
Seluruh rangkaian acara ulangtahun Ashilla akhirnya selesai. Gadis kecil itu sepertinya tidak memiliki rasa lelah. Ia sedang bermain bersama para saudaranya yang masih disana.
Keluarga Dini pun tampak merasa senang dengan kehadiran Edgar disana. Beberapa keluarganya yang sudah pernah bertemu tentu saja tidak heran kalau ternyata sosok Edgar bisa seramah itu. Tapi, tidak untuk yang baru bertemu secara langsung pada hari ini, mereka begitu kagum. Apalagi saat melihat sikap Edgar pada istrinya yang begitu manis. Beberapa dari mereka menatap iri, karena memiliki pasangan yang cuek.
''Oh ya, Nona Mentari sudah berapa bulan kandungannya?'' tanya ibunya Dini.
''Sudah 6 bulan Bu.'' jawab Mentari dengan senyum yang mengiringi jawabannya.
''Semoga sehat selalu ya, Nona ... Tuan ...,'' ucap wanita itu menatap Edgar dan Mentari secara bergantian.
''Aamiin.'' jawab Edgar dan Mentari bersamaan.
Do'a yang baik tentu saja diterima dengan baik. Apalagi yang mengucapkan do'a adalah seorang ibu.
''Ada apa?'' seru Afryan pada anak-anak yang tiba-tiba teriak-teriak.
''Ada mobil besar datang, Om..!'' jawab salah satu anak kecil yang berumur sekitar lebih tua dari Ashilla.
''Ha?!'' Afryan dan Dini saling menatap, mereka pun langsung kompak mengangkat kedua bahunya.
Semua orang disana pun langsung beranjak dari kursi. Karena resto ini sedang tutup dan tidak memiliki janji dengan siapapun. Afryan dan Dini tampak penasaran. Kedua pasangan muda itu pun berjalan cepat dengan sorot matanya yang terheran-heran.
Sementara itu, Edgar dan Mentari beranjak paling akhir. Mereka berdua menyusul keluarga Dini yang langsung keluar karena shock dengan kehadiran mobil besar itu.
''Jangan ketawa.'' bisik Edgar pada sang istri.
''He'em.'' jawab Mentari yang tidak membuka mulutnya itu.
Afryan yang tengah bingung pun langsung mendekati mobil tersebut. Dini menyusulnya sembari melongok ke belakang mobil itu.
''Maaf, Pak, resto kami sedang tutup hari ini.'' ucap Afryan.
Driver tersebut langsung tersenyum, ia melihat sosok Edgar dan Mentari disana.
''Maaf, kedatangan saya kemari bukan untuk makan, tapi, untuk mengantarkan pesanan.'' balas driver tersebut sembari menunjukkan apa yang ia bawa.
Driver tersebut tidak datang sendirian. Beberapa orang yang datang bersamanya pun langsung bersiap-siap. Semakin membuat Afryan dan seluruh keluarganya menjadi bingung.
__ADS_1
''Sebenarnya ini ada apa, Pak?'' tanya Dini.
''Sebentar ya, Mbak.'' jawab pria itu.
''Ada apa sih ini?'' bisik Dini pada suaminya.
''Ntahlah, aku juga nggak tau.'' jawab Afryan.
Bagian belakang mobil besar itu sudah dibuka, beberapa orang yang sedang mempersiapkan dari tadi pun akhirnya selesai.
Afryan dan Dini langsung terbelalak melihat apa yang turun dari mobil itu. Mereka menangkap plat yang tertera inisial nama putrinya.
Mereka pun langsung paham, siapa lagi yang akan melakukan hal tersebut kalau bukan Edgar dan Mentari. Mereka menatap Edgar dan Mentari yang ternyata sedang berjalan mendekatinya.
''Maaf.'' ucap Mentari.
''Ma-maksudnya apa ini?'' tanya Dini yang masih sangat terharu, bingung, bercampur aduk menjadi satu.
''Semoga bermanfaat untuk kegiatan-kegiatan Shilla kedepannya.'' jawab Edgar.
''Kenapa kalian repot-repot sekali ...'' balas Dini sembari mengusap air matanya yang tiba-tiba lolos.
''Tidak repot, kok. Maaf karena kami baru memberikannya sekarang.'' ucap Mentari.
Dini langsung memanggil putrinya itu. Ashilla malu-malu untuk mendekati mamanya.
''Shilla bilang terima kasih ya sama Uncle Edgar sama Aunty Mentari, itu kado ulang tahun untuk kamu, Nak.'' ujar Dini.
''Jadi, itu mobil baru kita ya, Ma?'' tanya Shilla polos.
''Seperti gambar mobil yang sering Mama lihat di hape.'' imbuh Shilla.
Dini pun langsung nyengir, ia menatap semuanya dengan malu karena ketahuan.
''Hehe, iya-iya. Sekarang Shilla bilang apa?'' ujar Dini agar pembahasan putrinya itu tidak melebar.
Ashilla menatap Edgar dan Mentari secara bergantian, mungkin dibenaknya masih merangkai kata demi kata untuk menjadi sebuah kalimat yang bisa dimengerti.
__ADS_1
''Terima kasih, Uncle ... Aunty.'' ucap Shilla.
Edgar langsung berjongkok untuk sejajar dengan Shilla.
''Shilla suka apa tidak?'' tanya Edgar.
Shilla pun langsung mengangguk tanpa ragu.
''Yeyy, Uncle jadi senang kalau Shilla suka. Shilla belajar yang rajin ya.'' balas Edgar.
Meskipun sudah memiliki beberapa usaha, tetapi Afryan dan Dini masih di dalam proses pertumbuhan. Mereka sedang belajar menjadi orang tua, dan seorang pebisnis. Sehingga keuntungan yang mereka dapat pun saat ini masih banyak dilarikan ke perkembangan usahanya. Apalagi mengingat mumpung sang anak masih kecil, dan juga baru satu.
Mendapatkan hadiah mobil, tentunya membuat mereka sangat bahagia dan terharu. Tak henti-hentinya ia mengucapkan rasa terima kasih.
''Saya tidak tau harus berbicara apa, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk Tuan dan juga Nona.'' ucap Afryan.
Dini ikut mengangguk.
''Iya, sama-sama. Maaf sudah membuat kalian semua terkejut.'' ucap Edgar.
Edgar menyerahkan kunci mobil tersebut pada Shilla. Mereka pun sudah serah terima disaksikan oleh keluarga besar Afryan dan Dini.
Mobil itu sudah terparkir rapi di depan pintu masuk restoran. Mobil yang mengantarkan pun sudah meninggalkan restoran tersebut.
Ashilla tengah di foto bersama dengan mob barunya yang masih lengkap dengan pita-pita berwarna pink. Gadis kecil itu begitu sumringah, berbagai pose sudah berhasil di dapatkan oleh sang fotografer.
''Pulang sekarang ya?'' ajak Edgar lirih.
Mentari mengangguk karena sudah lega setelah melihat kebahagiaan keluarga Dini.
...**************...
Sembari menunggu Cimai update part selanjutnya, jangan lupa mampir ke novel karya othor TEH IJO yang berjudul "KAU KHIANATI AKU, KU NIKAHI KAKAKMU.''
Dari judul aja sudah bikin pemikiran kalian traveling, 'kaaaan??
Wajib banget mampir dan masukkan ke rak favorit kalian 😍
__ADS_1
Terima kasih 🙏