrier terpasang, Lannox melihat Zion yang sedang tertidur.


"dia nyenyak sekali tidurnya, sampai aku datang pun dia tidak sadar! dasar singa pemalas."


(jura) "itu karena dia tau, ada kami disini.. jadi ia tidak terlalu khawatir, jangan dipirkirkan." ujarnya santai.


"cih, dia seperti kucing pemalas, yang kebanyakan makan."


(zion) 'cih, dasar bocah sialan, dipikirnya aku tidak dengar apa! Aku hanya sedang malas saja, untuk meladeninya.' jura tau jika zion berpura-pura tidak dengar, tapi dia tidak ingin ikut campur urusan keduanya.

__ADS_1


Ditempat lain dikekaisaran ergben, ditempat sisa jejak pertarungan antara rafael dan bagzul. Dewa arthus merasa sangat kecewa, karena keberadaan yang ia rasakan, telah menghilang begitu saja. Dan hanya tinggal sisa jejak pertarungan. 'hmm sangat mengecewakan, jejak keberadaannya menghilang disini. apakah dia bertarung dengan musuh yang merepotkan? Cih, tidak mungkin, menurutku! dia jauh lebih merepotkan. karena itu aku sampai datang kemari untuk mencari tau keberadaannya! Haaah.. sayang sekali, padahal aku sudah lama menantikan hari ini. aku telah membuang waktuku secara sia-sia datang kemari, Sebaiknya aku pergi dari sini, karena masih ada tempat lain, yang harus aku kunjungi.' dewa arthuspun pergi meninggalkan tempat itu, dengan tangan kosong.


Keesokan harinya, Empat hari telah berlalu. masih tersisa enam hari lagi, sebelum waktu yang disebutkan oleh sang kaisar. Seperti biasa, gapi datang menyelinap kekemar lannox secara diam-diam, saat dia melihat dari pohon yang ada disamping kamar lannox, tampak para tukang sedang berbenah. 'heeh ada apa ini? Kenapa tampak ramai dan pada sibuk sekali. Apa yang sedang mereka lakukan disini..! Dimana dewi, dan paman lainnya yang selalu menjaga dewi? Kenapa mereka tidak kelihatan, dimana mereka..!' gapi melirik keliling kamar, namun ia tak menemukan apa yang dia cari. Gapi terjun dari pohon, dan mencoba mengendus bau para spirit yang ia kenal. Ia terus berjalan. 'hmmm baunya agak jauh, sepertinya.. bau dewi, dan paman, ada dimansion sebelah timur. kenapa mereka jauh sekali pindah kesana! Dan apa yang terjadi pada kamar ayah dewi?'


(tama) 'sialan, aku sudah mencoba berbagai cara untuk keluar dari sini. tapi tidak bisa..! Apa yang terjadi.. Dengan tempat ini? Aku bahkan tidak bisa menembusnya.' tama terus berjalan mencari celah, tampak bola api yang ia buat dari sihir, masih menyala dan terus menerangi jalannya. 'oh iya, sebaiknya aku coba memanggil jura.' ia memejamkan kedua matanya, lalu ia fokus memanggil jura. 'jura.. jura.. jura..' tidak ada jawaban. 'bahkan aku tidak bisa memanggilnya, apa tempat ini.. menghalanginya! "wush.. wush.. wush.."


Tama terjebak dalam ruang dimensi kegelapan, dimana tidak ada apapun disana, hanya tama sendirian terjebak dalam kebingungan. Saat dia sedang terdiam dalam pemikirannya, tiba-tiba saja.. Ada api biru menyala satu persatu berjejer menerangi jalan panjang dihadapannya. "apa itu..?" tama masih bingung dengan apa yang dilihatnya, namun, besarnya rasa penasaran. Membuat tama tetap maju mengikuti jejak api biru tersebut, dan ia terus berjalan. Sesampainya dipertengahan jalan, ada cahaya merah besar datang melaju mendekat. Tama yang merasa curiga dengan kedatangan cahaya merah tersebut, langsung bersiap untuk menyerang. Dan saat ia akan menyerang, cahaya itu berhenti tepat didepannya.


"selamat datang, sekian lamanya saya tinggal disini, baru pertama kali.. ada yang datang ketempat ini. anda pastilah orang yang telah dipilih beliau..!"


(tama) 'aku melihat sosok cahaya tersebut, berubah menjadi manusia. ia mengenakan jubah hitam panjang, dan rambutnya disanggul tinggi keatas. wajahnya tertutup dengan kain putih, dengan tulisan bewarna merah. bertuliskan.. "KEBANGKITAN" aku benar-benar tidak mengerti apa maksud dari tulisan itu! dia berdiri lalu berbicara kepadaku. Apakah dia siluman?' tama terus memperhatikan sosok asing, yang berada didepannya. "kau siapa? dan tempat apa ini?? bahkan aku tidak mendengar lagi, suara yang sejak tadi berbicara kepadaku." 'aneh! wajahnya tidak kelihatan sama sekali, karena tertutup dengan kain putih. tapi melihat pergelangan tangannya.. kulitnya tampak putih pucat. Ia juga menyembunyikan kedua telapak tangannya, kedalam lengan bajunya.'


"mari tuan, saya akan mengantarkan anda!"


(tama) "kau bahkan tidak sopan, karena tidak menjawab pertanyaanku! dan sekarang kau malah ingin aku mengikutimu begitu saja..! Cih, jangan pikir aku akan mempercayaimu dengan mudah." dengan sigap tama menarik kain yang ada diwajahnya, saat ia menarik kain putih itu, tiba-tiba sosok tersebut menghilang dan muncul dibelakangnya.


"anda tidak akan bisa melawan saya, sebelum anda melewati ujian yang sudah ditetapkan untuk anda!" tama sedikit terkesima, melihat bagaimana ia bisa menghindarinya dengan mudah.


(tama) "omong kosong, jangan konyol.. kau terlalu meremehkanku! rasakan ini." tama menyerang sosok tersebut dengan sepuluh bola api, yang muncul disekitarnya. bola api itupun dilemparkan satu persatu dengan tama, entah kenapa! Serangannya tidak ada satupun yang bisa mengenainya. Setiap kali bola api diarahkan kepadanya.. bola api itu lenyap begitu saja.


"sudah saya bilang, anda tidak akan bisa melawan saya, Apapun serangan anda, tidak akan mempan terhadap saya." ujar pria itu tenang.


(tama) " cih, jangan sombong dulu, aku masih punya banyak jurus untuk melenyapkanmu, ennyalah dari hadapanku."


"tunggu dulu, begini saja. daripada anda membuang jurus anda dengan sia-sia, lebih baik kita taruhan saja. Jika anda bisa mengalahkan saya, saya akan pergi dari tempat ini. tapi jika saya bisa mengalahkan anda! anda harus mengikuti saya tanpa bertanya apapun, bagaimana? apa anda tertarik???"

__ADS_1


(tama) "hmmmm.." tama sedang memikirkan tawaran pria yang ada dihadapannya, sambil memegang dagunya, namun.. Ia sangat tertarik untuk mengalahkan pria tersebut. ia jadi semakin bersemangat, dan menyeringai senang. tampak taring tajamnya, seakan sudah tidak sabar ingin memangsa manusia aneh yang ada didepannya.


__ADS_2