
Lenna bercerita panjang lebar, semua seolah seperti baik-baik saja. Edgar dan Mentari menyimak bicara wanita itu.
''Terima kasih ya Edgar, Mentari ... dengan hukuman yang kalian berikan untuk Ardi, dia sudah berusaha menjadi seorang yang lebih baik.'' ucap Lenna.
''Meskipun nanti waktu hari dimana Ardi bebas dan umurnya sudah tidak muda lagi, semoga masih ada wanita yang menerimanya apa adanya.'' sambung Lenna.
''Tante jangan khawatir soal itu ya.'' balas Mentari ketika Lenna sudah tidak berbicara.
Lenna mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Melihat Edgar dan Mentari yang harmonis, lalu sudah siap menyambut kehadiran bayi-bayi ditengah mereka, membuat hati kecil Lenna merasa senang dan juga sedih. Senang karena melihat Edgar yang dulunya sempat terpuruk, dan kini sudah mendapatkan kebahagiaan lagi. Sementara kesedihan itu Lenna rasakan karena Ardi yang masih mendekam di penjara. Usia Ardi tidak jauh dari Edgar, sedangkan masa hukuman itu tidaklah sebentar.
Kecemasan dan kekhawatiran bagi seorang ibu tentang masa depan putranya. Apalagi dengan masa lalu yang mungkin sangat sulit diterima bagi seseorang yang hendak menjadi pasangannya. Tapi, seorang ibu pasti akan selalu mendo'akan yang terbaik.
''TANTE! TANTE LENNA! TANTE, KENAPA, TANTE?!'' seru Edgar yang tiba-tiba melihat Lenna memegangi dadanya dengan tarikan nafas yang memburu.
''Tante ... Tante ...'' Mentari menggoyang-goyangkan lengan Lenna.
Lenna hanya menggeleng tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
''MBAAAKKKK!'' seru Edgar memanggil asisten keluarga Ardi.
''Tante Lenna kenapa, Mas?''
Edgar langsung panik.
Perempuan itu datang dengan sedikit berlari, ia sedang menyetrika di sebuah ruangan dan pintu ditutup sehingga tidak mendengar suara Edgar yang pertama.
__ADS_1
''Iya Tuan, ada yang,-'' tanya asisten itu yang kemudian terpotong.
Perempuan itu langsung berjalan cepat, kedua matanya terbelalak ikut panik.
''Bantu saya bawa tante Lenna ke mobil.'' ujar Edgar.
''Baik Tuan.'' jawab perempuan itu.
Tak lama setelah nafasnya terlihat sesak, Lenna langsung pingsan. Edgar dan asisten tersebut membawanya ke dalam mobil. Kebetulan supir pribadi Lenna sedang keluar.
''Kamu tidak perlu ikut, kamu cukup siapkan keperluan tante Lenna, dan nanti berikan pada supir untuk antar ke rumah sakit kalau dia sudah kembali.'' ujar Edgar dengan cepat.
''Baik Tuan.'' jawabnya.
Edgar sedikit menambah kecepatan laju mobilnya agar tiba di rumah sakit lebih cepat.
''Tolong! cepat!'' seru Edgar pada pegawai rumah sakit itu.
Mereka pun langsung bergerak cepat. Tante Lenna langsung dibawa masuk ke dalam. Mentari yang masih berdiri, mencoba menghubungi ibu mertuanya untuk memberi kabar mengenai Lenna.
''Iya, Mi. Kami sudah di rumah sakit sekarang, baru saja sampai.'' ujarnya dalam sambungan telepon.
Mami sudah mematikan telpon itu lebih dulu. Mungkin saja mami juga dalam keadaan panik.
''Telpon mami?'' tanya Edgar yang baru kembali dari dalam ruangan.
__ADS_1
''Iya Mas, maaf nggak izin dulu, aku panik.'' ucap Mentari.
''Aku sedang bertanya, sayang. Bukan sedang memarahimu.'' balas Edgar lalu mencubit gemas hidung Mentari.
Edgar dan Mentari menunggu dokter sedang memeriksa kondisi Lenna. Mereka juga menunggu kedatangan mami. Pasangan suami istri itu terlihat khawatir dan merasa bersalah karena pingsannya Lenna saat sedang bersamanya.
''Aku yakin ini bukan kita yang menjadi penyebabnya, sayang. Jangan khawatir ya.'' ujar Edgar menenangkan Mentari yang terlihat lebih khawatir dari Edgar.
''Kita tunggu hasilnya, dan kita do'akan semoga tante Lenna tidak kenapa-kenapa ya.'' imbuh Edgar.
Mentari hanya mengangguk. Tapi, hati dan pikirannya tetap saja tidak bisa tenang.
''Maafkan saya, Tante.'' bathinnya.
Tidak mudah berada di dalam posisi ini. Dunia yang begitu luas, tetapi, takdir menempatkan kita hidup di lingkungan itu-itu saja. Mentari menarik nafas panjang agar lebih tenang.
...****************...
Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi nih cerita yang pastinya seru banget.
Novel karya author ALYA Iii, yang berjudul ''KAGET NIKAH'', wajib banget kalian baca. Dan jangan lupa langsung masukkan ke rak favorit kalian 😍
Terima kasih 🙏
__ADS_1