
Maaf ya othornya lagi sok sibuk nih menjelang lebaran🤣 terimakasiihh sebanyak-banyaknya yang setia menunggu Cimai up episode baru🙏😍
•••••••
''Kakaaaakkkk..'' teriak Erin memenuhi ruang tamu sehingga mengejutkan seisi rumah, termasuk cicak-cicak di dinding.
Hari ini Edgar tidak ke kantor dan menyerahkan tugas-tugasnya ke Jimmy. Ia sedang menyambut kedatangan adik satu-satunya.
Erin langsung berlari kencang mencari kakaknya.
GUBRAK
''MAMIIIIIIIIIIIII!''
''Kenapa-kenapa? ada apa?''
Mami dan papi yang baru masuk langsung dikejutkan oleh putrinya yang sudah tengkurap.
Para pekerja pun yang baru datang ke ruang tamu bersamaan dengan majikannya juga tak kalah terkejut.
Seketika semua yang datang langsung ingin tertawa, namun, mereka juga kasian. Mereka harus menahan kuat-kuat tidak melepaskan tawanya supaya tidak menyinggung perasaan Erin yang terjatuh saat berlari.
''Mami, aku jatuh..'' rengek Erin seraya mengusap-usap lututnya yang terlihat ada sedikit goresan.
''Manja!'' cibir Edgar yang baru turun bersama dengan Mentari. Seketika semuanya menoleh, mami yang hampir berlutut mensejajarkan dengan putrinya menjadi tertahan.
Mentari menyenggol lengan Edgar.
''Mami.. Papi..'' sapa Mentari lalu menjabat tangan keduanya.
''Apa kabar sayang?'' tanya mami.
''Baik Mi.'' jawab Mentari.
__ADS_1
''Syukurlah.. ohya kenalkan ini Erin, adiknya Edgar, dan sekarang juga menjadi adik kamu.'' ujar mami memperkenalkan putrinya.
''Ehh ada kakak ipar..'' Erin langsung bangkit dengan cengengesan menahan rasa ngilunya. Ia menatap kakaknya sekilas dengan ekspresi cemberut.
''Kamu nggak papa?'' tanya Mentari.
''Nggak papa kok, aku anaknya kuat hehe.''
''Salam kenal, Erin..'' Mentari mengulurkan tangannya kepada adik ipar.
Erin menatap uluran tangan dari Mentari, ia tak menerima itu, ia langsung memeluknya seperti sudah akrab.
Mentari yang mendapatkan sambutan hangat ini langsung terharu.
''Selamat datang di keluarga kami Kakak Mentari yang selalu menyinari hari-harinya Kak Edgar yang jelek.'' ucap Erin setelah mengurai pelukannya.
''Terimakasih Erin..''
''Ohya, memangnya kak Edgar jelek ya?'' tanya Mentari sengaja ingin mengejek Edgar.
''Dasar anak kecil.'' sahut Edgar dengan memberikan sentilan dikening Erin.
''Awww sakit tau, Kakak ih..'' rengek Erin.
Para pekerja yang tadi terkejut dengan suara Erin langsung kembali ke pekerjaan masing-masing setelah mendapatkan perintah dari tuan Erick.
''Sudah-sudah berantemnya, Erin beresin barang-barang kamu, abis ini kita makan.'' ujar tuan Erick.
''Kakak tu Pi..'' adu Erin.
''Idih ngapain.. dasar anak kecil.'' ledek Edgar.
Jarak usia yang terpaut jauh, membuat Edgar dan Erin sering terlibat perdebatan-perdebatan kecil. Edgar yang gemar mengganggu sang adik karena baginya Erin tetaplah anak kecil. Hal itu yang sering membuat Erin marah karena terus-terusan diperlakukan seperti anak kecil. Padahal kalau dari segi umur, dia juga sudah bisa membuat anak kecil wkwkwk.
__ADS_1
''Kakak, ikut aku ke kamar yuk..'' ajak Erin langsung menggandeng lengan Mentari.
''Nggak boleh.'' sahut Edgar.
''Pelit banget sih Kak! bentar aja..'' sungut Erin.
''Maass, bentar aja, biar aku juga semakin akrab sama Erin.'' bisik Mentari.
''Awas hati-hati, jangan sampai lupa sudah punya suami.'' ancam Edgar.
''Astagaaaaaa!!'' seru Erin langsung menggelengkan kepalanya melihat sikap sang kakak.
''Yuk langsung ke kamar kamu aja.'' ajak Mentari kepada Erin.
''Lima menit doang!'' seru Erin menatap kakaknya.
Keduanya langsung ke kamar Erin. Erin menceritakan tentang kehidupannya di luar negeri. Meskipun hidup disana, saat bersama keluarga, mereka menggunakan bahasa Indonesia, hal itu dilakukan agar tetap fasih dengan bahasa asal.
Mentari melihat sisi dewasa dari Erin, mungkin saja karena dia anak bungsu dengan seorang kakak laki-laki yang umurnya terpaut jauh dan selalu memperlakukannya seperti anak kecil sehingga sisi dewasanya kerap tertutup saat bersama keluarga.
''Udah ngobrolnya?'' Edgar tiba-tiba muncul dari balik pintu.
''Kalau mau masuk silahkan ketok dulu Kakak!'' seru Erin.
Dor dor dor
Edgar menggedor-gedor pintu kamar Erin yang sudah terbuka.
"Telaattt!!" seru Erin.
Edgar nyelonong masuk dan langsung duduk di samping Mentari.
"Diihh nggak sopan." protes Erin.
__ADS_1
"Ayo makan." ajak Edgar tanpa mempedulikan protesan Erin.
"Let's go kita makan, aku sangat lapar.." seru Erin dengan semangat.