
Tidak pernah menyangka untuk mendapatkan hadiah yang sangat spesial ini dari Edgar dan Mentari. Ashilla masih belum begitu paham tentang kejutan yang ia dapatkan. Tapi, ibunya yang sangat merasakan kebahagiaan itu, Nandini.
''Sini, Shilla.'' panggil Mentari pada Ashilla yang senyum-senyum lebar menatap mobil baru itu.
Mentari menggunakan lututnya sebagai penopang agar sejajar dengan Shilla. Mentari mengusap rambut gadis kecil itu.
''Happy birthday ya sayang. Apakah Shilla happy?''
Ashilla mengangguk lagi, ''Happy, Aunty.'' jawabnya dengan suara lirih.
''Aunty sama uncle Edgar mau pulang dulu ya.''
Ashilla mengangguk, lalu menatap ke arah Edgar yang berada di belakang Mentari.
Edgar pun langsung tersenyum.
''Sekali lagi terima kasih banyak, Tuan ... Nona.'' ucap Afryan setelah Mentari sudah kembali berdiri.
Edgar dan Mentari mengangguk secara bersamaan.
Keluarga Dini hanya bisa memandang dengan rasa haru.
''Hati-hati Kak, Tuan.'' ucap Dini.
Edgar dan Mentari meninggalkan tempat berlangsungnya acara ulangtahun Ashilla. Mereka pun langsung menuju ke rumah.
Di tempat lain..
__ADS_1
Jimmy menghabiskan waktu akhir pekannya yang tidak berbeda dengan hari-hari biasanya. Olahraga, memasak untuk dirinya sendiri, dan mengerjakan pekerjaan jika ada yang perlu ia lembur. Tak lupa juga untuk mengontrol bisnis yang sudah ia geluti, meskipun tidak secara langsung datang ke lokasi.
Akhir pekan yang paling menjadi favoritnya adalah saat komunikasi dengan calon istri yang berada di jauh sana. Apalagi sama-sama libur dari rutinitas sehari-hari.
Seperti biasanya, ia melakukan video call dengan laptopnya. Menatap wajah kekasihnya itu terlebih dahulu sebelum membuka obrolan. Sampai berhasil membuat Erin salah tingkah dengan tatapannya baru dimulai obrolan.
''Kak, apa kak Edgar sama kak Mentari ada kegiatan hari ini?'' tanya Erin yang akhirnya membuka percakapan.
''Iya, ada. Kenapa sayang?'' Jimmy berbalik tanya.
''Kemana? kok Kakak nggak ikut mereka?'' tanya Erin lagi karena masih dipenuhi rasa penasaran. Ia menghubungi kakak iparnya karena rindu, tetapi tidak mendapatkan jawaban, dan mencoba ke kakaknya sendiri, ia menerima hal yang sama.
Saat acara ulangtahun Ashilla tengah berlangsung, baik Edgar maupun Mentari sama tidak mengaktifkan nada dering, sehingga tidak mengetahui kalau Erin menelpon.
''Ke acara ulang tahun Ashilla, anaknya nona Dini yang punya resto waktu itu, sayang.'' jelas Jimmy.
''Ohhhh, ya-ya, aku ingat.'' jawab Erin.
''Harus ingat dong, sayang. Kalau nggak ingat, sungguh terlalu sih.'' canda Jimmy.
''Jangan bilang kalau seandainya aku lupa, berarti itu tanda-tanda penuaan dini.'' tuduh Erin.
Hahaha
Seketika Jimmy langsung tertawa. Padahal ia tidak bermaksud ke arah sana, maksudnya hanya asal bicara saja. Dan ternyata respon dari calon istrinya itu justru membuatnya tidak bisa mengendalikan tawa lebarnya.
''Kakak tidak bilang seperti itu lho, sayang.'' ujar Jimmy membela diri sembari merayu.
__ADS_1
Bibir Erin sudah mengerucut, tetapi sedetik kemudian ia langsung menutup bibirnya karena teringat peringatan dari sang kakak untuk tidak memancing.
Namanya juga pejuang long distance relationship alias LDR, saat berkomunikasi seperti ini adalah hal yang sangat berharga. Apalagi waktu yang mereka miliki tidak bisa asal-asalan. Mumpung Edgar pun masih sibuk dengan acaranya sendiri bersama sang istri, sehingga sudah dipastikan tidak akan menganggu waktu Jimmy. Karena kalau sedang bersama sang mentari yang selalu menyinarinya, Edgar seperti tidak butuh siapapun, kecuali Tuhan.
"Oh ya, kenapa Kakak nggak ikut, karena Kakak nggak di undang, sayang. Lagian itu acara anak-anak, tuan Edgar Juga pasti kepepet demi nona Mentari. Apalagi pakaiannya harus warna pink."
Hahahaha
Giliran Erin yang tertawa terbahak-bahak. Ia membayangkan sang kakak yang mengenakan pakaian warna pink, sungguh imut sekali.
"Wah, wah, waaaahhh..! terima kasih banyak ya Kak, informasi ini sangat berharga sekali, haha''
Jimmy menggeleng pelan.
"Awas, jangan mancing kemarahan." ujar Jimmy mewanti-wanti.
"Iya, calon suamiku." jawab Erin dengan suara lirih, dan langsung menutup mulutnya.
...****************...
Sembari menunggu Cimai up part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi cerita yang pastinya bikin kalian susah move on juga.
Karya othor TRIAS WARDANI, dengan judul "BELENGGU HASRAT TUAN MUDA''
Wajib banget masuk ke dalam daftar rak favorit kalian semua 😍
Terima kasih 🙏
__ADS_1