Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 170 : Drama Sesama Mantan


__ADS_3

''Aku sangat-sangat bahagia. Aku belum pernah merasakan bahagia lebih dari ini, sayang. Aku sangat mencintaimu.'' ucap Edgar mengungkapkan perasaannya yang sudah kesekian kalinya itu.


Mentari terus tersenyum mendengar ungkapan itu. ''Aku juga tidak akan bosan untuk menjawab, bahwa aku juga mencintaimu, Mas. Aku bersyukur dipilih oleh kamu.''


Saat ini keduanya tengah dinner romantis di restoran villa.


Edgar menggenggam tangan kanan Mentari yang berada di atas meja itu, lalu menyatukan tangan kirinya. Keduanya saling menatap lekat dengan terhalang meja.


Edgar memberikan kecupan manis di tangan sang istri lalu keduanya kembali saling menatap tanpa kata.


Edgar melepaskan genggaman tangan itu, lalu berdiri dari duduknya. Hal itu membuat Mentari bingung.


''Mau ngapain, Mas?'' bisik Mentari lalu celingukan takut dengan pandangan para pekerja restoran itu. Karena disana tidak ada pengunjung lain selain mereka berdua.


Ya, Edgar sengaja melakukan hal itu.


Seseorang datang membawakan sesuatu dan langsung diserahkan pada Edgar yang sudah siap-siap untuk melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan Mentari.


Edgar langsung berjongkok membuat Mentari langsung menyerongkan duduknya menghadap sang suami.


''Ghadira Mentari ... aku sangat mencintaimu. Izinkan aku menyatakan lagi, meskipun untuk yang ke sekian kalinya. Jangan pernah bosan, karena aku akan menyatakan lagi dan lagi.''


Edgar menyerahkan bucket bunga yang sangat cantik pada Mentari. Mentari pun menerimanya dengan senang dan haru.


Setelah Mentari menerima bucket bunga tersebut, Edgar mengambil sesuatu dari dalam sakunya.


''Menualah bersamaku, sayang.''


Edgar membuka sebuah kotak kecil yang berisi perhiasan cantik. Seakan sedang melamar kekasihnya.


''Mas.'' kata Mentari yang tercekat.


Wajahnya merona, kedua matanya pun langsung berembun.


Edgar langsung berdiri dan beralih ke belakang sang istri untuk mengganti perhiasan baru.


''Ini di simpan saja, pakailah yang baru, kamu akan semakin cantik.'' ujar Edgar lirih.


Mentari tersenyum lalu mengangguk. Ia langsung menyampingkan rambutnya supaya Edgar bisa leluasa melepas dan memasang perhiasan di lehernya.


''Terima kasih, Mas.'' ucap Mentari.


Edgar tersenyum.


''Sangat cantik, sayang.''


Keduanya langsung berciiuman beberapa detik.


''Arrghhh pemandangan macam apa ini, guys?''


''Mata suciku sungguh ternodai ... aku merasa kotor.''


''Cih! lu aja sudah punya buntut sok-sokan ternodai.''


''Hahaha ... suka lupa ya bund.''


Antara pelayan dan juru masak menyaksikan langsung adegan mesra itu. Melihat pasangan yang sangat serasi meskipun dari kalangan yang jauh berbeda, nyatanya cinta menyatukan keduanya.


--


Di tempat lain..

__ADS_1


''Kamu bilang, saya terlalu gegabah, terlalu terburu-buru dalam menghadapi wanita bod0h itu, hahaha''


Wanita paruh baya itu tertawa pelan dengan merendahkan dua wanita di hadapannya yang mengenakan pakaian bertuliskan ''TAHANAN".


''Lihat apa yang kamu lakukan?! sangat bod0h! ibu sama anak, sama saja!'' lirihnya.


''Bahkan omset penjualan produkmu yang sebelumnya sudah sangat tinggi, sekarang hampir saja tutup kalau tetap seperti itu. Semua itu karena apa?''


''KARNA KAMU BOD0H!" bisiknya.


Lita, mantan mertua Mentari tengah mengunjungi masalalu Edgar di tahanan. Wanita itu mendengar kabar dari media dan baru sempat mengunjungi setelah beberapa saat.


Mychelle dan mamanya langsung geram dengan ejekan itu. Jika tidak ingat sedang berada dimana, sudah pasti sebuah tamparan mendarat di pipi wanita itu.


Mama Mychelle hendak berdiri, tetapi tangannya ditahan oleh putrinya supaya tidak terpancing emosi. Karena satu tindakan yang salah, bisa membuat hukuman mereka di perberat lagi.


"Sabar, Ma." bisiknya.


Wanita itu akhirnya mendengus kesal, nafasnya yang naik turun semakin memperlihatkan dengan jelas seberapa rasa kesalnya.


''Mau marah sama saya? silahkan.''


''Bukankah yang saya katakan itu semuanya benar?''


