Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 281 : Mendukung Keputusan Kalian


__ADS_3

Tuan Erick tampak pusing dengan permasalahan yang terjadi di keluarganya ini. Semua sangat penting baginya. Antara yakin dan ragu dengan permintaan menantunya mengenai cabutan laporan Ardi. Apalagi Edgar dan mami juga mendukung.


Meskipun keputusan final tetap pada Edgar, tuan Erick juga merasakan kekecewaan itu. Ia pun masih terasa berat untuk menjawab iya.


''Mungkin hukuman itu sudah membuat Ardi sadar, bahwa perbuatannya sangat menyakiti mamanya. Mungkin juga, apa yang dirasakan oleh Mentari begitu kuat. Dia begitu yakin dengan keputusan itu, Pi. Tidak ada salahnya kalau kita mendukung keputusan itu. Setelahnya, kita juga tidak diam begitu saja, kita harus benar-benar meminta Edgar untuk lebih memperketat penjagaannya.'' tutur mami panjang lebar.


Mereka kembali berpikir lebih jernih dulu. Memberikan waktu pada diri mereka masing-masing sebelum berkumpul kembali untuk menyampaikan keputusan yang akan disambungkan ke Edgar dan Mentari yang jelas sudah menanti kabar dari keluarganya.


Di tanah air, disini masih waktunya istirahat. Edgar dan Mentari masih tidur dengan saling memeluk setelah mereka tidak bisa tidur dengan cepat karena menanti kabar baik dari orangtuanya.


Sebelumnya, mami mengirimkan pesan bahwa papi masih berpikir, belum bisa memberikan jawaban yang pasti. Lambat laun, Edgar dan Mentari pun terbawa oleh rasa kantuk.


Beberapa jam kemudian


Edgar yang sudah berada di kantor melihat ponselnya berdering. Nama papi sedang memanggilnya.


''Halo, Pi.'' ucap Edgar.


''Yaa, Papi sudah mendengar semuanya dari mami kamu.'' ujar tuan Erick.

__ADS_1


Edgar mengangguk pelan.


''Syukurlah kalau mami sudah bercerita semuanya. Lalu, bagaimana dengan keputusan Papi? apakah Papi mengiyakan untuk mencabut laporan Ardi?'' tanya Edgar.


Mereka sama-sama tidak ingin berbasa-basi membuang waktu. Ini sudah dalam kondisi yang mendesak sehingga keputusan harus segera di dapatkan.


Disana tuan Erick tengah menarik nafasnya dalam-dalam. Mami pun ada di sebelahnya mendengar perbincangan antara ayah dan anak itu.


''Sepertinya, Papi akan merasakan penyesalan kalau tidak mendukung keputusan kalian.'' jawab tuan Erick.


''Papi berharap, setelah lepas dari masa tahanan, sepupu kamu itu benar-benar bisa berbenah ke arah yang lebih baik. Karena Papi percaya, Ardi orang yang baik, dia juga sangat menyayangi mamanya.''


''Lakukan secepatnya, Nak ... hari ini juga, kamu dan Jimmy langsung datangi kuasa hukum kita. Karena proses itu sudah pasti tidak sebentar.''


''Baik, Pi ... terima kasih banyak. Semoga ini keputusan yang tepat untuk kita semua. Kita hidup dalam kedamaian dan tante Lenna kembali sehat seperti dulu.'' balas Edgar.


''Aamiin.'' jawab papi dan mami bersamaan.


Tidak ingin menunda-nunda, Edgar segera memanggil asisten kesayangannya itu. Sebelumnya mereka sudah membahas hal ini. Mereka pun langsung mendatangi kuasa hukum Raymond. Kebetulan hari ini tidak ada jadwal meeting.

__ADS_1


Asisten pengacara itu menyambut kedatangan Edgar dan Jimmy dengan ramah. Mereka langsung masuk ke ruangan itu.


''Apakah keputusan itu sudah yakin atas kesadaran semua pihak yang terlibat dalam pelaporan?'' tanya pengacara itu.


''Ya, Pak, keputusan itu sudah berdasarkan musyawarah kami semuanya. Kami yakin untuk mencabut laporan Ardi dan siap menyelesaikan semua administrasinya.''


Pengacara itu mengangguk sembari menurunkan kaca matanya yang tadi ada di dahi.


Berkas-berkas sudah siap, mereka langsung menuju lokasi dimana Ardi di tahan.


...****************...


Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi cerita yang nggak kalah seru.


Kali ini karya author KISSS, yang berjudul "MY LOVE FROM THE BLUE SEA"


Jangan lupa untuk mampir dan langsung masukkan ke dalam rak favorit kalian ya 😍


Terima kasih 🙏

__ADS_1



__ADS_2