Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 127 : Dasar Peng3cut!


__ADS_3

Keluarga Raymond sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Setelah makan siang bersama, Edgar dan Jimmy langsung kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan.


Namun, mereka tidak sampai sore, Edgar kembali ke rumah, sedangkan Jimmy mengurus segala sesuatu yang sudah dipersiapkan untuk dibawa ke rumah sakit nanti malam.


°°


Kediaman Raymond


''Ayo jalan sekarang.'' ujar Edgar.


Mereka berangkat dengan satu mobil, dan yang berperan sebagai supir tentu saja Edgar.


''Mami dengar, kamu mengizinkan Edgar untuk bertanggungjawab dengan menikahi wanita itu.'' tanya mami serius menatap menantunya.


''Jangan sampai terjadi!'' sahut Erin yang duduk di belakangnya.


''Mami tanya apa sih.'' protes Edgar sembari menoleh sekilas.


''Kamu fokus nyetir saja.'' balas mami.


Mentari mengusap lembut punggung tangan ibu mertuanya itu.


''Maafkan aku Mi, Pi, Erin.. pernyataan itu pasti membuat kalian kecewa.''


''Tentu saja hal itu tidak serius dari hati. Wanita mana yang mau di duakan, Mi? hanya wanita yang ilmu dan penerapannya benar-benar luar biasa yang bisa menerima di poligami.''


''Aku pribadi tidak mau.'' tegas Mentari.


''Mengenai pernyataan itu, karena sebelumnya aku sudah mengetahui kebenarannya kalau mas Edgar dijebak. Hal itu hanya untuk membuat kak Mychelle dan orang-orang yang berada di pihak dia bersenang-senang dulu.'' jelas Mentari.


''Sekali lagi, aku mohon maaf Mi, Papi, Erin..''


Mentari menatap kedua mertuanya dan juga Erin bergantian.


''Ouhh sayang, Mami kira kamu benar-benar rela. Mami yang tidak rela kalau Edgar berani menduakan kamu.''

__ADS_1


"Aku juga..!" sahut Erin yang ikut kesal.


''Awh Mami..!'' rintih Edgar karena pundaknya ditepuk oleh maminya sendiri.


°°


Rumah Sakit


Tim dokter beserta perawat, dan bagian administrasi yang telah berperan dalam hal ini diminta untuk ikut berkumpul di ruangan tersebut.


Meskipun awalnya mereka bertanya-tanya karena merasa tak ada kepentingan, tetapi Jimmy mengatakan hanya ingin mereka mendengar dan menjadi saksi apa yang disampaikan oleh Edgar mengenai permasalahan ini.


Akhirnya mereka pun nurut.


''Tidak perlu berlama-lama lagi. Karena Nona Mychelle sudah diperbolehkan pulang pada malam ini, maka, saya akan menyampaikan keputusan yang sudah saya pikirkan dengan matang.''


Edgar mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya. Ia memulai berbicara formal.


Mychelle dan ibunya terlihat percaya diri. Mereka sangat yakin kalau Edgar dan keluarganya tidak mungkin bisa mengelak lagi. Bayang-bayang menjadi nyonya Edgar sudah terukir indah.


''Maaf, saya izin berbicara sedikit.'' potong Mentari.


''Jika hal itu benar-benar terbukti Kakak tidak bisa memiliki keturunan. Emm.. saya berharap Kakak ikut kami ke luar negeri untuk pemeriksaan lebih lanjut.'' tantang Mentari.


''Kamu keterlaluan! bisa-bisanya dalam situasi seperti ini masih saja menuduh anak saya!'' seru mama Mychelle.


''Semua ini gara-gara suami kamu itu! sudah sewajarnya dia bertanggung jawab!''


Mentari langsung tersenyum.


''Santai dong Nyonya, saya tidak menuduh kok. Sebagai sesama wanita, tentu Kak Mychelle ingin semua anggota tubuhnya baik-baik saja kan?"


"Lihat tuh ada tuan Erick Raymond, ada Nyonya Neeta, ada juga Erinka Raymond. Hmm.. katanya mau masuk ke keluarga Raymond, yang kalem dong.. jangan ngegas begitu ah sama istrinya tuan Edgar. Katanya, anaknya mau dijadikan madu saya..''


''Gasnya turunin dikiiit, takut nyungsep.'' Mentari langsung menutup mulutnya yang hampir tertawa.

__ADS_1


Wanita itu langsung terdiam menahan emosi. Jika tidak ada yang lain, mungkin Mentari sudah di cabik-cabik.


Yang lain pun dibuat terkejut dengan keberanian Mentari menantang mantan mertua Edgar tersebut. Namun, tak ada yang berani menimpali, mereka justru dibuat terhibur dan menjadi tau sisi lain dari sosok Mentari.


''Tidak puas kamu dari hari itu sudah menuduh wajah pucat saya dengan menggunakan alat make-up?!'' timpal Mychelle dengan wajah sendu.


''Uhhh sedih sekali Kakak, jadi beneran bukan make-up ya? ohhh.. maaf kalau begitu.'' balas Mentari.


''Jadi, apa keputusanmu, Ei? aku harap kamu bisa bijak membuat keputusan itu.'' Mychelle beralih menatap Edgar.


Edgar langsung melengos, ia tidak suka mendapatkan panggilan itu lagi dari masalalunya.


''Pak..'' kata Jimmy menatap pak Ikhsan yang berdiri tidak jauh darinya.


''Begini Nyonya.. dan saudara-saudara sekalian. Saya selaku kuasa hukum dari tuan Edgar akan mewakili dalam menyampaikan apa yang sudah menjadi keputusan beliau.''


''Perlu saya tegaskan, tuan Edgar selalu bertanggungjawab terhadap apa yang memang menjadi tanggung jawabnya.''


''Namun, sepertinya kalian semua yang berada disini salah dalam memilih lawan. Dan bersiaplah kalian semua yang terlibat dalam penipuan ini untuk mendekam di balik jeruji besi!'' tegas pak Ikhsan.


Dokter dan yang lain pun langsung saling menatap satu sama lain. Mereka terlihat panik setelah mendengar apa yang disampaikan oleh pak Ikhsan.


''Apa ini maksudnya?! jadi kalian menuduh kami menipu?!'' seru mama Mychelle.


Wanita itu langsung menatap Edgar.


''Kalau kamu memang tidak mau menikahi Mychelle, berarti kamu siap menerima laporan itu! dasar peng3cut!'' bentaknya.


''Bisa-bisanya kamu bilang anakku pengecut! anakmu tuh yang nggak tau malu! anakmu yang nggak mau badannya rusak karena melahirkan!'' sahut mami tidak terima putranya dikatakan peng3cut.


Kedua mantan besan itu langsung bersitegang dan menjadi tontonan di ruangan itu.


''Anak kamu...!''


''STOP!'' seru Edgar.

__ADS_1


Kemudian Edgar tertawa pelan, ia menatap mantan mertuanya itu.


''Anda sedang mengatakan untuk diri anda sendiri, kan?'' sindirnya.


__ADS_2