
Saat mendapatkan kabar langsung dari Edgar bahwa bosnya itu sedang mengalami musibah yang tidak sengaja menabrak seseorang yang tak lain adalah mantan istrinya. Jimmy langsung yakin bahwa itu bukanlah murni kecelakaan.
Jimmy dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya. Ia mencari informasi terkait lokasi kejadian, dan disanalah ia tertuju pada satu tempat, yaitu ANS Cafe. Jimmy yakin Mychelle sudah bekerjasama dengan orang-orang disekitar kejadian, jadi Jimmy tak mencari informasi melalui orang-orang disana.
Namun, nama tempat itu membuat Jimmy tergerak untuk kesana, apalagi ia tau bahwa pemilik tempat tersebut merupakan teman yang baik untuk Mentari.
''Aku yakin!'' gumam Jimmy yakin.
Jimmy harus segera mendapatkan informasi ini, karena waktunya sangat padat. Setelah dari cafe tersebut, ia harus kembali ke kantor, dan setelah itu urusan dengan Edgar.
''Tuan Jimmy?''
Jimmy yang baru turun dari mobilnya langsung menoleh ke sumber suara. Ia melihat seorang wanita yang tak lain adalah pemilik cafe tersebut, dan disampingnya bersama seorang pria.
''Ya, kamu Nona Dini?''
''Iya..''
''E.. apakah kamu ada keperluan penting? karena jujur saja saya memiliki kepentingan dengan kamu selaku pemilik cafe ini.'' ujar Jimmy.
''Kebetulan sekali.''
''Oh ya, Tuan, perkenalkan ini suami saya, Afryan.''
Kedua laki-laki itu saling berjabat tangan dan memperkenalkan namanya masing-masing.
''Jadi, apa maksudmu kebetulan sekali?'' tanya Jimmy.
''Anda mencari informasi yang berkaitan dengan tuan Edgar, bukan?''
''Betul, betul sekali.'' jawab Jimmy.
__ADS_1
''Kami hendak keluar untuk mendatangi kantor Raymond.'' ujar Dini.
Afryan dan Dini langsung mengajak Jimmy ke ruangan mereka yang berada di lantai tiga cafe itu. Ia membuka folder yang menyimpan rekaman kamera pengintai yang ada di lantai tiga.
''Cctv kami yang berada di lantai tiga memang tersembunyi, Tuan. Dari kasat mata pasti tidak ada yang tahu. Mereka taunya hanya cctv yang mencakup halaman dan area cafe ini saja.''
Jimmy manggut-manggut mendengar penjelasan dari Afryan.
''Anda lihat itu Tuan, mereka saling memberi kode. Dan sangat lucu sekali wanita itu lari-lari lalu menabrakkan diri di depan mobil tuan Edgar.'' sambung Afryan.
''Ya, ya.. ini benar-benar drama yang luar biasa! dan itu, dia memang sudah mengenakan baju yang dirusak. Dia pura-pura pingsan setelah mengeluarkan darah. Dan itu ntah darah siapa yang dia sewa!'' Jimmy semakin heran.
''Kalau begitu, berarti mereka tau kalau Edgar akan melewati jalan itu?''
''Benar Tuan.'' jawab pasangan suami istri itu.
''Pasti ada pihak lain yang ikut andil untuk melancarkan aksi mereka.''
''Dengan bukti-bukti yang sudah kuat, tentu saja kami siap membantu.''
Jimmy meminta file tersebut untuk ia bahas dengan pengacara.
Setelah berdiskusi panjang lebar, Jimmy akhirnya pamit. Ia meninggalkan cafe tersebut dan menuju ke rumah sakit berniat untuk mampir melihat keadaan secara langsung. Dari kejauhan, ia melihat Mentari yang sedang bersama seorang pria. Jimmy paham siapa sosok itu, ia menghentikan laju mobilnya untuk menyimak apa yang akan dilakukan oleh seseorang itu. Karena untuk mendengarkan apa yang dibicarakannya tentu saja tidak bisa.
''Nona Mentari seperti sedang menangis.'' gumam Jimmy.
Jimmy membuka aplikasi kamera yang diarahkan pada mereka.
''Siapa tau nanti berguna.'' gumam Jimmy.
Dan hal yang tak terduga benar-benar terjadi, Jimmy sempat terkejut ketika melihat pria itu menyentuh Mentari dengan lancang. Jimmy hampir saja turun tangan, tetapi niat itu ia urungkan karena Mentari langsung menepisnya.
__ADS_1
Jimmy melihat Mentari menghentikan taksi dan langsung masuk ke dalam taksi tersebut, sedangkan pria itu berusaha memanggil Mentari yang terus diabaikan.
Tak lama dari itu, pria tersebut merubah mimik wajahnya. Jimmy dibuat mengernyitkan keningnya dan bertanya-tanya apa maksud dari perubahan itu.
''Ada sesuatu nih..'' gumam Jimmy.
Jimmy yang sudah keluar dari aplikasi kamera, kembali membukanya. Ia memutar arah kameranya untuk mencari sesuatu yang menjanggal.''
''O, oooooo..''
''Rupanya mereka bekerjasama! Ohhhh I see, I see..''
''Nona Mentari dibuat cemburu dengan Mychelle, dan tuan Edgar dibuat cemburu dengan sepupunya sendiri.''
''Well, well.. kita lihat saja nanti, kita ikuti dulu cara mainmu! sekarang boleh kalian tertawa seakan rencana yang kalian buat itu berhasil!''
Jimmy menemukan seseorang yang ada di sekitar sana memegang kamera. Jimmy sudah menebak, pasti orang itu berhasil mengabadikan saat Ardi menyentuh Mentari.
''Keren juga dia kalau berhasil mengambil foto tadi! karena tadi begitu cepat, sat set.''
Jimmy akhirnya langsung lanjut ke kantor, ia mengurungnya niatnya untuk mampir ke rumah sakit itu.
Setibanya di kantor, seseorang langsung mendekatinya.
''Maaf Tuan, apa berita ini benar?''
Jimmy terkejut, begitu cepat berita terangkat ke media. Ia semakin yakin tidak ada yang kebetulan.
''Lanjutkan pekerjaanmu. Urusan berita itu biar saya urus.'' tegas Jimmy.
''Baik Tuan.
__ADS_1
Dengan kekuatan nama Raymond, Jimmy langsung mengurus berita itu agar segera dilenyapkan sebelum semakin melebar kemana-mana.