
''Kalem banget sekarang, Rit?'' tegur teman Rita.
''Tuh ada cowo cakep lewat.'' imbuhnya.
''Aku?'' balas Rita dengan menunjuk pada dirinya sendiri.
''Ya iyalah kamu, memangnya Rita siapa lagi disini?''
Rita langsung nyengir merutuki dirinya sendiri dalam hati.
''Rita sudah tumbuh dewasa sekarang, jadinya makin kalem.'' jelas Rita.
Rita menarik nafasnya, lalu menatap ke langit. Perubahan itu terjadi begitu saja saat ada sesuatu hal yang tanpa di sengaja dan tanpa di sadari telah merubahnya.
Rita tidak lagi menggilai setiap pria tampan yang ia temui. Ya, semenjak hari itu. Namun, kenyataan bahwa hal itu tidak akan mungkin untuknya, Rita selalu menepis bayang-bayang itu, ia terus meyakini bahwa dirinya tetaplah Rita "si penggila pria tampan".
''Ya kali sudah bangkotan gitu dibilang tumbuh dewasa?!'' celetuk teman Rita.
Rita pun langsung reflek menepuk lengan seseorang disebelahnya itu.
''Kampr*t!!''
''Kayak situ masih muda aja, gue sama lu aja tuaan lu, Kak, hahaha''
Rita tertawa puas membalas celetukan temannya itu.
''Lah! iya yak tuaan gue, hahaha''
Kedua gadis yang sudah berusia cukup dewasa itu menertawai diri sendiri yang sama-sama masih berstatus jomblo.
Jam istirahat kantor mereka gunakan untuk makan siang. Rita dan Vika baru saja membeli makanan di seberang trotoar yang tidak jauh dari kantor. Setelah selesai, mereka langsung kembali ke kantor dengan berjalan kaki.
''Itu mobil bos bukan sih, Rit?'' tanya Vika.
__ADS_1
''Mana?''
Rita langsung mengangkat wajahnya karena sedari tadi berjalan dengan wajah menunduk.
''Iya kan?'' tanya Vika lagi.
''Kayaknya.'' jawab Rita santai.
''Dih! ayo buruan nanti kita kena semprot.''
Vika menarik lengan Rita dengan paksa.
''Santai aja kali, Kak. Kita masih jam istirahat, nggak mungkin juga mereka mau marah. Kita nggak berbuat kesalahan ini.'' terang Rita agar Vika tidak panik.
Vika langsung memperlambat jalannya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Rita.
''Oh, iya ya hehe''
''Pinter adikku ini.''
Para karyawan yang sudah ada di kantor sejak tadi terlihat sibuk di tempatnya masing-masing. Ntah benar-benar sedang bekerja atau hanya sekedar pura-pura untuk mencari perhatian dari bosnya.
''Ada bos.'' ujar salah satu teman Rita yang ia lewati.
''Iya tau.'' jawab Rita santai.
Rita kembali ke ruangannya, disana sudah ada teman-temannya yang lain.
''Dari mana aja, Rit?''
''Dari makan siang.'' jawab Rita.
''Kamu apa nggak tau kalau bos datang?''
__ADS_1
''Tau, kan ada mobilnya tuh di depan. Tapi, ini masih jam istirahat, santai aja. Justru kalau kalian pada pura-pura sibuk malah lebih mencurigakan dan kelihatan pura-puranya.''
Rita langsung duduk di tempatnya, dan membuka kembali file pekerjaan.
''Rapat evaluasi, tiga puluh menit lagi.'' ujar seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Bahkan tubuhnya pun tidak terlihat, hanya kepalanya yang nongol.
''Dasar manager sengklek!'' gerutu Rita yang terkejut dengan suara yang tiba-tiba itu. Dan lainnya pun ikut memprotesnya.
Hehehe
Pria itu hanya nyengir lebar setelah kehadiran dan suaranya membuat penghuni ruangan itu terkejut.
''Jangan lupa ya guys yaaa!!''
Sebelum mendapatkan timpukan, pria itu langsung pergi dan menutup pintu.
''Dia bisa kelihatan berwibawa kalau di depan tuan Edgar dan petinggi lainnya, huh!'' ujar teman Rita.
''Iya tuh, coba aja kalau tuan Edgar tau sifat aslinya manager sini, nggak bakalan dikasih jabatan manager.'' sahut lainnya.
''Tapi, meskipun begitu, pekerjaan dia sangat bisa diandalkan. Kita harus mengakui keunggulan yang dia miliki. Lagipula, sifatnya yang random sering bikin kita semua tertawa.'' jelas Rita.
''Iya juga ya.''
Dalam dunia pekerjaan ataupun lainnya, jika semua selalu bersikap kaku akan membuat suasana cepat terasa membosankan. Mungkin dengan adanya manager yang memiliki kepribadian ganda itu membuat para karyawan tidak tertekan dengan pekerjaannya masing-masing.
Kepribadian ganda sang manager yang dimaksud adalah dia bisa menjadi seseorang yang serius dan juga bisa menjadi seseorang yang humoris. Dia bisa menempatkan dirinya dengan cukup baik.
''Eh! gimana nih, deg-degan aku.''
''Tarik nafas dalam-dalam, iya ... keluarkaann ... iya ... lagi ...,''
Huuuuhhhhh
__ADS_1
Dan semuanya langsung tertawa atas kekonyolan yang mereka buat sendiri sebelum berhadapan dengan bosnya.