
Sembari menunggu asisten rumah tangga memanggil tuan rumah, Edgar dan Mentari yang sudah duduk di sofa pun mengedarkan pandangannya. Mereka tidak berbicara apapun, hanya melihat-lihat saja.
''Edgar ... Mentari.'' panggil seseorang.
Edgar dan Mentari langsung berdiri saat mendengar suara itu. Mereka mendekati wanita yang merupakan tante Lenna, ibunya Ardi.
''Maafkan saya, Tante.'' ucap Edgar.
Edgar tidak menanyakan kabar, karena sudah bisa ia lihat bagaimana kondisi tantenya itu. Belum terlalu lama tidak bertemu lagi, ternyata sudah banyak perubahan yang terjadi pada tantenya.
Lenna tersenyum tipis sembari menerima jabat tangan dari keponakannya.
''Apa yang kamu perbuat sampai meminta maaf pada Tante, Edgar?'' balas Lenna dengan sedikit candaan.
''Ayo duduk lagi.'' titah wanita itu sebelum mendapatkan jawaban.
Gantian Mentari yang menjabat tangan Lenna, kedua wanita itu cipika cipiki. Lalu ketiganya menuju ke sofa.
''Mbak, jus mangga ya.'' ujar Lenna sebelum duduk.
Asisten wanita itu mengangguk dan langsung bergegas ke belakang.
__ADS_1
''Tante senang kalian datang kesini.'' ujar Lenna.
''Tante, saya dan istri benar-benar mohon maaf karena tidak pernah mengunjungi Tante.'' ucap Edgar. Mentari mengikuti dengan anggukan kepala.
''Sejak kapan kondisi Tante menjadi seperti ini?'' sambung Edgar.
Lenna tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah Mentari yang duduk di sebelahnya. Mentari pun membalas tatapan sayu wanita itu.
Lenna beralih menatap Edgar yang duduk di depannya dan terhalang oleh meja.
''Tante baik-baik saja, Edgar. Mungkin faktor usia Tante yang semakin bertambah, jadinya ya begini.'' jawab Lenna.
''Lalu, om Marco kemana?'' tanya Edgar.
''Mungkin sebulan sekali, baru pulang kalau pas selesai urusan upah karyawan sudah beres semua.'' jelas Lenna.
Menatap wajah yang pucat tanpa make-up dan sorot mata Lenna yang sayu membuat Mentari dihantui oleh rasa bersalah. Apalagi tubuhnya yang semakin kurus terlihat begitu jelas di leher Lenna.
''Oh ya, kemarin mami kalian datang kesini. Emm, Tante minta maaf karena kemungkinan besar tidak bisa hadir di acara tujuh bulanan kamu, Mentari.'' ucap Lenna.
''Ohh, ya ... tidak apa-apa, Tante.'' jawab Mentari.
__ADS_1
Di tengah perbincangan mereka, asisten tadi datang membawa dua gelas jus mangga, lalu mempersilahkan Edgar dan Mentari.
''Tante senang melihat kalian berdua selalu harmonis.'' ujar Lenna kemudian menatap Edgar dan Mentari bergantian.
''Terima kasih, Tante. Saya dan istri masih terus belajar untuk lebih baik dalam menjalani rumah tangga kami.'' jawab Edgar.
Mentari mengangguk menyetujui jawaban dari suaminya.
Lenna terlihat menarik nafas panjang sembari mendongak, semakin memperlihatkan tulang-tulangnya. Apalagi Lenna hanya mengenakan daster rumahan, pakaian ternyaman bagi para kaum wanita.
''Kalian jangan merasa bersalah ya kenapa Tante menjadi kurus seperti ini. Tante hanya sering begadang saja karena suka nonton film.'' ujar Lenna dengan senyum yang ia tunjukkan pada keponakannya itu. Seakan-akan sedang mengatakan hal yang sebenarnya agar lawan berbicara bisa percaya dengan mudah.
Edgar dan Mentari tidak langsung mempercayai begitu saja. Bukan cara bicara Lenna yang sulit untuk dipercaya, tetapi raut wajah wanita itu menunjukkan senyum tipis yang dipaksakan.
...****************...
Hai-hai, Cimai rekomendasikan lagi nih cerita yang pastinya seru banget dong.
Karya othor DTYAS, yang berjudul "KUKIRA KAU CINTA''.
Jangan lupa siapkan tisu yang banyak, dan wajib banget masuk rak favorit kalian ya 😍
__ADS_1
Terima kasih 🙏