
''Untuk yang kedua kalinya, semoga ini yang terakhir..'' batin Mentari lalu tersenyum tipis.
Mentari dan seluruh keluarga sudah kembali ke rumah setelah seharian berada di hotel untuk persiapan acara esok hari. Malam ini waktunya untuk istirahat agar besok badan kembali fit.
Hari ini yang membuat Mentari semakin bahagia adalah pertemuannya dengan Rita dan juga bu Maryam. Keluarga Edgar benar-benar ingin Mentari merasakan kebahagiaan ini tanpa merasa sendiri.
Kita harus menerima kenyataan dan merelakan takdir yang sudah ditetapkan kepada kita, meskipun awalnya terasa menyakitkan. Karena disaat kita ikhlas menerima takdir, Tuhan akan mendatangkan kebahagiaan yang lebih besar diwaktu terbaik-Nya.
Mentari tersenyum mengingat kalimat motivasi itu, dengan harapan kebahagiaan ini bukanlah tipuan.
••
Hari yang dinanti telah tiba, Mentari sedang dipoles oleh MUA terbaik yang dimiliki negara ini. Gaun rancangan dari perancang busana terbaik juga tidak luput dari acara keluarga Raymond, meskipun terkesan simpel, nyatanya harga yang di bandrol sangat fantastis bagi Mentari. Permintaan Mentari memang tidak ingin mengenakan gaun yang terlalu besar, karena takut kesrimpet sendiri katanya. Tapi, tetap dengan bagian ekor yang panjang.
(gambar dari pinterest)
Di ruangan lain, mami beserta lainnya juga sedang dipoles oleh MUA yang sudah dipesan untuk terlibat di acara ini.
Hotel bintang lima yang dimiliki oleh keluarga Raymond sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, sehingga kesan mewah semakin terpancar jelas.
°°
__ADS_1
Edgar siap menyambut kedatangan Mentari di depan pelaminan. Riuh suara tepuk tangan menyambut pengantin wanita yang diiringi oleh bridesmaids yang cantik-cantik.
Bu Maryam yang juga berseragam dengan mami tampak tidak bisa menahan rasa harunya begitu melihat kedatangan Mentari. Berkali-kali ia berusaha menyeka air matanya yang terus saja lolos dari pelupuk mata.
Senyuman manis Edgar terus mengembang diwajahnya saat menyambut sang istri, beberapa detik sebelumnya ia sempat menganga menatap Mentari. Sejak Mentari di dandani, mereka sengaja untuk tidak dipertemukan terlebih dulu, hal itu merupakan ide dari Erin yang disetujui oleh maminya. Karena gadis cantik itu sangat yakin kalau kakaknya akan terkejut dengan sosok Mentari yang berbeda.
Edgar berjongkok dengan menengadahkan tangan, hal itu langsung disambut oleh Mentari yang terlihat sangat gugup namun berusaha untuk tetap memperlihatkan senyum terbaiknya.
''Kamu sangat cantik.'' bisik Edgar.
Mentari menutup bibirnya dengan bunga yang ia genggam. Pujian itu membuatnya serasa ingin terbang, antara malu dan terbawa perasaan.
''Terimakasih Mas.'' jawab Mentari ikut berbisik.
''Wahh sungguh tampan dan cantik, benar-benar pasangan pengantin yang sempurna.'' pujinya yang disetujui oleh pembawa acara wanita yang disampingnya.
Acara ini juga diisi juga oleh penyanyi pop terbaik dan sangat terkenal. Penyanyi tersebut sangat diidolakan oleh Mentari, informasi itu Edgar dapatkan melalui Jimmy yang ditugaskan untuk mencaritahu lewat Rita.
Penyanyi sebelumnya yang tampil adalah seorang wanita, merupakan keinginan mami.
Saat Edgar dan Mentari sedang sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu undangan yang hadir, tiba-tiba riuh suara kembali terdengar karena kehadiran seseorang.
Penyanyi pria yang merupakan idola Mentari hadir ditengah-tengah tamu dengan membawakan sebuah lagu romantis. Mentari yang paham akan suara itu langsung mencari sumber suara, ia khawatir suara itu hanyalah rekaman.
__ADS_1
''MAS?'' Mentari langsung menoleh kearah Edgar dengan ekspresi wajah terkejut.
''Untukmu..'' ucap Edgar.
Mentari menutup mulutnya tak percaya karena bisa melihat penyanyi itu dari jarak yang sangat dekat.
Penyanyi itu masih setia dengan lagunya sembari melangkah menuju ke pelaminan. Edgar dan Mentari menikmati lagu romantis yang cocok dengan suasana. Edgar tidak cemburu karena penyanyi tersebut sudah berkeluarga dan sudah menjadi papa muda.
Mentari bertepuk tangan saat penyanyi tersebut menyudahi lagunya.
''Happy wedding untuk Kakak Edgar Raymond dan juga Kakak Ghadira Mentari. Suatu kehormatan bagi saya turut hadir disini. Wahhh akhirnya saya bisa menikmati hidangan enak-enak disini haha..'' canda penyanyi tersebut.
Penyanyi itu langsung mendekati Mentari dan Edgar untuk mengucapkan selamat secara langsung dan tanpa pengeras suara. Mentari mengucapkan terimakasih sampai berkali-kali. Sesi foto juga tak lupa untuk diabadikan.
Acara terus berlangsung, yang ditunggu-tunggu oleh para jomblowan dan jomblowati adalah pelemparan bunga. Semuanya sudah siap dengan sekuat tenaga.
Satu... dua... tiiiii-ga.
Pembawa acara memandu dengan suara yang sangat semangat 45.
''YEYYY AKU DAPAT!!!'' seorang gadis berseru sambil berputar-putar setelah berhasil lompat tinggi untuk mendapatkan bunga yang dilemparkan oleh pengantin itu.
Mentari dan Edgar langsung mencari siapa sosok yang mendapatkan bunganya. Yang tadinya tersenyum lebar, kini keduanya saling menatap dan senyumnya menciut.
__ADS_1
''ULANG-ULANG!'' seru Edgar.