Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 240 : Tokcer Juga Kalian


__ADS_3

Disaat Erin tidak mengetahui tentang semua ini. Namun, yang lain sudah kompak untuk memberikan kejutan yang tentu saja tidak akan ia duga, meskipun secara dadakan juga.


Ketika tadi Jimmy datang ke rumah untuk menjemput Erin, ia terlebih dahulu berbicara dengan tuan Erick dan nyonya Neeta.


''Mohon maaf Tuan, Nyonya ... emm, kebetulan orangtua saya sudah bersiap-siap juga untuk menuju restoran. Dan, jika tidak keberatan, saya berharap Tuan dan Nyonya bisa hadir untuk memberikan kejutan pada Erin.'' pinta Jimmy dengan hati-hati dan waspada dengan penolakan.


Tuan Erick dan mami langsung saling berpandangan untuk mencari kesimpulan, sesaat kemudian mereka langsung menyetujui permintaan calon menantunya itu.


Ketika Jimmy dan Erin sudah keluar dari rumah, mereka langsung siap-siap tanpa harus nanti-nanti. Hingga momen romantis itu mereka pun menyaksikan meskipun Edgar menatapnya dengan waspada. Ia justru khawatir Erin akan lepas kontrol lagi. Keceplosan Erin saat itu benar-benar tidak bisa hilang dari ingatan sang kakak, Edgar Raymond. Tapi, sejauh ini, sepertinya masih aman terkendali.


''Ehm.. Ma, Pa, Tuan, Nyonya, Tuan Edgar, Nona Mentari.'' panggil Jimmy seraya menatap satu persatu pada kedua keluarga itu.


Dan mereka pun langsung menatap Jimmy. Wajah pria itu sudah menunjukkan raut wajahnya yang serius dan siap untuk menyampaikan kata-kata.


''Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Tuan dan keluarga, karena menerima permintaan saya untuk datang kemari.'' ucap Jimmy kembali menatap tuan Erick dan lainnya.


''Tentu saja terima kasih untuk Mama dan Papa yang sudah datang.'' ucap Jimmy beralih menatap kedua orangtuanya.


''Mungkin momen seperti ini tidak bisa kita lakukan sesering mungkin, mengingat tempat tinggal kita yang semuanya jauh. So, malam ini ..,'' ucap Jimmy yang terhenti karena ia mengambil nafas panjang untuk sesaat. Tidak dipungkiri ia sangat gugup malam ini.


''Untuk Papa, Mama ... malam ini aku akan memperkenalkan seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya, dia Erin, dialah calon istriku.'' ungkap Jimmy seketika membuat semuanya tersenyum haru.

__ADS_1


Erin langsung menatap haru calon suaminya itu dengan senyuman yang manis. Ia merasa bahagia karena dikenalkan dengan cara yang selayaknya.


Papa Jimmy mengangguk-angguk pelan, wajahnya tersenyum tipis. Pria itu memang tipikal yang tidak banyak berbicara dan jarang berekspresi. Namun, melihat kedewasaan dari putranya, membuat pria itu merasa bangga.


Acara malam ini benar-benar berhasil membuat Erin terkejut. Mempertemukan dua keluarga yang lama tidak bertemu. Sekali bertemu, statusnya bukan hanya teman lama, tetapi sudah dalam kemajuan, yaitu menjadi calon besan.


Setelah perkenalan itu selesai, mereka meninggalkan Erin dan Jimmy yang masih berada di restoran tersebut.


''Terima kasih ya, Ta.'' ucap mama Lili ketika mereka sampai di parkiran mobil sebelum berpisah.


''Terima kasih juga sudah mendidik putramu untuk menghargai wanita yang dicintainya.'' balas mami.


Mama Lili mengangguk sembari menyentuh lengan mami, lalu beralih menatap Mentari.


Mentari pun langsung tersenyum sembari mengusap perutnya sendiri. Sedangkan mami juga langsung menatap perut sang menantu.


''Ohh, iya, tentu saja. Aku sudah tidak sabar menunggu kehadiran calon cucu-cucuku.'' jawab mami dengan antusias.


''Cucu-cucu? memangnya kembar?'' pekik mama Lili.


Dan mami pun mengangguk dengan senyum yang masih bertahan. Menggambarkan suasana hatinya yang tengah bahagia.

__ADS_1


''Wuiihh tokcer juga kalian, selamat ya. Kamu cantik sekali, wajahmu lembut, pantas saja Edgar jatuh cinta.'' puji mama Lili pada Mentari.


''Terima kasih, Tante.'' jawab Mentari.


''Sama-sama, sayang. Tante juga makin tidak sabar buat nerima cucu yang banyak.'' celetuk mama Lili seketika membuat Edgar melotot. Karena terbayangkan proses sebelum menghasilkan cucu.


Papa Randy pun langsung menyenggol lengan mama Lili untuk mengalihkan pembahasan itu. Apalagi melihat raut wajah keluarga calon besan yang terlihat kikuk, pria itu langsung merasa tidak enak.


''Sepertinya kami harus segera pulang, Rick, Ta. Karena kami harus istirahat dulu sebelum kembali besok.'' ujar papa Randy.


''Kita atur pertemuan lagi di lain waktu.'' sambungnya.


''Oh, ya. Terima kasih, Ran.'' ucap tuan Erick.


Dan kedua keluarga itu pun berpisah di parkiran. Keluarga Raymond yang akan langsung pulang ke rumah, sedangkan keluarga calon besan akan pulang ke apartemen milik Jimmy.


Mentari yang sudah berada di dalam kamar masih senyum-senyum sendiri ketika mengingat Jimmy dan Erin. Ia terbawa perasaan atas momen manis itu.


''Sayang ... sudah jangan kepikiran yang lain. Lihatlah ada yang sudah menanti.'' bisik Edgar dengan senyum mautnya. Ketika Mentari menoleh ke arahnya, ia langsung mengedip-edipkan matanya dengan genit.


Mentari terkekeh melihat ekspresi wajah Edgar.

__ADS_1


''Oke siap laksanakan ..!'' jawab Edgar langsung duduk dengan benar.


__ADS_2