
''Saya sudah sampai di rumah sakit, Tuan.'' ujar Jimmy melalui sambungan telepon.
''Sebentar lagi aku sampai.'' jawab Edgar.
Tak selang berapa lama, Edgar tiba di rumah sakit. Ia berangkat membawa mobil sendiri.
Edgar menyapa seorang pengacara yang selama ini sudah menjadi andalan dari Raymond.
''Mari kita melihat kondisi pasien.'' ajak Jimmy mewakili Edgar.
Pengacara yang bernama Ikhsan itu mengangguk. Mengenai tragedi menabrak itu, ia sudah mendapatkan penjelasan dari Jimmy.
Tatapan tajam langsung menyambut kedatangan Edgar beserta Jimmy dan juga pak Ikhsan.
Tapi, berbeda dengan Mychelle, ia terlihat semakin pucat.
Edgar langsung menarik nafasnya dalam-dalam. Tak lama kemudian, seorang dokter yang menangani Mychelle masuk ke dalam ruangan itu.
''Kamu! Tuan Edgar Raymond yang terhormat! dengarkan baik-baik apa yang dialami oleh putri saya!'' tunjuk mama Mychelle kepada Edgar.
''Dokter, jelaskan sama dia!'' seru ibunya Mychelle kepada dokter.
''Baik, Bu..'' jawab dokter tersebut.
''Jadi, begini Tuan Edgar, tim dokter sudah melakukan yang terbaik untuk Nona Mychelle. Tetapi, kami tidak bisa mengelak..''
Dokter itu terlihat menarik nafasnya sebelum melanjutkan kalimatnya.
''Benturan keras itu membuat dinding rahim Nona Mychelle terluka cukup parah meskipun operasi awal yang tadi malam kami lakukan berhasil. Tapi, seperti yang anda lihat, Tuan. Nona Mychelle masih sangat lemah. Dan, dengan berat hati, kami harus mengatakan bahwa benturan itu bisa membuat nona Mychelle sulit mendapatkan keturunan.''
Edgar menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
''Saya akan membawa kasus ini ke jalur hukum!'' sahut wanita paruh baya itu.
__ADS_1
''Sabar Bu.. bukankah klien kami berusaha semaksimal mungkin untuk bertanggungjawab atas kejadian ini.'' balas pengacara.
''Anda tidak paham bagaimana rasanya menjadi seorang Ibu yang melihat putrinya terbaring lemah!''
''Mama..'' panggil Mychelle.
''Mama, sudahlah jangan bawa kasus ini ke jalur hukum. Aku pasti sembuh..'' ujar Mychelle.
Suara itu terdengar sangat lemah.
''Mychelle, Mama berusaha mendapatkan keadilan untuk kamu.''
Mentari membaca pesan dari Rita yang turut bersedih atas berita itu. Tak lama kemudian, Mentari mendapatkan telepon dari seseorang, ia langsung menemui seseorang itu secara diam-diam setelah tidak lama dari keluarnya Edgar. Karena Edgar sudah meminta orang rumah untuk menjaganya. Mentari pun harus berhasil menemui seseorang itu.
''Maaf Kak, aku meminta Kakak untuk bersembunyi seperti ini.'' ujar Dini ketika Mentari sudah berada di dalam mobilnya.
''Iya, iya nggak papa, Din. Ayo cepat pergi dari sini sebelum ketahuan.'' pinta Mentari.
Dini yang sudah bisa membawa mobil, kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Setelah cukup jauh dari rumah, Dini menghentikan mobilnya, ia hendak memberikan informasi penting kepada Mentari.
''Kak Dira harus melihat ini.''
''Apa?''
''Sebentar Kak..''
Dini mengambil laptopnya, lalu dengan cepat menghidupkan dan mengotak-atik untuk membuka sebuah file.
''Ini..'' Dini menyerongkan laptopnya ke arah Mentari.
Mentari langsung menutup mulutnya tak percaya.
__ADS_1
''Jadi?'' gumamnya.
''Aku sangat merasa bersalah sama suamiku, Din..'' sesal Mentari.
Dini mengernyitkan keningnya karena tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Mentari.
''Wanita itu mantan istri suamiku, Din. Memang banyak yang terkejut karena pernikahan mereka dulu masih sangat dirahasiakan, bahkan nama suamiku pun tidak dikenal sebagai anak Raymond. Karena itu berkaitan dengan nama besar Raymond dan waktu itu suamiku masih meniti karir untuk menjadi penerus perusahaan. Mertuaku tidak ingin anak-anaknya hidup dibayangi oleh media atau apapun, dan tentunya hal lain yang itu menjadi privasi keluarga besar.'' jelas Mentari.
Dini terlihat terkejut mendengarnya.
''Ohhh.. jadi gitu?''
Dini mengangguk-angguk.
''Iya Din.''
''Boleh Kakak minta tolong antar Kakak ke rumah sakit sekarang?''
''Tentu boleh Kak. Aku akan bantu permasalah Kakak cepat selesai.''
''Terimakasih Din..''
Dua wanita itu langsung meluncur ke rumah sakit. Dini membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.
''Kakak minta tolong nanti kamu jangan berbicara apapun sebelum Kakak kode. Kakak ingin memberikan pelajaran sama perempuan itu.''
''Pelajaran?'' tanya Dini.
''Iya Din.''
''Baiklah Kak..''
Setelah tiba di rumah sakit, Dini dan Mentari langsung berjalan menuju ruangan dimana Mychelle berada.
__ADS_1