Mereka berbicara dengan suara pelan, tetapi setiap kata selalu penuh penekanan. Karena tidak jauh dari tempat itu, dua orang polisi tengah menjaga dan menatap ketiganya dengan ketat.


''Sudah puas kah anda?'' ujar Mychelle.


''Sudah puas?!'' ulangnya.


''Ha-ha-ha''


Lita tertawa yang membuat Mychelle dan mamanya semakin kesal.


''Seharusnya anda juga dijebloskan ke penjara!'' sahut mama Mychelle.


Lita langsung beralih menatap wanita yang mungkin seumuran dengannya.


''Oh ya? kedengarannya anda sangat yakin sekali.''


''Sayangnya saya tidak sebod0h itu dalam bertindak.''


Lita langsung beranjak dari duduknya, lalu meraih tas brandednya dengan sombong.


Mychelle dan mamanya langsung melengos melihat kesombongan di hadapannya itu.


''Selamat menikmati indahnya hidup di balik jeruji besi, darling.'' ucap Lita.


''Oh ya, ini saya bawakan banyaaak sekali makanan lezat, semua bisa kebagian.''


''Biar kalian semua tetap sehat dan menyaksikan penderitaan kalian sendiri lebih lama.'' imbuhnya.


Wanita itu langsung berlenggang pergi meninggalkan Mychelle dan mamanya.


''Ini tidak bisa dibiarkan, Mychelle!'' seru mamanya.


Wanita itu langsung berdiri dengan menatap tajam.


Mychelle langsung ikut berdiri untuk meredam amarah yang sedang dirasakan oleh mamanya. Meskipun ia sendiri juga sangat marah dengan wanita yang baru mengunjunginya itu.


''Bukankah kita memang bod0h, Ma.'' jawab Mychelle.

__ADS_1


''Apa?"


''Mychelle oh Mychelle ...''


''Karena kebod0han kita itu, aku jadi sudah nggak ada harapan lagi untuk mendapatkan Ei, Ma..!"


''Waktu kalian sudah habis, ayo kembali.'' ujar polisi yang berjaga.


''Tidak perlu dipegang-pegang!'' tolak mama Mychelle dengan ketus karena salah satu polisi memegang lengannya.


''Silahkan.'' ujar polisi satunya.


Mychelle dan mamanya langsung kembali ke ruang tahanan yang berisikan banyak orang itu.


Tempat yang sangat tidak nyaman untuk mereka yang terbiasa dengan kemewahan.


''Orang tadi membawakan makanan untuk kami.'' ujar Mychelle mencoba untuk tetap ramah.


''Baik, nanti akan saya bagikan untuk kalian.''


Mychelle mengangguk.


''Bagaimana pun, aku harus tetap hati-hati, aku harus bisa mengambil hati mereka semua. Tidak ada yang tidak mungkin, nama baikku harus kembali ku miliki.'' bathin Mychelle.


Lita kembali mengeluarkan tawanya ketika sudah berada di dalam mobil.


Interaksi sesama mantan yang sakit hati dengan kebahagiaan seseorang yang pernah ia kecewakan di masalalu tampak di mulai lagi.


Lita langsung pergi dari tempat tersebut setelah menyelesaikan tujuannya, yaitu untuk merendahkan sesama mantan.


Tak selang berapa lama, sebuah mobil masuk ke dalam area kantor polisi. Jimmy langsung keluar dari mobilnya.


''Selamat malam, Tuan.'' sapa polisi disana.


''Malam.'' jawab Jimmy.


''Silahkan masuk.''


Jimmy mengangguk.


Jimmy menemui petugas disana setelah mendapatkan informasi mengenai kedatangan Lita. Pihak Edgar memang sudah memberikan beberapa foto kepada kepolisian untuk di waspadai.


Saat Lita mendatangi kantor tersebut, pihak polisi menghubungi Jimmy yang menjadi tangan kanan dari Edgar. Saat di hubungi, Jimmy sedang diperjalanan untuk membeli sesuatu. Ia akhirnya memutuskan untuk langsung datang.


''Apa ada yang mencurigakan dari mereka?'' tanya Jimmy.


''Tidak, Tuan. Anda bisa mendengarkan rekaman suara ini.''


Pihak polisi memang sudah diminta untuk terus waspada dengan mereka. Salah satunya dengan memasang sebuah alat untuk mendengarkan obrolan para pembesuk dan tahanan.


Jimmy mengangkat sudut bibirnya ketika mendengar pembicaraan Lita yang merendahkan mantan bosnya itu.


''Drama sesama mantan.'' gumamnya.


''Baiklah. Kebetulan saya sedang ada keperluan, jadi mampir.'' ujar Jimmy.


''Kami akan terus melakukan tugas dengan baik, Tuan.'' ujar polisi itu.


Jimmy mengangguk.


''Terima kasih, pastikan anda tidak mengkhianati sumpah anda. Karena kalau berani bermain-main, anda akan tau akibatnya.'' balas Jimmy dengan senyuman yang mengancam.

__ADS_1


''Siap, Tuan.''


__ADS_2