Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 67 : Aku Ingin Melakukannya Disini


__ADS_3

Edgar berenang ke tepi mendekati Mentari yang sudah duduk sembari menceburkan kakinya di kolam.


''Ih Mas!'' seru Mentari.


Tanpa permisi, Edgar langsung merenggangkan paha Mentari dan ia menelusup untuk memeluk sang istri. Edgar tersenyum menatap Mentari setelah memberikan ciuman-ciuman ke berbagai titik.


''Ingat waktu pertama kali aku menciummu?'' tanya Edgar.


''Ah itu.. udah lupa.'' jawab Mentari lalu melengos. Ia sangat malu mengingat hari itu, ia selalu berusaha melupakan kejadian itu, tetapi justru Edgar membahasnya lagi.


''Oh ya?'' tanya Edgar meyakinkan lagi.


Anggukan kepala dari Mentari menjadi jawabannya.


Edgar tidak kehabisan akal, ia langsung menarik Mentari agar ikut masuk ke dalam kolam bersamanya.


''Massss!! hhaaahhh''


Mentari mengatur pernafasannya yang terkejut karena ditarik oleh Edgar secara tiba-tiba. Tentu saja Edgar melindungi sang istri agar selalu aman di dalam dekapannya.


Tubuh kekar Edgar dan rambutnya yang basah itu semakin membuatnya terkesan seksi. Mentari hanya bisa menelan salivanya kuat-kuat sembari membuang pandangannya.


''Aku jadi basah Mas..'' gerutu Mentari.


''Apanya yang basah sayang?'' goda Edgar.


Mentari langsung terbelalak.


''Mas Edgar! jangan mesum!'' protes Mentari lagi.

__ADS_1


''Mesum? apa yang salah dari pertanyanku, sayang? ku tanya apa yang basah kenapa kamu protes? hmmmm..'' Edgar tidak berhenti menggoda istrinya.


''Mas Edgar ih!''


Edgar langsung mendaratkan ciumannya di bibir Mentari sehingga membuat Mentari tidak berkutik lagi. Sentuhannya yang lembut membuat Mentari terasa nyaman.


Edgar melepaskan pertautannya, kedua tangannya masih menangkup pipi Mentari.


''Aku ingin melakukannya disini, sayang.'' pinta Edgar dengan tatapan matanya yang memohon.


''Di-disini?'' tanya Mentari gugup.


Edgar mengangguk.


Akhirnya Mentari mengangguk untuk mengabulkan permintaan Edgar.


Suasana yang berbeda menciptakan sensasi rasa yang juga berbeda. Air kolam renang saat ini menjadi tidak tenang, ia terus menerus bergerak dan menciptakan suara yang tak biasa.


''Jangan pernah kamu lupakan lagi.'' ucap Edgar lirih setelah menyelesaikan cocok tanamnya.


Mentari pun mengangguk.


Edgar membantu Mentari untuk naik ke atas karena waktu yang semakin sore.


°°°


''Sayang..'' panggil Edgar lalu duduk di sebelah Mentari yang masih asik menonton televisi.


''Iya Mas, ada apa?'' jawab Mentari lalu sedikit bergeser untuk memberikan tempat kepada Edgar.

__ADS_1


Edgar duduk menghadap Mentari, ia mengusap lembut wajah sang istri.


''Besok aku mau ke luar kota.'' ujar Edgar.


''Besok?'' tanya Mentari.


''Iya.''


''Berapa lama, Mas?'' tanya Mentari. Ntah kenapa ia merasa tidak enak jika membayangkan harus ditinggal oleh Edgar.


''Nggak lama kok, kalau kerjaan cepat selesai, aku akan langsung pulang. Tapi, mungkin sampai rumah bisa larut malam.'' jelas Edgar.


''Terus sama siapa?'' tanya Mentari penasaran.


''Siapa lagi kalau bukan Jimmy.'' jawab Edgar.


Mentari bernafas lega.


''Benar sama tuan eh sama Jimmy?'' tanya Mentari lagi.


Edgar tau jika Mentari takut hal buruk dimasalalu akan terulang lagi. Edgar menarik Mentari membawa ke dalam pelukannya.


''Iya sayang, sama Jimmy. Aku tidak akan bohong sama kamu, aku janji..'' ucapnya seraya mengusap-usap bahu Mentari.


Mentari mendongak lalu tersenyum.


''Terimakasih Mas.'' ucap Mentari.


Edgar mengecup kening Mentari.

__ADS_1


Sesuatu hal yang membuat trauma tentu saja akan teringat sampai kapanpun. Apalagi Edgar akan melakukan aktivitas yang hampir mirip dengan awal mula saat kebohongan Nando terbongkar. Mentari teringat hal itu, ia memberikan izin dengan sepenuh hati, namun, berakhir pada kehilangan sosok suami yang memberikan kenyataan pahit.


Mentari membalas pelukan Edgar dengan sangat erat. Edgar membiarkan hal itu agar Mentari semakin nyaman bersamanya.


__ADS_2