Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 270 : Lupa Ada Orang


__ADS_3

''Jim, sorry banget aku tidak bisa di kantor sampai sore. Aku sudah janjian sama istriku.'' ucap Edgar ketika mereka selesai meeting.


Jimmy langsung menoleh ke arah Edgar.


''Janji kemana, Tuan?'' tanya Jimmy yang secara tidak sadar bertanya hal privasi.


Keduanya sembari berjalan beriringan yang tampak kegagahannya itu.


''Bukankah itu bukan bagian dari urusanmu, Jim?'' tanya Edgar.


Jimmy tersadar, ia nyengir sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


''Benar juga ya.'' gumamnya.


"Maaf Tuan." ucap Jimmy.


''Kamu juga belum cukup umur untuk mengetahui urusan suami istri.'' celetuk Edgar, lalu ia masuk ke dalam ruangannya dan langsung menutup pintu.


Sedetik kemudian, Edgar membuka pintu ruangannya lagi, Jimmy masih berdiri hampir nempel dengan daun pintu. Bisa jadi hidungnya yang mancung itu sudah terbentur daun pintu saat Edgar menutup tanpa perasaan.


''Sorry, lupa ada orang.'' ucap Edgar, lalu membuka pintu ruangannya lebih lebar.


Jimmy tidak menjawab dengan perkataan apapun, sebuah gelengan kepala dan tarikan nafas sudah menunjukkan betapa ia harus berusaha untuk bersabar.


Kedua pria itu tengah membahas hasil meeting tadi. Edgar mempersingkatnya dan akan melanjutkan pembahasan esok pagi hari dalam rapat internal.


''Besok harus pagi ya, Jim. Ini harus dibahas dalam waktu yang benar-benar fokus dan tidak bisa diburu-buru.'' ujar Edgar.


''Baik, Tuan.'' jawab Jimmy.


Jimmy sudah keluar dari ruangan Edgar sembari membawa beberapa berkas. Sedangkan Edgar langsung bersiap-siap untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


--


Di kediaman keluarga Raymond, Mentari bersama mami sedang menyiapkan menu makan siang. Sudah lama tidak masak-masak bersama. Terakhir, mami melarang Mentari ikut ke dapur karena mual dan pusing saat membuat kue.


''Mungkin mas Edgar sebentar lagi sudah sampai, Mi.'' ujar Mentari.


''Mungkin, sayang.'' jawab mami.


Tidak lama dua wanita itu selesai menghidangkan makanan di atas meja, Edgar pun datang. Ia langsung tersenyum lebar melihat mami dan sang istri yang sangat akrab itu.


Seperti biasa, Mentari menyambut suaminya dengan menciium punggung tangan Edgar. Sama halnya dengan Edgar, ia menciium kening Mentari, lalu menciiumi perut sang istri dengan gemas.


''Rasanya pengin ku gigit.'' kata Edgar geregetan.


''Jangan dong, Papaaa.''


Edgar terkekeh kecil dan beralih menciiumi wajah Mentari, sehingga membuat Mentari risih dan malu, ia pun menutupi wajahnya dengan telapak tangan.


Edgar hanya terkekeh, ia tidak peduli dengan siapapun, apalagi soal malu bersikap mesra dengan istrinya sendiri.


Mami langsung mengajak kedua anaknya itu makan siang bersama.


Edgar menggulung lengan panjangnya sampai ke siku agar lebih nyaman untuk menikmati makan siangnya.


Jam 12.15 WIB, Edgar dan Mentari pamit lebih dulu untuk ke kamar karena hendak siap-siap.


''Kita nanti jam setengah 2 jalannya ya, sayang. Kamu istirahat dulu saja.'' ujar Edgar.


''Bukankah seharusnya kamu yang istirahat dulu, Mas?'' balas Mentari sembari menangkup kedua pipi Edgar.


Keduanya terkekeh kecil bersamaan.

__ADS_1


Edgar melepaskan kemejanya, dan Mentari langsung mengambil alih, lalu ia letakkan ke tempat yang semestinya.


..


Pukul 13.15 WIB, Mentari sudah mengajak Edgar untuk jalan sekarang, karena kediaman keluarga Ardi cukup jauh dari kediaman Edgar.


Setelah melalui perjalanan hampir satu jam, akhirnya Edgar dan Mentari tiba di sebuah rumah yang juga bagus.


''Ayo sayang.'' ajak Edgar.


Mentari mengangguk.


Edgar yang mengenakan kemeja biasa itu langsung menggenggam jemari tangan Mentari. Mereka melangkahkan kakinya untuk masuk ke rumah setelah mendapatkan pengarahan dari seorang asisten rumah tangga wanita yang bekerja di rumah keluarga Ardi.


''Silahkan duduk, Tuan ... Nona.'' ucap asisten tersebut.


Edgar dan Mentari mengangguk.


''Saya panggilkan ibu sebentar.'' ujar asisten tersebut lalu meninggalkan ruang tamu setelah mendapatkan anggukan kepala dari tamu yang sudah ia kenali.


...****************...


Hai-hai..


Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi novel yang pastinya keren banget.


Karya othor STRAWCAKES, yang berjudul "DIPERSUNTING TUAN BARUN" siap menambah daftar bacaan kalian ya, dan jangan lupa langsung masukkan ke rak favorit 🥰


Terima kasih 🙏


__ADS_1


__ADS_2