
Dua jam berlalu film itu di putar, akhirnya sampai di penghujung tayangan. Para penonton berhasil dibuat menangis sesenggukan oleh alur ceritanya yang begitu mengesankan. Begitu juga dengan Mentari, ia sejak tadi sudah menghabiskan banyak tisu untuk menyeka air matanya.
Edgar langsung memeluk Mentari dengan erat sembari mengusap punggung sang istri. Mentari semakin dibuat sesenggukan dibuatnya.
''Sudah, sayang ... cuuup cuuuup.'' lirih Edgar seperti sedang meredakan tangis anak kecil.
Antara gemas dan juga ingin tertawa melihat tangis sang istri, Edgar memilih untuk sekuat tenaga menahan tawanya supaya Mentari tidak marah.
Tak lama kemudian, Mentari sudah bisa meredakan tangisnya. Ia tersenyum sembari mengusap kedua pipinya sendiri yang basah.
''Maaf ya, Mas.'' ucap Mentari.
Edgar mengangguk sambil tersenyum.
Merasa sudah lebih lega, Mentari mengajak Edgar untuk segera meninggalkan bioskop. Tapi, mereka tidak langsung pulang ke rumah. Karena menonton sembari menangis membuat Mentari kelaparan, akhirnya mereka ke restoran.
''Maaf ya, Mas, karena aku makan sendiri.'' ucap Mentari.
Edgar tidak akan makan malam sampai dua kali. Sebelum ke Bandara, mereka sudah makan malam di rumah. Ia hanya menemani sang istri yang kembali merasakan lapar.
Di tempat lain, setelah beberapa jam melakukan penerbangan, mami akhirnya tiba dan di jemput oleh tuan Erick. Pasangan senior itu masih tampak mesra setelah tidak bertemu untuk beberapa saat.
''Akhirnya Mami datang juga, Papi sudah rindu.'' ujar papi dengan rayuannya.
''Halah, modus.'' jawab mami kemudian masuk ke dalam mobil. Sementara papi hanya tertawa kecil.
Mereka langsung menuju ke restoran untuk mengisi perut bersama.
__ADS_1
''Bagaimana acaranya, Mi?'' tanya tuan Erick.
''Semuanya berjalan dengan lancar, Pi. Papi 'kan sudah menyaksikan juga lewat video.'' jawab mami.
''Iya sih, tapi, Mami belum menceritakan secara detail tentang semua persiapan sebelum sampai selesai acara.'' balas papi.
''Nanti, kalau kita sudah sampai di rumah. Karena bukan hanya mengenai persiapan tujuh bulanan anak kita, tapi, juga ada hal lain yang sangat penting.'' jelas mami.
Tuan Erick langsung mengernyitkan dahinya dan menatap ke arah mami sekilas lalu kembali menatap lurus ke depan.
''Mami bikin Papi penasaran saja.'' ujar papi.
''Hmmm, Mami lapar lagi, belum sanggup bicara banyak.'' balas mami.
Sudah, tuan Erick harus mengalah daripada mami yang sedang kelaparan itu akan keluar tanduknya. Tak lama dari Bandara, papi dan mami tiba di sebuah restoran yang hendak di tuju.
''Oh ya, belum kasih kabar kalau Mami sudah sampai.'' ujar mami.
Mami mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Wanita itu mencari nomor menantunya. Kebiasaan itu memang sudah berubah ketika Edgar sudah menikah, mami lebih sering menelepon menantunya daripada anak kandungnya.
''Halo Mami.'' sapa Mentari dari layar ponsel mami.
''Hai, sayang ... Mami sudah sampai, ini sama Papi juga.'' balas mami.
Mami mengarahkan ponselnya ke tuan Erick, mereka saling melambaikan tangan. Begitu juga dengan Edgar yang berada di sebelah Mentari.
''Mami sama papi lagi mau makan.'' ujar mami.
__ADS_1
''Ohhh, iya Mi ... kami baru saja selesai sarapan.'' ujar Mentari.
''Ya sudah, Mami cuma mau ngabari saja kalau sudah sampai, semuanya lancar.'' ujar mami.
''Iya, Mi, syukurlah kalau semuanya lancar ... salam untuk Erin ya.'' balas Mentari.
''Oke, sayang. Nanti Mami telpon lagi ya.''
Mentari mengangguk dan mereka saling melambaikan tangan. Mami menekan tanda merah untuk menyudahi panggilan video itu. Dan tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang memenuhi meja.
''Makan yang banyak ya, sayang. Biar tetap sehat untuk menemani sisa usiaku.'' ujar papi dengan senyum yang semakin memperlihatkan kerutan di wajahnya.
''Hmm, mulai deh bicara seperti itu.'' balas mami.
Papi hanya tertawa kecil melihat respon istrinya yang tidak suka jika dirinya berbicara soal usia.
...****************...
Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi cerita yang pastinya seru banget.
Kali ini karya dari author LILI ANTI, yang berjudul "FIONA".
Jangan lupa mampir dan langsung masukkan ke dalam rak favorit kalian ya 😍
Terima kasih 🙏
__ADS_1