
Keluarga Raymond sudah berada di gedung hotel tempat diselenggarakannya acara resepsi pernikahan Edgar dan Mentari esok malam. Mereka melihat sejauh mana persiapannya.
Mami terlihat lebih antusias atas persiapan ini, sedangkan Mentari mengikuti saja apa yang menjadi kemauan ibu mertuanya itu.
''Gimana sayang? kamu suka kan?'' tanya mami dengan sumringah.
''Suka Mi, selera Mami terbaik..'' puji Mentari.
''Ah bisa aja..'' jawab mami lalu kembali memisahkan diri karena harus benar-benar sempurna.
Edgar dan Mentari mengikuti langkah mami dengan berjalan santai.
''Udah ini nggak usah gandengan terus, bukan mau nyeberang!'' protes Erin sembari menerobos ditengah-tengah antara Edgar dan Mentari sehingga membuat keduanya renggang dan menghentikan langkahnya.
PTAK!
Edgar menyentil kening adik kesayangannya itu sehingga membuat Erin meringis sakit.
''Aww!! Kakak ih!!'' seru Erin langsung menghadap Mentari.
Mentari yang peka langsung mengusap-usap kening adik iparnya tersebut sembari meniup-niup kecil.
''Udah, nggak papa ini, sentilan sayang..'' ujar Mentari.
Erin pun langsung memeluk manja kepada kakak iparnya itu.
''Hmmm manja.. mulai..'' sindir Edgar.
''Wleeeee..'' Erin menjulurkan lidahnya meledek sang kakak.
Mentari hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kegemasan kakak beradik ini.
__ADS_1
''Erin! sudah.. sudah.. sana temani mami kamu.'' ujar tuan Erick yang tiba-tiba berada didekat mereka.
''Iya Pi..'' jawab Erin.
''Buahaha, rasain lu di usir pak Erick..'' ledek Edgar setengah berbisik kepada adiknya.
''Maasss..'' bisik Mentari dengan menepuk lengan suaminya agar tidak melanjutkan ledekannya.
Erin melengos kesal dan langsung pergi menyusul maminya.
Usia hanyalah angka, kedewasaan dan kewibawaan hanya terlihat saat berada diluar. Sedangkan bersama keluarga, Edgar tetaplah seorang anak dan juga seorang kakak.
Edgar dan Mentari lanjut melihat-lihat yang lain.
''RITA!'' pekik Mentari saat melihat seseorang yang tidak asing lagi baginya.
Gadis itu langsung berlari kecil menghampiri Mentari. Sebelumnya ia sedikit menundukkan kepalanya saat berhadapan dengan Edgar.
''Ssstttt, ceritanya puanjang.'' jawab Mentari ikut berbisik.
Mentari celingukan mencari sesuatu.
''Kamu apa kabar, Rit? ngapain disini? ada acara juga?''
''Kabar baik Nona Mentari..''
''Rita mendapatkan bagian menjadi bridesmaids, so.. sekarang siap-siap GR.'' jawab Rita.
''Hah?'' Mentari bingung sendiri mendengar jawaban Rita.
Tanpa sepengetahuannya, acara yang dibuat oleh mertuanya ini memberikan kejutan untuk Mentari sendiri. Edgar yang terlihat santai ternyata juga bekerja keras untuk memberikan kejutan kepada sang istri.
__ADS_1
''Nggak usah bingung, jangan-jangan kamu lupa kalau sudah jadi bininya CEO.'' tebak Rita.
''Bukan gitu Ritaaa..''
''Kenapa kamu manggil aku jadi Mentari? terus siapa yang melibatkan kamu di acara ini? jujur aku aja nggak ngerti apa-apa, ini acara kemauan mami..''
''Sebelum acara ini di gelar, suamimu sudah memberi tugas ke tuan Jimmy untuk memberikan tugas ke aku.. dan panggilan itu juga dikasih tau sama tuan Jimmy.'' jawab Rita mulai berbicara santai karena melihat Edgar sedang menemui seseorang yang jaraknya lumayan jauh.
''Kamu terkejut kan??'' ujar Rita bangga.
''Ya iyalah kaget banget, tapi, aku seneeeeng banget akhirnya bisa ketemu kamu lagi, kangen tau Rit..'' Mentari langsung memeluk teman baiknya itu.
''Apalagi aku, hemmm.. semuanya penasaran kamu kemana tiba-tiba keluar.''
''Iya-iya maaf.. aku nggak diizinkan buat komunikasi dengan orang luar, termasuk kamu Rit, maaf ya..'' ucap Mentari.
''Udah-udah, maaf mulu dari dulu..'' timpal Rita.
''Hehe..''
''Aku nggak nyangka kamu mau menikah lagi, apalagi ini sama tuan Edgar, benar-benar tidak nyangka. Yang bikin aku dan teman-teman lainnya nggak nyangka karena tuan Edgar kan belum lama datang ke Indonesia, terus kapan kenal sama kamu? ahhh ntahlah, aku jadi pusing sendiri. Pokoknya aku happy banget akhirnya kamu menemukan jodoh yang kelihatannya sayang banget sama kamu..'' tutur Rita panjang lebar.
Mentari tersenyum tipis.
''Aku sendiri juga nggak nyangka Rit, semua ini terjadi begitu cepat. Do'akan pernikahan ini benar-benar takdir terbaik ya..'' ucap Mentari.
''Aamiin aamiin.. pasti Mentari, aku selalu mendo'akan yang terbaik buat kamu.''
Mentari dan Rita kembali berpelukan.
Hari ini selain melihat persiapan, orang-orang yang terlibat juga sedang melakukan gladi bersih agar acaranya benar-benar berjalan sesuai harapan.
__ADS_1