Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 276 : Biar Calon Istri Saya Bangga


__ADS_3

Jimmy yang sudah pasti tengah berada di rumah Edgar pun melihat layar itu. Ia menatap sudut kecil yang menampilkan dua orang. Sayangnya kamera tidak menyorotnya, sehingga Erin dan tuan Erick tidak dapat melihatnya.


''Dua tahun lagi, giliran acara kita ya, sayang.'' bathin Jimmy dengan senyum yang ia tahan. Kemudian memandang ke arah sekelilingnya karena takut ada yang memperhatikan. Ternyata semua fokus pada pemilik acara. Hati Jimmy langsung merasa lega.


Jimmy pun kembali melanjutkan langkahnya dengan satu tangan yang ia masukkan ke saku celana. Ia mengenakan baju batik lengan panjang berwarna cokelat. Dengan kulitnya yang putih, sangat cocok melekat di tubuhnya.


Acara tujuh bulanan sudah pasti ada rujakan yang berisikan tujuh macam buah-buahan, ada cendol, ketupat, dan beberapa jenis lainnya. Semuanya terlihat segar, sehingga membuat yang menatapnya ingin segera menyantap.


Para tamu belum lengkap jika belum berfoto bersama dengan pemilik acara. Semua saling bergantian, sampai membuat Edgar ingin menghentikannya karena kasian melihat istri yang terus berdiri.


''Lanjut nanti lagi ya, kita istirahat dulu.'' ujar Edgar setelah sesi foto bersama dengan tamu.


''Jangan lupa cicipi semua yang kami sajikan.'' ujar Edgar.


Akhirnya tamu lainnya menunda untuk foto bersama Edgar dan Mentari. Mereka paham bahwa Edgar tengah khawatir dengan kondisi Mentari.


''Mas, aku nggak kenapa-kenapa, belum capek.'' ujar Mentari lirih.


''Bukan belum capek, tapi, kamu lagi tidak enak sama mereka. Iya 'kan?'' balas Edgar yang langsung berhasil membuat Mentari nyengir karena isi kepalanya bisa ditebak.


Mereka menuju kursi yang disana tengah ditempati oleh Rita dan lainnya. Mentari dan Edgar sengaja akan bergabung karena masih terlihat tiga kursi yang kosong.


''Aku belum foto bareng lho.'' canda Rita.

__ADS_1


''Oke, nanti kita foto sampai penuh memorimu.'' jawab Mentari lalu tertawa kecil.


Rita ingin mengusap perut Mentari, tetapi ia urungkan karena takut tidak diizinkan sembarang orang menyentuh perut Mentari. Apalagi ada Edgar dan maminya yang ada disana.


''Pegang aja, katanya mau cepat-cepat ketularan.'' canda Mentari.


Rita sedikit mencondongkan kepalanya.


''Boleh?'' tanya Rita.


Mentari terkekeh kecil. Sesuatu hal yang wajar-wajar saja. Karena tidak semua ibu hamil membiarkan orang lain menyentuh perutnya. Begitu juga ibu-ibu pemilik anak kecil, tidak semuanya memberikan izin pada orang lain menyentuh, meskipun dengan alasan gemas. Mereka memiliki alasan masing-masing yang terkadang tidak di mengerti oleh orang lain.


''Boleh, asalkan nggak kamu tonjok aja, Rit.'' balas Mentari.


''Palingan diuyel-uyel dikiiit.'' sambungnya.


Keduanya terkekeh kecil secara bersamaan.


Setelah mendapatkan izin, Rita pun mengusap lembut perut Mentari. Ia sangat senang karena teman baiknya itu kini sudah dalam masa bahagia menyambut kelahiran buah hati pertamanya.


''Semoga nanti aku juga mendapatkan jodoh yang baik dan sangat mencintaiku, seperti tuan Edgar yang sangat mencintai Dira.'' bathin Rita.


Rita dan Mentari kembali mengobrol normal bersama dengan lainnya.

__ADS_1


Karena sudah merasa cukup beristirahat, Mentari dan Edgar kembali menerima ajakan foto bersama para tamu undangan yang hadir. Termasuk foto bersama dengan Rita. Setelah mendapatkan foto bersama, Rita kembali ke tempat duduk yang sebelumnya ia tempati.


Tak lama dari Rita meninggalkan Mentari dan Edgar, Jimmy juga datang menghampiri bosnya yang tengah bahagia itu.


''Tuan, Nona ... saya juga mau foto bersama, biar calon istri saya bangga.'' ucap Jimmy.


Edgar langsung reflek melotot, sedangkan Mentari berusaha menahan tawa. Tapi, karena banyak orang, Edgar bisa merubah reaksinya untuk lebih cool lagi.


Beberapa jepretan foto bersama Jimmy bersama Edgar dan Mentari, ia tersenyum puas menatap layar ponselnya itu.


''Terima kasih.'' ucap Jimmy.


''Hmm.'' jawab Edgar.


...****************...


Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi cerita yang pastinya seru banget.


Novel karya author RAMANDA, yang berjudul "JAMUR, JANDA MUDA DIBAWAH UMUR'', wajib banget menjadi daftar bacaan dan jangan lupa langsung masukkan ke dalam rak favorit kalian ya 😍


Terima kasih 🙏


__ADS_1


__ADS_2