
Bekerja pada perusahaan yang besar tentu saja memiliki tugas dan tanggungjawab yang besar pula. Namun, hal itu justru memacu rasa semangat bagi seorang gadis cukup matang itu, Rita. Karena tidak mudah untuk masuk ke perusahaan ini, setiap membuka pengumuman lowongan pekerjaan, pasti selalu ramai. Rita tidak ingin membuang kesempatan yang sudah ia dapatkan dengan tidak mudah ini.
''Bulan ini okelah..'' gumam Rita menatap layar komputer di hadapannya.
Drttt drrtt
Di tengah keseriusannya menatap layar komputer, tiba-tiba ponselnya berdering.
''Bu bos? ada apa ya?'' gumam Rita bertanya-tanya sendiri.
Rita menggeser layar sentuh ponselnya untuk segera menjawab.
''Selamat pagi Bu Booss..'' ucap Rita dengan wajah sumringahnya.
''Pagi Rita nggak pake Sugiarto..'' jawab Mentari.
''Sehat kan?'' tanya Mentari.
''Ohh tentu saja saya sehat Nona Mentari.''
Mentari terkekeh mendengar kalimat itu.
''Haha lebay kamu Rit. Lagi sibuk banget nggak nih?''
''Nggak sih Bu bos, lagi lumayan.'' jawab Rita.
''Ooo gitu? oh ya, kamu besok malam sibuk nggak? sudah ada acara atau belum gitu?'' tanya Mentari.
''Nggak sih, jomblo selalu free haha.''
__ADS_1
Rita berbicara dengan mengecilkan volume suaranya agar tidak terdengar oleh temannya di ruangan itu.
"Asalkan bukan freehatin aja ya Rit." balas Mentari dengan menahan tawanya.
"Yaahhh jangan doong haha''
Mentari pun langsung tertawa mendengarnya.
''Btw, ada apa nih? curiga..'' ujar Rita.
''Besok datang ya ke acara kami, acara makan malam aja sih. Sama keluarga yang bantu kami buat selesaikan masalah itu.'' jelas Mentari.
''Ohh gitu.. bisa sih, bisa banget malah haha ups.'' Rita langsung menutup mulutnya karena kelepasan tertawa kencang dan membuat teman-teman kerjanya menoleh kearahnya.
''Haishh Rita pasti bikin kaget yang lain.''
''Iya nih kebiasaan.'' ujar Rita setengah berbisik.
''Ya iya atuh, masa sama keluarga Kang Tae-moo. Nggak kuat ngundangnya hehe''
''Haha boleh boleh.'' ujar Rita.
''Mentari, aku malu dong nanti, siapa aku??'' keluh Rita.
''Kamu Rita. Udah nggak papa. Mau ya Rit, please..'' ucap Mentari memohon.
Rita pun langsung berfikir panjang, ia sangat antusias menghadiri undangan Mentari. Tetapi, mengingat dimana dan dengan siapa Mentari berkeluarga, langsung membuatnya minder.
''Rita..'' panggil Mentari langsung menyadarkan Rita dari lamunannya.
__ADS_1
''Eh iya, sorry sorry..'' ucap Rita.
''Kamu baik-baik aja kan, Rit?''
''Haha iya aku baik-baik aja. Sorry malah ngelamun.'' ucap Rita.
''Aku sudah bicara ini sama tuan Edgar. Dan besok bukan hanya kami aja kok, ada keluarga bu Maryam juga. Kalau bukan karena ada acara-acara tertentu, kita nggak bisa ketemu lagi kayak dulu, Rit.'' ungkap Mentari.
Mendengar ungkapan hati Mentari membuat Rita terenyuh.
''Aku pasti datang kok Bu bos, ya kali ada undangan makan-makan Rita melewatkan kesempatan itu haha.''
Mentari langsung tersenyum lega mendengar jawaban Rita.
''Terimakasih banyak ya Rita.''
''Untuk alamatnya nanti ku kirim ya.'' ujar Mentari semangat.
''Oke siap, terimakasih Bu bos atas undangannya hihi..'' ucap Rita.
''Sama-sama Rita..''
Mentari menyudahi telponnya. Rita tampak senang mendapatkan undangan dan bergabung dengan keluarga bosnya. Meskipun perasaan minder masih menyelimuti dirinya.
''Kenapa Rit? kesambet lu ya?'' ujar teman Rita di ruangan itu.
''Iya kesambet hehe'' jawab Rita dan langsung kembali dengan pekerjaannya.
Mentari tersenyum bahagia setelah selesai menyampaikan undangannya. Meskipun awalnya terdengar keraguan dari Rita, akhirnya gadis itu mengiyakan undangannya.
__ADS_1
Mentari langsung mengirimkan alamat lokasi kepada Rita. Sebelumnya, alamat yang sudah dikirimkan oleh Dini kepada Mentari, juga langsung ia teruskan ke sang suami.