
...Untuk do'a dan ucapannya, Cimai haturkan terimakasih 🙏 maturnuwun 🙏...
...••••••...
Persiapan untuk perjalanan bulan madu sudah dipastikan selesai seratus persen, tidak ada yang ketinggalan satu pun.
Negara pertama yang akan dituju adalah dimana keluarga Edgar tinggal, salah satu negara di Eropa.
Mengetahui kedua kakaknya akan datang, Erin sudah tidak sabar menyambut kedatangan keduanya.
''Erin kirim pesan terus, nanyain jam berapa terbang, padahal kemarin sudah dijawab.'' ujar Mentari pada Edgar.
Ia sendiri juga tak sabar bertemu dengan keluarga barunya ini. Mendapatkan penantian tentu saja membuat Mentari terharu.
Edgar menggeleng heran dengan sikap adik satu-satunya itu.
''Dasar anak kecil.'' gerutu Edgar.
''Hustt.. Erin sudah menuju dewasa, Mas..'' bantah Mentari yang tidak terima saat Erin terus-menerus dikatakan anak kecil oleh Edgar.
''Untung anaknya nggak disini, bisa besar kepala ada yang belain.'' balas Edgar kemudian terkekeh kecil.
''Ishh, kamu nih Mas..''
''Apapun itu, yang penting aku mencintaimu..'' goda Edgar.
''Haha nggak nyambung deh kamu, Mas..''
''Tapi, aku juga mencintaimu..'' balas Mentari dengan senyum terbaiknya.
Edgar memeluk Mentari dengan erat, tanpa ada percakapan diantara keduanya. Mereka sama-sama memejamkan kedua matanya meresapi pelukan itu.
''Rasanya nggak ingin lepas.'' ucap Edgar, menopangkan dagunya di kepala Mentari setelah beberapa saat saling diam.
__ADS_1
Mentari tidak menjawab, ia tersenyum di dalam pelukan suaminya. Tangannya pun semakin mengerat, seolah menjawab ia juga merasakan hal yang sama.
°°
Di sebuah rumah, dua orang wanita sedang duduk berhadapan. Salah satunya menyeruput kopi yang disuguhkan.
''Apa anda yakin dengan rencana anda itu?''
''Why not?''
''Saya sangat yakin, dia itu wanita boddoh.'' jawab wanita paruh baya itu meremehkan.
''Oh ya?''
Wanita itu mengangguk tanpa ragu.
''Saya sudah mengenalnya lebih jauh daripada anda yang hanya mengetahuinya dari kejauhan.''
Wanita muda itu menegakkan duduknya sembari mengangguk-anggukkan kepala. Memperlihatkan badannya yang seksi.
''Untuk saat ini biarkan mereka berbahagia dulu, bersenang-senang di luaran sana. Tapi, setelah itu jangan harap kedamaian tetap bersama mereka. Mereka akan berpisah, perempuan itu akan kembali hidup miskin di gang sempit haha.''
Suara tawa puas memenuhi ruangan itu. Seakan keberhasilan sudah mereka dapatkan.
''Tenang saja, kita tidak hanya berdua saja. Persiapkan diri anda untuk menjadi miliknya. Tidak ada perempuan lain, apalagi perempuan boddoh itu.''
Ungkapan percaya diri yang membuat wanita itu sudah melukis dengan indah di angannya.
''Tentu saja, saya sangat yakin bahwa cinta yang dia miliki tidak pernah berubah. Perempuan malang itu hanya menjadi pelampiasan yang pada akhirnya akan di buang seperti sampah.''
Keduanya kembali tertawa puas, kemudian menghela nafasnya
Perencanaan yang matang untuk menghancurkan hidup seseorang. Sepertinya sudah tidak ada lagi ketakutan pada diri mereka tentang dosa. Yang keduanya tau hanyalah mendapatkan apa yang mereka mau dengan cara apapun.
__ADS_1
°°
Sebuah pesawat pribadi yang membawa pasangan Edgar dan Mentari sudah lepas landas, meninggalkan tanah air menuju salah satu negara lain.
Tak henti-hentinya Mentari dibuat kagum oleh interior private jet ini. Fasilitas yang ada di dalamnya juga sangat lengkap. Biasanya ia hanya melihat dari sebuah tayangan di televisi atau video yang muncul di sosial media.
Masih terasa seperti mimpi berada disini. Dan perjalanan yang sangat jauh dengan status baru.
Diam-diam Edgar memperhatikan sang istri yang sedang tidak menatap ke arahnya.
''Kamu senang?'' tanya Edgar.
Mentari langsung menoleh dan memberikan anggukan kepala.
''Ya Mas, aku senang, aku bahagia.'' ungkapnya.
''Kamu akan selalu bahagia, sayang.''
Edgar menggenggam tangan Mentari, lalu memberikan kecupann di bibir sang istri.
''Aku minta tolong, saat kita sudah sampai, kita fokus pada tujuan kita ya..'' pinta Edgar.
Mentari tersenyum tipis.
''Bukannya yang memiliki banyak kesibukan itu kamu ya Mas?''
Edgar terkekeh sendiri, karena perkataan Mentari tidak salah.
''Iya sayang, kamu memang benar hehe''
''Tapi, maksud dari permintaanku adalah kalau seandainya tiba-tiba mantan mertua kamu menelpon lagi.''
''Iya Mas, aku paham kok..'' jawab Mentari.
__ADS_1
"Istriku yang cerdas." balas Edgar.