Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 259 : Sekedar Bayangan Saja


__ADS_3

Menjalani kehamilan yang tidak begitu rewel, tentu saja membuat Mentari merasa senang. Dibandingkan dengan cerita-cerita yang dialami oleh ibu hamil lainnya, ada yang masih sering mual-mual hingga hamil besar. Mentari bersyukur kandungannya cukup kuat. Namun, juga sangat kasihan dengan sesama perempuan. Tapi, seorang ibu pasti menikmati masa-masa itu. Nanti dengan hadirnya bayi akan menjadi obat rasa sakit yang diterima.


Semakin hari, perutnya yang membesar itu membuat sang calon ayah ingin terus mengusap-usap hasil karya yang selalu ia banggakan itu.


''Biasa saja lihatnya, Jim. Kalau pengin ya buruan nikah dong.'' celetuk Edgar setelah selesai menciiumi perut sang istri. Namun, masih masih posisi menunduk dan menatapi perut Mentari. Hanya mendongak sekilas pada Jimmy yang duduk di sofa terhalang oleh meja.


Mentari dan Jimmy spontan saling menatap sekilas. Jimmy ingin tertawa, tetapi jiwa cool-nya masih menguasai dirinya, sehingga tawa itu tidak keluar.


''Baik, Tuan. Sebentar lagi saya akan menikah juga, dan akan segera membuat istri saya hamil seperti nona Mentari.'' jawab Jimmy dengan santai dan yakin.


Sementara Mentari langsung menutup mulutnya dengan kuat karena menahan tawa yang semakin tidak tertahankan. Ia sudah menduga, Edgar pasti terlupa akan kisah Jimmy dan Erin. Sehingga dengan mudah mengatakan hal itu. Mentari masih menanti apa yang akan dikatakan dan dilakukan oleh Edgar selanjutnya.


Pergerakan tangan Edgar pun langsung terhenti ketika mendengar jawaban Jimmy, ia langsung menatap tajam pada pria yang juga calon adik iparnya itu.


''Hey! apa maksudmu?! jangan macam-macam!'' ancam Edgar.


''Maaf Tuan, saya hanya menjawab suruhan anda untuk segera menikah.'' jawab Jimmy.


Edgar langsung gelagapan sendiri, tiba-tiba bibirnya terasa gagap untuk menjawab jawaban Jimmy. Ia langsung beralih menatap Mentari.


''Jimmy benar kok, Mas.'' ujar Mentari.


Jimmy semakin besar kepala karena berhasil membuat bosnya itu gagap sendiri.


''Huh, dasar alasanmu saja, Jim! ayo jalan sekarang!'' ajak Edgar yang sudah berdiri dari sofa.

__ADS_1


Jimmy langsung mengangguk sembari menahan tawa.


''Kamu berpihak pada Jimmy?'' bisik Edgar pada sang istri yang terlihat masih menahan tawanya itu.


''Aku berpihak pada kebenaran, Mas.'' jawab Mentari.


''So, maksudnya aku salah, gitu?'' balas Edgar.


Mentari mengangguk, ''He'em, salah banget karena ngomel-ngomel sama calon adik ipar.'' ujar Mentari.


''Katanya suruh nikah, eh, giliran dijawab malah nggak terima.'' jelas Mentari.


Edgar menggelengkan kepalanya cepat karena tiba-tiba muncul dibenaknya saat Jimmy menginginkan adiknya. Oh nooo, masih belum siap adiknya diobok-obok oleh pria. Terbayangkan wajah sang adik meminta pertolongan, ''Mamiiiiiiii... Papiiiiiii... Kak Mentariiiiii...!''


Lagi-lagi namanya tidak disebutkan. Sungguh menyedihkan, sekedar bayangan saja takut menyebutkan namanya.


''Ha?! ehh.''


''Malah ngelamun, Jimmy sudah nunggu di depan tuh.'' ujar Mentari.


Edgar melongok ke depan.


''Ya sudah aku berangkat dulu ya, sayang.'' pamit Edgar yang kembali menciumi perut Mentari.


''Jangan kecapean.''

__ADS_1


Mentari mengangguk, lalu seperti biasa menciium punggung tangan suaminya.


Pagi-pagi sudah dibuat mati kutu oleh perkataannya sendiri. Jimmy yang keluar dari ruang tamu tersebut lebih dulu hanya bisa menahan tawanya di sebelah mobil.


''Anda memang benar-benar wanita pilihan, nona. Bahkan level anehnya sudah jauh meningkat saat menjadi suami anda, xixixi.'' bathin Jimmy terkikik sendiri.


''Apalagi kalau sudah dalam mode bucin, suka lupa kalau didekatnya ada manusia.''


''Kenapa senyum-senyum? ayo jalan!'' seru Edgar.


Seketika Jimmy langsung berdiri tegak saat suara bosnya itu terdengar begitu dekat.


''Baik, Tuan.''


Kedua pria itu kembali melakukan aktivitas di kantor. Pagi ini di awali dengan meeting bersama salah satu rekan bisnis yang datang dari negeri Jiran. Pertemuan mereka langsung dilakukan di kantor pusat Raymond. Karena kedatangannya di tanah air sudah dari kemarin sore, sehingga pertemuan pun bisa dilakukan pagi hari ini.


...****************...


Cimai up part selanjutnya besok lagi yaπŸ™


Sembari nunggu part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi novel yang pastinya keren banget 😍 wajib banget masuk ke dalam daftar rak favorit kalian 😍


Mana pecinta para mafia bucin?


Karya othor HILMIATH, yang berjudul ''MAFIA's WOMEN"

__ADS_1


Terima kasih πŸ™



__ADS_2