
Makan malam bersama kali ini tidak hanya berdua saja, sekarang ada mami. Sejak tadi, wanita itu antusias sekali membuat masakan yang lezat dan bergizi untuk menantunya yang tengah mengandung.
''Mami sudah bikin makanan yang pastinya enak dan sehat untuk ibu hamil.'' ujar mami.
''Terima kasih, Mami.'' ucap Mentari.
''Sama-sama, sayang.'' balas mami.
Mentari mengambilkan lauk untuk Edgar. Dengan porsi makan yang seperti biasanya, tidak banyak nasi.
Edgar menatap Mentari dan mami secara bergantian, bibirnya tersenyum tipis melihat kehangatan itu.
Tidak ada obrolan lagi disaat ketiganya mulai menyantap makanan. Hanya suara sendok dan garpu yang tengah beradu.
Beberapa menit kemudian, suara tegukan air mineral itu tampak melegakan tenggorokan Edgar yang sudah lebih dulu menyelesaikan makan malamnya.
''Emm, Maass!'' gumam Mentari saat Edgar terus menatapnya.
''Why?''
''Lanjutkan makannya, sayang. Jangan malu-malu sama mami.'' balas Edgar.
Mami yang masih mengunyah makanannya itu hanya bisa menggeleng pelan melihat tingkah putranya yang membuat Mentari malu.
Setelah tiga puluh menit di meja makan, mereka pindah ke ruang tengah sembari menonton televisi dan mengobrol.
''Video call sama Erin ya.'' ajak mami.
''Boleh-boleh, Mi.'' jawab Mentari.
Mami langsung mencari nama kontak putrinya itu. Nama kontak ''Little Princess'' membuat Mentari tersenyum. Tak lama kemudian, wajah Erin sudah muncul di layar ponsel mami.
''Mamiiiii.'' seru Erin.
''Kak Mentariii.'' serunya lagi.
__ADS_1
''EHM, EHM, EHM!''
Erin memang tengah sengaja memancing respon dari kakaknya jika tidak ia sapa. Dan ternyata munculah kecemburuan itu.
HAHAHA
Erin langsung tertawa senang.
Mami dan Mentari langsung kompak menggeleng pelan. Ada saja kelakuan kakak beradik itu. Kakak yang emosian dan adik yang tukang mancing emosi. Perpaduan yang cocok sekali.
''Aku tidak mungkin melupakan Kakakku yang sangat tampan tiada duanya. I love you and i miss you so much! MUAACHH MUAACHH!'' seru Erin.
Edgar langsung bergidik mendengar ungkapan adiknya itu, terdengar sangat geli di telinga. Apalagi ekspresi bibir mengerucut adiknya. Sedangkan Mentari dan mami langsung menutup mulutnya karena menahan tawa.
Mereka pun saling berbagi cerita. Apalagi ekspresi kesedihan Erin yang tidak bisa ikut maminya pulang ke Indonesia.
''Maaf ya Kak, aku nggak bisa hadir.'' ucap Erin.
''Tidak apa-apa, Aunty.'' balas Mentari.
''Mau lihat perutnya Kakak dong.'' pinta Erin.
''Uuuhh, gemes banget.'' seru Erin.
''Do'akan terus supaya kak Mentari selalu sehat dan saat waktunya melahirkan, semuanya lancar.'' timpal Edgar yang tiba-tiba masuk ke kamera.
''Aamiin.'' jawab Erin.
''Pasti aku do'akan dong, Kak.'' imbuhnya.
Obrolan terus berlanjut, papi pun ikut nimbrung dalam video call itu. Hingga tak terasa, sudah satu jam lebih mereka melepaskan rindu dengan komunikasi seperti ini. Dan mami pun menyudahinya.
''Sepertinya Mami sudah sangat-sangat ngantuk berat nih.'' ujar mami.
''Mami mau ke kamar duluan ya.'' sambungnya.
__ADS_1
''Oh, iya Mi, kita juga mau istirahat.'' jawab Mentari.
Mami tersenyum, lalu melangkah terlebih dahulu. Namun, baru beberapa langkah, langkahnya terhenti, dan kembali mendekati anak-anaknya yang baru saja beranjak.
''Ada yang ketinggalan, Mi?'' tanya Edgar.
''Iya, ada.'' jawab mami.
''What?'' balas Edgar.
Mami mencondongkan badannya, sehingga Mentari dan Edgar pun reflek melakukan hal yang sama.
''Mami ingatkan sama kalian, hati-hati.'' bisiknya dengan suara yang ditekankan.
''Khususnya mau kamu.'' mami pun beralih menatap fokus pada putranya.
''Jangan main gaspol-gaspol aja!'' bisik mami setengah memberikan ancaman.
Tanpa menunggu jawaban dari putranya, mami langsung melenggang pergi begitu saja.
''Ada-ada saja kelakuan maminya Erin.'' gumam Edgar dengan kepala yang menggeleng.
''He'em, maminya dari suaminya Ghadira Mentari juga.'' timpal Mentari ikut menggeleng.
''Istrinya pak Erick.'' imbuh Edgar.
Keduanya langsung terkekeh bersamaan.
''Sssttt!'' tutup Mentari.
...****************...
Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi novel yang pastinya seru. Novel karya author, RIA AISYAH yang berjudul "TERPAUT 20 TAHUN"
Pecinta cerita terpaut usia yang jauh, ini cocok banget untuk kalian baca dan wajib masuk ke dalam rak favorit kalian 😍
__ADS_1
Terima kasih 🙏