
''Pagi hari ini, saya terasa cerah sekali, Tuan." ujar Jimmy yang tetap menatap lurus ke depan pada jalanan kota.
Edgar langsung berdesis, ia tau kemana arah bicara Jimmy. Dan Jimmy sengaja melakukan hal itu untuk menjaili bos sekaligus calon kakak iparnya itu.
''Hmm.'' jawab Edgar.
Jimmy melirik ke arah cermin di depannya, kemudian tersenyum tipis.
''Ah, padahal kemarin niatku pengin meledek. Tapi, malah jadi begini.'' bathin Edgar, kemudian melirik sekilas pada Jimmy.
Mengenai acara tujuh bulanan yang sudah tidak lama lagi. Mami yang sangat antusias untuk membuat acara ini. Setiap detailnya selalu diperhatikan.
''Pokoknya biar Mami saja yang bekerja, kamu nggak boleh kecapean ya.'' ujar mami.
Mentari mengangguk. ''Iya Mi.''
Mami, Mentari, dan tim sedang melakukan pembahasan yang tinggal kesimpulannya.
Setelah dua jam, pembahasan itu selesai. Mereka pun melakukan makan siang bersama. Sekitar lima orang yang terlibat untuk mengurus persiapan tujuh bulanan, mereka terdiri dari satu tim.
--
''Sayang, kamu sudah memberi kabar ke bu Maryam?'' tanya mami.
''Sudah Mi, tapi, masih lewat telepon. Rencananya mas Edgar mau kesana langsung.'' jawab Mentari.
''Ohh gitu, ya sudah biar Mami saja.''
__ADS_1
''Nanti Mami mau keluar, sekalian ke tempat bu Maryam buat silaturahim sama mengundang beliau untuk hadir ke acara tujuh bulanan kamu ya.'' balas mami.
''Coba aku telpon mas Edgar dulu ya, Mi.'' ujar Mentari.
Mami mengangguk, sedangkan Mentari langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam saku.
Karena waktu masih istirahat, Edgar langsung menjawab panggilan masuk. Apalagi itu panggilan telepon dari sang istri.
''Istrikuuu.'' seru Edgar.
Ehehehe
Mentari yang sudah menaikkan volume suara langsung nyengir malu. Karena mami ada disebelahnya dan langsung menutup mulut yang pasti tengah menahan tawa gara-gara suara Edgar.
"Maasss, aku lagi sama mami.'' ujar Mentari dengan menempelkan bibirnya di ponsel. Ia melirik ke arah mami, lalu nyengir lagi.
Terdengar suara tawa disana. Sudah pasti Edgar tidak peduli ada siapapun disebelahnya, ataupun disebelah sang istri.
''Nggak usah malu-malu sama Mami.'' goda mami sembari menerima ponsel menantunya itu.
''Ada apa, Mi?'' tanya Edgar disana.
Mami pun langsung menjelaskan maksudnya. Mumpung berada di tanah air, dirinya ingin mengunjungi beberapa tempat. Sementara ia tau bahwa putranya itu sangat sibuk, biarkan supir yang mengantarkan mami.
''Beneran nggak papa, Mi?'' tanya Edgar memastikan.
''Iya, Nak. Kamu fokus saja sama pekerjaan kamu. Pas kembali ke rumah, kamu bisa istirahat dan mesra-mesraan sama istrimu, hihi.'' goda mami.
__ADS_1
Emak dan anak laki-laki yang sangat pro. Mentari hanya bisa menggeleng pelan sembari menggaruk-garuk kepalanya.
Setelah selesainya berbicara dengan Edgar melalui sambungan telepon, mami ke kamar untuk siap-siap.
Mentari juga ke kamarnya, sambungan telepon masih terhubung karena Edgar melarangnya untuk mematikan. Namun, saat ini sudah beralih ke panggilan video.
''Gimana tadi pembahasannya?'' tanya Edgar.
''Ya seperti kemarin-kemarin, Mas. Tadi tinggal kesimpulannya aja.'' jawab Mentari.
''Mami mau jalan sekarang?'' tanya Edgar lagi.
''Iya Mas, kamu nggak percaya?''
''Bukan gitu, sayang. Kalian baru selesai makan siang, 'kan ... siapa tau mau istirahat dulu.''
''Katanya mumpung disini, Mas. Mami juga nggak lama, jadinya nggak mau buang-buang waktu.'' terang Mentari.
Obrolan pasangan suami istri itu berhenti hampir 30 menit, Mentari tidak ingin mengganggu aktivitas sang suami. Tugasnya hanya mendo'akan untuk setiap langkah sang suami agar selalu diberikan kelancaran.
...****************...
Hai-hai, Cimai rekomendasikan lagi novel yang pastinya bikin baper. Sembari nunggu update part selanjutnya, kalian baca novel ini juga ya.
Karya dari author MELISA, yang berjudul "ANNISA ISTRI KECILKU''
Jangan lupa langsung masukkan ke rak favorit kalian ya😍
__ADS_1
Terima kasih 🙏