
Pagi hari kembali semangat untuk menjalani hari ini. Edgar sudah siap dengan pakaian kantornya. Seperti biasa Mentari memasangkan dasi panjang itu.
''Papa sudah tampan.'' puji Mentari.
Aroma parfum yang Edgar semprotkan ke pakaiannya tadi sengaja Mentari hirup.
''Mama juga selalu cantik.'' balas Edgar yang tidak mau kalah untuk mengeluarkan pujian.
Keduanya terkekeh kecil.
''Ayo turun, Mas. Nanti mami sudah nungguin.'' ujar Mentari.
Mereka pun langsung ke bawah, mami sudah berada di dapur bersama pekerja wanita yang tengah menyiapkan menu sarapan.
''Selamat pagi, sayang.'' ucap mami lebih dulu.
''Pagi, Mi.'' jawab Mentari.
Mami menciium kening menantunya itu dengan kasih sayang. Sudah menjadi rutinitasnya ketika bersama. Memiliki menantu dengan latar belakang yang tidak mudah, membuat mami selalu berjanji pada dirinya sendiri untuk memberikan kasih sayang dan kehangatan dalam keluarga yang selalu Mentari harapkan selama ini.
''Nyonya baik banget ya.'' gumam Listi.
''Jadilah orang yang baik, maka, kamu akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik juga.'' balas pekerja lain yang kebetulan berada disebelahnya, sehingga mendengar gumaman Listi.
__ADS_1
''Listi selalu berusaha menjadi orang yang baik, menjadi wanita yang shalihah, menjadi calon menantu idaman setiap emak-emak.'' balas Listi.
Temannya itu langsung gemas, ia mengusap wajah Listi dengan telapak tangannya agar gadis muda itu kembali fokus bekerja.
''Mbaakk, ihh, ganggu aja orang lagi berangan-angan.'' protes Listi.
''Kerja, kerja, kerjaaa!!'' bisik temannya itu.
Di meja makan, mami beserta Edgar dan Mentari masih fokus pada makanan.
Lima belas menit berlalu, ketiganya sudah pindah ke ruang tamu.
''Nanti siang aku akan ke rumah tante Lenna, Mi. Aku ada meeting pagi ini, setelah jam makan siang sudah tidak kemana-mana, jadi, aku bisa pulang ke rumah sebelum makan siang.'' tutur Edgar.
Mami mengangguk yang diiringi dengan senyumnya.
Edgar pamitan sebelum berangkat ke kantor, ia akan berangkat bersama supir.
Mami dan Mentari ikut keluar, setelah mobil yang membawa Edgar sudah menghilang dari pandangan mereka, kedua wanita itu berjalan ke taman yang ada di halaman rumah tersebut.
''Mami inginnya kita selalu bersama, selalu dekat seperti ini. Maafkan Mami, kalau nanti cucu-cucu Mami lahir, Mami tidak bisa mendampingi dalam waktu yang lama.'' ucap mami sedih.
Mentari langsung menghentikan langkahnya.
__ADS_1
''Tidak apa-apa, Mi. Mami jangan merasa bersalah ya.'' balas Mentari meminta mertuanya itu agar tidak merasa bersalah.
Mami mengangguk kecil.
''Semoga, suamimu menjadi suami dan ayah yang sigap dan telaten. Mami akan merasa gagal mendidiknya kalau sampai Edgar membuatmu kecewa, sayang.'' ujar mami.
Mentari tersenyum.
''Sejauh ini, Mas Edgar selalu membuat saya tidak bisa berhenti bersyukur, Mi. Dan, tentunya itu semua karena Mami.'' balas Mentari.
Mami menggenggam tangan menantunya itu.
''Mami sangat-sangat berterima kasih padamu, sayang. Semua karena kehadiranmu, putra Mami kembali menunjukkan senyumnya yang benar-benar tulus.'' ucap mami.
Mentari tersenyum tipis, lalu mengajak mami untuk duduk di sebuah bangku yang ada di taman itu. Mereka kembali melanjutkan obrolannya.
Hingga sinar matahari pun sudah kian berada diatas dan mulai menyengat kulit, membuat kedua wanita itu kembali masuk ke dalam rumah.
...****************...
Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi nih cerita yang pastinya seru banget. Pecinta cerita one night stand, wajib baca.
Karya othor LADY MERMAD, yang berjudul "ONE NIGHT STAND IN DUBAI", wajib banget masuk ke dalam rak favorit kalian 😍
__ADS_1
Terima kasih 🙏