Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 76 : Mencintaimu Tanpa Rekayasa


__ADS_3

Menghadapi permainan yang panas semalam membuat keduanya masih bermalas-malasan di atas ranjang. Sinar matahari sudah mulai mengintip dari celah gorden.


Keduanya sudah bangun tadi, namun, karena akan menghabiskan weekend ini berdua, mereka kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Edgar menyibakkan rambut Mentari yang menutupi wajahnya, lalu mengusap wajah sang istri dengan lembut. Tak ketinggalan senyum yang terus terukir di bibir keduanya. Meskipun dari sisi Mentari masih suka malu.


''Dulu ada yang pernah bilang nggak akan menyentuhku..'' ledek Mentari mengingatkan ucapan Edgar kala itu.


''Siapa sih?'' balas Edgar pura-pura tidak tahu.


''Emmmmm, siapa ya?''


''Inisialnya sih ER.'' ujar Mentari.


''ER? Eek Rusa?''


Jawaban diluar dugaan dari Edgar membuat Mentari geregetan.


''Isshhh..''


Mentari langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dengan bibir yang mengerucut.


''Kalau cemberut gitu malah makin cantik.'' goda Edgar.


Mentari melengos ke kiri dengan bibir yang menahan senyum.


''Mau ngambek?''


''Aaaaa Mas!''


Cara Edgar membuat Mentari berbalik menghadapnya adalah dengan memberi gelitikan.


Mengetahui cara yang dilakukannya berhasil, Edgar pun langsung merengkuh pinggang Mentari.


''Sebentar, sayang.''


Tiba-tiba Edgar melepaskan rengkuhannya dan turun dari ranjang. Ia berdiri tegak di depan tempat tidur sembari menghadap Mentari. Sementara Mentari masih keheranan apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.

__ADS_1


''Mas, mau ngapain sih?'' tanya Mentari sambil beranjak duduk, kedua alisnya pun sudah bersatu.


Edgar berdiri dengan tegak seperti peserta pengibar bendera, kemudian berdehem keras.


''SAYA, EDGAR RAYMOND, SUAMI DARI GHADIRA MENTARI. MULAI SAAT INI, SAYA MENYATAKAN PERMOHONAN MAAF KARENA TELAH MENGATAKAN TIDAK AKAN MENYENTUH ISTRI SAYA KALA ITU. NAMUN, SEKARANG SAYA MENYATAKAN BAHWA SAYA TELAH MENCINTAINYA, JADI SAYA PASTIKAN AKAN MENYENTUHNYA SETIAP HARI, TERIMAKASIH''


''Hahahaha''


''Apa-apaan sih Mas, lagian siapa yang dengerin? cuma aku doang..'' ujar Mentari masih dengan tawa yang tertahan.


''Jadi, dimaafin nggak nih?'' Edgar mendekati Mentari dan duduk disebelahnya.


''Dimaafin atau nggak, kan sudah kamu sentuh semuanya, Mas.'' jawab Mentari.


''Hahaha''


Mendengar jawaban jujur Mentari membuat Edgar langsung tertawa keras.


Edgar dan Mentari menghela nafasnya secara bersamaan. Kisah yang aneh tapi mereka mengalaminya.


''Mas, aku lapar.'' ujar Mentari lirih.


Edgar mengecup kening Mentari sekilas lalu beranjak keluar dari kamarnya. Mentari menatap punggung Edgar dengan senyuman hingga punggung itu menghilang dari pandangannya.


Mentari menutup wajahnya dengan selimut, membayangkan apa yang terjadi pada hidupnya sekarang. Ia membuka selimut itu kembali lalu mengusap lembut bantal yang dipakai oleh Edgar dengan bibir menyunggingkan senyumnya.


''My boss, my husband''


Mentari mengucap lirih dengan senyuman yang tak hilang dari bibirnya.


Mengingat suaminya sedang berada di dapur sendirian, Mentari langsung membereskan tempat tidurnya hingga terlihat rapi. Kemudian menghampiri sang suami yang sudah mengenakan celemek.


''Chef Edgar.'' panggilnya.


''Ya, Nona, ada yang bisa saya bantu?''


''Bisakah anda buatkan saya makanan yang paling spesial?''

__ADS_1


''Tentu saja, Nona. Untuk wanita secantik anda, segala halnya harus yang spesial.'' jawab Edgar kemudian menoel hidung Mentari.


Mentari langsung mundur satu langkah.


''Jangan macam-macam ya, Chef! saya sudah punya suami!'' gertak Mentari.


''Oh ya?'' Edgar bergerak mendekati Mentari.


''Iya!'' seru Mentari.


Keduanya masih sama-sama kuat menahan tawanya.


''Apakah anda begitu mencintainya, Nona?'' tanya Edgar.


''Tentu saja!'' tegas Mentari.


Chef Edgar semakin mendekat lalu menangkap pinggang Mentari sehingga membuat keduanya sangat dekat dan saling beradu pandang.


''Buahahaha''


Edgar lebih dulu tidak bisa lagi menahan tawanya saat melihat sorot mata sang istri yang menggemaskan.


Melihat Edgar tertawa, Mentari pun menjadi terbawa, ia langsung tertawa.


''Song Jong Ki sama Song Hye Kyo ketar ketir kalau tau akting kita, haha''


''Bagusan kita dong..'' ujar Edgar dengan percaya diri.


''Nggak mau akting ah, hidup di dunia nyata aja.'' ujar Mentari.


''Betul sayang, hidup apa adanya lebih nikmat, seperti aku mencintaimu tanpa rekayasa.''


''Iya Mas, iyaaa..'' jawab Mentari.


''Dan sekarang aku semakin lapar Mas, ini sangat nyata tanpa rekayasa juga..'' sambung Mentari dengan mengusap perutnya yang rata itu.


''Haha.. maafkan aku sayang, tunggu sebentar, kamu duduk manis disitu, jangan kemana-mana, biarkan suamimu yang bergerak.'' ujar Edgar.

__ADS_1


Setelah menghela nafasnya, Mentari nurut untuk duduk tanpa kemanapun, cukup melihat sang suami yang sedang sibuk membuat sarapan.


__ADS_2